#30 tag 24jam
7 Peristiwa 10 Muharram dan Sejarah Puasa Asyura dalam Islam
Banyak peristiwa penting yang dialami para nabi dan rasul terjadi pada 10 Muharram atau Hari Asyura di Bulan Muharram. - Bagian all [813] url asal
#peristiwa-10-muharram #hari-asyura #bulan-muharram #sejarah-puasa-asyura
(iNews - Terkini) 17/07/24 20:02
v/11100053/
JAKARTA, iNews.id - Banyak peristiwa penting yang terjadi pada 10 Muharram atau Hari Asyura di Bulan Muharram. Karena itu, umat Islam hendaknya menyambut 10 Muharram dengan berzikir, puasa dan berdoa.
Asyura berasal dari kata asyara, artinya bilangan 10. Di hari itu, dianjurkan untuk menjalankan Puasa Asyura. Menurut beberapa riwayat disebutkan banyak peristiwa penting yang dialami para nabi terjadi di hari itu pada masa yang lalu.
Ulama ahli fiqih dan pakar hadis kelahiran Samarkand (Uzbekistan), Imam Abu Laits As-Samarqandi (wafat 373 H) dalam kitabnya Tanbihul Ghafilin, meriwayatkan dari Ikrimah berkata Hari Asyura ialah hari diterimanya tobat Nabi Adam 'alaihissalam.
Dan hari itu pula turunnya Nabi Nuh 'alahissalam dari perahunya, maka ia berpuasa sebagai wujud syukur kepada Allah. Kemudian hari itu pula Fir'aun ditenggelamkan dan terbelahnya laut bagi Nabi Musa 'alaihissalam.
Lantas, apa saja perintiwa penting yang dialami para nabi pada 10 Muharram Hari Asyura? berikut ulasannya.
1. Diterimanya Taubat Nabi Adam as
Peristiwa 10 Muharram Hari Asyura, Allah menerima taubat nabi Adam alaihissalam dari dosa yang dilakukannya. Yaitu dosa kecil yang tidak mengandung unsur kerendahan jiwa pelakunya, bukan dosa kecil yang mengandung unsur kehinaan jiwa pelakunya, bukan dosa besar apalagi kekufuran dan kesyirikan.
2. Berlabuhnya perahu Nabi Nuh as di Bukit Zuhdi
Peristiwa 10 Muharram hari Asyura berikutnya, Allah menyelamatkan perahu Nabi Nuh alaihissalam dan orang-orang mukmin yang mengikutinya. Perahu itu berlabuh di sebuah gunung di Irak yang bernama “al-Judi” setelah berada di atas air bah selama 150 hari.
3. Nabi Ibrahim Selamat dari siksa Raja Namrud
Peristiwa 10 Muharram berikutnya diselamatkannya Nabi Ibrahim alaihisalam dari api yang membakarnya. Ayah dari Nabi Ismail dan Nabi Ishaq itu dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud.
4. Nabi Yusuf Dibebaskan dari Penjara Mesir
Peristiwa 10 Muharram selanjutnya yakni Nabi Yusuf as dibebaskan dari penjara Mesir pada hari Asyura. Fitnah yang dituduhkan kepadanya mengantarkan Nabi yang berparas rupawan itu ke bilik jeruji.
5. Nabi Yunus Dikeluarkan dari Perut Ikan Paus
Perisiwa 10 Muharram selanjutnya yakni, Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan paus yang melahapnya. Nabi Yunus terjun ke laut setelah merasa bahwa kapal yang ditumpanginya tidak bergerak karena keberadaannya.
Namun, awak kapal enggan membiarkan Sang Nabi tenggelam di lautan. Meskipun demikian, Nabi Yunus bersikukuh sehingga dibuatlah undian, siapa yang terpilih, dialah yang akan ditinggalkan di laut. Namun, nama Nabi Yunus terus yang keluar. Karenanya, Nabi Yunus pun menceburkan dirinya ke laut. Belum sempat menyentuh air, tubuhnya langsung dilahap oleh ikan besar.
6, Nabi Ayub as Disembuhkan Allah dari Penyakit Kulit
Peristiwa 10 Muharram berikutnya yakni Nabi Ayub disembuhkan dari penyakit kulit yang dideritanya selama 18 tahun. Selama mengalami sakit, Nabi Ayub ditinggalkan keluarganya, kecuali istri dan anaknya yang setia merawatnya.
7. Nabi Musa as Selamat dari Kejaran Fir’aun di Laut Merah
Nabi Musa dan umatnya yang berjumlah sekitar lima ratus ribu orang selamat dari kejaran Raja Firaun dan bala tentaranya. Nabi Musa dan kaum Bani israil berhasil menyeberangi Laut Merah. Mereka kemudian memasuki gurun Sinai untuk kembali ke tanah leluhur mereka di Palestina.
