JAKARTA, investor.id – Kondisi darah aliran sungai (DAS) Serayu saat ini dalam kondisi memprihatinkan akibat sedimentasi yang terus berlanjut, yang berimbas ke waduk Mrica atau Bendungan Panglima Besar Sudirman. Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa ada upaya pemulihan, maka dipastikan mengancam lingkungan sekitar dan mengganggu operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Mrica.
"Tiap tahun ada tambahan sedimentasi sekitar 6 juta meter kubik. Saat ini ada sekitar 131 juta meter kubik lumpur di waduk Mrica, itu menutupi hampir 90% waduk, padahal PLTA Mrica ini objek vital nasional. Kalau tidak ada intervensi, dipastikan tahun 2025 PLTA Mrica akan stop beoperasi. Lebih parah lagi, jika waduk jebol bisa mengancam nyawa serta kerugian lingkungan," kata sosiolog Imam Prasodjo saat acara Launching Program Sinergi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yaitu Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan di DAS Serayu, oleh 7 Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan pada Minggu (7/7/2024).
Hal ini dibenarkan Pj Bupati Banjarnegara Muhammad Masrofi yang menyatakan bahwa saat ini kapasitas waduk Mrica tinggal 12% dan sangat memprihatinkan. Dengan demikian, upaya penyelamatan DAS serayu melalui penanaman tanaman konservasi dan tanaman pakan jadi penting.
"Upaya TJSL dengan penanaman tanaman pakan ini merupakan sirkular ekonomi, yang mana pakannya untuk kambing dan hasil susu kambing untuk mengatasi stunting. Hal ini sebab angka stunting dan kemiskinan di Banjarnegara belum mencapai target nasional," katanya.
Ditemui terpisah, GM Indonesia Power PLTA Mrica Banjarnegara, Azrul Very Andhi, membenarkan kondisi PLTA Mrica yang memprihatinkan. Menurut dia, sedimentasi lumpur sungai Serayu yang masuk ke waduk membuat air tertampung untuk diubah jadi listrik semakin sedikit. Padahal, PLTA ini merupakan bagian dari suplai interkoneksi listrik di Jawa, Bali, Banten dan Yogyakarta.
“PLTA Mrica masuk dalam sistem kelistrikan interkoneksi Jawa-Bali. Memang kalaupun PLTA ini berhenti beroperasi, pasokan listrik Jawa Bali bisa digantikan dari pembangkit lain. Namun, pemerintah punya target menurunkan jumlah pembangkit listrik berbasis batu bara dan memperbanyak green energy untuk mencapai target bauran energi baru terbarukan 23%. Kalau ini berhenti,maka target bauran energi tidak tercapai,” jelasnya.
Upaya Penanganan
Lebih lanjut, Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) atau GeoDipa, Yudistian Yunis, mengungkapkan bahwa program penyelamatan DAS Serayu bukanlah hal yang sederhana. Hal ini dikarenakan perlunya berbagai pihak untuk melakukan sinergi dan kolaborasi secara berkelanjutan demi memperbaiki ekosistem di sekitar DAS Serayu.
Upaya penyelamatan DAS Serayu pun dilakukan oleh 7 SMV Kementerian Keuangan yang terdiri atas beberapa perusahaan, yakni PT Geo Dipa Energi (Persero), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), PT Sarana Multi Infrastruktur Indonesia (Persero), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Indonesia Infrastructure Finance, dan PT Karabha Digdaya.
Sinergi TJSL 7 SMV Kemenkeu Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, Suahasil Nazara, menyaksikan launching sinergi 7 SMV untuk TJSL penyelamatan DAS Serayu. Dia memaparkan, kegiatan 7 SMV ini sudah 3 tahun terlaksana. Antara lain penanaman mangrove, pembangkit listrik tenaga sampah, hingga tahun ini penyelamatan DAS Serayu. "Tanggungjawab itu tidak berhenti setelah memberikan, tapi kita harus tetap melihat memperhatikan memastikan apakah TJSL bermanfaat bagi masyarakat," pesan Suahasil ke ketujuh SMV. Selanjutnya soal DAS Serayu, merupakan tanggungjawab Bersama karena meliputi 5 kabupaten. "Soal PLTA Mrica, kami ingin tahu situasi yang dihadapi kalua sampai tahun depan terancam tak beroperasi," katanya.
Melalui program TJSL ini, SMV Kementerian Keuangan akan memberikan bantuan kepada 16 desa senilai lebih dari Rp 1,52 miliar. Bantuan ini akan digunakan untuk beberapa program kegiatan yang mendukung penyelamatan DAS Serayu melalui pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. "Penanganan DAS Serayu ini harus libatkan lebih banyak sinergi, sehingga dana-dana insentif fiscal, terutama dana desa, dapat digunakan dengan baik," tambahnya.
Editor: Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News