#30 tag 24jam
7 Komika Asal Sumatra Utara yang Sukses di Dunia Hiburan Tanah Air
Komika Indonesia berasal dari berbagai provinsi, salah satunya Sumatra Utara (Sumut). Ini komika Indonesia terkenal yang berasal dari Sumatra Utara. [449] url asal
#komika #komika-indonesia #indra-jegel #bene-dion #oki-rengga #lolox #bonar-manulu
(MedCom) 05/11/24 16:42
v/17516031/
Jakarta: Komika perlahan mendominasi industri hiburan Tanah Air. Mereka datang dari berbagai provinsi di Indonesia, salah satunya adalah Provinsi Sumatra Utara (Sumut).Para Komika asal Sumut telah berhasil membuktikan bakat mereka dalam menghibur penonton dengan materi-materi segar dan berkualitas. Mereka pun mampu meraih popularitas dan kesuksesan besar di industri hiburan Indonesia.
Lantas, siapa saja komika Indonesia yang berasal dari Sumatra Utara? Yuk kenalan dengan komika-komika hebat ini:
1. Indra Jegel
Indra Gunawan atau yang lebih dikenal dengan nama Indra Jegel, lahir di Binjai, Sumatera Utara, pada 5 November 1989. Ia memulai kariernya melalui ajang Stand Up Comedy Indonesia pada tahun 2013.Indra dikenal dengan gaya komedinya yang santai dan kocak, serta kemampuannya dalam membawakan materi yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Selain menjadi komika, ia juga seorang aktor yang sudah membintangi sejumlah film populer.
| Baca juga: Profil Indra Jegel: Komika Asal Binjai yang Terkenal sampai Malaysia |
2. Bene Dion

Bene Dion. Foto: Instagram
Komika bernama lengkap Bene Dionysius Rajagukguk ini lahir di Dolok Masihul, Sumatra Utara, pada 2 Maret 1990. Bermula dari komunitas Stand Up Indo Jogja, Bene kini menjadi salah satu komika yang sukses.
Tak hanya itu, Bene Dion juga menjadi salah satu penulis di film Warkop DKI Reborn serta sutradara di Ghost Writer, Ngeri-Ngeri Sedap dan Ganjil Genap.
3. Lolox
Lolox, yang memiliki nama asli Dennis Ricardo, adalah komedian kelahiran Medan, 13 Mei 1989. Ia mengawali kariernya sebagai penyiar radio, sebelum akhirnya terjun ke dunia komedi. Lolox dikenal dengan gaya komedinya yang unik dan nyentrik, serta logat medan yang kental.4. Oki Rengga

Oki Rengga. Foto: Instagram
Oki Rengga adalah komedian sekaligus aktor kelahiran Medan, 26 Juni 1990. Ia pernah menjadi kiper klub sepakbola PSMS Medan, sebelum banting setir menjadi seorang pelawak. Ia juga merupakan runner up Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim kedelapan.
| Baca juga: 5 Komika Indonesia Ini Pandai Bermusik, Ada yang Raih AMI Awards! |
5. Bonar Manalu
Akrab dipanggil ‘Bonar’, komika satu ini merupakan peserta dalam kompetisi Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV (2022). Sekarang ia aktif membuat konten komedi bersama istri di Instagram pribadinya dan tampil di sejumlah show komika.6. Rizky Teguh
Rizky Teguh atau Rizteg merupakan komika yang aktif di komunitas Stand Up Indo Medan. Ia lahir pada 24 Februari 1995 di Medan, Sumatra Utara. Hingga kini Rizky Teguh aktif membuat konten komedi di Instagram pribadinya.7. Bebe Cabita

Bebe Cabita. Foto: X
Yang terakhir namun tak kalah populer adalah mendiang Bebe Cabita. Meskipun telah tiada, nama komika Indonesia ini akan selalu diingat dalam industri hiburan Tanah Air.