Atas peristiwa tersebut, para Nabi kemudian melakukan puasa Asyura pada 10 Muharram sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat-Nya.
Nabi Muhammad SAW pun menganjurkan kepada umatnya untuk berpuasa di hari ke-10 ini karena pahalanya sangat besar dan dapat menghapus dosa-dosa selama satu tahun.
Dari Ibnu Abbas radiyallahu’anhu mengatakan:
مَا رَأَيْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ، إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ. يَعْنِى شَهْرَ رَمَضَانَ
Artinya: Saya belum pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap puasa di satu hari yang beliau istimewakan, melebihi hari Asyura, dan puasa di bulan ini, yaitu Ramadan”. (HR Bukhari : 2006).
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
“Puasa hari Asyura, aku mengharap kepada Allah, puasa ini menghapuskan (dosa) setahun yang telah lewat”. (HR. Muslim : 1162).
Selain puasa Asyura, Muslim juga dianjurkan banyak berdzikir dan berdoa kepada Allah terutama di Hari Asyura.
Hukum puasa Asyura adalah sunnah; maksudnya dianjurkan dan berpahala bagi yang mengerjakannya namun tidak berdosa bagi yang tidak mengerjakannya.
Dilansir dari buku Puasa yang Masyru dan Tidak Masyru karya Isnan Ansory, para ulama sepakat bahwa puasa Asyura adalah puasa yang sudah disyariatkan dalam ajaran Nabi Muhammad SAW sebelum disyariatkannya puasa Ramadhan.
Namun ketika Nabi hijrah ke Madinah dan mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura, lantas Nabi memerintahkan para shahabat untuk berpuasa Asyura’ dengan disandingkan puasa satu hari sebelumnya (Tasu’a) atau satu hari setelahnya (11 Muharram).
Dalil disunnahkannya puasa Asyura berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا ، يَعْنِى عَاشُورَاءَ ، فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ ، وَهْوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى ، وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ ، فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ . فَقَالَ « أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ » . فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
Artinya: Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura’. Beliau bertanya, “Hari apa ini?” Mereka menjawab, “Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa-pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa dari pada kalian.” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. (HR. Al Bukhari).
Wallahu A'lam
Editor: Kastolani Marzuki
Tradisi Asyura di Sejumlah Negeri
Ada beragam tradisi dalam menyambut 10 Muharram atau Hari Asyura. [375] url asal
#asyura #hari-asyura #10-muharram #padang-karbala #syiah #perayaan-asyura
(Republika - Khazanah) 17/07/24 17:50
v/11088282/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak cara dan tradisi yang dilakukan dalam menyambut tahun baru Islam pada 1 Muharam hingga pada hari ke-10. Berikut sejumlah bentuk peringatan Asyura atau merayakan 10 Muharram tahun Hijriyah di banyak negara.
Pertama-tama, Iran. Sebagai negara yang mayorits penduduknya adalah pengikut Syiah, peringatan Asyura di sana menjadi ritual mutlak. Menurut John L Esposito dalam buku Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern, tanggal 10 Muharram diperingati untuk mengenang Tragedi Karbala. Itu dilakukan antara lain dengan prosesi dan pertunjukan lakon tanpa gerak atau dialog tentang insiden tersebut.
Para peserta prosesi terbagi ke dalam beberapa kelompok. Di antaranya adalah sinahzan (orang-orang yang memukuli dada mereka dengan telapak tangan), zanjirzan (memukuli punggung dengan rantai), dan syamsirzan (melukai dahi dengan pedang atau pisau). Sebagian juga menyiksa diri sendiri dengan batu. Yang lain membawa alam yang melambangkan panji-panji Husain bin Ali di Padang Karbala.
Dalam beberapa prosesi, nakhl (pohon kurma) dibawa. Sebab, menurut tradisi setempat, jenazah Husain yang tidak berkepala dibawa dengan usungan yang terbuat dari cabang-cabang pohon kurma. Prosesi tersebut diiringi barisan musik duka cita. Ini dianggap sebagai puncak peringatan Hari Asyura secara keseluruhan.
Ada pula sesi pembacaan dan pelantunan kisah Husain bin Ali, beserta keluarga dan para pengikutnya di pertempuran Karbala yang berdarah. Seorang pendongeng Syiah duduk di hadapan hadirin. Ia berada di mimbar dalam kemah hitam yang disebut Husainiyah atau takiyah. Kemudian, ta'ziyah, yakni semacam lakon drama yang menggambarkan kesyahidan Husain di Hari Asyura.
Penerapan tradisi yang sama pun dapat dijumpai di Irak, khususnya bagian selatan negara tersebut. Banyak penduduk setempat, yakni dari golongan Syiah, memperingati Hari Asyura sebagai momen mengenang kembali syahidnya Husain bin Ali di Padang Karbala.
