Lini bisnis On-Demand Service atau Gojek milik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali mencetak EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal ketiga 2024. [596] url asal
Lini bisnis On-Demand Service atau Gojek milik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali mencetak EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal ketiga 2024. Pencapaian ini membuat unit bisnis Gojek mencatatkan angka EBITDA disesuaikan positif selama empat kuartal beruntun atau setahun penuh.
Sebelumnya, Gojek pertama kali mencatat EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal IV-2023. Menurut Analis MNC Sekuritas Rudy Setiawan, perbaikan kinerja GoTo tak hanya dari bisnis Gojek, melainkan juga bisnis financial technology (fintech)
"Perbaikan profitabilitas terjadi di seluruh segmen baik ODS maupun fintech. Segmen ODS cetak adjusted EBITDA 4 kuartal beruntun, sementara rugi adjusted EBITDA di segmen fintech mengalami perbaikan signifikan dan bahkan mendekati impas (breakeven)," kata Rudy dalam keterangan tertulis, Jumat (1/11/2024).
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis GoTo di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (31/10) lalu, unit bisnis ODS GoTo mencatatkan EBITDA yang disesuaikan positif sebesar Rp 156 miliar khusus kuartal III-2024. Angka ini membalikkan keadaan sebelumnya di kuartal III-2023 yang rugi EBITDA yang disesuaikan Rp 48 miliar.
Dalam 9 bulan per September 2024, Gojek juga mencatatkan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 412 miliar, berbalik dari rugi EBITDA yang disesuaikan Rp 458 miliar. Kenaikan ini juga sejalan dengan nilai transaksi bruto atau Gross Transaction Value (GTV) Gojek yang tumbuh 21% ke angka Rp 16,6 triliun di Q3-2024 jika dibandingkan secara year on year. Sementara dalam 9 bulan, GTV Gojek naik 11% menjadi Rp 46 triliun.
Optimalisasi pendapatan segmen tersebut juga tercermin dengan naiknya pendapatan bruto Gojek yang mencapai Rp 3,7 triliun di Q3-2024, naik 22% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Sementara dalam 9 bulan, pendapatan bruto naik 17% menjadi Rp 10,38 triliun.
Secara grup, GoTo juga mencatat EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai rekor tertinggi Rp137 miliar khusus di kuartal III-2024. Artinya, ini semakin mendekati pedoman kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan impas untuk keseluruhan tahun buku 2024.
Rudy menilai kemampuan GOTO dalam mencapai EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal tiga itu merupakan hasil dari strategi yang tepat. Ia menjelaskan strategi menyasar mass market sukses mengerek pertumbuhan pengguna dan pendapatan. Sementara strategi penawaran produk premium mampu membuat margin meningkat serta sinergi ekosistem atau cross selling melalui produk pinjaman juga menjadi motor pertumbuhan maupun profitabilitas.
Secara perseroan, GoTo juga mampu mencatatkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 11% menjadi Rp11,66 triliun pada periode 9 bulan per September 2024. Jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya, GoTo mencatat pendapatan bersih sebesar Rp10,51 triliun. Pencapaian ini juga seiring dengan perbaikan kinerja dengan penurunan rugi periode berjalan sebesar 53% menjadi Rp 4,5 triliun, turun dari periode yang sama di tahun lalu yang mencapai angka Rp 9,6 triliun.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan kinerja keuangan untuk kuartal III-2024. Periode Januari-September 2024, emiten teknologi ini mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 11,66 triliun, naik sebesar 11% dari periode yang sama dibandingkan dengan tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, GOTO juga konsisten memangkas rugi berjalan menjadi Rp 4,539 triliun hingga September 2024, membaik sebesar 53% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 9,6 triliun. Sementara, pada kuartal-III 2024, rugi periode berjalan menyusut 29% sebesar Rp 1,69 triliun secara tahunan.
Capaian tersebut tak lepas dari pertumbuhan pendapatan di beberapa anak usaha. Pendapatan tertinggi disumbang oleh pendapatan jasa pinjaman yang meroket hingga 593% jadi Rp 1,231 triliun periode Januari-September 2024 dari tahun sebelumnya hanya Rp 178 miliar. Perusahaan juga menerima pendapatan bersih dari e-commerce service fee yang berasal dari Tokopedia sebesar Rp 439 miliar dari sebelumnya tidak ada.
Selain itu, jasa layanan atau on demand services juga mencatatkan pertumbuhan positif selama tiga kuartal beruntun. Pendapatan bruto naik 17%, menjadi Rp 10,3 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama Grup GOTO, Patrick Walujo mengatakan capaian tersebut menandakan semua lini usaha bergerak secara optimal. Dia menilai strategi bisnisnya berhasil karena setiap bagian ekosistem dapat memberikan nilai tambah kepada unit bisnis lainnya.
"Sebuah model yang semakin membuahkan hasil seiring dengan upaya kami secara agresif mendapatkan pengguna baru dan meningkatkan profitabilitas di seluruh bisnis kami yang berkembang pesat," kata Patrick dalam keterangannya, Rabu (30/10/2024).
Dia menjelaskan pihaknya menginginkan agar pengguna dapat menikmati semua manfaat dari produk pembayaran dan layanan on-demand. Dengan perkembangan positif tersebut, pihaknya juga memperkirakan segmen fintech akan mencapai EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal selanjutnya. Hal ini menjadi satu tahun lebih cepat dari pedoman sebelumnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan Grup GOTO, Simon Ho mengatakan bisnis GOTO berkembang pesat terutama untuk segmen fintech.
"Kami terus berhati-hati dalam mengelola beban. Hal ini tercermin nyata dalam pertumbuhan top-line dan perbaikan bottom-line, baik di level unit bisnis maupun di Grup. Kami berharap dapat terus mendorong pertumbuhan bisnis dalam beberapa bulan mendatang, sambil melakukan penghematan biaya lebih lanjut dan memperkuat upaya perbaikan bottom-line. Kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai target EBITDA Grup yang disesuaikan impas untuk keseluruhan tahun," katanya.