#30 tag 24jam
Mantan Presiden Filipina Duterte Maju pada Pemilihan Wali Kota Bersama Putranya
Mantan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengumumkan pencalonannya sebagai Wali Kota Davao. [445] url asal
#perang-terhadap-narkoba #rodrigo-duterte #wali-kota-davao #pengadilan-kriminal-internasional #ferdinand-marcos-jr #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #tokoh
(Kontan) 08/10/24 08:46
v/16141706/
Sumber: The Guardian | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mantan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengumumkan pencalonannya sebagai Wali Kota Davao meskipun tengah menghadapi penyelidikan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terkait dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Duterte, yang dikenal dengan kebijakan kerasnya terhadap narkoba selama menjabat sebagai presiden, kembali maju di kota asalnya setelah menyerahkan berkas pencalonan ke Komisi Pemilihan Umum setempat.
Duterte, 79 tahun, sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Davao selama dua dekade sebelum terpilih sebagai Presiden Filipina pada tahun 2016. Pada pemilihan mendatang, putranya yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Davao, Sebastian Duterte, akan mencalonkan diri sebagai wakil wali kota mendampingi ayahnya.
Selama masa kepresidenannya, Duterte melancarkan operasi besar-besaran terhadap peredaran narkoba ilegal, yang menurut data pemerintah menewaskan lebih dari 6.000 orang, sebagian besar dari kalangan tersangka pengguna narkoba miskin.
Namun, kelompok hak asasi manusia menilai angka kematian sebenarnya jauh lebih tinggi dan menuduh banyak pembunuhan dilakukan oleh kelompok bersenjata yang terkait dengan polisi.
Duterte berulang kali membantah keterlibatan dalam pembunuhan di luar proses hukum, meskipun dalam beberapa kesempatan ia secara terbuka mengancam para tersangka dengan hukuman mati. Ia juga mengakui bahwa masalah narkoba tetap menjadi ancaman serius meskipun telah melakukan operasi pemberantasan selama masa jabatannya.
Pada 2019, Duterte menarik Filipina dari ICC, yang menurut para kritikus merupakan upaya untuk menghindari tanggung jawab atas kebijakannya terkait perang terhadap narkoba. ICC tetap memiliki yurisdiksi atas dugaan kejahatan yang terjadi sebelum Filipina secara resmi keluar dari ICC pada Maret 2019.
Meski popularitas Duterte masih tinggi, terutama di wilayah asalnya, Davao, langkahnya untuk kembali ke politik kemungkinan akan mendapat perlawanan dari kelompok hak asasi manusia dan lawan politiknya.
Sebelumnya, Duterte sempat mengumumkan akan pensiun dari politik setelah masa jabatannya berakhir pada 2022, namun pernyataan itu kemudian ditarik kembali.
Putrinya, Sara Duterte, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Filipina, mengatakan pada Juni lalu bahwa keluarganya mempertimbangkan untuk maju dalam pemilihan Senat. Namun, Duterte mengungkapkan bahwa kesehatannya yang menurun menjadi alasan untuk tidak mencalonkan diri pada tingkat nasional.
Sementara itu, hubungan Duterte dengan Presiden Filipina saat ini, Ferdinand Marcos Jr., juga mengalami ketegangan. Duterte beberapa kali mengkritik Marcos sebagai pemimpin yang lemah, meski Marcos menanggapi kritik tersebut dengan santai.
Perselisihan ini semakin memperjelas perpecahan di antara kedua tokoh politik tersebut, terutama setelah Sara Duterte mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan ketua badan antipemberontakan di bawah pemerintahan Marcos pada Juli lalu.
Marcos sendiri telah memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan dengan China terkait sengketa wilayah di Laut Cina Selatan.
Sebaliknya, Duterte selama menjabat sebagai presiden lebih memilih mempererat hubungan dengan China dan Rusia, sambil mengkritik kebijakan keamanan Amerika Serikat dan negara-negara Barat.
Semarak Budaya Meriahkan HUT Pramuka KJRI Davao
Hut Pramuka meningkatkan potensi pemuda. [449] url asal
#hut-pramuka #kjri-davao #pancasila
(Republika - News) 14/08/24 16:28
v/14413936/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bertempat di lapangan olah-raga Sekolah Indonesia Davao (SID), pagi tadi, Gugus Depan 001-002 Gerakan Pramuka Indonesia Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City yang berpangkalan di SID merayakan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka Indonesia ke-63.