Di India dan Pakistan
Ritual Asyura di kedua negara ini mengikuti pola Iran dengan beberapa pengurangan dan penambahan. Ta'ziyah sebagai bentuk teatrikal dramatis tak dikenal di kedua negara ini. Pembacaan dongeng-dongeng Syiah tidak ada. Namun, yang cukup menarik adalah, orang-orang Sunni dan bahkan sebagian umat Hindu pun ikut aktif dalam banyak perayaan 10 Muharram.
Ciri paling khas dari peringatan Asyura di anak Benua India-Pakistan adalah penafsiran artistik raksasa tentang mausoleum Husein yang dibawa dalam prosesi Asyura. Pada akhir Asyura, struktur-struktur ini, yang disebut ta'ziyah, dikuburkan di pemakaman lokal yang disebut Karbala atau dibenamkan di air.
Karbala, Saksi Kegetiran Keluarga Rasul
Seorang cucu Rasulullah SAW syahid di Karbala. [592] url asal
#hari-asyura #10-muharram #karbala #tragedi-karbala #cucu-rasulullah #imam-husain
(Republika - Khazanah) 16/07/24 16:00
v/10969002/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyebut nama Karbala akan terlintas dalam benak tentang sebuah peristiwa yang sangat menyayat hati dan tragis dalam sejarah kehidupan umat Islam. Betapa tidak, salah seorang cucu Rasulullah SAW, yakni Husain bin Ali bin Abu Thalib, tewas terbunuh di wilayah ini. Bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan, kepalanya sampai terpisah dari badannya.
Peristiwa itu telah terjadi lebih dari 1.300 tahun silam, tepatnya tanggal 10 Muharram 61 H, atau 680 M. Husain oleh kelompok Syiah dianggap sebagai Imam ketiga. Aliran inimendaku sangat mencintai keluarga Rasulullah SAW. Dari wafatnya Husain inilah, awal mula diselenggarakannya peringatan Hari Asyura (10 Muharram) versi mereka.
Ibnu Katsir dalam kitabnya Al-Bidayah wa an-Nihayah mengungkapkan, selama pemerintahan Mu’izz Al-Daulah dari Dinasti Buwaihiyah yang berhaluan Syiah, peringatan Asyura diselenggarakan di Baghdad (Irak). Pada peringatan itu, semua aktivitas perdagangan dihentikan. Seluruh penduduk berkeliling kota sembari menangis, meratap, dan memukul kepala. Mereka berkeliling dengan menggenakan pakaian hitam. Bahkan, kaum perempuannya diharuskan berpenampilan kusut.
Mengenal Karbala
Karbala adalah sebuah kota yang terletak sekitar 100 kilometer di sebelah barat Kota Baghdad, Irak. Penduduknya kurang lebih 600 ribu jiwa dan mayoritas penduduknya beragama Islam. Kaum Muslim Syiah menganggap Karbala sebagai salah satu tempat yang suci.
Di pusat kota terdapat Masyhad Al-Husain, makam Husain bin Ali. Muslim Syiah sering mengunjungi tempat ini untuk menziarahinya dan mengenang Pertempuran Asyura. Dalam laman Wikimedia disebutkan, nama kota bersejarah ini berasal dari akar etnis Assyria, Babilonia, atau Persia. Kota ini merupakan makam umat Kristiani diambil alih oleh Islam.
Namun, menurut John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern, kemungkinan nama Karbala dulunya berasal dari bahasa Aramaik, Karbela. Esposito menambahkan, dalam literatur Syiah, kata karbala berasal dari dua suku kata, yakni karb (duka cita) dan bala’ (bencana), lalu digabungkan menjadi Karb wa bala yang berarti duka cita dan bencana.
Kemasyhuran Karbala di antara kaum Syiah dikarenakan Pertempuran Karbala pada 10 Oktober 680. Bagi mereka, Karbala menduduki posisi penting sejak tahun 63 H/682 M, ketika keluarga Husain memutuskan berziarah ke Masyhad sebelum menuju Madinah.
Pada 685 M, sewaktu Sulaiman bin Syurad pemimpin terkemuka Syiah di Kufah dan pengikutnya mengunjungi Masyhad Al-Husain, mulai saat itulah Karbala semakin ramai. Praktik kunjungan ini menjadi legitimasi atas peringatan Asyura. Mereka menyandarkannya pada tradisi atau keterangan Imam Muhammad al-Baqir dan Ja’far as-Shadiq. Karena itulah, orang-orang Syiah bersedia menempuh perjalanan sulit untuk nenempuh perjalanan menuju Karbala.
