Bisnis.com, JAKARTA -- Jadi miliarder tak berarti bebas dari jerat hukum. Sederet miliarder dengan kekayaan fantastis pernah ditangkap dan akhirnya dipenjara atas berbagai kasus, dari penipuan, kasus penjahat kerah putih, hingga korupsi politik.
Baru-baru ini, CEO Telegram, Pavel Durov, dikabarkan ditangkap di Bandara Bourget, Prancis lantaran dicurigai gagal mengambil langkah pencegahan penggunaan telegram untuk tindakan kriminal.
Menurut perkiraan Forbes, Durov memiliki kekayaan sebesar US$15,5 miliar atau sekitar Rp241 triliun dan menjadi orang terkaya ke-120 di dunia.
Selain Durov, pada Mei lalu miliarder di balik Binance, Changpeng Zhao juga dipenjara di AS melakukan pelanggaran undang-undang anti pencucian uang dan sanksi AS pada 2023.
Setelah dihukum kurungan, Zhao disebut menjadi orang terkaya yang pernah dipenjara di AS dengan kekayaan mencapai US$43 miliar atau sekitar Rp696 triliun.
Lalu, mengutip Go Banking Rates, berikut ini deretan miliarder yang mendapat hukuman kurungan penjara atas berbagai kasus:
1. Bernard Ebbers - US$1,4 miliar
Keruntuhan perusahaan Enron pada 2001 memicu efek domino berupa pengungkapan penipuan besar-besaran yang menjatuhkan serangkaian perusahaan besar. Salah satunya adalah WorldCom Inc., yang telah lama menjadi kesayangan Wall Street dan perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Amerika.
Pada 2006, CEO WorldCom Bernard Ebbers mulai menjalani hukuman 25 tahun penjara federal atas perannya dalam penipuan akuntansi besar-besaran senilai US$11 miliar pada saat Ebbers dijatuhi hukuman. Namun, Ebbers meninggal pada 2020, hanya satu bulan setelah pembebasan dininya dari penjara.
2. Bernie Madoff - US$17 miliar
Kasus Bernie Madoff begitu besar dan terkenal, bahkan metode penipuannya masih banyak digunakan hingga saat ini, yaitu Ponzi.
Pada 2008, Madoff mengelola miliaran dolar dana investor. Namun pada 2013, dia menjadi narapidana dengan penghasilan US$40 per bulan untuk pekerjaannya di penjara sambil menjalani hukuman 150 tahun.
Skema Ponzi yang dia perkenalkan, yang dilaporkan Time mencapai US$65 miliar selama beberapa dekade, berhasil menipu lebih dari 24.000 korban. Madoff meninggal di penjara pada 2021 pada usia 82 tahun.
3. Allen Stanford - US$2,2 miliar
Meskipun jaksa menuntut hukuman 230 tahun penjara bagi Allen Stanford selama sidang vonisnya pada 2012, penipu yang ulung itu bisa mendapat keringanan hukuman menjadi 110 tahun.
Senada dengan Bernie Madoff yang mendapat hukuman penjara 150 tahun, Stanford juga ditangkap karena kasus yang sama. Empat tahun setelah penangkapannya pada 2009, Stanford dinyatakan bersalah karena mengatur skema Ponzi senilai US$7 miliar.
4. Raj Rajaratnam - US$1,3 miliar
Pada tahun 2017, Reuters melaporkan bahwa seorang hakim menolak permintaan pendiri dana lindung nilai Raj Rajaratnam untuk mengurangi hukuman 11 tahunnya.
Dia dijatuhi hukuman penjara pada 2011 atas 14 tuduhan penipuan dan konspirasi sekuritas. Rajaratnam dituduh meraup sebanyak US$63,8 juta melalui perdagangan orang dalam pada saham seperti Google dan eBay antara 2003 dan 2009.
5. Ng Lap Seng - US$1,8 miliar
Setelah dinyatakan bersalah pada 2017 dalam persidangan penyuapan, miliarder asal China Ng Lap Seng menunggu vonis di penjara. Bedanya, ketika tahanan lain harus sengsara di penjara, dia menunggu putusan penahanannya di apartemennya di Manhattan senilai US$4 juta.
USA Today melansir, sebagai seorang yang memiliki koneksi dan sering berkunjung ke Gedung Putih, Ng ditahan karena menyelundupkan jutaan dolar dalam bentuk uang tunai yang dimaksudkan untuk suap ke Amerika Serikat dengan jet pribadi. Dia akhirnya dijatuhi hukuman 48 bulan penjara.