Semasa hidupnya, ia aktif di media sosial dengan menunggah konten komedi segar. Namanya kemudian semakin melejit setelah membintangi sejumlah film seperti Comic 8, Single, dan Warkop DKI Reborn.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(SUR)
Profil Muhadkly Acho: Komika sekaligus Sutradara yang Sempat Diserang Netizen X
Muhadkly Acho sempat jadi bulan-bulanan netizen karena cuitannya. Ini profil lengkap komika sekaligus sutradara film Agak Laen. [412] url asal
#komika #komika-indonesia #muhadkly-acho #profil-muhadkly-acho
(MedCom) 16/10/24 12:55
v/16551981/
Jakarta: Muhadkly Acho belum lama ini jadi bulan-bulanan netizen karena cuitannya yang diduga ditujukkan untuk Timnas Indonesia. Yuk, tengok profil lengkap komika sekaligus sutradara film “Agak Laen”.Pada 11 Oktober lalu, Muhadkly Acho membuat cuitan yang menyinggung perkara zalim dan tidak adil. Netizen berpikir, itu adalah sindiran untuk Timnas Indonesia yang sedang ditahan imbang Bahrain pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Liat yang biasa zalim dan tidak fair terus tiba-tiba dizalimi dan diperlakukan tidak fair sih gua senang-senang aja yah," tulis Acho di X.
Tudingan netizen lantas dibantah oleh komika tersebut. Bahkan Ernest Prakasa, rekan sesama komika Acho, turut membelanya. Kendati begitu, sejumlah netizen masih tidak percaya.
| Baca juga: Deretan Film Komedi dengan Komika Jadi Pemeran Utama, Dijamin Kocak! |
Profil Muhadkly Acho
Berkenalan lebih jauh, Muhadkly Acho lahir dengan nama lengkap Muhadkly Makkatutu Temmalengkang. Ia merupakan seorang multitalenta di dunia hiburan tanah air yang dikenal sebagai komika, penulis, aktor, hingga sutradara.Lahir di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 16 Oktober 1983, Acho memulai kariernya sebagai komika dalam acara "Stand Up Comedy Show". Ia juga kerap mengangkat tema politik yang dapat disaksikan lewat penampilannya dalam Provocative Proactive: Stand Up Night 3 "Really Bites." maupun #DearJokowi.
Pada 2014, Acho kemudian melebarkan kariernya ke dunia akting. Perlahan-lahan, namanya mulai dikenal sebagai aktor setelah memerankan tokoh Ucup di film Bajaj Bajuro the Movie.
Di tahun berikutnya, Acho mendapatkan kesempatan sebagai pemeran utama dalam film Catatan Akhir Kuliah. Setelahnya, ia sering wara-wiri di layar lebar seperti dalam film Ngenest (2015), Koala Kumal (2016), 5 Cowok Jagoan: Rise of the Zombies (2017), Yowis Ben (2018), Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan (2019), dan Ngeri-Ngeri Sedap (2022).
| Baca juga: Tak Hanya Jago Melawak, 6 Komika Indonesia Ini Sukses Jadi Sutradara |
Nama Muhadkly Acho lalu semakin dikenal masyarakat usai menyutradarai film Agak Laen. Film yang rilis pada Februari 2024 ini sukses di tangga box office Indonesia. Film komedi horor yang ia tulis ini meraih setidaknya 9,1 juta penonton selama 98 hari penayangan
Keberhasilan Acho sebagai sutradara tidak lepas dari perjalanan panjang yang ia lalui. Dalam sebuah wawancara, Acho mengaku sempat merasa tidak percaya diri untuk menyutradarai aktor-aktor senior yang terlibat dalam film perdananya. Namun, dengan ketekunan dan jiwa petualang, Acho mampu membuktikan kualitasnya.
Tak hanya eksis menjadi komika, aktor, dan sutradara, Acho juga pernah menjadi pengembang naskah, penulis skenario, bahkan konsultan komedi di beberapa judul film. Pengalaman dan pengetahuannya di bidang humor sangat dihargai oleh rekan-rekan seprofesinya.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(SUR)
Profil Indra Jegel: Komika Asal Binjai yang Terkenal sampai Malaysia
Nama Indra Jegel semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia. Ia merupakan komika asal Binjai jebolan dari SUCI 6. [321] url asal
#indra-jegel #komika-indonesia #komika #profil-indra-jegel #perjalanan-karir-indra-jegel
(MedCom) 29/09/24 16:22
v/15725281/
Jakarta: Nama Indra Jegel semakin dikenal oleh masyarakat, khususnya pencinta komedi. Bahkan belum lama ini, ia dinobatkan sebagai komika terfavorit di ajang penghargaan Anugerah Komedi Indonesia (Anukom) 2024.Tak hanya di Indonesia, Indra Jegel juga sudah terkenal sampai ke negeri jiran Malaysia, lho. Komika laki-laki yang identik dengan logat Melayu ini sering kali diundang untuk mengisi acara stand up comedy di negara tersebut.
| Baca juga: Calon Bintang Film Comic 8 Revolution Dikarantina, Diawasi 24 Jam |
Profil Indra Jegel
Bernama asli Indra Gunawan, Indra Jegel lahir di Binjai, Sumatra Utara, pada 5 November 1989. Ia telah terjun sebagai pelawak tunggal sejak dirinya masih berstatus sebagai mahasiswa.Awalnya, Indra Jegel bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Medan ketika komunitas tersebut didirikan pada tahun 2012. Kemampuannya dalam menyampaikan materi yang segar dan menghibur lalu membawanya ke sejumlah kompetisi stand up comedy.
