JAKARTA, investor.id - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal mencatatkan realisasi investasi hingga Rp 87 triliun menjelang akhir tahun 2024. Tiga besar yang menanamkan investasi di kawasan ekonomi ini bergerak di bidang industru fashion, renewable energey, otomotif, dan elektronik.
Head of Sales & Marketing PT Kawasan Industri Kendal (KIK) Juliani Sari Kusumaningrum mengatakan, per Juni 2024, realisasi investasi mencapai Rp 78 triliun, hingga saat ini diperkirakan realisasi investasi mencapai Rp 87 triliun, dengan memperhitungkan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap US$.
PT Kawasan Industri Kendal (KIK) merupakan satu-satunya pemegang status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis industri di Pulau Jawa yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 85 Tahun 2019.
Juliani mengatakan, sejak Kawasan Industri Kendal menjadi KEK pada 2019, total realisasi investasi di kawasan tersebut terus meningkat pesat. Dia menggambarkan, nilai investasi pada 2018 hanya Rp 7,8 triliun.
"Jadi kalau dibilang multiplier effect-nya itu banyak sekali. Bisa dibilang 2016-2024 bukan hanya nilai investasi, jumlah tenaga kerja yang terserap, lalu nilai ekspor juga naik pesat luar biasa," jelasnya.
KEK Kendal memiliki total luas 2.200 hektar. Saat ini KEK Kendal sedang dalam tahap pengembangan fase pertama seluas 1,000 hektar dengan total okupasi sudah 90%.
Juliani mengatakan, sebagai kawasan ekonomi khusus, KEK Kendal menawarkan beragam kemudahan bagi para investor untuk menjalankan usaha. Misalnya, pemberian tax holiday selama 10 sampai 20 tahun bagi investor, pembebasan bea masuk, hingga insentif PPN dan PPnBM.
KEK Kendal, katanya, juga memberikan kepercayaan, kemudahan perizinan dan operasional untuk semakin menarik minat investor.
Apalagi, kek kendal memiliki lokasi yang strategis untuk mengembangkan usaha. Kek Kendal terkoneksi langsung ke Pelabuhan Kendal dan berdekatan dengan Pelabuhan Internasional Tanjung Emas, tol Trans Jawa, hingga Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.
Berbagai faktor itu lantas membuat semakin banyak investor khususnya dari luar negeri yang berinvestasi di KEK Kendal.
Dikatakan Juliani, saat ini da 117 perusahaan yang tercatat menjalankan usaha di KEK Kendal. Sebanyak 40% pelaku industri di KEK Kendal berasal dari China, 11 persen dari gabungan negara seperti Korea selatan, India, Jerman, dan negara-negara lainnya, kemudian 49% di antaranya adalah investor lokal.
Salah satu perusahaan yang baru-baru ini menanamkan modal di KEK Kendal adalah pabrik bahan anoda baterai litium PT Indonesia BTR New Energy Material yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Keberadaan perusahaan raksasa penghasil anoda asal China ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Tanah Air.
"Total realisasi investasi di KEK Kensal sekarang sudah di angka Rp 87 triliun. Tentunya kita harus bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak, lalu juga dengan investasi yang lebih dari apa yang sudah kita capai," pungkas Juliani.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News