Ketika praktik ziarah ke Masyhad Al-Husain ini telah berlangsung selama berabad-abad dan khawatir menjadi praktik merusak akidah umat Islam, pada 850-851 M Khalifah Al-Mutawakkil dari Dinasti Abbasiyah menghancurkan makam dan melarang kunjungan ke Karbala dengan ancaman hukuman yang berat. Sebab, Dinasti Abbasiyah yang Sunni resah dengan kekeramatan yang semakin meningkat terkait dengan keberadaan makam tersebut.
Esposito menambahkan, selain masalah di atas, muncul pula tradisi mesianik (kebangkitan) mengenai Karbala sebagai batu tonggak revolusi eskatologis Imam Mahdi pada hari akhir. Makam asli dihancurkan pada 850, namun dibangun kembali pada 979 M.
Selanjutnya pada 1086, makam tersebut dibakar sebelum dibangun kembali beberapa waktu kemudian. Penghancuran besar-besaran terjadi pada 1216 H/1801 M. Sejumlah makam yang dianggap keramat yang ada di Karbala dan Najaf diserang dan dihancurkan oleh Wahabi.
Setelah penyerangan itu, syekh asal Karbala mendirikan sebuah negara republik yang berakhir akibat kekuasaan Kesultanan Usmaniyah pada 1843. Peristiwa ini menyebabkan banyak pelajar dan cendekiawan pindah ke Najaf, yang dijadikan sebagai pusat keagamaan Syiah.
Hubungan Karbala dengan tradisi agama kaum Syiah menimbulkan kecurigaan di pihak Pemerintah Irak kaum Sunni. Selama pemerintahan Saddam Hussein, misalnya, perayaan keagamaan Syiah dilarang dan banyak kaum Syiah non-Irak yang tidak diizinkan mengunjungi Karbala.
Bacaan Doa 10 Muharram di Hari Asyura dan Keutamaannya
Membaca doa 10 Muharram di hari Asyura merupakan salah satu amalan yang dianjurkan seperti yang telah dilakukan para Salafus Sholihiin. - Bagian all [1,005] url asal
#doa-10-muharram #hari-asyura #bulan-muharram
(iNews - Terkini) 16/07/24 05:30
v/10920314/
JAKARTA, iNews.id - Membaca doa 10 Muharram di hari Asyura merupakan salah satu amalan yang dianjurkan seperti yang telah dilakukan para Salafus Sholihiin. Berdoa di Hari Asyura diniatkan tabarruk dan mengikuti kebiasaan yang dilakukan para Salafus Sholihiin.
Asyura berasal dari kata asyara, artinya bilangan 10. Di hari itu, dianjurkan untuk banyak melakukan amalan ibadah. Hari Asyura adalah hari yang sangat bersejarah, banyak peristiwa penting dan monumental yang terjadi di tanggal 10 Muharram.
Hari Asyura juga disebut Lebarannya anak yatim. Tradisi ini muncul karena memang banyak hadits-hadits yang dikenal oleh orang kebanyakan perihal fadhilah menyantuni anak yatim di tanggal 10 Muharram.
Badaruddin al-‘Aini dalam kitab Umdatul Qari’ Syarah Shahih Bukhari, juz 11, halaman 117, menjelaskan sebuah pendapat bahwa di hari ‘Asyura Allah memberikan kemuliaan dan kehormatan kepada sepuluh nabi-Nya.
Yaitu kemenangan Nabi Musa atas Fir’aun, pendaratan kapal Nabi Nuh, keselamatan Nabi Yunus dengan keluar dari perut ikan, ampunan Allah untuk Nabi Adam AS, keselamatan Nabi Yusuf dengan keluar dari sumur pembuangan. Selain itu, kelahiran Nabi Isa AS, ampunan Allah untuk Nabi Dawud, kelahiran Nabi Ibrahim AS, Nabi Ya’qub dapat kembali melihat, dan ampunan Allah untuk Nabi Muhammad baik kesalahan yang telah lampau maupun yang akan datang.
Dilansir dari buku Muharram Bukan Bulan Hijrahnya Nabi karya Imam Zarkasih terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan, memperbanyak amal di bulan Haram adalah upaya memanfaatkan waktu yang Allah SWT sediakan banyak pahala di dalamnya.
Selain karena memang bulan-bulan haram adalah bulan mulia, puasa di dalamnya juga disyariatkan karena memang ada riwayat yang secara eksplisit mensyaratkan itu. Imam Ahmad dalam musnad-nya, serta imam Abu Daud dan juga Imam Ibnu Majah dalam kitab sunan mereka.
Dikutip dari laman PISS-KTB, Imamul muhadditsin Ibnu Hajar Al-‘Asqolany dalam syarah Al bukhory mengatakan : “(ada) beberapa kalimat (dzikir) yang barang siapa membacanya pada hari ‘Asyura, maka hatinya tidak akan mati”.
