Kemenkeu memberikan sejumlah tips yang bisa dicoba untuk mempersiapkan biaya pendidkan anak yang semakin tahun semakin tinggi. Apa saja? Halaman all?page=all [392] url asal
KOMPAS.com - Setiap orang tua pasti ingin memberikan pendidikan yang terbaik untuk si buah hati. Agar keinginan tersebut terealisasikan, Anda bisa mempersiapkan biaya pendidikan anak sedini mungkin.
Dengan perencanaan keuangan yang matang, biaya pendidikan tak akan menjadi beban ke depannya, seperti bisa terbebas dari hutang untuk menyekolahkan anak.
Biaya pendidikan semakin tinggi dari tahun ke tahun. Inflasi yang terjadi terus membuat biaya sekolah terus mengalami kenaikan.
Menghadapi hal tersebut, Anda bisa menerapkan cara-cara agar bisa menabung biaya pendidikan sesuai keinginan.
Lantas, apa saja tips yang bisa dilakukan untuk menyiapkan biaya pendidikan?
Dilansir dari laman resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), setidaknya ada lima tips yang bisa dilakukan untuk menyiapkan biaya pendidikan sebagai berikut:
1. Membuat perencanaan jenjang pendidikan
Setiap keluarga mempunyai prioritas pendidikan masing-masing seperti menyekolahkan anak di sekolah negeri atau swasta. Dalam hal ini, Anda harus betul-betul detail dalam mengidentifikasi jenjang pendidikan yang akan diberikan kepada si Kecil.
Saat memutuskan menyekolahkan anak jenjang SD sampai SMA di sekolah negeri, maka penyiapan dana pendidikan bisa berfokus pada biaya universitas.
Meski begitu, Anda tetap harus menyiapkan beberapa rencana cadangan untuk pilihan sekolah anak sehingga saat terjadi hambatan bisa ada alternatif penggantinya.
2. Mengumpulkan data biaya pendidikan
Setelah menentukan sekolah tujuan, Anda bisa mengumpulkan data mengenai biaya-biaya yang dibutuhkan untuk masuk ke sekolah tersebut, seperti uang pangkal, SPP bulanan, uang kegiatan, dan lainnya.
Bagi orang tua yang secara khusus ingin mengembangkan minat dan bakat anaknya, dapat mempersiapkan dana tambahan agar pengembangannya lebih optimal.
3. Memperhatikan inflasi biaya pendidikan
Menurut Data Biro Pusat Statistik untuk inflasi bulan Juni 2024, kelompok pendidikan mengalami kenaikan sebesar 1,69 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Kemenkeu memberikan sejumlah tips yang bisa dicoba untuk mempersiapkan biaya pendidkan anak yang semakin tahun semakin tinggi. Apa saja? Halaman all [721] url asal
KOMPAS.com - Setiap orang tua pasti ingin memberikan pendidikan yang terbaik untuk si buah hati. Agar keinginan tersebut terealisasikan, Anda bisa mempersiapkan biaya pendidikan anak sedini mungkin.
Dengan perencanaan keuangan yang matang, biaya pendidikan tak akan menjadi beban ke depannya, seperti bisa terbebas dari hutang untuk menyekolahkan anak.
Biaya pendidikan semakin tinggi dari tahun ke tahun. Inflasi yang terjadi terus membuat biaya sekolah terus mengalami kenaikan.
Menghadapi hal tersebut, Anda bisa menerapkan cara-cara agar bisa menabung biaya pendidikan sesuai keinginan.
Lantas, apa saja tips yang bisa dilakukan untuk menyiapkan biaya pendidikan?
Dilansir dari laman resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), setidaknya ada lima tips yang bisa dilakukan untuk menyiapkan biaya pendidikan sebagai berikut:
1. Membuat perencanaan jenjang pendidikan
Setiap keluarga mempunyai prioritas pendidikan masing-masing seperti menyekolahkan anak di sekolah negeri atau swasta. Dalam hal ini, Anda harus betul-betul detail dalam mengidentifikasi jenjang pendidikan yang akan diberikan kepada si Kecil.
Saat memutuskan menyekolahkan anak jenjang SD sampai SMA di sekolah negeri, maka penyiapan dana pendidikan bisa berfokus pada biaya universitas.
Meski begitu, Anda tetap harus menyiapkan beberapa rencana cadangan untuk pilihan sekolah anak sehingga saat terjadi hambatan bisa ada alternatif penggantinya.
2. Mengumpulkan data biaya pendidikan
Setelah menentukan sekolah tujuan, Anda bisa mengumpulkan data mengenai biaya-biaya yang dibutuhkan untuk masuk ke sekolah tersebut, seperti uang pangkal, SPP bulanan, uang kegiatan, dan lainnya.
