#30 tag 24jam
Uni Eropa dan Negara Teluk Kompak Kutuk Serangan Israel Terhadap UNIFIL
Uni Eropa dan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) pada hari Rabu mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk serangan terhadap pasukan UNIFIL. [483] url asal
#uni-eropa #negara-teluk #gcc #unifil #israel #lebanon
(MedCom - Internasional) 17/10/24 13:06
v/16603192/
London: Uni Eropa dan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) pada hari Rabu mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) oleh Israel. Mereka menyuarakan "kekhawatiran yang sangat serius" terkait insiden terbaru ini."Kami sangat prihatin dengan eskalasi berbahaya di Lebanon, dan kami tegaskan dukungan kami terhadap rakyat Lebanon," kata Uni Eropa dan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dikutip dari Anadolu, Kamis, 17 Oktober 2024.
Dalam pernyataan mereka setelah pertemuan puncak pertama di Brussels, mereka menyatakan "keprihatinan yang sangat serius" atas serangan baru-baru ini dan menegaskan dukungan penuh bagi rakyat Lebanon di tengah meningkatnya ketegangan.
"Kami mengutuk keputusan pemerintah Israel untuk memperluas permukiman dan melegalkan pos-pos pemukim di seluruh Tepi Barat yang diduduki dan mendesak Israel untuk membatalkan keputusan ini," kata pernyataan mereka.
Kedua pihak juga mengutuk kekerasan pemukim ekstremis Israel di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan mengecam kebijakan pemerintah Israel yang memperluas pemukiman ilegal. Mereka menyerukan penghentian segera semua tindakan sepihak yang merusak prospek perdamaian, seperti perampasan tanah dan pemindahan paksa warga Palestina.
Disisi lain, Uni Eropa dan GCC menyerukan penghentian semua tindakan sepihak yang merusak prospek perdamaian, termasuk aktivitas permukiman Israel, perampasan tanah, dan pemindahan warga Palestina.
Mereka juga meminta implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2735, yang mencakup gencatan senjata segera, pembebasan sandera, pertukaran tahanan Palestina, serta akses kemanusiaan tanpa hambatan bagi warga sipil.
"Kami menyerukan semua pihak untuk mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional," tegas kedua organisasi.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi pentingnya mematuhi hukum internasional, terutama hukum humaniter internasional yang melindungi warga sipil, khususnya anak-anak.
"Kami tetap berkomitmen untuk mewujudkan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib mereka melalui solusi Dua Negara, di mana Israel dan Palestina hidup berdampingan secara damai dalam perbatasan yang diakui," kata Uni Eropa dan GCC.
Mereka menegaskan komitmen Uni Eropa dan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) untuk mendukung solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah. Solusi ini diharapkan dapat memungkinkan Israel dan Palestina hidup berdampingan secara damai, dengan pengakuan penuh terhadap perbatasan yang disepakati, khususnya perbatasan yang ditetapkan pada tahun 1967.
"Kami menegaskan kembali bahwa Iran tidak boleh mengembangkan atau memperoleh senjata nuklir," ungkap mereka dengan tegas.
Dalam pertemuan ini, masalah nuklir Iran juga menjadi salah satu fokus utama. Uni Eropa dan GCC menekankan pentingnya keterlibatan diplomatik dengan Iran untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Pertemuan puncak ini dipimpin oleh Presiden Dewan Eropa, Charles Michel, dan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang saat ini memegang posisi presiden bergilir GCC. Selain isu-isu geopolitik, KTT ini juga membahas kerja sama ekonomi, perdagangan, energi, dan perubahan iklim.
Serangan Israel yang dimulai pada 23 September menewaskan lebih dari 1.500 orang dan membuat lebih dari satu juta orang mengungsi di Lebanon. Tindakan Israel memperluas konflik ke Lebanon selatan pada 1 Oktober, meskipun peringatan internasional telah dikeluarkan bahwa hal ini dapat mengobarkan konflik lebih besar di kawasan tersebut. (Angel Rinella)
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(FJR)
Pyridam Farma (PYFA) dan RGCC Jalin Kemitraan Strategis
Pyridam Farma (PYFA) dan Research Genetic Cancer Center (RGCC), lembaga riset kanker asal Swiss, menjalin kemitraan startegis. - Halaman all [224] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #pfya #pyridam-farma #rgcc #terapi-kanker #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 15/10/24 07:30
v/16493386/
JAKARTA, investor.id - PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) dan Research Genetic Cancer Center (RGCC), lembaga riset kanker asal Swiss, menjalin kemitraan startegis. Hal tersebut dilakukan dalam upaya bersama untuk memerangi kanker dan meningkatkan akses terhadap pengobatan berkualitas.