Misalnya pada tahun 2014, Indra bersma aLolox, Ridho, dan Cacink Newe tampil di kompetisi Liga Komunitas Stand Up Kompas TV. Mereka berhasil menjuarai kompetisi tersebut.
Pada tahun 2015, ia dipercaya menjadi pengisi acara StandUpFest yang diselenggarakan di Jakarta. Lalu pada tahun 2016, Indra Jegel menjadi salah satu finalis di Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 6. Indra pun berhasil menunjukkan bakatnya dan mendapat perhatian publik.
| Baca juga: Tak Hanya Jago Melawak, 6 Komika Indonesia Ini Sukses Jadi Sutradara |
Menjadi Aktor dan presenter

Indra Jegel. Foto: Instagram
Bukan hanya eksis sebagai komika, Indra Jegel juga dikenal sebagai aktor. Ia pernah membintangi sejumlah film, di antaranya "The Guys," “My Stupid Boys,” "Agak Laen," “Ngeri-Ngeri Sedap”, “Miracle in Cell No. 7,” hingga "Satria Dewa: Gatotkaca."
Indra Jegel kemudian menjajal peruntungan sebagai presenter. Ia membawakan beberapa acara talk show dan mendapat apresiasi atas kemampuannya dalam memandu acara dengan gaya yang santai dan menghibur.
Indra Jegel merupakan sosok seniman berbakat yang telah mengukir prestasi di berbagai bidang hiburan. Dengan kemampuannya yang mumpuni dalam komedi, akting, dan presenting, ia terus menginspirasi dan menghibur masyarakat Indonesia.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(SUR)
Tak Hanya Jago Melawak, 6 Komika Indonesia Ini Sukses Jadi Sutradara
Banyak komika yang bantng stir ke dunia perfilman untuk menjadi sutradara. Ini 6 komika Indonesia yang sukses jadi sutradara. [692] url asal
#komika #komika-indonesia #stand-up-comedy #raditya-dika #ernest-prakasa #pandji-pragiwaksono #bene-dion #muhadkly-acho #arie-kriting
(MedCom) 22/09/24 14:44
v/15397296/
Jakarta: Industri hiburan tanah air sedang diramaikan oleh para pelaku stand-up comedy atau dikenal sebagai komika. Selain menghibur dengan celotehan jenaka di atas panggung, kini banyak komika merambah ke dunia perfilman.Komika di dunia perfilman tidak hanya berperan sebagai aktor, tetapi juga sutradara. Salah satu komika yang sukses banting setir menjadi sutradara adalah Raditya Dika dengan film populernya seperti Malam Minggu Miko, Marmut Merah Jambu, dan Hangout.
Komika Indonesia yang Sukses Jadi Sutradara
Tak hanya Raditya Dika, banyak komika yang tak kalah eksis di dunia perfilman. Yuk, kenalan dengan para komika Indonesia yang sukses jadi sutradara:| Baca juga: Jadi Suami Istri, Ariel Tatum Keluhkan Sikap Cuek Raditya Dika |
1. Raditya Dika

Foto: Instagram
Siapa yang tidak kenal dengan Raditya Dika? Nama salah satu komika ini bahkan sudah dikenal oleh masyarakat awam, yang bukan penikmat stand-up comedy. Selain pelawak tunggal, pria akrab disapa Radit ini juga seorang penulis buku dan sutradara.
Komika berusia 39 tahun ini memulai debutnya sebagai sutradara pada tahun 2014 dengan film "Marmut Merah Jambu", yang diangkat dari novel karyanya sendiri. Film ini juga meraih kesuksesan besar.
Kemampuannya dalam menyutradarai film semakin terasah. Ia kemudian mengarahkan beberapa film lainnya, seperti "Koala Kumal" (2016), "Hangout" (2016), dan lainnya. Film-film tersebut menuai pujian dari kritikus dan penonton.