Bagi orang tua yang secara khusus ingin mengembangkan minat dan bakat anaknya, dapat mempersiapkan dana tambahan agar pengembangannya lebih optimal.
3. Memperhatikan inflasi biaya pendidikan
Menurut Data Biro Pusat Statistik untuk inflasi bulan Juni 2024, kelompok pendidikan mengalami kenaikan sebesar 1,69 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Dituliskan bahwa inflasi biaya pendidikan jauh lebih besar dibanding data inflasi dari BPS tersebut.
Untuk menyiapkan biaya pendidikan bagi anak, Anda tetap harus memperhatikan inflasi yang terjadi. Anda dapat memperhitungkan inflasi pendidikan berdasarkan waktu mulai pendidikan anak.
Inflasi membuat biaya pendidikan bisa berubah, sehingga perhitungkan betul agar dana pendidikan bisa terkumpul dalam jumlah cukup dan tak membebani keuangan di kemudian hari.
4. Menentukan cara mengumpulkan biaya pendidikan
Setelah melakukan perencanaan dan mengumpulkan data yang cukup, Anda dapat menentukan cara mengumpulkan biaya pendidikan tersebut.
Anda bisa menabung setiap bulan atau memilih menaruh uang pendidikan dalam bentuk investasi ke produk tertentu.
Saat ini telah tersedia banyak produk tabungan pendidikan anak. Pilih jenis tabungan yang paling aman dan sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.
Sementara itu, bagi yang memilih investasi untuk menyimpan dana pendidikan anak, pilihlah instrumen yang aman dan berisiko paling kecil, serta memiliki tingkat imbal hasil yang sesuai dengan target biaya pendidikan anak masing-masing.
5. Mulai menyisihkan dana dan evaluasi
Komitmen sangat diperlukan untuk menjalankan seluruh perencanaan biaya pendidikan yang sudah dibuat. Supaya biaya pendidikan anak yang diinginkan tercapai, Anda harus tetap fokus dan disiplin mengalokasikan penghasilan yang diperoleh.
Alih-alih menyisakan uang yang masuk untuk biaya pendidikan, Anda wajib selalu mengalokasikan dana untuk sekolah di awal saat mendapatkan pemasukan.
Selain itu, Anda wjaib melakukan evaluasi rutin terhadap kegiatan pengumpulan biaya pendidikan tersebut. Saat ada deviasi dari perencanaan, Anda bisa melakukan review dan penyesuaian, sehingga target awal dana pendidikan yang telah direncanakan tetap dapat tercapai tepat waktu.
Sementara itu, bagi Anda yang memilih menyiapkan biaya pendidikan dalam bentuk investasi, dapat mengevaluasi terhadap imbal hasil yang diterima. Saat imbal hasil tersebut tidak sesuai dengan perencanaan, maka lakukan penggantian instrumen investasi.
Saat kondisi perekonomian menurun yang membuat semua jenis instrumen investasi tidak mencapai target, Anda bisa mempertimbangkan untuk menambah jumlah dana yang disisihkan.
Namun, ketika dana bulanan tidak bisa ditambah lagi, Anda bisa menyisihkan bonus tahunan untuk menambah biaya pendidikan anak.
KOMPAS.com - Memberikan pendidikan terbaik setinggi-tingginya kepada buah hati menjadi keinginan setiap orang tua. Agar keinginan tersebut bisa terealisasikan, sebagai orang tua bisa mempersiapkan dana pendidikan sejak anak masih kecil.
Dengan perencanaan keuangan yang matang, biaya pendidikan tak akan menjadi beban bagi orang tua sehingga terbebas dari hutang di kemudian hari.
Seperti diketahui, inflasi yang terjadi terus membuat biaya pendidikan terus mengalami kenaikan.
Untuk itu, Anda harus benar-benar memperhatikan dana pendidikan agar si Kecil bisa mendapatkan pendidikan yang maksimal untuk masa depannya kelak.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyiapkan dana pendidikan bagi anak. Apa saja?
Tips menyiapkan dana pendidikan untuk anak
Setidaknya ada enam tips yang bisa dilakukan untuk menyiapkan dana pendidikan anak, dari perencanaan hingga eksekusinya. Penjelasan detailnya sebagai berikut:
1. Menentukan jenjang pendidikan yang ingin disiapkan pendanaannya
Setiap keluarga mempunyai prioritas pendidikan masing-masing. Dalam hal ini, Anda harus benar-benar detail dalam mengidentifikasi jenjang pendidikan yang akan diberikan kepada anak, seperti memilih sekolah negeri atau swasta.