Melalui kolaborasi ini, PYFA akan menjadi mitra RGCC dalam memasarkan dan mendistribusikan produk-produk inovatif RGCC di pasar Indonesia, sehingga semakin banyak pasien yang dapat memperoleh manfaat dari terapi kanker yang dipersonalisasi.
Disisi lain RGCC akan memberikan dukungan dan menjadi mitra PYFA untuk memasuki pasar Eropa dan memenuhi kualitas mutu sesuai dengan standar Eropa.
Direktur Pyridam Farma (PYFA) Dr Widjanarko Brotosaputro menyatakan, kolaborasi dengan RGCC merupakan langkah strategis bagi PYFA untuk memperkuat posisi perseroan sebagai pemimpin industri farmasi di Indonesia.
“Kami sangat optimistis bahwa kemitraan ini akan membawa dampak positif yang signifikan bagi kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya memerangi kanker,” dalam keterangan persnya Selasa (15/10/2024).
Widjanarko menegaskan, PYFA berkomitmen untuk terus menjalin kerjasama dan berkolaborasi dengan mitra-mitra strategis guna mendorong inovasi dan pengembangan produk kesehatan yang berkualitas.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Penanganan Kanker Saluran Cerna Lebih Efektif dengan GCC
anker saluran pencernaan atau kanker gastrointestinal (GI) merupakan salah satu penyakit yang serius dan kompleks yang dapat mempengaruhi seluruh organ di sistem pencernaan, termasuk mulai dari kerong [1,406] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #gcc #mrcc #kanker-saluran-cerna #dr-randy-adiwinata #perawatan #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 10/08/24 22:38
v/14089940/
JAKARTA, investor.id - Kanker saluran pencernaan atau kanker gastrointestinal (GI) merupakan salah satu penyakit yang serius dan kompleks yang dapat mempengaruhi seluruh organ di sistem pencernaan, termasuk mulai dari kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, pankreas, hati dan saluran empedu.
Penyakit ini tidak hanya menuntut perhatian medis yang serius, tetapi juga membutuhkan pemahaman mendalam tentang faktor risiko, gejala, serta metode diagnosis dan pengobatannya. Dengan tingginya tingkat kejadian dan dampaknya terhadap kualitas hidup, penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran dan mengetahui lebih lanjut tentang kanker gastrointestinal.
Menurut dr. Randy Adiwinata, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam RS Siloam MRCCC Semanggi (MRCCC), kanker gastrointestinal (GI) merujuk pada sekelompok penyakit yang memengaruhi sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga anus.
Jenis kanker ini meliputi kanker kerongkongan (esofagus), lambung, usus halus, kolon (usus besar), hati, dan pankreas. Masing-masing memiliki karakteristik gejala yang berbeda tergantung pada lokasi dan stadiumnya.
Kanker esofagus, misalnya, sering kali menunjukkan gejala seperti kesulitan menelan, sementara kanker usus besar dapat menyebabkan perubahan dalam pola buang air besar, buang air besar berdarah, diare berkepanjangan atau nyeri perut terus menerus. Penting untuk meningkatkan pemahaman akan jenis-jenis kanker GI ini agar deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat dilakukan.
“Gejala kanker GI dapat berbeda satu dengan yang lainnya, tergantung dari jenis kanker dan letak keberadaannya. Karena sifatnya beragam dan dengan keluhan yang berbeda-beda juga, kanker GI sering kali dianggap remeh oleh masyarakat awam karena tidak ada gejala yang khas,” ujar dr. Randy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (10/8/2024), .
Sebagai contoh, kanker lambung dan kanker pankreas sering kali menunjukkan gejala seperti nyeri ulu hati berulang, mual, muntah, perut kembung, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, dan rasa cepat kenyang setelah makan atau begah.
Namun, sering kali masyarakat menganggapnya hanya sebagai sakit maag biasa. Di sisi lain, kanker usus besar dapat menunjukkan gejala seperti buang besar berdarah yang sering kali dianggap hanya sebagai wasir saja.
Setiap jenis kanker ini memerlukan pendekatan perawatan yang berbeda, tergantung pada faktor seperti stadium kanker, kondisi kesehatan umum pasien, dan respons terhadap terapi yang diberikan.
Perawatan untuk kanker GI dapat mencakup kombinasi dari bedah, kemoterapi, radioterapi, serta terapi target yang ditujukan untuk mengurangi atau menghilangkan sel kanker. Pasien perlu untuk berkonsultasi ke dokter spesialis untuk mendapatkan perawatan dan penanganan secara komprehensif.
Faktor Risiko dan Pencegahan
Beberapa faktor risiko yang memengaruhi kemungkinan seseorang terkena kanker GI meliputi gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, diet tinggi lemak dan rendah serat, serta kurangnya aktivitas fisik. Selain itu, riwayat keluarga dengan kanker GI juga meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.