2. Ernest Prakasa

Foto: Instagram
Ernest Prakasa berhasil menduduki posisi ketiga dalam ajang Stand Up Comedy Indonesia tahun 2011. Ia pun sangat dikenal luas di kalangan masyarakat berkat penampilan yang khas dan materi komedi yang cerdas.
Sukses sebagai komika tak membuat Ernest Prakasa merasa puas. Ia memiliki keinginan untuk berkarya lebih luas di dunia hiburan, khususnya di bidang perfilman. Pada tahun 2013, ia lantas terjun ke dunia perfilman sebagai sutradara dan penulis skenario.
Film perdana berjudul "Ngenest" menjadi awal kesuksesannya sebagai sutradara. Film tersebut mendapat sambutan hangat dari penonton dan kritikus film. Kesuksesan ini terus berlanjut pada film-film berikutnya, seperti "Cek Toko Sebelah" dan "Imperfect: Karir, Cinta, dan Timbangan".
| Baca juga: Profil Singkat 6 Komika Perempuan Indonesia, Ada Aci Resti hingga Arafah Rianti |
3. Pandji Pragiwaksono
Nama komika lain yang tak kalah mentereng di dunia perfilman adalah Pandji Pragiwaksono. Komika senior ini memulai debutnya sebagai sutradara pada tahun 2018 lewat film berjudul Partikiler Movie.Tidak berhenti di situ, Pandji juga menjajal dunia produksi dengan menggarap web series berjudul "Name For A Band." Web series ini diangkat dari seri YouTube milik istrinya, Gamila Arief.
4. Bene Dion

Foto: Instagram
Komika lain yang sukses menjadi sutradara adalah Bene Dion. Berasal dari Tebing Tinggi, ia menyutradarai film Ghost Writer (2019) yang bergenre horor komedi. Film tersebut berhasil menjadi salah satu film terlaris pada masanya.
Kesuksesan Bene berlanjut dengan film "Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1" dan "Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2" yang ia tulis skenarionya. Pada tahun 2022, Bene Dion kembali menunjukkan kemampuannya sebagai sutradara melalui film "Ngeri-Ngeri Sedap".
Bene Dion berhasil membuktikan bahwa kesuksesan sebagai sutradara dan penulis skenario dapat dipelajari secara otodidak. Film-film yang ia garap mendapat apresiasi dan pengakuan dari masyarakat luas.
| Baca juga: Mengenal Comika.id: Siapa Saja Komika yang Tergabung di Sini? |
5. Arie Kriting
Lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara, Arie Kriting mengawali kariernya sebagai komika pada tahun 2012 melalui ajang Stand-Up Comedy Indonesia (SUCI) Kompas TV. Ia dikenal dengan gaya komedinya yang kritis dan sering mengangkat isu-isu sosial dalam materinya.Arie juga aktif sebagai aktor, penulis, dan sutradara. Ia pernah membintangi beberapa film, di antaranya "Comic 8", "Posesif", dan "Galih dan Ratna". Sedangkan debut penyutradaraannya melalui film "Kaka Boss" yang tayang pada 29 Agustus 2024 lalu.
6. Muhadkly Acho

Foto: Instagram
Muhadkly Acho mengawali kariernya sebagai pelawak tunggal yang piawai memainkan diksi unik dalam materi komedinya. Selain stand-up comedy, ia juga merambah dunia akting. Ia debut sebagai aktor dalam film "Luntang Lantung" pada tahun 2014.
Tak puas hanya di depan kamera, Muhadkly Acho melebarkan sayapnya sebagai penulis skenario dan sutradara melalui film "Gara-Gara Warisan”. Film tersebut sukses besar dan membawa namanya sebagai sutradara muda yang berbakat.
Prestasi Muhadkly Acho tak berhenti sampai di sana. Ia kembali mengukir sejarah dengan menyutradarai film "Agak Laen", yang menjadi film komedi Indonesia terlaris sepanjang masa dengan jumlah penonton lebih dari 7 juta orang.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(SUR)
5 Contoh Naskah Stand Up Comedy untuk Pelajar, Dijamin Bikin Ngakak
Naskah stand up comedy untuk pelajar berikut ini bisa dijadikan sebagai referensi oleh komika pemula. - Bagian all [1,907] url asal
#stand-up-comedy #komika #komedi
(iNews - Terkini) 20/09/24 20:57
v/15304080/
JAKARTA, iNews.id - Naskah stand up comedy untuk pelajar berikut ini bisa dijadikan sebagai referensi oleh komika pemula. Tema yang disampaikan biasanya terinspirasi dari kehidupan sehari-hari.
