
Jakarta: Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat terdapat 36 kasus
kekerasan di sekolah dengan 144 korban peserta didik sepanjang Januari-September 2024. Kasus kekerasan terjadi paling banyak di jenjang SMP/MTs.
"Mayoritas kasus terjadi di jenjang pendidikan SMP/MTs 36 persen, disusul SMA 28 persen," kata Sekjen FSGI Heru Purnomo dalam keterangan tertulis yang diterima
Medcom.id, Senin, 30 September 2024.
Kemudian, 22 persen kasus terjadi di jenjang SD/MI dan 14 persen sisanya terjadi di SMK. "Dari jumlah tersebut, 66,66 persen kasus terjadi pada satuan
pendidikan di bawah kewenangan Kemendikbudristek dan 33,33 persen terjadi di satuan pendidikan di bawah kewenangan Kementerian Agama," ungkap Heru.
Dia menyebut meskipun persentase kasus di satuan pedidikan di bawah Kemenag lebih sedikit, kekerasan yang terjadi sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, ditemukan peserta didik yang meninggal karena mengalami kekerasan fisik.
"Menimbulkan kematian empat orang peserta didik, berarti rata-rata ada peserta didik yang meninggal per 2 bulan karena kekerasan fisik di lingkungan pondok pesantren. Sedangkan, di satuan pendidikan di bawah Kemendikbudristek, tercatat ada tiga peserta didik meninggal dunia karena kekerasan fisik," tutur dia.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id(REN)