JAKARTA, investor.id – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukan laba bersih tahun berjalan bank only mencapai Rp 33,55 triliun atau tumbuh 6,50% year on year (yoy) pada Agustus 2024. Laba bersih tersebut menanjak lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Pada Juli 2024, Bank Mandiri mencetak laba bersih tahun berjalan secara individu mencapai Rp 29,22 triliun atau meningkat 6,52% (yoy).
Mengacu laporan keuangan yang telah dipublikasikan pada Senin (30/9/2024), BMRI mencatat pendapatan bunga mencapai Rp 72,63 triliun atau meningkat 13,00% (yoy) selama delapan bulan tahun berjalan. Sementara beban bunga naik 39,03% (yoy) menjadi Rp 23,12 triliun pada Agustus 2024.
Alhasil, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang berhasil diraup Bank Mandiri mencapai Rp 49,51 triliun. Angka ini meningkat 3,91% pada Agustus 2024, namun pertumbuhan sedikit melorot dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang naik 4,10%.
Salah satu yang ikut menyokong perolehan laba dari bank berlogo pita emas ini adalah pendapatan komisi dan administrasi yang meningkat sampai dengan 12,74%. Penghimpunan komisi selama Januari-Agustus 2024 mencapai Rp 11,36 triliun.
Di samping itu, beban kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) meningkat sedikit 5,48% (yoy) menjadi Rp 6,04 triliun. Hal ini menandai masih terkendalinya pengelolaan aset oleh Bank Mandiri.
Kredit dan DPK Tumbuh Tinggi
Dari sisi pendanaan, Bank Mandiri mencatat peningkatan deposito sebesar 16,91% (yoy) menjadi Rp 286,07 triliun. Pada gilirannya, deposito jadi salah satu yang mendongkrak dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 14,49% (yoy) menjadi Rp 1.302,80 triliun.
Sedangkan instrumen lainnya seperti tabungan giro naik 18,89% (yoy) menjadi Rp 541,09 triliun dan tabungan tumbuh 8,56% (yoy) menjadi Rp 475,62 triliun. Dengan demikian, total dana murah masih naik dalam kisaran tinggi yaitu 13,82% (yoy) menjadi Rp 1.016,72 triliun.
Dengan kinerja pendanaan seperti itu, rasio dana murah (current account saving account/CASA) dari BMRI tercatat berada di posisi 78,04% per Agustus 2024. Rasio CASA itu lebih rendah dibandingkan Juli 2024 yang sebesar 80,26% maupun dari Agustus 2023 yang sebesar 78,50%.
Di samping penghimpunan dana masyarakat via DPK, Bank Mandiri juga gencar dalam melakukan pendanaan melalui jalan lain guna memastikan ketahanan likuiditas. Tercermin dari peningkatan pinjaman yang diterima BMRI sebesar 33,30% menjadi Rp 65,89 triliun.
Fokus Bank Mandiri dalam pendanaan fokus dilakukan melalui penghimpunan DPK dan pinjaman dari pihak lain. Mengingat surat berharga yang diterbitkan cenderung menurun cukup dalam 41,37% (yoy) menjadi Rp 26,38 triliun hingga Agustus 2024.
Masifnya Bank Mandiri dalam menghimpun pendanaan jadi respons perusahaan untuk tetap mendukung penyaluran kreditnya. Sampai dengan Agustus 2024, kredit dari Bank Mandiri masih tumbuh dalam kisaran tinggi yakni 22,60% (yoy) menjadi Rp 1.222,12 triliun.
Tren kredit itu mengerek total aset BMRI yang menembus 1.784,43 triliun atau merangsek 16,53% (yoy). Sejalan perilaku pendanaan, liabilitas juga naik 17,59% (yoy) menjadi Rp 1.543,94 triliun. Kemudian menghasilkan ekuitas 240,49 triliun atau naik 10,11% (yoy) pada Agustus 2024.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News