Menuliskan sebuah naskah stand up comedy untuk pelajar nyatanya memang sedikit sulit. Meski begitu, hal tersebut bukan suatu hal yang mustahil. Jika sejak umur belia sudah mendalami dunia stand up, bukan tidak mungkin bisa jadi komika baru di masa depan.
Biasanya, tema stand up comedy tentang dunia sekolah biasanya terinspirasi dari berbagai masalah yang kerap dialami oleh para pelajar dan guru. Meski begitu, pendengar maupun audiens tetap diajak untuk melihat sisi lucu dari permasalahan yang ada.
Lantas, seperti apa bentuk naskah stand up comedy untuk pelajar yang baik dan benar? Untuk mengetahui, berikut iNews.id berikan informasinya dilansir dari berbagai sumber, Jumat (20/9/2024).
Gue itu sering banget terlambat nyampe sekolah. Yang paling ngeselin dari terlambat adalah, gue harus rela dipermalukan di depan kelas. Iya, ada seorang guru (nama disamarkan) yang suka banget mempermalukan gue.
Sebutlah Namanya Pak Bunga. Itu nama samaran, ya. Nama aslinya Pak Raflesia Arnoldi. Jadi, pak bangkai ini kayaknya puas banget kalau udah bisa nge-bully murid. Kayak waktu itu. Gue akhirnya berdiri di depan kelas gegara terlambat. “Ken ini sebenarnya ganteng,” kata pak bangkai sambil ngeliatin gue dari ujung kepala sampai ujung kaki.
“Tapi sayangnya badannya kecil, kerempeng. Kalau ada temannya bersin pasti dia mental” Lanjutnya.
Itu, anak-anak sekelas puas ngetawain gue men! Sialan.
“Tapi dia cocok loh jadi bintang iklan,” lanjutnya lagi.
“Hah serius pak?” tanya gue.
“Iya, saya serius.” Akhirnya ini orang memuji juga. Gue menepuk dada. Hahha! Ken gitu loh!
“Tapi, iklan obat cacing,” lanjutnya.
Gue Kiky, selamat malam.
Halo, Kenalin, nama saya Gondes. Singkatan dari gondrong ndeso.
Sudah tahu ya? Ya udah, kalo gitu saya pamit.
Biarpun ndeso, saya adalah mantan murid yang dulu juga pernah duduk di bangku sekolah. Sayang sekali, bangkunya digerogoti rayap. Terpaksa saya duduknya lesehan.
Tapi maaf, saya tak mau dibilang pernah makan sekolahan. Karena saya bukan rayap. Hanya mirip aja.
Ini serius. Waktu saya sekolah dulu sistem pendidikannya lain. Dulu nggak ada yang namanya uang gedung, uang bangku, uang pangkal, dan uang lainnya kayak sekarang. Ada juga uang tikar dan uang gopek gambar monyet. (Diam sejenak, kasih kesempatan beberapa penonton ketawa. Poin yang kadang terlupa oleh comic saat pentas stand up comedy)
Tuh, mbahnya (monyet) pada ketawa.
Itu sebabnya banyak kursi di kelas yang rusak. Terpaksa diganti tikar. Dan kalo udah duduk di atas tikar tuh, bulu kuduk jadi merinding semua. Beneran. Soalnya, tikarnya itu bekas dipakai buat alas orang meninggal alias mayat! Hii… serem!!
Tapi murid-murid jaman dulu tuh punya sopan santun dan rasa hormat pada guru serta kreatif banget. Misalnya nih, pas gurunya datang. Para murid berebut membawakan tasnya. Tentu saja sambil ngintip bocoran soal ujian di dalamnya.
Kalo murid jaman alay mah beda. Liat gurunya datang bawa tas besar, bukannya bantuin malah diketawain sambil bisik-bisik, “tuh, si botak lagi bawa kompor gas. Cepetan panggil pemadam kebakaran.”
Itu kan kurang ajar bingits namanya? Pake nyindir Indro Warkop lagi.
Contoh lainnya nih. Jaman dulu, bu guru cerewet dan galak itu ditakuti murid. Sekarang, bu guru cerewet dan galak itu… ditakuti suaminya.
Iya. Ortu jaman dulu tak bakalan nuntut kalo misalnya anaknya dipukul pake penggaris karena nakal atau tak ngerjain Pe-eR. Mereka sadar, guru tak mungkin mukul muridnya sendiri jika tak berbuat kesalahan alias terpaksa. Si murid juga tak bakalan berani mengulangi kesalahannya kembali. Kecuali… terpaksa!!
