Program ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat rantai pasokan buah lokal, serta mendorong kemandirian dan daya saing petani di Indonesia. [520] url asal
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) turut andil mendukung pemberdayaan sektor pertanian, khususnya pada klaster buah kelengkeng. Dukungan yang dilakukan di Tuban, Jawa Timur, ini merupakan bagian dari program Klasterku Hidupku BRI.
Program Klasterku Hidupku bertujuan mengembangkan ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat rantai pasokan buah lokal, serta mendorong kemandirian dan daya saing petani di Indonesia.
Wiyono, salah satu anggota kelompok petani kelengkeng dari Desa Sugihan, Tuban, Jawa Timur, mengungkapkan kelompoknya kini beranggotakan sekitar 90 petani. Mereka mengelola lahan perkebunan seluas 30 hektare.
"Kami telah berinovasi dalam bercocok tanam untuk memastikan bahwa kelengkeng dapat dipanen secara terus-menerus, berbeda dengan tanaman jagung, cabai, dan kacang yang mereka tanam sebelumnya dan memerlukan penanaman kembali setelah setiap panen," ungkap Wiyono dalam keterangan tertulis, Senin (7/10/2024).
Ia mengatakan kelompoknya telah dikenal karena berhasil mengembangkan pertanian kelengkeng New Kristal. Hal ini pun membuat nama desanya dikenal karena kelengkeng kristalnya.
Untuk menarik pengunjung, pada tahun 2000 kelompok petani kelengkeng membangun agrowisata kelengkeng. Demi meningkatkan hasil produksi kelengkeng, para petani kelengkeng mendapatkan dukungan modal usaha dari BRI.
"Kemajuan yang kami dapatkan berkat kerja keras dan berkat dukungan BRI yang sangat mendorong perkembangan sektor pertanian. BRI memberikan pinjaman dengan suku bunga yang rendah, yang sangat meringankan beban petani, terutama dalam hal permodalan karena kelengkeng memerlukan modal yang besar," ujarnya.
Lebih lanjut, Wiyono menjelaskan kelompok petani Kelengkeng Desa Sugihan saat ini terus mengembangkan kelengkeng jenis New Kristal untuk memenuhi permintaan pasar. Jenis kelengkeng yang ditanam di dataran rendah ini memiliki keunggulan dapat berbuah tanpa mengenal musim serta memiliki daging yang tebal.
Adapun klaster Kelengkeng di Tuban merupakan satu di antara puluhan ribu klaster usaha di seluruh Indonesia yang telah mendapatkan manfaat pemberdayaan dari BRI. Hingga akhir Agustus 2024, BRI memiliki 32.449 klaster usaha yang diberdayakan di seluruh Indonesia.
Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari mengungkapkan program Klaster Usaha 'Klasterku Hidupku' ini menjadi wujud komitmen BRI dalam memberikan pendampingan maupun pemberdayaan. Dengan begitu, para pelaku UMKM mampu lebih tangguh dan naik kelas.
"Tidak hanya berupa modal usaha saja, tapi juga berupa pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya sehingga UMKM dapat terus tumbuh. Usaha yang dijalankan Kelompok Petani di Tuban diharapkan bisa mendorong perputaran ekonomi di sektor pertanian dan tentunya jadi kisah inspiratif yang bisa direplika oleh pelaku usaha lainnya," pungkasnya.
JAKARTA, investor.id - Kelompok Petani Perempuan Lestari Karisma dan Paguyuban Petani Lestari Boro merupakan kelompok petani kedelai lokal yang giat dan ulet membina perempuan di wilayah Kulon Progo untuk dapat mandiri dan berdaya. Pada pertengahan tahun ini, mereka berhasil menyelesaikan proses panen kedelai varietas Galunggung, Grobogan dan Wilis dengan hasil yang memuaskan dari aspek kualitas dan kuantitas.
Cuaca yang mendukung dan curah hujan yang mencukupi telah menjadi faktor penting keberhasilan panen kali ini. "Petani disini juga telah mempraktikkan kegiatan bertani dengan kembali pada tradisi menggunakan sistem non-monokultur, di mana satu lahan tidak hanya ditanami satu jenis tanaman saja. Pengolahan dilakukan secara alami, mulai dari menentukan benih, siklus tanam, sampai masa panen. Pupuk yang digunakan berasal dari olahan daun dan kotoran ternak," ungkap Herni, salah satu penggerak Paguyuban Petani Lestari Boro.
Tidak hanya fokus pada proses bercocok tanam tetapi kelompok tani ini juga secara rutin mengadakan berbagai pelatihan dan kegiatan yang bertujuan pada kedaulatan pangan bagi perempuan.
Misi tersebut sejalan dengan pilar keberlanjutan yang diusung PT FKS Multi Agro dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional, oleh karena itu pada 21 Juli 2024, PT FKS Multi Tbk Agro merealisasikan program penyerapan kedelai dari hasil panen kedua kelompok tani tersebut.
Sukis Rahardjo, Kepala Gudang PT FKS Multi Agro Tbk Semarang, menyatakan bahwa uji mutu telah dilakukan sebelum penyerapan ini direalisasikan. Menurutnya, kualitas kedelai tersebut sangat baik dan PT FKS Multi Agro Tbk siap menyerap sebanyak 20 ton kedelai untuk dapat didistribusikan kepada pengrajin tahu tempe khususnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Program serupa telah konsisten dilakukan PT FKS Multi Agro Tbk beberapa tahun terakhir sebagai upaya konkrit perusahaan untuk membantu penyerapan kedelai lokal sebagai dukungan atas program jangka panjang pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional
Editor: Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id