#30 tag 24jam
Jelajah EKSyar: Optimalisasi Ziswaf Perkuat Ekonomi Syariah
Pengembangan ekonomi syariah di wilayah tersebut, khususnya melalui optimalisasi zakat, infak, sedekah dan wakaf (ziswaf). [749] url asal
#eksyar-riau #pengembangan-eksyar-riau #ekonomi-syariah-riau #pengembangan-ekonomi-syariah-riau
(Bisnis.Com) 26/10/24 13:59
v/17014795/
Bisnis.com, PEKANBARU — Bank Indonesia (BI) Riau terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan ekonomi syariah di wilayah tersebut, khususnya melalui optimalisasi zakat, infak, sedekah dan wakaf (ziswaf). Kontribusi bank sentral ini dinilai telah berkorelasi positif terhadap bertumbuhnya perolehan ziswaf di Bumi Melayu Lancang Kuning dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Riau, Ustaz Masriadi Hasan, menyampaikan apresiasi atas peran BI yang aktif berkolaborasi dengan Baznas untuk meningkatkan manfaat zakat bagi masyarakat.
"Bank Indonesia memiliki hubungan yang sangat baik dengan Baznas Riau. Kolaborasi ini memberikan dampak positif nyata, terutama dalam program pemberdayaan masyarakat. Kami berharap dukungan dari BI akan terus meningkat di masa mendatang," ujarnya kepada tim liputan Jelajah Ekonomi dan Keuangan Syariah (Eksyar) Riau baru-baru ini.
Salah satu bentuk kerja sama konkret antara BI dan Baznas Riau adalah program penyediaan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir. Program ini merupakan kolaborasi antara BI, Baznas, dan Rumah Zakat, yang berhasil membantu masyarakat setempat memperoleh akses air bersih, sehingga meningkatkan kualitas hidup mereka.
Tak hanya itu, Baznas Riau juga terlibat dalam berbagai program ekonomi syariah yang diinisiasi BI, termasuk partisipasinya dalam Festival Ekonomi Syariah (Fesyar). Dalam ajang Fesyar tingkat provinsi dan regional, Baznas Riau berhasil meraih penghargaan juara pertama. Dalam waktu dekat, Baznas Riau juga akan menghadiri Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta atas undangan BI.
“Kami sangat berterima kasih kepada BIRiau atas atensinya yang melibatkan Baznas dalam berbagai program ekonomi syariah. Kolaborasi ini sangat bermanfaat dan kami optimis, akan ada lebih banyak program di masa depan yang mendorong peningkatan zakat, infak, dan sedekah di Riau,” tambah Masriadi.
Baznas Riau juga terus berupaya untuk meningkatkan digitalisasi dalam pengelolaan zakat. Ustaz Masriadi menegaskan bahwa digitalisasi ini diharapkan dapat mempermudah pembayaran zakat dan meningkatkan partisipasi masyarakat.
"Kami sedang mengarahkan sistem pembayaran zakat ke arah digitalisasi, karena kami yakin ini akan memberikan manfaat dalam meningkatkan penerimaan zakat serta mempermudah pengelolaannya secara lebih transparan dan efektif," jelasnya.
Suksesnya berbagai program Baznas Riau dalam menghimpun dana hingga Rp 118 miliar selama tiga tahun terakhir menjadi bukti nyata peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya ASN di Provinsi Riau, dalam berzakat. Ustaz Masriadi menambahkan bahwa program Ziswaf (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) yang dipadukan dengan program ekonomi berkelanjutan semakin berkembang.
“Alhamdulillah, ini berkat doa para muzakki dan mustahik. Kami akan bekerja lebih profesional agar zakat memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan," ujarnya.
Hal senada juga dirasakan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Riau. Ketua BWI Riau Abdul Rasyid Suharto memberikan apresiasi kepada BI Riau atas perannya yang signifikan dalam mendorong pengembangan wakaf di provinsi tersebut. Menurut Abdul Rasyid, BI Riau telah memberikan dukungan luar biasa melalui berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan literasi wakaf serta pengelolaan harta wakaf secara produktif.
“Bank IndonesiaRiau sangat luar biasa dalam mendorong pengembangan wakaf, salah satunya melalui penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) yang turut menggelar pelatihan bagi nazir wakaf. Ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas para nazir dalam mengelola dan mengembangkan harta wakaf,” kata Abdul Rasyid.
