JAKARTA, investor.id - Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) ditutup melemah 0,44% ke Rp 2.240 pada perdagangan 4 September 2024 kemarin. Dalam periode year to date (ytd) saham ini anjlok 36,90%.
Sejumlah 17,65 juta saham ditransaksikan, frekuensi 6.953 kali, dan nilai transaksi Rp 39,53 miliar pada 4 September.
Saham ini juga sempat menyentuh Rp 2.230 yang merupakan level terendahnya dalam 10 tahun terakhir pada perdagangan kemarin.
Asing mencatatkan net sell saham Unilever Indonesia (UNVR) sebesar Rp 14,2 miliar.
Unilever Indonesia sendiri terkenal rajin membagikan dividen. Saham ini masuk dalam IDXHIDIV 20, yakni indeks yang mengukur harga saham kinerja 20 saham yang telah mendistribusikan dividen tunai setiap tahun selama 3 tahun terakhir dan memiliki imbal hasil dividen yang relatif tinggi.
Teranyar, UNVR membagikan dividen tunai tahun buku 2023 total Rp 2,93 triliun atau Rp 77/saham yang telah dibayarkan pada 18 Juli 2024.
Secara keseluruhan untuk tahun buku 2023, UNVR membagikan dividen Rp 5,34 triliun atau Rp 140/saham. Di mana di dalammya terdapat dividen interim Rp 2,4 triliun atau Rp 63/saham.
Sebelumnya telah dikabarkan bahwa proyeksi laba PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) direvisi sebesar 7,1%, 6%, dan 6,1% untuk periode 2024, 2025, dan 2026 seiring performa kuartal II-2024.
Laba bersih Unilever Indonesia pada kuartal II-2024 sebesar Rp 1 triliun, anjlok 29,7% qoq atau terpangkas 24,8% yoy. Alhasil, laba bersih sepanjang semester I-2024 menjadi Rp 2,5 triliun atau turun 10,6% yoy.
“Laba tersebut di bawah ekspektasi, yaitu sebesar 49,7% dari perkiraan kami dan 48,9% dari konsensus,” tulis analis RHB Sekuritas, Vanessa Karmajaya dalam risetnya.
Menurut dia, pada Maret-Mei 2024, pangsa pasar Unilever Indonesia sedikit meningkat, yaitu 35,4% secara nilai dan 29,1% dalam volume, dibandingkan 34,8% dan 28,2% selama Desember 2023-Februari 2024.
Namun, angka tersebut belum kembali ke level Januari-Oktober 2023. Ketika itu, pangsa pasar Unilever Indonesia mencapai 38,5% secara nilai dan 31,7% dalam volume, meski kampanye pemasaran perseroan lebih agresif. Pengeluaran iklan dan promosi emiten berkode saham UNVR tersebut terhadap pendapatan mencapai 9,2% pada kuartal IV-2024 dibandingkan 9% pada kuartal I-2024 dan 7,1% pada kuartal II-2023.
“Kami memperkirakan persaingan ketat akan terus berlanjut, terutama di segmen kecantikan. Hasil survei kami selama acara Jakarta x Beauty 2024, yang merupakan salah satu acara produk kecantikan terbesar di Indonesia, mengungkapkan bahwa sebagian besar merek UNVR (selain Vaseline) menarik lebih sedikit pengunjung daripada merek kecantikan lokal,” ungkap Vanessa.
Pada kuartal II-2024, pertumbuhan harga dasar UNVR -5,2% yoy, sedangkan pertumbuhan volume dasar -1,8% yoy. Meski terjadi penurunan, gross profit margin (GPM) tetap bertahan sebesar 49,5% pada kuartal II-2024 dibandingkan 49,9% pada kuartal I-2024 dan 50,5% pada kuartal II-2023. Hal itu didukung oleh penurunan harga komoditas dan efisiensi, termasuk otomatisasi pabrik dan restrukturisasi biaya.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
UNVR mengindikasikan pertumbuhan harga negatif berlanjut jika harga komoditas tetap pada level saat ini. UNVR juga akan lebih fokus pada peningkatan tim distribusi dan pemasaran. Misalnya penataan produk dan merchandising, peningkatan layanan kepada mitra ritel, dan skema distribusi produk yang lebih baik.