Jaman masa kini? Jangankan dipukul pake penggaris, dipelototin dikit aja langsung lapor ke komnas perlindungan anak. Katanya yang diancamlah… Yang melakukan perbuatan tidak menyenangkanlah… Udah gitu, pake ngundang wartawan lagi. Kan kasihan para guru yang matanya belok.
Tapi emang tak bisa dibandingin masa dulu ama masa sekarang. Pola pendidikan kan juga harus ngikutin perkembangan jaman. Tak mungkinlah di era internetisasi ini kita stagnant kayak jaman dulu. Misalnya nih, pas pelajaran biologi. Guru bio ngasih tugas, besok harus bawa contoh tanaman obat. Saya dulu nyari temulawak, kunyit, lengkuas di kebon atau sawah.Beda ama sekarang. Disuruh bawa tanaman obat, nyarinya di apotek.
Ya, emang bener sih. Di apotek emang banyak tanaman obat, tapi dalam bentuk ekstrak kapsul.
Yang paling lucu tuh, ponakan saya. Waktu teman-temannya sibuk nyari kunyit buat tugas praktek di sekolah, dia malah asik internetan. Waktu saya tanya, kenapa tak nyari bareng teman-teman? Dia jawab, “Ini juga lagi nyari, Om. Di Google…”
Ngomong soal Google, saya ingat materi stand up comedy tentang pendidikan paling ngaco yang pernah saya baca. Kalau tak salah judulnya… (pura-pura mikir gaya Cak Lontong). Sudahlah saya lupa. Nanti aja saya tanyain lagi ke Mbah Google.
Oya saya ingat. Judulnya Semar vs Google. Kata si penulis naskah stand up comedy yang ditulis dalam bahasa Jawa, pendidikan di Indonesia itu udah didikte oleh Google. Katanya, guru jaman sekarang malas untuk baca buku modul materi pembelajaran yang dikasih oleh diknas. Mereka lebih suka nyari bahan materi di Google. Alasannya lebih simpel dan cepat. Kita tinggal ketik keyword, materi yang diinginkan langsung keluar semua. Termasuk juga foto narsis beserta status teman-temannya…
Makanya kalau ada bu guru yang ngajar di kelas bawa laptop, muridnya harus curiga. Jangan-jangan lagi buka facebook. Untuk mengetahui gurunya lagi baca status apa, mudah kok. Perhatikan aja cara dia nerangin mata pelajaran. Jika penuh semangat, berarti baru aja baca statusnya Mario Teguh. Jika mukanya sedih, artinya dia baca status galau. Kalau sambil marah-marah, berarti lagi dapet.
Para murid juga gitu. Mereka kurang jelas jika diterangin oleh gurunya. Mereka lebih jelas jika diterangin oleh lampu.
Oke guys, saya Gondes.
Terima kasih dan sampai jumpa.
Sekolah itu nggak afdol kalo belum dikasih PR. Tapi, kadang gue itu males banget ngerjain PR. Akhirnya PR gue kerjain di sekolah, gue berusaha berangkat pagi-pagi. Rajin banget pagi-pagi udah berangkat, padahal biar sempet ngerjain PR di sekolah.
Yang gue sebel tuh kalo ada temen yang nyontek tapi nggak dikasih, gue dibilang pelit. Gue bukannya pelit, tapi dilema tau nggak sih. Nggak dikasih contekan dibilang pelit, mau ngasih contekan juga nggak baik. Yang lebih nyebelin tuh gini, gue ngasih contekan ke temen, eh nilai dia lebih tinggi dari gue.
Waktu gue sekolah pernah guru ngasih tugas buat ngerjain LKS. Trus temen-temen pada belum selesai, aku udah selesai. Gue merasa bangga dong. Trus guru itu deketin gue, kirain gue mau dipuji eh malah dimarahi gara-gara di LKS gue tulis “harga eceran Rp50.000”.
Kalo habis ulangan biasanya ada remidi buat para siswa yang nilainya nggak tuntas. Dengan ikut remidi, siswa berkesempatan memperbaiki nilai. Tapi, kadang soal remidi malah lebih susah dari soal ulangannya.
Gimana ceritanya? Ini ibarat driver Gojek disuruh balapan sama Valentino Rossi. Ngomongin Rossi gue jadi inget MotoGP. Ada yang bilang kalo Marquez itu hebat karena motornya yang emang cepat. Ya iyalah, coba kalo Marquez balapannya pake Mio, yang lain pake motor 1.000 cc, balapannya di Jakarta, Jakartanya lagi banjir. Yang menang Marquez lah, soalnya balapannya jadi lomba dorong motor.