Salah satu fokus dari BI Riau adalah meningkatkan literasi wakaf di masyarakat, agar lebih memahami potensi wakaf sebagai instrumen ekonomi yang dapat dikelola secara produktif. Selain itu, BI juga mendorong kolaborasi antara nazir untuk mengembangkan harta benda wakaf yang ada, sehingga wakaf dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Harapan BWI Riau, melalui dukungan berkelanjutan dari BI, wakaf di Riau akan semakin berkembang, khususnya dalam upaya mengembangkan wakaf produktif dan menyusun roadmap wakaf yang jelas untuk masa depan. Abdul Rasyid menambahkan, para nazir diharapkan bisa terus berkolaborasi untuk mengoptimalkan potensi wakaf di Riau.
“Kami mendorong pengembangan wakaf produktif di Riau. Dengan roadmap wakaf yang terarah, diharapkan para nazir dapat lebih maksimal dalam mengelola dan mengembangkan harta wakaf yang ada, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Achmad mengatakan dukungan pihaknya dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah memang telah dilakukan sejak lama. Upaya tersebut diantaranya dengan mendorong digitalisasi dalam inovasi ekonomi dan keuangan syariah, melalui berbagai kegiatan seperti Road to Fesyar yang melibatkan siswa, mahasiswa, santri, serta pelaku UMKM industri halal di Provinsi Riau.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi dan mendorong inovasi di bidang ekonomi syariah, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga keuangan syariah dan pemerintah. Dengan berbagai program yang telah berjalan dan dukungan BI, diharapkan ekonomi syariah di Riau terus berkembang dan membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, terutama dalam mewujudkan kesejahteraan melalui zakat, infak, sedekah dan wakaf.
Adapun program Jelajah Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) Riau 2024 ini didukung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, dan Bank Riau Kepri (BRK) Syariah.
Jelajah EKSyar Riau 2024 Potret Kontribusi Ekonomi Syariah
Perkembangan ekonomi syariah menjadi salah satu sektor yang ikut mendorong tumbuhnya aktivitas perekonomian di Provinsi Riau. [801] url asal
#jelajah-eksyar-riau #ekonomi-syariah-riau #jelajah-ekonomi-syariah-riau
(Bisnis.Com - Terbaru) 07/10/24 20:35
v/16120992/
Bisnis.com, PEKANBARU — Perkembangan ekonomi syariah menjadi salah satu sektor yang ikut mendorong tumbuhnya aktivitas perekonomian di Provinsi Riau. Hal ini menjadi salah satu perhatian utama yang menjadi sorotan Bisnis Indonesia dalam program Jelajah Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) Riau 2024.
Kepala Kantor Perwakilan Bisnis Indonesia Pekanbaru, Aang Ananda Suherman, menekankan ekonomi syariah berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Riau, dengan fokus tidak hanya pada aspek religiositas tetapi juga pada dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.
Bank Indonesia misalnya telah memberikan perhatian lebih dalam pengembangan ekonomi syariah di daerah, khususnya UMKM, kemandirian pesantren, dan manfaat sosialnya. Menurutnya, ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk memberikan kemaslahatan dan kesejahteraan yang lebih luas.
"Ekonomi syariah bukan sekadar tentang agama, tapi juga sumber keadilan bagi ekonomi masyarakat. Selain itu, bagaimana dampaknya terhadap ekonomi Riau dan seberapa besar pengaruhnya bagi UMKM, kemandirian pesantren dan manfaat sosial yang lebih luas," ujarnya saat memberikan sambutan dalam pelepasan program Jelajah EKSyar Riau 2024, Senin (7/10/2024).
Dia menambahkan sejak konversi Bank Riau Kepri menjadi Bank Riau Kepri Syariah (BRKS), dukungan terhadap industri halal di Riau semakin kuat, hingga mampu menciptakan ekosistem ekonomi syariah yang solid.
"Ekonomi syariah adalah tentang bagaimana kita dapat menciptakan kemaslahatan dan dampak positif bagi semua orang. Dengan fondasi yang sudah terbentuk, kita optimis ekonomi syariah di Riau akan terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah," ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya dalam pengembangan ekonomi syariah di daerah dengan menyambut baik inisiatif kegiatan publikasi tematik Jelajah Ekonomi dan Keuangan Syariah di Provinsi Riau Tahun 2024, yang diinisiasi oleh Bank Indonesia, Bank Riau Kepri Syariah, Bisnis Indonesia, dan stakeholders lainnya.
Kepala Biro Perekonomian Provinsi Riau, Alzuhra Dini Alinoni menyebutkan dengan mayoritas penduduk muslim yang mencapai 87% dari total 6,7 juta jiwa, Riau memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi syariah yang berbasis pada karakteristik masyarakatnya.
"Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Pemprov Riau telah melakukan langkah nyata dengan membentuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Riau pada tahun 2022," ujarnya.