HUT Pramuka tahun ini bertema BERJIWA PANCASILA MENJAGA NKRI diawali dengan upacara penaikan bendera. Upacara ini selain diikuti oleh Home Staff KJRI Davao City, seluruh anggota Pramuka Indonesia, juga diikuti oleh pengurus dan anggota Boy Scout of Philippine (BSP) dan Girl Scout of Philippine (GSP) yang datang dari beberapa sekolah di kota Davao, Filipina, perwakilan sekolah internasional Jepang, Philippine Nikkei Jinkai International School, serta mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogjakarta yang sedang ber-KKN internasional di Davao City.
Dalam sambutannya Pembina Upacara, Ketua Mabbigus Kak Agus Trenggono, yang juga Konsul Jenderal RI di Davao City mengatakan bahwa Pramuka adalah tempat pendidikan di luar Sekolah yang sangat menyenangkan, dimana anggota Pramuka ditempa menjadi insan Indonesia yang paripurna, yaitu insan Indonesia yang cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama manusia dan alam sekitarnya, serta cinta kepada tanah air tercinta Indonesia.
“Saya mengajak kepada seluruh anggota Pramuka, mari kita amalkan nilai-nilai Tri Dharma dan Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan kita sehari-hari” ujarnya lagi.
Sementara itu Atty Wendel E. Avisado, Council Chairperson BSP Davap City sangat berterima kasih atas undangannya, dan ini membuktikan bahwa hubungan baik antara Boy Scout of Philippine dengan Gerakan Pramuka masih tetap berjalan dan nantinya diharapkan akan terus ditingkatkan lagi.
Laura Y. Elmido, Vice President of Field Girl Scout of Philippine mengatakan bahwa antara Gerakan Pramuka Indonsia di Davao City dan BSP Davao City sudah seperti saudara, dimana Pramuka di Davao City cukup aktif ikut dalam kegiatan GSP, dan semoga hubungan baik ini akan berjalan terus sampai nanti.
Selepas upacara bendera, acara dilanjutkan dengan pementasan kebudayaan dan ketrampilan kepramukaan (kepanduan) yang ditampilkan baik oleh anggota Pramuka maupun oleh anggota BSP dan GSP.
Kemeriahan pementasan kebudayaan dan ketrampilan kepramukaan diwarnai dengan keanekaragaman busana tari yang beraneka warna serta gerakan tarian yang indah dan dinamis, musik, fancy drill (baris berbaris versi BSP dan GSP) menambah berwarnanya peringatan HUT Pramuka tahun ini.
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini selain untuk memperkenalkan budaya masing-masing negara, juga diharapkan bisa membangun pemahaman kebudayaan antar negara, serta penghormatan dan kerjasama people to people yang akan lebih baik lagi.
Acara diakhiri dengan menari Gemu Famire dari Nusa Tenggara Timur bersama-sama. Antoni Uy, member emeritus BSP, yang juga seorag pengusaha, mengatakan bahwa ia selalu merindukan suasana seperti ini, dimana semangat anak anak muda menjalin persaudaraan dalam semangat kepanduan. “Mereka sedang menebar cinta di antara dua negara” Katanya lagi sebelum pulang.
Kegiatan ini terlaksana atas dukungan kantor Atase Pendidikan KBRI Manila dan difasilitasi oleh KJRI Davao City.
Wahyu Kenabian dan Kejujuran
Tugas kenabian adalah meneruskan kebaikan yang ada. [1,233] url asal
#kenabian #nanang-sumanang #davao #filipina #islam-di-filipina
(Republika - News) 15/07/24 11:05
v/10836439/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahad pagi (14 Juli 2024), setelah jalan kaki, saya melihat lihat berita tentang Davao City dan sekitarnya, dan salah satu beritanya adalah perkembangan kasus pastor Apollo Carreon Quiboloy atau lebih dikenal dengan pastor Quiboloy, yang dituduhkan FBI Amerika telah melakukan pencucian uang, serta perdagangan manusia.
Sejak saya datang ke Davao City, Mei 1994, nama pastor Quiboloy, yang lahir di Davao City, 25 April 1950 sudah sangat terkenal sebagai pastor yang pandai berdebat dan mempunyai karisma yang tinggi. Dia mendirikan gereja the Kingdom of Jesus Christ (KOJC) pada tahun 1985 dan dia juga memproklamirkan dirinya sebagai “Appointed Son of God” atau anak Tuhan yang sudah ditunjuk serta “the Owner of the Univere” sebagai pemilik alam semesta ini. Kedua klaim itu sangat diimani dan dipercayai oleh para jamaahnya yang bertebaran di seluruh dunia, termasuk jamaahnya yang di Indonesia.
