#30 tag 24jam
2 item, 1 hal
Spesifikasi J-35A, Pesawat Siluman Terbaru dan Tercanggih Tiongkok Saingan F-35
J-35A, pesawat tempur siluman China,. Dengan kemampuan stealth, fleksibilitas operasional, dan persenjataan modern, J-35A siap bersaing dengan F-35 [772] url asal
#tiongkok #pesawat #jet-tempur-tiongkok #jet-tempur #militer-tiongkok #pesawat-tempur-siluman
(MedCom - Internasional) 08/11/24 13:37
v/17774305/
Jakarta:Tiongkok secara resmi memperkenalkan pesawat tempur siluman terbaru mereka, J-35A, yang akan ditampilkan untuk pertama kali di Zhuhai Air Show, minggu depan. J-35A dirancang untuk menjadi pesaing serius bagi jet tempur modern seperti F-35 Amerika Serikat.J-35A adalah pengembangan dari prototipe FC-31, dan merupakan varian dari pesawat yang dikembangkan untuk digunakan di kapal induk. Pesawat ini pertama kali terbang pada tahun 2023.
Pesawat ini menjadi bagian dari upaya Tiongkok untuk meningkatkan kekuatan militernya dalam menghadapi tantangan regional dan global, terutama di kawasan Pasifik, serta mengurangi ketergantungan pada impor luar negeri di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS terkait Taiwan dan Laut China Selatan.
Desain dan Mesin

Sumber: Ministry of National Defense of the People's Republic of China
Pesawat tempur J-35A dikembangkan oleh Shenyang Aircraft Corporation. Menggunakan dua mesin turbofan WS-13, J-35A menawarkan dorongan yang cukup kuat untuk memungkinkan pesawat ini mencapai kecepatan supersonik dan menjaga kelincahan di medan pertempuran.
Desain aerodinamisnya dirancang khusus untuk mengurangi tanda radar dan meningkatkan kemampuan stealth, membuatnya lebih sulit dideteksi oleh sistem radar musuh.
Salah satu keunggulan desain J-35A adalah penekanan pada fleksibilitas operasional. Pesawat ini dirancang agar dapat beroperasi dari berbagai platform, baik dari pangkalan darat maupun kapal induk, menjadikannya elemen penting dalam strategi militer maritim Tiongkok.
Kemampuan ini memberikan keunggulan bagi Angkatan Laut Tiongkok dalam menjaga wilayah laut mereka yang strategis, termasuk di Laut Tiongkok Selatan.
Kemampuan Tempur dan Persenjataan
J-35A memiliki kapasitas angkut beban hingga 8.000 kg, yang mencakup berbagai jenis persenjataan. Persenjataan tersebut termasuk misil jarak pendek dan menengah, bom pintar, serta berbagai jenis amunisi presisi lainnya.Pesawat ini dilengkapi dengan ruang senjata internal untuk meminimalkan deteksi radar, serta titik gantung eksternal jika dibutuhkan untuk misi yang membutuhkan muatan lebih besar namun mengurangi kemampuan stealth.
Pesawat ini mampu mencapai kecepatan maksimal hingga Mach 1.8 dan memiliki jangkauan tempur efektif sekitar 1.200 km.
Jangkauan yang cukup jauh ini memungkinkan J-35A untuk melakukan misi serangan jarak jauh dan pengintaian dalam tanpa harus bergantung pada pengisian bahan bakar di udara, meskipun pesawat ini juga memiliki kemampuan tersebut jika diperlukan.
Dengan radar AESA (Active Electronically Scanned Array) yang canggih, J-35A mampu mendeteksi dan melacak target dengan akurasi tinggi, sekaligus meningkatkan kesadaran situasional pilot di medan perang.
Kemampuan Siluman (Stealth)
J-35A dirancang dengan fokus besar pada kemampuan siluman (stealth). Penggunaan material komposit dan pelapis khusus, bersama dengan desain bentuk badan pesawat yang meminimalkan refleksi radar, membuatnya sangat sulit dideteksi oleh sistem radar musuh.Teknologi stealth ini memberikan keuntungan taktis yang signifikan, terutama dalam misi-misi serangan mendalam ke wilayah musuh yang dilengkapi dengan sistem pertahanan udara yang canggih.