Selain itu, Pemprov Riau juga mendukung konversi Bank Riau Kepri menjadi Bank Riau Kepri Syariah pada 2022, yang diharapkan menjadi katalisator dalam mewujudkan program strategis ekonomi syariah di Riau.
Dia menegaskan pentingnya peran lembaga keuangan syariah seperti BRKS dalam mendukung pergerakan ekonomi di daerah, terutama dalam sektor perbankan yang menerapkan prinsip syariat Islam.
Lebih lanjut, Pemprov Riau berkolaborasi dengan Bank Indonesia dalam program-program seperti Riau Sharia Week dan kegiatan literasi ekonomi syariah lainnya. Dengan sinergi yang solid, ekonomi syariah diharapkan menjadi pilihan utama masyarakat, mengingat besarnya populasi dan potensi permintaan di Indonesia.
Pemprov Riau menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholders yang mendukung pengembangan ekonomi syariah di Riau. "Kami berharap kegiatan peliputan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya halal lifestyle dan mendorong lebih banyak pihak untuk berpartisipasi dalam memajukan ekonomi syariah," ungkapnya.
Kemudian, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Riau terus melanjutkan komitmen untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Riau melalui berbagai program unggulan.
Kepala KPwBI Riau, Panji Achmad, menekankan pentingnya perhatian terhadap pengembangan sektor ini sebagai bagian dari upaya mendukung kemandirian ekonomi masyarakat Riau. "Ada 4 program utama yang telah dijalankan dan diluncurkan KPwBI Riau guna mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan syariah," ujarnya.
Adapun rincian keempat program tersebut, pertama, pengembangan ekosistem halal value chain. KPwBI fokus pada sektor-sektor seperti pertanian terintegrasi, modest fashion, dan halal food, serta kemandirian ekonomi pesantren.
Kedua, penguatan keuangan syariah. Bank Indonesia mendorong optimalisasi dana Ziswaf (zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf) sebagai sumber ekonomi produktif melalui program capacity building atau training of trainers (ToT) kepada nazhir wakaf. Ini juga termasuk perluasan muzakki dan wakif, business matching pembiayaan, serta kolaborasi dengan lembaga Ziswaf dan stakeholders terkait di Riau.
Ketiga, peningkatan literasi dan inklusi. Melalui berbagai kegiatan sosialisasi, forum diskusi, dan pelatihan, KPwBI bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Riau mengenai ekonomi dan keuangan syariah. Keempat, dukungan sarana dan prasarana. KPwBI juga memberikan bantuan untuk mendukung kemandirian ekonomi pondok pesantren.
Guna mendukung keberhasilan strategi penguatan Bank Indonesia dan mencapai target pengembangan indeks literasi ekonomi nasional, pihaknya melaksanakan Program Jelajah Ekonomi Syariah bekerja sama dengan Bisnis Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat Riau, bahkan di tingkat nasional, terkait perkembangan ekonomi dan keuangan syariah.
“Ini merupakan upaya publikasi khusus untuk menunjukkan komitmen kami dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Riau. Kami berharap, semua pihak dapat mengetahui dan berkontribusi dalam pengembangan halal lifestyle di Riau dan Indonesia,” ungkapnya.
Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, termasuk Bisnis Indonesia, Bank Riau Kepri Syariah, pemerintah Provinsi Riau, dan stakeholders lainnya yang proaktif dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Riau.
Dengan berbagai program dan dukungan ini, Bank Indonesia berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan melalui prinsip-prinsip syariah yang sesuai dengan nilai-nilai masyarakat Riau.
Jelajah EKSyar Riau: Ponpes Darul Huda Sukses Wujudkan Kemandirian Ekonomi Pesantren
Sejumlah pesantren mulai memperluas fokus pembelajaran bagi para santri dengan bidang lainnya, seperti kewirausahaan atau entrepreneurship. [651] url asal
#jelajah-eksyar-riau #pesantren #ketahanan-pangan #kemandirian-pesantren
(Bisnis.Com - Terbaru) 19/09/24 18:53
v/15242501/
Bisnis.com, PEKANBARU -- Selama ini pondok pesantren identik dengan institusi pendidikan yang memprioritaskan belajar bidang agama dan turunannya. Namun, saat ini sejumlah pesantren mulai memperluas fokus pembelajaran bagi para santri dengan bidang lainnya, seperti kewirausahaan atau entrepreneurship.
Dua sektor tadi, yaitu pendidikan santri dan entrepreneur ini digabungkan kedalam konsep santriprenenur, dan sudah diimplementasikan dengan baik oleh Ponpes Darul Huda.