Doa Asyura 10 Muharram dari Kitab Kanzunnajah Wassuruur Fil Ad’iyah Allatii Tasyrahushshuduur halaman karya Syeikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Al Quds (wafat tahun 1363 H) halaman 20 s/d 24 dan 42 s/d 46.
Sebelum membaca doa asyura 10 Muharram, dianjurkan untuk membaca dzikir yang diniatkan untuk mengharap keberkahan seperti yang telah dilakukan para Salafus Sholihiin.
Disebutkan dalam kitab I’anatu al-Tholibin. Al-Allamah al-Dairobi dan Sayid Muhammad al-Amir menukil keterangan Imam al-Ajhuri yang mengatakan bahwa “Barang siapa yang pada malam atau hari asyura’ membaca wirid hasbunallah 70 kali Insya Allah sepanjang tahun akan dilindungi oleh Allah dari musibah dan hal yang buruk.
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ اْلمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
Latin: hasbunallah wani'mal wakiil, ni;mal maulaa wa ni'man nashiir.
Artinya: Allah yang mencukupi kami, Dialah sebaik-baik untuk berserah diri, sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
بسم الله الرحمن الرحيم وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَمْ سُبْحَانَ الله مِلأَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَىَ الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الِّرضَى وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَا مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْ اللهِ إِلّاَ إِلَيْهِ. سُبْحَانَ الله عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَالِمَاتِهِ التَّامَّاتِ كُالِّهَا، أَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ كُلِّهَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَامَ الرَّاحِمِيْنَ، وَلاَ حَوْلَا وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَهُوَ حَسْبِى وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمض الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى نَبِيِّنَا خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ أَجْمَعِيْنَ
اَللَّهُمَّ يَا مُفَرِّجَ كُلِّ كَرْبٍ، وَيَا مُخْرِجَ ذِي النُّونِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا جَامِعَ شَمْلِ يَعْقُوبَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا غَافِرَ ذَنبِ دَاوُدَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا كَاشِفَ ضُرِّ أَيُّوبَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا سَامِعَ دَعْوَةِ مُوسَى وَهَارُونَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا خَالِقَ رُوحِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَبِيبِكَ وَمُصْطَفَاكَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنتَ إِقْضِ حَاجَاتِنَا فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَأَطِلْ أَعْمَارَنَا فِي طَاعَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ وَرِضَاكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَأَحْيِنَا حَيَاةً طَيِّبَةً، وَتَوَفَّنَا عَلَى اْلإِسْلاَمِ وَاْلإِيمَانِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
Latin: Wa shollallahu ala sayyidina muhammadin wa 'ala aalihi wa shahbihi wa sallim. Subhaanalloh Mil-Al Miizaani Wa Muntahal ‘Ilmi Wa Mablaghor Ridloo Wa Zinatal ‘Arsyi. Walhamdulillah Mil-Al Miizaani Wa Muntahal ‘Ilmi Wa Mablaghor Ridloo Wa Zinatal ‘Arsyi. Wallahu Akbar Mil-Al Miizaani Wa Muntahal ‘Ilmi Wa Mablaghor Ridloo Wa Zinatal ‘Arsyi. Laa Malja-A Walaa Manjaa Minalloh Illaa Ilaihi. Subhaanalloh ‘Adadasy Syaf’I Wal Watri Wa ‘Adada Kalimaatillahit Taammaati Kullihaa. walhamdulillah ‘adadasy syaf’i wal watri wa ‘adada kalimaatillahit taammaati kullihaa. Wallahu akbar ‘adadasy syaf’i wal watri wa ‘adada kalimaatillahit taammaati kullihaa. As-alukas salaamata birohmatika yaa arhamar roohimiin walaa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘azhiim. Washollallohu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihii ajma’iin walhamdulillahi robbil ‘aalamiin.
Allahumma Yaa mufarrija kulla karbin, wa yaa mukhrija dzinnuun yauma 'Asyuura a, wa yaa jaami'a syamli ya'quuba yauma 'aasyuuraa a, wa yaa ghaafira dzanbi daawuuda yauma 'aasyuura, wa yaa kaasyifa dhurro ayyuba yauma 'asyuura, wa yaa saami'a da'wati muusa wa haaruuna yauma 'asyurra, wa yaa khaaliqa ruukhi sayyidina muhammadin shallallaahu 'alaihi wasallama habibiika wamusthofaka yauma 'asyura, wa yaa rakhmanaddunyaa wal aakhirah, laailaaha illa anta iqdhi haajaatina fiddunya wal aakhiraj, wa athil a'maraana fii thaa'atika wamahabbatika waridhaaka, yaa arhamarrahimiin, wa akhyina khayaatan thayyibatan, watawaffana 'alalislaami wal iiimaani yaa arhamarraakhiimin. washallallahu 'alaa sayyidina muhammadin wa 'ala aliihi washahbibi wasallam, walhamdulillahi rabbil 'aalamiin.