Sementara itu, terkait peningkatan valuasi, UNVR masih harus menunggu katalis. Meski UNVR diperdagangkan pada P/E 2024 sebesar 18 kali atau mendekati standar deviasi (SD) -2 dari rentang 5 tahun, RHB melihat katalis revaluasi yang minim, seiring pelemahan daya beli saat ini.
Berdasarkan data dari Kantar, meski ada sedikit penurunan harga pada kuartal II-2024, tidak ada peningkatan pertumbuhan volume penjualan (yoy). Pertumbuhan volume juga terbatas di berbagai status sosial-ekonomi (SES), terutama di kelompok SES yang lebih rendah, tanpa peningkatan frekuensi pembelian.
“Hal itu menunjukkan UNVR masih menghadapi situasi yang menantang, dengan konsumen terus melakukan downtrading, yang dapat berlanjut hingga semester II-2024,” pungkas Vanessa.
Dengan berbagai faktor tersebut, RHB mempertahankan rekomendasi netral untuk saham UNVR. Target harga saham UNVR diturunkan menjadi Rp 2.500 dari sebelumnya Rp 3.200. Target harga baru itu mencakup 8% premi ESG berdasarkan nilai ESG UNVR di 3,4 atau di atas median negara.
Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dinilai masih prospektif kendati perseroan membukukan penurunan laba bersih sepanjang semester I/2024. [874] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dinilai masih prospektif dalam jangka panjang kendati perseroan membukukan penurunan laba bersih sepanjang semester I/2024.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada Rabu (24/7/2024), UNVR mencatatkan penjualan sebesar Rp19,04 triliun. Penjualan ini turun 6,15% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp20,29 triliun.
Penjualan ini terbagi menjadi dua segmen, yaitu penjualan kebutuhan perawatan rumah tangga dan perawatan tubuh sebesar Rp12,28 triliun, dan penjualan makanan minuman sebesar Rp6,76 triliun.
Berdasarkan geografisnya, UNVR mencatatkan penjualan perawatan rumah tangga dan perawatan tubuh di dalam negeri sebesar Rp11,86 triliun, dan ekspor sebesar Rp417 miliar. Sementara itu, penjualan makanan dan minuman UNVR di dalam negeri sebesar Rp6,64 triliun, dengan ekspor sebesar Rp119,9 miliar di segmen ini.
UNVR mencatatkan pos harga pokok penjualan yang turun 5,89% menjadi Rp9,57 triliun, dari sebelumnya Rp10,17 miliar. UNVR menjelaskan beberapa komponen harga pokok penjualan ini meliputi bahan baku, biaya tenaga kerja, penyusutan aset, biaya produksi, dan lain-lain.
UNVR juga mencatatkan beban pemasaran dan penjualan sebesar Rp4,58 triliun, dan beban administrasi sebesar Rp1,68 triliun.
UNVR mencatatkan laba bruto sebesar Rp9,46 triliun. Laba bruto ini menyusut 6,42% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,11 triliun.
Setelah dikurangi berbagai macam beban yang dapat diefisiensikan, UNVR mencatatkan laba sebesar Rp2,46 triliun, atau turun 10,60% dibandingkan dengan semester I/2023 yang sebesar Rp2,75 triliun. Apabila dilihat sejak 10 tahun ke belakang, capaian laba bersih di semester I/2024 ini merupakan capaian laba bersih terendah UNVR selama 10 tahun.
Alhasil, Rapor keuangan Unilever Indonesia tersebut berada di bawah estimasi konsensus analis yang dihimpun oleh Bloomberg.
Tercatat, konsensus analis memperkirakan Unilever Indonesia mampu membukukan pendapatan Rp9,69 triliun pada kuartal II/2024. Kemudian, perolehan laba bersih diprediksi mencapai Rp1,31 triliun.
Tertekannya kinerja keuangan UNVR tidak lepas dari adanya sentimen boikot yang mendera emiten konsumer tersebut dalam beberapa waktu belakangan.