Pesantren yang berlokasi di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan ini berhasil mengukir berbagai prestasi, tidak hanya di dalam negeri namun juga sudah sampai ke negara tetangga.
Pimpinan Ponpes Darul Huda, KH Yanto Nurhamzah berhasil menunjukkan perubahan yang luar biasa dalam mengelola pesantren, sekaligus melakukan pengembangan unit usaha sebagai bagian dari program santripreneur.
Sejak 2015, pesantren Darul Huda berhasil mengembangkan berbagai usaha yang tidak hanya mendukung operasional pondok, tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan bagi santri dan masyarakat sekitar.
Selama sembilan tahun terakhir, Pesantren Darul Huda telah mendirikan sembilan unit usaha, termasuk toko ritel modern dan usaha kuliner yang sukses. Salah satu produk kuliner unggulan mereka, stik sawi, bahkan telah menembus pasar ritel modern seperti Indomaret di Pelalawan.
"Pesantren kami tidak hanya fokus pada fiqh ibadah, tetapi juga fiqh muamalah, untuk mendorong santri menjadi pengusaha di masa depan," ujarnya saat dikunjungi tim Jelajah Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) Riau baru-baru ini.
Keberhasilan ini diakuinya tidak hanya memberikan dampak finansial bagi pesantren, tetapi juga membuka peluang beasiswa dan pendidikan bagi santri kurang mampu.
Dia menguraikan dari pendapatan usaha yang diperoleh, 30% dikembalikan lagi ke pesantren untuk mendukung program sosial, termasuk membiayai 18 santri yang kurang mampu dengan subsidi bulanan sebesar Rp850.000,- per orang.
Selain itu, delapan santri telah berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di dalam dan luar negeri, dan tujuh santri SMA kini telah berkesempatan bekerja di Malaysia, di sektor F&B halal. Pesantren Darul Huda menurutnya juga telah menciptakan lapangan kerja bagi 40 karyawan dengan gaji yang layak.
"Total dampak sosial yang kami berikan setiap tahunnya mencapai Rp340,8 juta. Jumlah ini kami targetkan meningkat menjadi Rp500 juta pada tahun 2025," tambah KH Yanto.
Selain itu, Pesantren Darul Huda telah membuka jurusan SMK di bidang multimedia, desain grafis, agrobisnis, dan hortikultura.
Melalui program hortikultura, pesantren ini telah berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan di Riau, terutama melalui penanaman cabai dan tanaman pangan lainnya. Pihaknya berterima kasih kepada Bank Indonesia Riau yang telah mendukung program kemandirian Pondok Pesantren Darul Huda sejak tahun 2022 lalu hingga saat ini.
Berjalannya program hortikultura yang sejalan dengan sistem Santripreneur di Ponpes Darul Huda untuk mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren ini sangat diapresiasi oleh Bank Indonesia (BI) Riau, yang turut mendukung inisiatif pesantren dalam program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Kepala BI Riau Panji Achmad menyampaikan bahwa BI sangat mendukung upaya pesantren dalam menjaga stabilitas pangan melalui ketahanan pangan lokal.
"Kami berterima kasih kepada Pesantren Darul Huda atas peran serta mereka dalam menjaga suplai volatile food, khususnya cabai, yang menjadi salah satu komoditas utama penyumbang inflasi di Riau," ujar Panji.
Pondok Pesantren Darul Huda menurutnya merupakan salah satu pesantren unggulan di Riau yang memiliki unit usaha Darul Huda Snack, dengan salah satu produknya berupa sambal. Produk ini merupakan hilirisasi cabai, yang merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi di Riau. Berbagai prestasi bergengsi pun pernah diraih oleh pesantren ini. Untuk mendukung peningkatan kualitas produknya, pada tahun 2023 BI Riau memberikan bantuan sarana dan prasarana pengolahan cabai untuk menyukseskan program hilirisasi cabai.
Menurut Panji, usaha yang dilakukan Pesantren Darul Huda tidak hanya berdampak pada stabilitas ekonomi lokal, tetapi juga menjadi contoh kemandirian pesantren yang mampu menghidupi operasional pondok serta mendukung anak-anak yatim dan kurang mampu untuk terus bersekolah. "Prestasi ini luar biasa dan patut diapresiasi oleh pemerintah," tambahnya.
Dalam pengelolaan usaha, pesantren ini juga telah menerapkan sistem digitalisasi pembayaran melalui QRIS, yang menambah nilai lebih dalam efisiensi dan transparansi transaksi.
Dengan prestasi ini, Pesantren Darul Huda tidak hanya mengukuhkan diri sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai pilar ketahanan ekonomi dan sosial di wilayah Riau khususnya di Ukui, Pelalawan.