Artinya: Maha suci Allah dengan sepenuh timbangan dan (sampai) dengan puncak ilmu dan (sampai) dengan batas akhir ridlo dan dengan beratnya ‘arasy.Dan Segala puji bagi Alloh dengan sepenuh timbangan dan (sampai) dengan puncak ilmu dan (sampai) dengan batas akhir ridlo dan dengan beratnya ‘arasy.Dan Maha besar Alloh dengan sepenuh timbangan dan (sampai) dengan puncak ilmu dan (sampai) dengan batas akhir ridlo dan dengan beratnya ‘arasy. Tidak ada perlindungan dan tidak ada keselamatan dari Alloh kecuali kepadanya.Maha suci Alloh dengan (sebanyak) bilangan genap dan ganjil dan dengan (sebanyak) bilangan kalimat-kalimat Alloh yang semuanya sempurna.Dan Segala puji bagi Alloh dengan (sebanyak) bilangan genap dan ganjil dan dengan (sebanyak) bilangan kalimat-kalimat Alloh yang semuanya sempurna. Dan Maha besar Alloh dengan (sebanyak) bilangan genap dan ganjil dan dengan (sebanyak) bilangan kalimat-kalimat Alloh yang semuanya sempurna. Aku memohon keselamatan kepadamu dengan rohmatmu, wahai dzat yang pengasih diantara para pengasih!, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali oleh Alloh yang maha tinggi dan agung.
Ya Allah, Yang melepaskan setiap kesulitan, wahai Yang mengeluarkan Dzun Nuun (Nabi Yunus) pada hari Asyura, wahai Yang mengumpulkan keluarga Nabi Ya’qub pada hari Asyura, wahai Yang mengampuni Nabi Dawud pada hari Asyura, wahai Yang melepaskankesulitan Nabi Ayyub pada hari Asyura, wahai Yang mendengar doa Nabi Musa dan Nabi Harun pada hari Asyura, wahai Yang menjadikan roh penghulu kita, Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam , kekasih dan pilihan-Mu pada hari Asyura, wahai Tuhan dunia dan akhirat, Tiada Tuhan selain Engkau,
Tunaikanlah hajat-hajat kami di dunia dan akhirat, dan panjangkanlah umur kami dalam ketaatan kepada-Mu, mahabbah (kepada)-Mu dan keridhaan-Mu, wahai Yang Pengasih di antara yang mengasihi. Dan hidupkanlah kami dengan kehidupan yang baik, dan matikanlah kami dalam agama Islam dan iman, wahai Yang Pengasih di antara yang mengasihi.
Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam atas penghulu kita, Nabi Muhammad dan ke atas keluarga dan sahabat beliau, dan segala pujian bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam.”
Wallahu A'lam
Editor: Kastolani Marzuki
17 Amalan 10 Muharram 1446 Hijriah untuk Mendulang Pahala di Hari Asyura
Ada banyak amalan 10 Muharram 1446 Hijriah yang bisa dilakukan umat Islam untuk mendulang pahala dan keutamaan di Hari Asyura. - Bagian all [1,049] url asal
#amalan-10-muharram #hari-asyura #1446-hijriah #bulan-muharram
(iNews - Terkini) 15/07/24 21:12
v/10883556/
JAKARTA, iNews.id - Ada banyak amalan 10 Muharram1446 Hijriah yang bisa dilakukan umat Islam untuk mendulang pahala dan keutamaan di Hari Asyura. Tahun ini, hari Asyura 10 Muharram jatuh bertepatan hari Selasa, 16 Juli 2024.
Asyura berasal dari kata asyara, artinya bilangan 10. Di hari itu, dianjurkan untuk banyak melakukan amalan ibadah. Hari Asyura adalah hari yang sangat bersejarah, banyak peristiwa penting dan monumental yang terjadi di tanggal 10 Muharram.
Hari Asyura juga disebut Lebarannya anak yatim. Tradisi ini muncul karena memang banyak hadits-hadits yang dikenal oleh orang kebanyakan perihal fadhilah menyantuni anak yatim di tanggal 10 Muharram.
Badaruddin al-‘Aini dalam kitab Umdatul Qari’ Syarah Shahih Bukhari, juz 11, halaman 117, menjelaskan sebuah pendapat bahwa di hari ‘Asyura Allah memberikan kemuliaan dan kehormatan kepada sepuluh nabi-Nya.