JP Morgan dalam risetnya beberapa waktu lalu menyebutkan performa laba bersih Unilever Indonesia telah berada dalam fase menurun sejak 2019, hal itu antara lain disebabkan oleh aksi boikot yang mendera perusahaan pada kuartal IV/2023. Meski demikian, sentimen tersebut diperkirakan akan segera berakhir.
“Menurut kami, yang terburuk sudah berakhir dan perusahaan berada dalam fase pemulihan,” tulis Tim Analis J.P Morgan beberapa waktu lalu.
J.P Morgan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan Unilever Indonesia akan mulai terlihat pada 2025, seiring upaya perseroan dalam merebut kembali pangsa pasarnya pada tahun ini.
Upaya itu terlihat dari belanja iklan dan promosi yang digelontorkan Unilever Indonesia pada kuartal I/2024. Selama periode tersebut, UNVR mengucurkan Rp912 miliar untuk biaya pariwara atau meningkat 7,79% dari tahun sebelumnya Rp846,12 miliar.
Belanja iklan UNVR pada awal tahun ini merupakan tertinggi dalam lima tahun. Per kuartal I/2022, belanja iklan UNVR mencapai Rp733,29 miliar, lalu kuartal I/2021 tembus Rp621,92 miliar, sementara 2020 dan 2019 masing-masing Rp769,08 miliar serta Rp592,41 miliar.
Presiden Direktur UNVR Benjie Yap
Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap pun tak memungkiri jika kinerja UNVR masih diliputi sentimen negatif setidaknya hingga semester II/2024.
Untuk itu, Benjie mengatakan pihaknya akan menangani beberapa tantangan jangka pendek sambil terus mencatatkan kemajuan di bagian-bagian yang penting bagi masa depan perseroan pada semester I/2024.
"Kami tetap teguh pada upaya untuk membangun bisnis dengan cara memperkuat fundamental, mengutamakan peningkatan daya saing brand kami, serta mendorong efisiensi biaya untuk mendongkrak profitabilitas,” ujarnya dalam paparannya, Rabu (24/7/2024).
Secara bersamaan, lanjut Benjie, pihaknya menjalankan program transformasi untuk mempertajam fokus dan mendorong pertumbuhan melalui organisasi yang lebih ramping dan akuntabel.
Dia juga mengatakan upaya-upaya perbaikan tersebut akan memerlukan waktu. UNVR meyakini upaya-upaya ini akan memberikan kinerja fundamental yang lebih kuat di paruh kedua 2024.
Sementara itu, Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memberikan rekomendasi hold untuk saham UNVR dengan target harga Rp2.750 per saham.
Nafan melihat prospek kinerja UNVR masih akan dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral, terutama Bank Indonesia yang akan melonggarkan kebijakan moneternya.
"Apabila diterapkan, diharapkan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat. Apalagi UNVR melakukan inovasi bisnis," ujarnya.
Dihubungi terpisah, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menyatakan bahwa kinerja penjualan UNVR masih berpeluang tumbuh terbatas karena persaingan ketat, serta daya beli masyarakat yang masih cenderung melemah.
Di tengah proyeksi itu, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan speculative buy untuk saham UNVR dengan target Rp2.930 hingga Rp2.950 dan support pada level Rp2.820 – Rp2810.
Sepanjang 2024, manajemen Unilever Indonesia berencana meningkatkan inovasi produk-produk unggulannya. Langkah ini bertujuan mengembalikan pangsa pasar perseroan yang sempat tergerus oleh aksi boikot pada November dan Desember 2023.
Direktur Keuangan Unilever Indonesia Vivek Agarwal menyatakan transformasi pasar menjadi salah satu prioritas utama perseroan pada 2024. Dia pun cukup optimistis bahwa kinerja perseroan akan lebih baik dibandingkan tahun lalu.
“Kami mulai membangun kembali pangsa pasar yang hilang pada November dan Desember tahun lalu. Sepanjang Maret, kami memulihkan pangsa pasar hingga naik 158 bit dan pangsa volume 210 bit dari Desember 2023. Kami berharap bisa terus melanjutkan pemulihan ini,” ujarnya dalam paparan publik beberapa waktu lalu.