Selain itu, bentuk aerodinamis pesawat dan kontrol permukaan yang halus membantu mengurangi tanda inframerah (IR signature), yang membuatnya sulit dideteksi oleh sistem pencari panas.
Semua ini menunjukkan bahwa J-35A tidak hanya dibangun untuk kecepatan dan persenjataan, tetapi juga untuk memastikan bahwa pesawat ini dapat mendekati target tanpa terdeteksi, memberikan elemen kejutan yang krusial dalam operasi tempur modern.
Operasi Multi-Platform dan Fleksibilitas
J-35A dirancang agar dapat beroperasi di pangkalan darat maupun kapal induk, memberikan fleksibilitas yang sangat dibutuhkan oleh militer Tiongkok.Kemampuan untuk lepas landas dan mendarat di kapal induk membuatnya menjadi pilihan ideal bagi Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) dalam misi pengamanan dan ekspansi pengaruh di kawasan maritim.
Hal ini memberikan Tiongkok keunggulan dalam menegaskan klaimnya atas wilayah sengketa, terutama di Laut China Selatan.
Selain kemampuan operasional dari kapal induk, pesawat ini juga dilengkapi dengan hook pendaratan dan sayap lipat, yang sangat berguna untuk menghemat ruang di dek kapal induk.
Dengan fitur ini, J-35A dapat dengan mudah diakomodasi di kapal induk tipe 003 milik Tiongkok yang memiliki ukuran lebih besar dan dirancang untuk mengoperasikan pesawat tempur canggih.
Tantangan dan Ambisi
Debut J-35A tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga ambisi strategis Tiongkok dalam menyaingi dominasi udara Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Pasifik.Meskipun pesawat ini dirancang untuk bersaing dengan jet tempur generasi kelima seperti F-35, banyak analis militer yang menyebut bahwa J-35A masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal mesin dan sistem avionik yang dianggap masih tertinggal dibandingkan pesawat tempur sekelas dari AS.
Namun, dengan terus dilakukannya peningkatan dan pengembangan, J-35A diyakini akan menjadi salah satu komponen utama dalam modernisasi militer Tiongkok.
Dengan didukung oleh program pengembangan teknologi yang agresif dan investasi besar dalam industri pertahanan, Tiongkok berharap J-35A dapat mempersempit kesenjangan teknologi dengan negara-negara Barat, sekaligus memperkuat posisinya sebagai kekuatan militer utama di Asia.
Baca Juga:
Tiongkok Pamer Jet Tempur Siluman J-35A, Siap Saingi AS
B-2 Spirit: Pesawat Siluman AS yang Bom Houthi di Yaman
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(UWA)
Tiongkok Pamer Jet Tempur Siluman J-35A, Siap Saingi AS
Angkatan Udara Tiongkok bersiap memperkenalkan secara resmi stealth fighter jet terbarunya, J-35A. [577] url asal
#tiongkok #jet-tempur #jet-tempur-tiongkok #militer-tiongkok
(MedCom - Internasional) 07/11/24 10:08
v/17657982/
Hong Kong: Angkatan Udara Tiongkok bersiap memperkenalkan secara resmi stealth fighter jet terbarunya, J-35A, memberi pengamat pandangan pertama pada aset militer yang diantisipasi ini sebagai bagian dari kemampuan militer negara tersebut yang berkembang pesat.Gambar pesawat tempur tersebut dirilis dalam konferensi pers angkatan udara pada Selasa, 5 November 2024 dan jet ini akan dipamerkan dalam ajang pameran udara di kota Zhuhai, selatan Tiongkok minggu depan, menurut pernyataan dari pejabat setempat.