Dalam sebuah tayangan televisi beberapa tahun lalu, Quiboloy mengaku bahwa ketika dia membantu bapaknya bekerja di sawah, lalu tiba-tiba banyak petani datang kepadanya, memberikan mahkota dan bersujud meminta keselamatan kepadanya. Sejak saat itu ada kesadaran dalam dirinya bahwa dia sudah menerima wahyu untuk melakukan tugas kenabian, menyelamatkan umat manusia di dunia ini.
Setiap Sabtu dan Ahad, terutama pagi hari, sering juga rumah kami di Davao, kedatangan para misonaris, dari Saksi Yehovah, Baptist Church, dan beberapa aliran Kristen lainnya, yang mengkhutbahkan dan menyatakan bahwa gerejanya lah yang paling benar untuk memahami dan menafsirkan Bible, karena para pemuka agama mereka membaca Bible dalam naungan Roh Kudus. Fenomena ini juga dengan sangat mudah kita temui di terminal, di pasar, atau di tempat tempat keramaian lainnya di kota Davao, dimana mereka mengklaim bahwa gerejanyalah yang paling benar menafsirkan Bible karena para pemuka mereka telah menafsirkannya dalam naungan dan siraman cahaya Roh Kudus.
Di Indonesia juga demikian, kita mungkin pernah mendengarkan beberapa orang tertentu mengaku dirinya sebagai nabi setelah mereka mendapatkan wahyu kenabian.
Secara umum dari beberapa cerita di atas, bahwa para pemuka agama tersebut telah memiliki kesadaran akan dirinya sendiri dan sudah mempersiapkan diri untuk menerima wahyu, serta adanya kesadaran dan kesiapan mereka untuk memperjuangkan perintah dari wahyu tersebut.
Bagi saya, sikap dan sifat demikian tentunya sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut baik secara psikologis, sosiologis, antropologis maupun secara teologis.
Menarik sejarah ke belakang, melihat catatan catatan sejarah baginda Rasulullah SAW, Muhammad, ketika menerima wahyu pertama kali di gua Hira, ada sesuatu yang berbeda dan sangat menarik sekali catatan catatan tersebut untuk dikaji.
Di tengah keheningan malam hari, di bulan Ramadhan, ketika Beliau sedang berkontemplasi, memohon dan meminta petunjuk dari Allah, Tuhan yang Maha Esa untuk menyelesaikan permasalahan teologis dan akhlak masyarakat Mekah khususnya, dan kemanusiaan umumnya pada saat itu, tiba tiba, nabi yang ummi (buta huruf) ini kedatangan cahaya yang sangat terang benerang dan tiba-tiba saja memerintahkan untuk membaca (Iqra’). Kekagetan dan ketakutan yang luar biasa terjadi di malam yang sangat sunyi itu dialami oleh manusia yang agung itu. “Aku tidak bisa membaca…Aku tidak bisa membaca” ujarnya. Kemudian cahaya terang benerang itu mendekap tubuh manusia agung tersebut dan berkata “Bacalah dengan nama Tuhanmu ……”
Selesai peristiwa tersebut, manusia agung ini kemudian berlari, berjalan cepat, penuh dengan ketakutan, dan keraguan dengan peristiwa yang baru dilaluinya. Perasaan yang campur aduk antara rasa kaget, terkejut, takut, dan tidak yakin membuat tubuhnya gemetar dan kedinginan. “Wahai istriku selimuti aku…wahai istriku selimuti aku” Demikianlah cerita awal yang banyak dituliskan dalam sirah nabawiyah beliau.
Mari kita bayangkan sejenak bersama-sama, Muhammad, ketika beliau sebagai manusia biasa (sebelum kenabian) sudah dikenal sebagai orang yang sangat baik, cerdas, penuh inisiatif dan sangat jujur.
Kebijakan dan kecerdasannya terlihat ketika menangani batu Hajar Aswad yang terjatuh dari tempatnya dikarenakan banjir di kota Mekah. Dalam situasi ego kesukuan yang sangat kuat, masyarakat Mekah pada saat itu sudah siap saling membunuh untuk memperebutkan hak penuh dapat menaruh kembali hajar aswad ke tempat semula di Ka’bah. Dengan meletakannya di atas sorbannya, kemudian Muhammad meminta para kepala suku untuk memegang sorbannya dan membawa Hajar Aswad tersebut kembali ke tempet semula di Baitullah. Semua suku merasa puas dengan keputusan Muhammad, dan pertumpahan darah tidak terjadi.
Muhammad, yang semasa mudanya tidak pernah melakukan perbuatan perbuatan aib, tercela, dan hina. Setiap perkatannya berupa hikmah. Berintegrasi tinggi, antara perkataan dan perbuatannya menjadi satu, sesuai dengan kenyataan dan kebenaran. Dengan sifat dan sikap tersebutlah, masyarakat Mekah yang penuh dengan ego kesukuan memberikan gelar kepada Muhammad sebagai al-Amin (orang yang sangat dipercaya), gelar yang tidak pernah diberikan oleh masyarakat Mekah Jahiliyah kepada siapapun kecuali kepada Muhammad seorang.
