Selain kemampuan kendaraan dan skill mengemudi, beban dalam mobil juga bisa menjadi penyebab tidka kuat nanjak saat berhenti di tanjakan. Halaman all [387] url asal
SOLO, KOMPAS.com - Berhenti di tanjakan menjadi hal yang dikhawatirkan pengemudi mobil. Pasalnya, momen ini menantang kemampuan kendaraan dan keterampilan mengemudi.
Jika sampai gagal nanjak dan bergerak mundur, maka bisa mengakibatkan kecelakaan atau situasi tidak aman bagi pengemudi dan kendaraan yang ada dibelakangnya.
Penyebab mobil tidak kuat nanjak saat berhenti di tanjakan, bukan hanya disebabkan skill pengemudi dan kendaraannya. Namun, bisa juga karena membawa beban terlalu banyak.
ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI Sejumlah kendaraan antre di Jalur Selatan Tanjakan Lingkar Gentong Bawah, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (6/5/2022). Pada H+3 Lebaran, arus lalu lintas menuju Bandung dan Jakarta terpantau padat merayap serta terjadi antrean kendaraan sepanjang 12 kilometer dari Rajapolah hingga Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya.
Seperti yang dikatakan Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving and Consulting (JDDC), beban penumpang dan barang di dalam mobil bisa menjadi penyebab awalan menanjak menjadi berat.
“Beda jika mobil yang menanjak dari bawah lancar pasti lolos. Kalau sudah berhenti di tanjakan, butuh momentum untuk menanjak. Makanya, penumpang disuruh turun dulu supaya kuat,” kata Jusri kepada Kompas.com, belum lama ini.
Menurut Jusri, ketika berhenti di tanjakan mobil penggerak roda depan (FWD) dan belakang (RWD) tidak ada bedanya, keduanya sama-sama membutuhkan tenaga besar untuk melewati tanjakan.
Selain itu, jam terbang pengemudi juga menjadi faktor mobil bisa atau tidak melewati tanjakan. Apalagi jika dalam situasi lalu lintas yang padat, sehingga membuat panik sopir.
“Pengemudi yang panik tidak dapat menerapkan skill-nya. Misalnya berhenti di tengah tanjakan, jika tenang, untuk menguasai gas, rem dan kopling seharusnya mudah. Tapi, bila panik itu semua terasa sulit,” kata Jusri.
Sehingga, selain mengandalkan kemampuan kendaraan dan pengemudi, faktor beban dalam mobil juga perlu diperhatikan, terlebih jika awalannya sudah berhenti di tanjakan.