Yaitu kemenangan Nabi Musa atas Fir’aun, pendaratan kapal Nabi Nuh, keselamatan Nabi Yunus dengan keluar dari perut ikan, ampunan Allah untuk Nabi Adam AS, keselamatan Nabi Yusuf dengan keluar dari sumur pembuangan. Selain itu, kelahiran Nabi Isa AS, ampunan Allah untuk Nabi Dawud, kelahiran Nabi Ibrahim AS, Nabi Ya’qub dapat kembali melihat, dan ampunan Allah untuk Nabi Muhammad baik kesalahan yang telah lampau maupun yang akan datang.
Dilansir dari buku Muharram Bukan Bulan Hijrahnya Nabi karya Imam Zarkasih terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan, memperbanyak amal di bulan Haram yakni Bulan Muharram adalah upaya memanfaatkan waktu yang Allah SWT sediakan banyak pahala di dalamnya.
Selain karena memang bulan-bulan haram adalah bulan mulia, puasa di dalamnya juga disyariatkan karena memang ada riwayat yang secara eksplisit mensyaratkan itu. Imam Ahmad dalam musnad-nya, serta imam Abu Daud dan juga Imam Ibnu Majah dalam kitab sunan mereka.
1. Puasa Asyura
Amalan 10 Muharram pertama yakni melaksanakan Puasa Asyura. Puasa sunnah ini sangat dianjurkan Nabi SAW dan banyak dalil yang menerangkan hal ini di antaranya hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا ، يَعْنِى عَاشُورَاءَ ، فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ ، وَهْوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى ، وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ ، فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ . فَقَالَ « أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ » . فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
Artinya: Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura’. Beliau bertanya, “Hari apa ini?” Mereka menjawab, “Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa-pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa dari pada kalian.” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. (HR. Al Bukhari).
Secara khusus, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan keutamaan puasa Asyura menghapus dosa selama setahun.
سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
Rasulullah ditanya mengenai puasa asyura, beliau menjawab, "Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa satu tahun yang lalu. (HR. Muslim).
2. Puasa Tasua
Amalan 10 Muharram berikutnya yakni melaksanakan puasa tasua 9 Muharram sebagai rangkaian menyambut hari Asyura.
Puasa Tasua ini juga dianjurkan oleh Nabi SAW untuk menyelisihi kaum Yahudi yang juga merayakan Hari Asyura.
3. Shalat Tasbih
Amalan 10 Muharram berikutnya menjalankan shalat tasbih. Anjuran sholat iniberdasarkan riwayat Sayyidina Abbas RA. Salat sunnah tasbih cukup penting karena mengandung keutamaan khusus. Shalat sunnah ini baiknya diamalkan sehari, sepekan, sebulan, setahun sekali, atau kalau juga tidak sempat minimal seumur hidup sekali.
Menghidupkan malam Asyura dengan salat sunah seprti ibadahnya makhluk yang ada di Langit. Barang siapa yang melaksanakn salat sunah pada malam Asyura, Allah akan mengampuni dosa-dosanya selama 50 tahun.
4. Membaca Dzikir Hasbunallah 70 Kali
Amalan Hari Asyura selanjutnya sebagaimana dilansir dari laman ponpes tebuireng, disebutkan dalam kitab I’anatu al-Tholibin.
Al-Allamah al-Dairobi dan Sayid Muhammad al-Amir menukil keterangan Imam al-Ajhuri yang mengatakan bahwa “Barang siapa yang pada malam atau hari asyura’ membaca wirid حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ اْلمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ 70 kali Insya Allah sepanjang tahun akan dilindungi oleh Allah dari musibah dan hal yang buruk.
5. Membaca Doa Asyura
Amalan 10 Muharram selanjutnya yakni membaca doa Asyura.
بسم الله الرحمن الرحيم وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَمْ سُبْحَانَ الله مِلأَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَىَ الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الِّرضَى وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَا مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْ اللهِ إِلّاَ إِلَيْهِ. سُبْحَانَ الله عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَالِمَاتِهِ التَّامَّاتِ كُالِّهَا، أَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ كُلِّهَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَامَ الرَّاحِمِيْنَ، وَلاَ حَوْلَا وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَهُوَ حَسْبِى وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمض الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى نَبِيِّنَا خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ أَجْمَعِيْنَ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ يَا مُفَرِّجَ كُلِّ كَرْبٍ، وَيَا مُخْرِجَ ذِي النُّونِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا جَامِعَ شَمْلِ يَعْقُوبَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا غَافِرَ ذَنبِ دَاوُدَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا كَاشِفَ ضُرِّ أَيُّوبَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا سَامِعَ دَعْوَةِ مُوسَى وَهَارُونَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا خَالِقَ رُوحِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَبِيبِكَ وَمُصْطَفَاكَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنتَ إِقْضِ حَاجَاتِنَا فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَأَطِلْ أَعْمَارَنَا فِي طَاعَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ وَرِضَاكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَأَحْيِنَا حَيَاةً طَيِّبَةً، وَتَوَفَّنَا عَلَى اْلإِسْلاَمِ وَاْلإِيمَانِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين ،
Bismillahirrahmaanirrahim.
