JAKARTA, investor.id - Saham PT Kliniko Karya Imaji Tbk (KLIN) kembali melonjak 9,91% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 122 pada sesi I perdagangan 29 Oktober 2024.
Saham Kliniko Karya Imaji tercatat di papan akselerasi sehingga punya batas auto reject 10%.
Saham KLIN selalu ditutup di zona hijau sejak perdagangan 15 Oktober sampai dengan 28 Oktober kemarin. Dalam sebulan terakhir saham Kliniko Karya Imaji tiba-tiba melambung 238,89%, dan dalam tiga bulan terakhir terbang 510%.
Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat meminta penjelasan terkait volatilitas saham Kliniko Karya Imaji. Hal tersebut terungkap dari keterbukaan informasi KLIN dalam menjawab permintaan BEI itu.
Salah satu pertanyaan BEI adalah terkait apakah ada rencana pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di perseroan.
Investor
Direktur Klinko Karya Imaji (KLIN), Sisse Paloma menjelaskan, sesuai informasi yang diterima perseroan dari pemegang saham utama, terdapat prospek investor yang berminat untuk berinvestasi pada saham perseroan.
“Dalam hal terjadinya transaksi, pemegang saham utama dan prospek investor akan mengikuti ketentuan POJK No. 9/2018,” papar Sisse belum lama ini.
Per 30 September 2024, 63,63% saham KLIN dikuasai Anggun Satriya Supanji, dan 15,92% saham dipegang Sisse Paloma. Keduanya adalah pengendali sekaligus penerima manfaat akhir perseroan.
Klinko Karya Imaji merupakan perusahaan penghasil produk kebersihan dengan kandungan material daur ulang limbah tekstil yang telah terimplementasi di 90% produknya melalui aplikasi benang sebagai unsur utama produk seperti kain pel, mop, dan keset.
Sebagaimana diketahui, selain KLIN, telah ada emiten akselerasi lainnya, yakni PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK) yang sahamnya melambung. Di sesi I 29 Oktober, saham PACK kembali melonjak 8,82% ke Rp 74. Dalam tiga bulan terakhir saham PACK melesat 131,25%. Saham PACK lari lantaran diakuisisi 49% sahamnya oleh PT Eco Energi Perkasa (EEP).
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News