Kalo hari Senin sekolah biasanya ngadain upacara. Dulu lapangan sekolah gue masih tanah, jadi kalo lapangannya becek nggak upacara. Makanya dulu gue seneng banget kalo hari Minggu hujan, berharap lapangan sekolah becek. Tapi, kalo gak hujan, hujan tapi lapangan tidak becek, masih ada harapan. Kali aja pagi-pagi hari senin gerimis.
Di sekolah tuh ada yang namanya ujian nasional, atau disingkat UN. UN di Indonesia tuh nggak jauh-jauh dari yang namanya bocoran. Temen-temen pada patungan buat beli kunci jawaban UN. Sebelum UN pada anak-anak pada sibuk nyatet bocoran.
Kalo gue sih enggak, nggak ikut patungan. Parahnya nih, ada yang nulis bocoran di mushola, biar nggak ketahuan. Mungkin malaikatnya bilang gini, “Alhamdulillah anak-anak sebelum mengikuti UN mau doa berjamaah dulu, mau solat dhuha”. Begitu pada masuk sekolah, eh malah pada nulis bocoran. Malaikat di-PHP-in.
Pas UN dimulai, awalnya anteng, lama-lama nyontek. Lu tau dong kode-kode nyontek gimana, misalnya kalo jawabannya A pegang alis. Yang nggak sempet nyontek, pake metode ngitung kancing. Ada yang malah ngawasin pengawas.
Sekolah itu belum lengkap rasanya kalau belum diberi Tugas Rumah (TR). Namun, terkadang saya sungguh malas mengerjakan TR. Akhirnya, saya mengerjakan TR di sekolah, dan berusaha bangun pagi-pagi.
Saya rajin banget bangun pagi agar ada waktu untuk mengerjakan TR di sekolah. Tetapi, yang membuat saya kesal adalah jika ada teman yang mencontek tapi saya tidak memberi, saya dianggap pelit.
Sebenarnya, saya bukan pelit, tapi saya hanya dalam dilema, tahu nggak? Jika saya tidak memberi contekan, saya dianggap pelit, tapi jika saya memberi contekan, itu juga tidak baik. Yang lebih menjengkelkan adalah saat saya memberi contekan kepada teman, tapi nilai mereka justru lebih tinggi daripada saya.
Saat sekolah dulu, ada tugas membuat Lembar Kerja Siswa (LKS). Teman-teman masih sibuk mengerjakan, tetapi saya sudah selesai. Saya merasa bangga, tapi tiba-tiba guru mendekati saya. Saya kira akan dipuji, ternyata saya malah dimarahi karena di LKS saya masih ada tulisan harga eceran Rp50.000.
Setelah ujian, biasanya ada remidi bagi siswa yang nilai ujiannya tidak mencukupi. Melalui remidi, siswa berkesempatan memperbaiki nilai. Namun, terkadang soal remidi justru lebih sulit daripada soal ujian awal.
Ini seperti meminta seorang pengemudi Gojek untuk balapan melawan Valentino Rossi. Speaking of Rossi, saya jadi teringat MotoGP. Ada yang mengatakan bahwa Marquez hebat karena motornya memang cepat.
Tentu saja, coba bayangkan jika Marquez balapan dengan menggunakan motor Mio, sedangkan yang lain menggunakan motor 1.000 cc, dan balapannya digelar di Jakarta saat banjir. Tentu yang menang akan tetap Marquez, karena balapan menjadi perlombaan mendorong motor.
Pada hari Senin, biasanya diadakan upacara di sekolah. Dulu, lapangan sekolah saya masih berupa tanah, sehingga jika lapangan becek, upacara dibatalkan. Oleh karena itu, saya senang jika hari Minggu hujan, berharap lapangan sekolah menjadi becek. Namun, jika tidak hujan atau meski hujan tapi lapangan tidak becek, saya masih mempertahankan harapan. Siapa tahu pagi hari Senin ada gerimis.
Teman-teman, kalian tahu nggak sih, dulu waktu masih sekolah, guru-guru suka banget ngasih tugas yang katanya "mudah kok, cuma 1 halaman aja." Terus tau nggak, pas kita buka bukunya, malah ada 10 pertanyaan yang panjangnya setengah halaman! Itu gimana nggak bikin bingung? Sekarang jadi flashback trauma tiap kali lihat buku setebal ini, "Waspada, ini bukan 1 halaman!"
