JAKARTA, investor.id – Vaksinasi HPV (Human Papiloma Virus) dapat menurunkan risiko kanker lebih dari 90%.
“Kita bersama meneguhkan komitmen untuk melawan ancaman besar dalam dunia kesehatan di Indonesia, yaitu kanker serviks. Dengan imunisasi, risiko kanker serviks dapat dihindari dengan efektivitas lebih dari 90%,” kata Managing Director MSD Indonesia George Stylianou dalam acara kampanye edukasi kesehatan bertema ‘Perempuan Indonesia Merdeka dari Bahaya Kanker Leher Rahim’ di Jakarta, Selasa (13/8/2024).
Untuk diketahui, WHO meluncurkan Strategi Global untuk Eliminasi Kanker Serviks yang menargetkan eliminasi kanker pada 2030. Strategi global ini memuat target 90-70-90, yakni 90% anak perempuan di bawah usia 15 tahun harus menerima vaksinasi HPV untuk mencegah terjadinya infeksi, 70% perempuan berusia 35 tahun dan 45 tahun harus diskrining menggunakan tes performa tinggi, dan 90% perempuan dengan lesi pra-kanker mendapatkan tata laksana sesuai standar.
Mendukung WHO, pemerintah Indonesia mendeklarasikan Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim di Indonesia (tahun 2023-2030), yang pelaksanaannya dipimpin oleh Kementerian Kesehatan.
Faktanya, mewakili Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, dr Yudhi Pramono, MARS, menyampaikan cakupan vaksinasi HPV yang menggembirakan.
“Cakupan imunisasi HPV saat ini telah mencapai 90% untuk dosis pertama, dan 95% untuk dosis kedua yang menunjukkan imunisasi HPV ini diterima secara luas. Untuk mewujudkan eliminasi kanker leher rahim diperlukan dukungan dan peran berbagai pihak untuk melakukan harmonisasi pelaksanaan imunisasi HPV, skrining HPV DNA, tata laksana lesi pra kanker dan kanker, sehingga dapat mencapai eliminasi kanker leher rahim yang tinggi dan merata. Kami ucapkan terima kasih kepada MSD Indonesia yang telah membantu program eliminasi kanker leher rahim ini dan seluruh mitra dan kementerian serta lembaga yang telah mendukung program ini,” kata dr Yudhi.
Menghemat BPJS
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kanker serviks menempati urutan terbanyak kedua yang dialami oleh perempuan. Pada kanker serviks, terdapat 36 ribu kasus kanker dengan tingkat mortalitas mencapai 20 ribu kematian di tahun 2022.
“Adapun pengeluaran BPJS Kesehatan untuk penanganan kanker menghabiskan biaya sebesar Rp5,9 triliun di tahun 2023. Dengan vaksinasi HPV, kita sekaligus dapat menghemat anggaran negara yang digunakan untuk penanganan penyakit tersebut,” ujar George Stylianou.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya menyampaikan Bio Farma berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan vaksin yang dibutuhkan dalam rangka mencegah kanker serviks. "Tentu kami sebagai perusahaan BUMN, berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan vaksin yang diperlukan oleh program pemerintah maupun masyarakat luas," katanya. Shadiq mengatakan, edukasi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan terkait pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi. Dengan kolaborasi tersebut, produk-produk vaksin yang diproduksi oleh MSD Indonesia akan dilakukan transfer teknologi dan pengetahuan kepada Bio Farma sehingga memiliki lokal konten yang lebih tinggi. “Harapannya agar semakin banyak cakupan vaksinasi bagi masyarakat, khususnya perempuan di usia-usia produktif,” tandas Shadiq.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News