Saat memutuskan menyekolahkan anak jenjang SD sampai SMA di sekolah negeri, maka penyiapan dana pendidikan bisa berfokus pada biaya universitas buah hati nantinya.
Meski begitu, Anda tetap harus menyiapkan beberapa rencana cadangan untuk pilihan sekolah ini, sehingga saat terjadi hambatan bisa ada alternatif penggantinya.
2. Mengumpulkan data biaya pendidikan
Saat sudah menentukan sekolah tujuan, Anda bisa mengumpulkan data mengenai biaya-biaya yang dibutuhkan untuk masuk ke sekolah tersebut.
Hal ini bisa meliputi biaya SPP setiap bulan, uang pangkal, uang kegiatan, uang buku, seragam, dan lainnya.
Bagi orang tua yang secara khusus ingin mengembangkan minat dan bakat anaknya, maka juga harus melakukan identifikasi minat dan bakat sejak dini, agar dapat mempersiapkan dana tambahan untuk pengembangannya lebih optimal.
3. Memperhatikan inflasi biaya pendidikan
Menurut Data Biro Pusat Statistik untuk inflasi bulan Juni 2024, kelompok pendidikan mengalami kenaikan sebesar 1,69 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Dituliskan bahwa inflasi biaya pendidikan jauh lebih besar dibanding data inflasi dari BPS tersebut.
Untuk menyiapkan dana pendidikan bagi anak, Anda tetap harus memperhatikan inflasi biaya pendidikan yang terjadi. Anda dapat memperhitungkan inflasi pendidikan berdasarkan waktu mulai pendidikan anak.
Inflasi membuat biaya pendidikan bisa berubah, sehingga perhitungkan betul agar dana pendidikan bisa terkumpul dalam jumlah cukup dan tak membebani keuangan di kemudian hari.
4. Memilih cara mengumpulkan dana
Setelah melakukan perencanaan dan mengumpulkan data yang cukup, Anda dapat menentukan cara mengumpulkan dana pendidikan tersebut.
Anda bisa menabung setiap bulan atau memilih menaruh uang pendidikan dalam bentuk investasi ke produk tertentu.
Saat ini, tersedia banyak tabungan pendidikan anak yang ditawarkan. Pilih tabungan anak yang paling aman dan sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.
Sementara itu, bagi yang memilih investasi untuk menyimpan dana pendidikan anak, pilih instrumen yang aman dan berisiko paling kecil, serta memiliki tingkat imbal hasil yang sesuai dengan target biaya pendidikan anak masing-masing.
5. Mulai menyisihkan dana dan evaluasi
Anda harus berkomitmen menjalankan seluruh perencanaan dana pendidikan yang sudah dibuat. Agar dana pendidikan anak yang diinginkan tercapai, Anda harus tetap fokus dan disiplin mengalokasikan penghasilan yang diperoleh.
Selalu sisihkan dana pendidikan di awal saat Anda mendapatkan pemasukan, bukan sisakan dari pemasukan yang diperoleh.
Kegiatan persiapan dana pendidikan ini juga harus dievaluasi secara rutin. Saat ada deviasi dari perencanaan, Anda bisa melakukan review dan penyesuaian, sehingga target awal dana pendidikan yang telah direncanakan tetap dapat tercapai tepat waktu.
Sementara itu, bagi Anda yang memilih menyiapkan dana pendidikan dalam bentuk investasi, dapat mengevaluasi terhadap imbal hasil yang diterima. Saat imbal hasil tersebut tidak sesuai dengan perencanaan, maka lakukan penggantian instrumen investasi.
Saat kondisi perekonomian memang menurun sehingga semua jenis instrumen investasi tidak mencapai target, Anda bisa mempertimbangkan untuk menambah jumlah dana yang disisihkan.
Namun, ketika dana bulanan tidak bisa ditambah lagi, Anda bisa menyisihkan bonus tahunan untuk menambah dana pendidikan anak.
Dengan perencanaan yang matang dan melakukan evaluasi berkala, Anda bisa menghindari jebakan hutang saat anak memulai sekolah.
KOMPAS.com - Memberikan pendidikan terbaik setinggi-tingginya kepada buah hati menjadi keinginan setiap orang tua. Agar keinginan tersebut bisa terealisasikan, sebagai orang tua bisa mempersiapkan dana pendidikan sejak anak masih kecil.
Dengan perencanaan keuangan yang matang, biaya pendidikan tak akan menjadi beban bagi orang tua sehingga terbebas dari hutang di kemudian hari.
Seperti diketahui, inflasi yang terjadi terus membuat biaya pendidikan terus mengalami kenaikan.
Untuk itu, Anda harus benar-benar memperhatikan dana pendidikan agar si Kecil bisa mendapatkan pendidikan yang maksimal untuk masa depannya kelak.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyiapkan dana pendidikan bagi anak. Apa saja?