Untuk mengurangi risiko, sangat penting untuk mengadopsi gaya hidup sehat seperti makan makanan yang bergizi seimbang, menghindari merokok dan alkohol, serta rutin berolahraga. Anda juga disarankan untuk melakukan skrining teratur untuk deteksi dini kanker GI, karena apabila kanker ditemukan lebih awal, peluang penyembuhan dan harapan hidup pasien bisa lebih tinggi.
“Risiko seseorang terkena kanker dapat semakin besar apabila orang tersebut memiliki gaya hidup tidak sehat dan faktor genetik,” lanjut dr. Randy.
Perkembangan dalam teknologi diagnosis dan pengobatan kanker GI terus berkembang pesat. Menurut dr. Randy, GCC di MRCCC mengutamakan pelayanan yang cepat, tepat dan diagnosis seminimal invasif mungkin untuk membantu pasien sembuh lebih cepat.
Sebagai contoh, penggunaan teknologi terkini seperti Endoscopic Ultrasound (EUS) tidak hanya mempercepat proses diagnosis, tetapi juga meningkatkan akurasi hasil. Pendekatan ini juga berfokus pada prinsip diagnosis seminimal invasif mungkin, yang berarti mengurangi tingkat gangguan pada pasien sekaligus memperkecil risiko komplikasi.
Biopsi tetap dilakukan sebagai standar untuk mendiagnosis kondisi medis yang lebih akurat. Dengan integrasi EUS dalam proses ini, dokter dapat meminimalkan invasivitas prosedur dengan akurasi yang tidak kalah dengan metode konvensional yang lebih invasif. Pendekatan
"ini tidak hanya menguntungkan dari segi klinis, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup pasien dengan mempersingkat waktu pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi post-operatif," katanya.
Dalam menghadapi kompleksitas penyakit modern, strategi diagnosis yang ditekankan oleh dr. Randy menawarkan harapan baru dalam upaya untuk memberikan perawatan yang lebih baik, lebih efisien, dan lebih aman bagi setiap pasien.
Dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan invasivitas prosedur, praktik medis semakin bergerak menuju masa depan yang lebih cerah dalam penanganan penyakit.
Jenis terapi lainnya yang tersedia di MRCCC adalah terapi imunoterapi dan terapi target (targeted therapy). Kedua jenis terapi ini mewakili kemajuan signifikan dalam pengobatan kanker dengan menyediakan opsi yang lebih terarah dan efektif, sering kali dengan efek samping yang lebih sedikit dibandingkan metode konvensional dengan tujuan meningkatkan peluang kesembuhan dan kualitas hidup.
Peran GCC
GCC di MRCCC tidak hanya berperan sebagai pusat spesialisasi untuk diagnosis dan pengobatan kanker GI, tetapi juga sebagai pusat pelayanan holistik yang menyediakan perawatan terpadu untuk meningkatkan kesehatan pasien. Dengan pendekatan multidisiplin dan fasilitas terkini, GCC menawarkan lingkungan yang mendukung untuk deteksi dini, intervensi yang tepat waktu, dan rehabilitasi pasca-perawatan.
GCC di MRCCC menawarkan berbagai opsi perawatan untuk pasien kanker gastrointestinal, termasuk namun tidak terbatas pada terapi bedah, kemoterapi, radioterapi, terapi target, dan perawatan suportif. Tim medis yang terdiri dari spesialis berpengalaman bekerja sama untuk merancang rencana perawatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien.
Fasilitas lain yang ada di MRCCC adalah PET scan (Positron Emission Tomography) yang tidak banyak dimiliki oleh RS di Indonesia. PET scan merupakan salah satu teknologi pencitraan medis yang digunakan untuk mendeteksi dan mengevaluasi kanker dengan prosedur yang melibatkan injeksi zat radioaktif yang disebut tracer ke dalam tubuh pasien. Tracer ini akan menumpuk di dalam jaringan atau organ yang memiliki aktivitas metabolik yang tinggi, seperti sel-sel kanker.
Selama proses pencitraan, PET scan menghasilkan gambar 3D dari distribusi dalam tubuh, yang dapat memberikan informasi detail tentang lokasi, ukuran, dan aktivitas metabolik dari tumor atau lesi kanker. PET scan sering kali digunakan bersama dengan CT scan (Computed Tomography) untuk memberikan informasi tambahan yang lebih lengkap mengenai struktur anatomi serta fungsi biologis yang terkait dengan kanker.
Penggunaan PET scan dalam diagnosis kanker membantu dokter dalam merencanakan strategi pengobatan yang lebih tepat dan personalisasi, serta dalam memantau respons terhadap pengobatan yang sedang dilakukan. Teknologi ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi kekambuhan kanker atau untuk menilai efektivitas terapi yang sedang berlangsung.