Pengembangan jet tempur J-35A ini dipandang luas sebagai bagian dari upaya Beijing untuk menyamai kemampuan pesawat tempur siluman Amerika Serikat, dalam rangka memperkuat modernisasi angkatan bersenjata dan menunjukkan kekuatan militernya di Asia.
“J-35A dirancang terutama untuk operasi pertempuran udara, namun juga mampu melakukan serangan udara-ke-darat,” sebut laporan media Tiongkok.
Jika pesawat ini resmi dioperasikan, Tiongkok akan menjadi negara kedua setelah AS yang memiliki dua jenis stealth fighter jet atau jet tempur siluman, menurut para pakar yang dikutip media milik pemerintah Tiongkok. Sebelumnya, jet tempur siluman J-20 telah beroperasi sejak 2017.
Melansir dari CNN, Rabu 6 November 2024, stealth fighter jet ini dirancang untuk menghindari radar dan pemantauan lainnya, memungkinkan misi dilakukan tanpa terdeteksi atau dicegat.
J-35 kemungkinan akan dikembangkan menjadi serangkaian tipe dan mungkin digunakan sebagai pesawat berbasis kapal induk di masa depan, ungkap Li Li, seorang pakar militer Tiongkok kepada penyiar negara CCTV. “Hal ini akan sangat meningkatkan kekuatan tempur laut dan udara Tiongkok secara keseluruhan,” tambah Li Li.
Debut J-35A mengikuti laporan dari analis di perusahaan intelijen terbuka global Janes yang menggambarkan bahwa Tiongkok memperkuat komando teaternya dengan menambahkan lebih banyak J-20.
Sepanjang periode Juli 2023 hingga Juni tahun ini, Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah menambah lebih dari 70 unit J-20, sehingga jumlah total armada operasionalnya menjadi sekitar 195 unit, menurut laporan Janes.
Belum jelas kapan jet tempur J-35A akan mulai dioperasikan secara militer dan di mana pesawat-pesawat tersebut akan ditempatkan. Detail yang tersedia tentang J-35A masih minim sehingga sulit dibandingkan dengan stealth fighter jet lainnya, seperti F-22 dan F-35 milik AS.
Carl Schuster, mantan direktur operasi di Pusat Intelijen Gabungan Komando Pasifik AS, menyebutkan bahwa J-35A, yang telah dikembangkan selama lebih dari satu dekade, kemungkinan ditujukan untuk Angkatan Laut PLA.
"J-35 melakukan penerbangan perdananya pada 2021, tetapi sebagai pengembangan dari prototipe sebelumnya, pesawat ini mungkin siap untuk diproduksi awal tahun depan," ujar Schuster, menambahkan bahwa model J-35A kemungkinan telah mengalami perbaikan dari desain sebelumnya dengan mesin yang lebih kuat.
Pengembangan stealth fighter jet Tiongkok selama bertahun-tahun disertai tuduhan bahwa negara tersebut mencuri teknologi pesawat tempur siluman dari AS. Beijing secara tegas membantah tuduhan ini, yang muncul setelah publikasi dokumen oleh majalah Jerman Der Spiegel pada 2015, yang diduga berasal dari kebocoran data NSA oleh Edward Snowden.
Menurut laporan media yang berafiliasi dengan militer, J-35A adalah “jenis baru jet tempur siluman yang dikembangkan secara mandiri oleh Perusahaan Industri Penerbangan China (AVIC).”
Selain J-35A, teknologi militer lain yang akan tampil untuk pertama kalinya di pameran udara minggu depan, yang berlangsung di Zhuhai dari 12 hingga 17 November, termasuk sistem rudal permukaan-ke-udara H-19 dan drone pengintai sekaligus serang yang baru, ungkap Kolonel Niu Wenbo dari departemen peralatan angkatan udara pada Selasa.
CCTV juga melaporkan stealth fighter jet Su-57 buatan Rusia akan bergabung di pameran tersebut untuk pertama kalinya, bersama peralatan militer dari 49 negara dan wilayah lainnya yang akan diwakili tahun ini. (Muhammad Reyhansyah)
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(FJR)