Allahumma Yaa mufarrija kulla karbin, wa yaa mukhrija dzinnuun yauma 'Asyuura a, wa yaa jaami'a syamli ya'quuba yauma 'aasyuuraa a, wa yaa ghaafira dzanbi daawuuda yauma 'aasyuura, wa yaa kaasyifa dhurro ayyuba yauma 'asyuura, wa yaa saami'a da'wati muusa wa haaruuna yauma 'asyurra, wa yaa khaaliqa ruukhi sayyidina muhammadin shallallaahu 'alaihi wasallama habibiika wamusthofaka yauma 'asyura, wa yaa rakhmanaddunyaa wal aakhirah, laailaaha illa anta iqdhi haajaatina fiddunya wal aakhiraj, wa athil a'maraana fii thaa'atika wamahabbatika waridhaaka, yaa arhamarrahimiin, wa akhyina khayaatan thayyibatan, watawaffana 'alalislaami wal iiimaani yaa arhamarraakhiimin. washallallahu 'alaa sayyidina muhammadin wa 'ala aliihi washahbibi wasallam, walhamdulillahi rabbil 'aalamiin.
6. Perbanyak Istighfar
Amalan 10 Muharram berikutnya umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar dan bertaubat atas perbuatan dosa dan maksiat yang telah dilakukannya.
7. Bersedekah
Amalan 10 Muharram berikutnya yakni banyak bersedekah kepada keluarga dan fakir miskin. Diriwayatkan dari Abu Musa al-Madiny dari Ibnu Umar berkata:
مَنْ صَامَ عَاشُوْرَاءَ فَكَأَنَّمَا صَامَ السَّنَةَ ، وَمَنْ تَصَدّقَ فِيْهِ كَانَ كَصَدَّقَةٍ السَّنَةِ
Artinya: “Barang siapa berpuasa pada hari asyura’ seakan akan seperti puasa satu tahun. Dan barangsiapa bersedekah pada hari asyura’ maka seperti sedekah satu tahun”.
8. Meluaskan Belanja
Amalan 10 Muharram berikutnya yakni meluaskan belanja kepada keluarga dan kerabatnya.
Dari hadits Abi Said Al-Khudhri ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Siapa yang meluaskan belanja kepada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan meluaskan atasnya belanja selama setahun.
9. Menyantuni Anak Yatim
Amalan 10 Muharram atau Hari Asyura selanjtnya menyantuni anak yatim. Sudah jamak di masyarakat Muslim Indonesia, tiap 10 Muharram dirayakan dengan beragam kegiatan ibadah. Salah satunya menyantuni anak yatim.
“Siapa orang yang menyusap kepala anak yatim(menyantuni/menyayangi) pada hari Asyura (10 Muharram), maka Allah akan angkat derajatnya sebanyak rambut anak yatim tersebut yang terusap oleh tangannya” (hadits ke 212 dari kitab Tanbih alGhafilin).
10. Mandi
Amalan 10 Muharram lainnya yakni mandi pada malam hari Asyura. Keutamaan mandi di pada hari Asyura akan dibebaskan dari penyakit selama satu tahun.
11. Mengunjungi orang ‘alim yang saleh
Amalan 10 Muhraam atau Hari Asyura berikutnya yang dianjurkan adalah mengunjungi orang saleh.
12. Menengok orang sakit
Amalan 10 Muharram selanjutnya menjenguk orang sakit. Ada keutamaan menjenguk orang sakit pada hari Asyura, karena seakan-akan mengunjungi seluruh orang sakit dari anak cucu Adam.
13. Bercelak
Kesunahan bercelak pada hari Asyura salah satu manfaatnya akan dijauhkan dari penyakit mata.
14. Memotong kuku
Memotong kuku juga merupakan amalan 10 Muharram yang disunnahkan.
15. Membaca Surat Al Ikhlas
Amalan lain pada 10 Muharram selanjutnya yakni membaca Surat Al Ikhlas.
16. Silaturahim
Bersilaturahim sejatinya tidak hanya dilakukan pada hari Asyura, namun bersilaturahim pada hari itu memiliki banyak keistimewaan.
17. Berziarah ke Orang Saleh
Demikian ulasan Amalan10 Muharram yang dianjurkan untuk dilakukan umat Islam agar mendapat pahala dan keutamaan.
Wallahu A'lam
Editor: Kastolani Marzuki