__________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Meski saham Unilever (UNVR) sedang konsolidasi usai agenda pembyaran dividen, analis meyakini kinerja perseroan secara fundamental masih cukup prospektif. [81] url asal
Bisnis.com, JAKARTA – Saham emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) secara teknikal mengalami konsolidasi di tengah agenda pembayaran dividen tahun buku 2023. Meski demikian, fundamental perusahaan diyakini tetap atraktif pada paruh kedua.
Unilever Indonesia telah melakukan pembayaran dividen pada Kamis (18/7/2024). Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), pembagian dividen final ditetapkan Rp2,93 triliun atau setara dengan Rp77 per lembar. Dividen tersebut diambil dari laba bersih tahun buku 2023 dan saldo laba ditahan dari tahun-tahun sebelumnya.
Bisnis.com, JAKARTA — Sebagai salah satu raksasa konsumer di Tanah Air, saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) menjadi perhatian para investor yang melirik prospeknya sembari mencermati efek dari seruan boikot. Terdapat target dan rekomendasi terbaru bagi saham UNVR.
Pada hari ini, Kamis (18/11/2024) para pemegang saham UNVR menerima dividen total Rp2,93 triliun atau setara Rp77 per lembar. Hal itu melengkapi dividen interim tahun buku 2023 yang sudah dibagikan terlebih dahulu pada Desember 2023 yakni total Rp2,4 triliun atau setara Rp63 per saham.
Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah 30 emiten afiliasi konglomerat, seperti Prajogo Pangestu (BRPT) hingga Grup Sinarmas, akan membayarkan dividen kepada pemegang sahamnya di pekan ketiga Juli 2024. Analis melihat hal ini dapat memberikan dampak ke kinerja IHSG.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan pembayaran dividen ini berpotensi memberikan penguatan terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG). Meski demikian, dia melihat IHSG secara teknikal memiliki kemungkinan untuk mengalami koreksi.
"Perhatikan juga saham-saham yang akan memberikan dividen nanti seperti apa secara perhitungannya," ujar Nico, Minggu (14/7/2024).
Nico juga menuturkan pelaku pasar harus melihat siapa emiten yang membagikan dividen tersebut. Hal tersebut menurutnya menjadi penting karena akan berpengaruh terhadap seberapa besar ekspektasi pelaku pasar dan investor terhadap saham tersebut.
"Secara garis besar, dividen akan memberikan sentimen positif kepada pelaku pasar dan investor," ucap Nico.
Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis pada Minggu (14/7/2024), terdapat 30 emiten yang dijadwalkan melakukan pembayaran dividen pada 15 Juli 2024 hingga 19 Juli 2024. Total guyuran dividen tersebut diperkirakan mencapai Rp6,28 triliun.
Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu misalnya, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) menyampaikan akan membagikan dividen senilai total US$5 juta ke pemegang sahamnya, atau sekitar Rp81,87 miliar. Dividen ini akan dibagikan pada Jumat (19/7/2024).
Sementara itu, emiten dengan dividen terbesar, datang dari emiten produsen barang konsumer raksasa PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR).
Unilever Indonesia menetapkan pembagian dividen senilai Rp2,93 triliun atau setara Rp77 per saham. Sama seperti BRPT, UNVR akan membayarkan dividennya pada Jumat (19/7/2024).
Tidak ketinggalan, duo produsen pulp & paper dari Grup Sinarmas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) juga akan membagikan dividen pekan depan.
Direktur Keuangan Indah Kiat Pulp & Paper Kurniawan sebelumnya mengatakan pemegang saham dalam RUPST menyetujui penggunaan laba bersih sebesar US$16,83 juta setara Rp273,54 miliar atau sebesar Rp50 per saham sebagai dividen tunai kepada pemegang saham.
“Sebanyak US$16,83 juta dengan kurs jisdor 31 Mei 2024 untuk dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (19/5/2024).
Sementara itu, TKIM akan membagikan dividen sebesar US$4,78 juta atau setara Rp77,83 miliar sebagai dividen tunai. Dividen yang akan dibagikan TKIM tersebut setara dengan Rp25 per saham.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.