6. Jay Y Lee - US$7,9 miliar
Pada 2017, raksasa elektronik Korea Samsung, seluruh warga negara Korea, dan seluruh dunia dikejutkan ketika CEO Samsung, Jay Y. Lee, yang juga dikenal sebagai Lee Jae-Yong, dijatuhi hukuman lima tahun penjara.
Namun, Lee dibebaskan bersyarat pada 2018 setelah menjalani 207 hari dari hukuman lima tahun. Alasan di balik kejatuhannya adalah besarnya taruhannya.
Lee dinyatakan bersalah bukan hanya karena menggelapkan dana Samsung dan menyembunyikan aset, tetapi juga karena menyuap presiden negara yang sedang menjabat, tuduhan tersebut juga akhirnya menggulingkan pemimpin Korea Selatan tahun tersebut.
7. Thomas Kwok - US$16 miliar
Sebelum dijatuhi hukuman penjara pada 2014, Thomas Kwok adalah salah satu pimpinan Sun Hung Kai Properties Ltd., pengembang properti terbesar di Hong Kong.
Menurut laporan Bloomber, sebelum dia dibebaskan sebentar sebelum bandingnya ditolak pada 2017, Kwok dihukum penjara karena melakukan "pembayaran rahasia" dan memberikan suap lainnya kepada pejabat publik sebagai imbalan atas perlakuan pemerintah yang menguntungkan bagi perusahaannya.
8. Nochi Dankner - US$30 miliar
Menurut laporan Jerusalem Post pada 2018, beberapa anggota kelas taipan Israel dijebloskan ke penjara dalam serangkaian hukuman yang menandakan "berakhirnya era ekonomi" di negara tersebut.
Tokoh yang menonjol dalam hal keserakahan dan korupsi di puncak dunia bisnis Israel adalah wajah tampan Nochi Dankner.
Menurut Business Insider, Dankner sempat menjadi miliarder yang begitu terkenal karena memiliki banyak koneksi dan sempat disebut sebagai penyelamat ekonomi Israel.
Namun, serangkaian investigasi kriminal mengungkap adanya serangkaian transaksi keuangan yang mencurigakan yang mengakibatkan Dankner dijatuhi hukuman dua tahun penjara karena penipuan sekuritas pada 2016.
9. Rishi Shah - US$3,6 miliar
Rishi Shah tahun ini dijatuhi hukuman 7,5 tahun penjara atas berbagai tuduhan penipuan. Mantan CEO Outcome Health tersebut didakwa atas skema penipuan besar-besaran di mana timnya membebankan biaya lebih kepada perusahaan farmasi sebesar US$48 juta untuk iklan di layar gedung medis.
Perusahaan tersebut menggelembungkan angka pada laporan keuangannya untuk mendapatkan dana lebih dari US$970 juta dalam bentuk pinjaman dan investasi.
Shah sendiri secara pribadi memperoleh keuntungan sebesar US$55 juta dari skema penipuan bernilai miliaran dolar itu.
10. John Kapoor - US$2 miliar
Kapoor, yang merupakan pendiri produsen fentanil Insys, dijatuhi hukuman 5,5 tahun penjara pada 2020 setelah dinyatakan bersalah menyuap dokter untuk meresepkan obat kepada mereka yang tidak membutuhkannya.
Kisah Kapoor bahkan diangkat ke dalam film “Pain Hustlers" yang tayang di Netflix, karena ini merupakan kasus yang sangat terkenal. Kapoor akhirnya dibebaskan dari penjara setelah dua tahun dan diperintahkan untuk membayar biaya hukum sebesar US$6 juta.
11. Sam Bankman-Fried - US$26 miliar
Salah satu kasus kriminal miliarder yang paling terkenal yang dijebloskan ke penjara dalam beberapa tahun terakhir adalah kejatuhan dramatis Sam Bankman-Fried, yang diyakini memiliki kekayaan hingga US$26 miliar pada puncak kejayaannya.
Sam dijatuhi hukuman 25 tahun penjara pada tahun 2024 atas berbagai tuduhan penipuan karena perannya dalam runtuhnya bursa FTX dan perusahaan perdagangan mata uang kripto Alameda Research. Sam didakwa menipu investor FTX lebih dari US$1,7 miliar dan pemberi pinjaman Alameda lebih dari US$1,3 miliar.