JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga kini, baru lima keluarga korban yang tewas di Kali Bekasi mendatangi Posko DVI di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kabid Yandokpol RS Polri Kramat Jati Kombes Hery Wijatmoko mengungkapkan, pihaknya masih menunggu kedatangan keluarga lainnya.
"Sampai hari ini kami baru menerima 5 keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya," kata Hery Wijatmoko di RS Polri Kramat Jati, Senin (23/9/2024).
Hery juga meminta kepada keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera mendatangi Posko DVI di Posko Ante Mortem atau menghubungi hotline 0218 9809 3288.
Lebih lanjut, Hery menjelaskan, tujuh jenazah yang ditemukan akan diperiksa toksikologi untuk mendeteksi adanya cairan berbahaya dalam tubuh.
"Namun sampai hari ini, kita masih memerlukan data-data tambahan untuk memastikan identitas seseorang. Seperti yang kemarin saya sampaikan, data itu meliputi data Ante Mortem dan Post Mortem," ucap Hery.
Ia berharap keluarga dapat memberikan data pribadi yang dapat mempermudah proses identifikasi, seperti raport atau ijazah yang terdapat cap sidik jari korban.
"Kemudian alat-alat pribadi, misalnya sikat gigi, baju yang masih belum dicuci, dan topi, itu semua bisa digunakan sebagai sampel DNA," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, tujuh mayat laki-laki ditemukan di Kali Bekasi, Kota Bekasi, Minggu (22/9/2024).
Kasat Reskrim Polres Bekasi Kompol Audy Joize Oroh mengungkapkan, mayat ditemukan pertama kali oleh warga yang sedang mencari kucing.
"Pagi ini kami dapat info penemuan jenazah dari masyarakat. Informasi awal dari warga, ada warga (hendak) memberi makan kucing peliharaannya. Setelah tidak ditemukan, dia mencari di sekitar sungai. Pada saat itu, saksi melihat ada jenazah mengambang di sungai," ujar Audy seperti yang dikutip dalam siaran Kompas TV, Minggu.