Peran Tim Multidisiplin
GCC di MRCCC menonjol dalam menangani pasien dengan kanker GI dalam beberapa hal. Selain fasilitas yang lengkap dan teknologi mutakhir untuk diagnosis dan perawatan, GCC juga menawarkan pendekatan perawatan yang terpadu dan terkoordinasi, serta fokus pada kualitas hidup pasien secara keseluruhan.
MRCCC menonjolkan pendekatan one stop service dan komitmen terhadap tenaga medis yang berkualitas tinggi sebagai landasan utama dalam pelayanannya.
Dengan menyediakan layanan komprehensif di satu tempat, pasien dapat mengakses berbagai jenis perawatan dengan lebih mudah dan efisien. Selain itu, keahlian yang dimiliki oleh tenaga medisnya yang terampil dan terlatih menjamin bahwa setiap pasien mendapatkan perawatan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan medis mereka.
Tim multidisiplin di GCC terdiri dari ahli bedah, onkologi, radiologi, patologi, ahli gizi, serta perawat spesialis kanker. Mereka bekerja secara kolaboratif untuk menyediakan perawatan terintegrasi dan komprehensif bagi pasien kanker gastrointestinal. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap aspek dari kondisi pasien dipertimbangkan dalam perencanaan dan pelaksanaan perawatan.
GCC juga menyediakan unit khusus untuk perawatan luka dan stoma (bukaan buatan yang dibuat pada tubuh untuk mengalirkan tinja atau urin, biasanya sebagai bagian dari perawatan kanker usus atau kandung kemih).
Unit ini didesain untuk memberikan perawatan spesialis kepada pasien dengan stoma, termasuk perawatan kulit di sekitarnya dan dukungan pendidikan bagi pasien dan keluarga dalam manajemen stoma. Dengan tim medis terlatih dan fasilitas modern, MRCCC bertujuan memberikan perawatan berkualitas tinggi untuk memastikan kualitas hidup yang optimal bagi pasien yang memerlukan perawatan ini.
Data tahun 2023 menyebutkan jika GCC telah melayani lebih dari 4.000 pasien dengan jumlah lebih dari 8.000 kunjungan ke GCC. Jumlah pasien yang diobati terus bertambah setiap tahun, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan medis yang diberikan oleh pusat ini.
Skrining Kesehatan
Penting bagi setiap individu, terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker GI, untuk melakukan skrining secara teratur. Skrining kesehatan adalah langkah proaktif untuk deteksi dini, yang dapat meningkatkan peluang penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi.
GCC di MRCCC menawarkan layanan skrining yang komprehensif dan aman, dengan tim medis yang siap membantu dalam setiap langkah proses skrining. Jangan tunda lagi, lindungi kesehatan Anda dan berikan diri Anda kesempatan untuk pencegahan yang lebih baik hari ini.
Kanker GI adalah tantangan kesehatan serius yang memerlukan pendekatan holistik dan terintegrasi dalam penanganannya. GCC di MRCCC, dengan fasilitas dan tim medisnya yang unggul, telah menunjukkan komitmen untuk menyediakan perawatan terbaik dan mendukung pasien sepanjang perjalanan penyembuhan mereka.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Indonesia Eyes Stronger Cooperation in Energy Sector with GCC
Indonesian Vice Minister for Foreign Affairs, Pahala Mansury, hosted a meeting with the Secretary-General of the Gulf Cooperation Council (GCC). [193] url asal
#indonesia #gcc #energy #idxcenglish
(IDX-Channel - Economics) 01/08/24 16:55
v/12897403/
IDXChannel - Indonesian Vice Minister for Foreign Affairs, Pahala Mansury, hosted a meeting with the Secretary-General of the Gulf Cooperation Council (GCC), Jasem Mohamed AA Albudaiwi, in Jakarta on Wednesday (31/7/2024).
During the discussion, he emphasized the importance of future cooperation between Indonesia and the GCC, particularly in the energy sector.
"This cooperation should focus, among others, on energy transition, including enhancing the efficiency of the oil and gas supply chain and investing in renewable energy," Pahala said to the GCC Secretary-General.
The vice minister also encouraged closer interaction and cooperation between the Indonesia Investment Authority (INA), Indonesia's sovereign wealth fund, and sovereign wealth funds of the GCC member states to boost mutual investments.
Both parties also agreed to organize an economic investment forum that would not only involve chamber of commerce, but also Indonesia's and GCC member states' sovereign wealth fund.
The Gulf region is a vital partner for Indonesia, serving as a key global economic hub.
In 2023, Indonesia's trade with the GCC reached USD15 billion, with a positive growth trend of 13 percent over the past five years (2019-2023). (Wahyu Dwi Anggoro)