Muhammad, seorang yang mempunyai akhlak yang sangat mulia. Orang yang tidak pernah berbohong, yang setiap perkataannya yang keluar adalah hikmah. Pada setiap lakunya yang tergambarkan adalah hanya rasa cinta dan kasih sayang. Dalam kemurnian jiwanya yang agung saja, beliau masih ragu, masih bingung, masih ketakutan, masih bimbang antara kenyataan atau hanya halusinasinya saja ketika menerima wahyu pertama tersebut. Muhammad masih memiliki kesadaran, kejujuran tentang kemanusiaannya, sehingga pada saat itu belum ada kesadaran bahwa dirinya adalah sebagai seorang Nabi, perlu beberapa saat.
Konfirmasi pertama kalau beliau seorang nabi adalah dari istri tercintanya Khadijah al-Kubro, seorang bangsawan Arab yang sangat kaya raya, yang telah mengabdikan dirinya untuk berbakti kepada Muhammad suami tercintanya. Konfirmasi kedua tentang kenabiannya adalah bahwa kemudian Khadijah al-Kubro membawa Muhammad kepada sepupu tertuanya yang menjadi Imam Nasrani di Arab pada saat itu, yaitu Waraqah bin Naufal yang mengatakan bahwa suami sepupunya adalah benar benar seorang Nabi, yang akan disakiti, diusir dan diperangi.
Sedikit tentang Waraqh bin Naufal, beliau adalah seorang pemuda Arab yang sangat dikenal mempunyai kepribadian yang baik. Beliau menghindari perilaku perilaku tercela, terutama menyembah berhala dan penyembelihan kurban untuk para berhala yang banyak terdapat di Baitullah.
Waraqah bin Naufal, bersama tiga orang temannya yang sangat merindukan agama yang hanif, agama yang dibawa oleh nabi Ibrahim, kemudian belajar agama Nasrani dan Yahudi di negeri Syam (Syiria) kepada para pendeta Nasrani dan Yahudi secara mendalam. Setelah itu kemudian Waraqh bin Naufal menjadi penganut agama Masrani Nestorian yang sangat alim dan abid (ahli ibadah).
Lesley Hazleton, seorang agnostik Yahudi melihat kejujuran Muhammad secara jernih ketika menerima wahyu pertama. Secara manusiawi, siapaun juga pasti, secara kejiwaan akan mengalami hal-hal yang sama oleh Muhammad. Kejujuran inilah yang kemudian membuat dia tertarik kepada Muhammad, menelitinya secara mendalam dan mengaguminya yang kemudian dituliskan dalam sebuah buku The First Muslim; The Story of Muhammad.
Kejujuran dan kesadaran inilah yang membedakan antara khayalan dan halusinasi. Kejujuran dan kesadaran ini kemudian menjadi dasar selanjutnya untuk melakukan kerja risalah kenabian beliau ketika beliau menerima wahyu keduanya, yaitu surat al-Mudatsir (orang yang berselimut) ayat 1-7 ini turun. “Wahai orang yang berselimut. Bangunlah dan berilah peringatan. Dan agungkanlah Tuhanmu. Bersihkanlah pakaianmu. Tinggalkan segala perbuatan yang keji. Janganlah engkau memberi dengan maksud supaya memperoleh balasan yang banyak. Dan karena Tuhanmu, bersabarlah”
Para sejarawan menuliskan dan menyatakan bahwa kesuksesan nabi Muhammad SAW dalam misinya, menyebarkan agama Islam dalam tempo yang singkat dan berhasil mendidik para sahabat dan penerusnya karena diawali dari sebuah kejujuran dan kesadaran yang penuh akan dirinya. Kejujuran dan kesadaran yang dimulai dari diri sendiri, terkonfirmasi oleh orang orang yang penuh cinta dan orang yang mulia (mempunyai pengetahuan yang luas dan integritasnya tinggi), kemudioan baru siap menjalankan risalah kenabiannya.
Melihat kondisi kekinian bangsa ini setelah pilpres dan sekarang mengahadapi pilkada, banyak poster menyampah mengotori keindahan kota. Kata-kata memuji diri sendiri, dan pujian para buzzer bayaran menjadi tak bermakna walau bergincu warna warni, dan bentuk hurup yang indah. Akankah sanggup bangsa ini bertahan tanpa kejujuran dan integritas para pemimpinnya?