Tips menyiapkan dana pendidikan untuk anak
Setidaknya ada enam tips yang bisa dilakukan untuk menyiapkan dana pendidikan anak, dari perencanaan hingga eksekusinya. Penjelasan detailnya sebagai berikut:
1. Menentukan jenjang pendidikan yang ingin disiapkan pendanaannya
Setiap keluarga mempunyai prioritas pendidikan masing-masing. Dalam hal ini, Anda harus benar-benar detail dalam mengidentifikasi jenjang pendidikan yang akan diberikan kepada anak, seperti memilih sekolah negeri atau swasta.
Saat memutuskan menyekolahkan anak jenjang SD sampai SMA di sekolah negeri, maka penyiapan dana pendidikan bisa berfokus pada biaya universitas buah hati nantinya.
Meski begitu, Anda tetap harus menyiapkan beberapa rencana cadangan untuk pilihan sekolah ini, sehingga saat terjadi hambatan bisa ada alternatif penggantinya.
2. Mengumpulkan data biaya pendidikan
Saat sudah menentukan sekolah tujuan, Anda bisa mengumpulkan data mengenai biaya-biaya yang dibutuhkan untuk masuk ke sekolah tersebut.
Hal ini bisa meliputi biaya SPP setiap bulan, uang pangkal, uang kegiatan, uang buku, seragam, dan lainnya.
Bagi orang tua yang secara khusus ingin mengembangkan minat dan bakat anaknya, maka juga harus melakukan identifikasi minat dan bakat sejak dini, agar dapat mempersiapkan dana tambahan untuk pengembangannya lebih optimal.
3. Memperhatikan inflasi biaya pendidikan
Menurut Data Biro Pusat Statistik untuk inflasi bulan Juni 2024, kelompok pendidikan mengalami kenaikan sebesar 1,69 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Dituliskan bahwa inflasi biaya pendidikan jauh lebih besar dibanding data inflasi dari BPS tersebut.
Untuk menyiapkan dana pendidikan bagi anak, Anda tetap harus memperhatikan inflasi biaya pendidikan yang terjadi. Anda dapat memperhitungkan inflasi pendidikan berdasarkan waktu mulai pendidikan anak.
Inflasi membuat biaya pendidikan bisa berubah, sehingga perhitungkan betul agar dana pendidikan bisa terkumpul dalam jumlah cukup dan tak membebani keuangan di kemudian hari.
4. Memilih cara mengumpulkan dana
Setelah melakukan perencanaan dan mengumpulkan data yang cukup, Anda dapat menentukan cara mengumpulkan dana pendidikan tersebut.
Anda bisa menabung setiap bulan atau memilih menaruh uang pendidikan dalam bentuk investasi ke produk tertentu.
Saat ini, tersedia banyak tabungan pendidikan anak yang ditawarkan. Pilih tabungan anak yang paling aman dan sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.
Sementara itu, bagi yang memilih investasi untuk menyimpan dana pendidikan anak, pilih instrumen yang aman dan berisiko paling kecil, serta memiliki tingkat imbal hasil yang sesuai dengan target biaya pendidikan anak masing-masing.
5. Mulai menyisihkan dana dan evaluasi
Anda harus berkomitmen menjalankan seluruh perencanaan dana pendidikan yang sudah dibuat. Agar dana pendidikan anak yang diinginkan tercapai, Anda harus tetap fokus dan disiplin mengalokasikan penghasilan yang diperoleh.
Selalu sisihkan dana pendidikan di awal saat Anda mendapatkan pemasukan, bukan sisakan dari pemasukan yang diperoleh.
Kegiatan persiapan dana pendidikan ini juga harus dievaluasi secara rutin. Saat ada deviasi dari perencanaan, Anda bisa melakukan review dan penyesuaian, sehingga target awal dana pendidikan yang telah direncanakan tetap dapat tercapai tepat waktu.
Sementara itu, bagi Anda yang memilih menyiapkan dana pendidikan dalam bentuk investasi, dapat mengevaluasi terhadap imbal hasil yang diterima. Saat imbal hasil tersebut tidak sesuai dengan perencanaan, maka lakukan penggantian instrumen investasi.
Saat kondisi perekonomian memang menurun sehingga semua jenis instrumen investasi tidak mencapai target, Anda bisa mempertimbangkan untuk menambah jumlah dana yang disisihkan.
Namun, ketika dana bulanan tidak bisa ditambah lagi, Anda bisa menyisihkan bonus tahunan untuk menambah dana pendidikan anak.
Dengan perencanaan yang matang dan melakukan evaluasi berkala, Anda bisa menghindari jebakan hutang saat anak memulai sekolah.