Ingat nggak dulu pas ujian? Kita kayak lagi di medan perang. Matahari yang mengejek kita dari jendela, dan papan tulis yang kayak peta konflik yang nggak ada jalan keluarnya. Nah, pas ngeliat soal nomor satu, rasanya kayak nemu harta karun.
Tapi begitu baca soal nomor dua, "Halah, udah ketemu batu biasa aja ternyata!" Ini kayak petualangan Indiana Jones, cuma bedanya nggak ada Harrison Ford dan ada banyak kertas-kertas yang bikin galau.
Pernah nggak sih kalian mikir, kenapa sih disebut "bel" saat istirahat? Padahal bunyi bel itu kayak tanda-tanda perang, kan? Kalo dipikir-pikir, ya jangan-jangan guru-guru itu tukang spionase dan bel itu kode rahasia, "Waktunya, teman-teman, mereka tahu kita ada di mana!" Terus, kita semua langsung lari ke kelas.
Tapi, teman-teman, kita patut berbangga, kita sudah melewati semua itu dengan tegar. Kita sukses melalui ujian-ujian yang menghadang dengan hati penuh keberanian atau setidaknya dengan stok persediaan cemilan yang cukup untuk bertahan.
Ingat, pendidikan itu kayak hidup, kadang suka rumit, nggak selalu bisa diatur, tapi pasti ada momen-momen lucu di dalamnya yang bikin kita tetap semangat dan tersenyum. Terus, jangan lupa, kalau lihat guru, beri senyuman karena mereka jugalah yang bikin kita pintar, walau terkadang juga bikin pusing!
Demikian ulasan mengenai naskah stand up comedy untuk pelajar. Semoga bermanfaat!
Editor: Komaruddin Bagja
Komika dan Aktor Ramaikan Aksi di Depan Gedung DPR, Sampaikan Harapan Ini
Komika yang ikut aksi di antaranya Bintang Emon, Arie Keriting, dan Mamat Alkatiri. [484] url asal
#komika-aksi-gedung-dpr #kondisi-terkini-gedung-dpr #uu-pilkada-putusan-mk #gedung-dpr-ri #bintang-emon #komika #komika-gedung-dpr #reza-rahadian
(Republika - News) 22/08/24 17:54
v/14525000/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah komika ikut meramaikan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta, pada Kamis (22/8/2024) untuk berpartisipasi dalam pengawalan terhadap dua putusan krusial Mahkamah Konstitusi (MK) terkait tahapan pencalonan kepala daerah dalam Pilkada 2024 yakni Putusan Nomor 60 dan 70.
Mereka di antaranya Arie Keriting, Mamat Alkatiri, Abdel, Bintang Emon dan lainnya. Tidak hanya melakukan unjuk rasa, beberapa komika juga berorasi bersama sejumlah elemen dari Partai Buruh, mahasiswa, dan lainnya mengenai keputusan MK itu.
"Kami hadir disini karena ingin menunjukkan solidaritas karena kami sudah capek, karena kami selama ini punya harapan tipis-tipis tapi ternyata wakil kita di DPR tidak mewakili suara rakyat," kata Arie.
Sementara itu Mamat Alkatiri, komika asal Papua juga menyuarakan agar rakyat jangan sampai mau dipecah belah oleh para wakil rakyat di DPR. "Kita tinggalkan ego kita karena mereka takut kita bersatu. Jadi, teman-teman datang ke sini karena inspirasi sendiri, mereka (anggota DPR) takut karena kita jadi banyak," katanya.
Bintang Emon mengungkapkan kedatangannya tidak untuk mewakili siapapun, bukan perseorangan, bukan juga dari ormas atau partai apapun. "Kita dikumpulkan disini karena kemarahan kita, " ucapnya.
Bintang juga menyebutkan banyak keputusan-keputusan dari para anggota DPR yang tidak masuk akal. Oleh karena itu, saat ini adalah saatnya rakyat untuk melawan.
"Berikan kami kompetisi yang baik, agar kita menghasilkan pemimpin-pemimpin yang baik," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Selasa (20/8/2024), MK memutuskan dua putusan krusial terkait tahapan pencalonan kepala daerah, yakni Putusan Nomor 60/PUU/XXII/2024 dan 70/PUU-XXII/2024. Putusan Nomor 60/PUU/XXII/2024 mengubah ambang batas pencalonan partai politik atau gabungan partai politik untuk mengusung pasangan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah.
Putusan Nomor 70/PUU-XXII/2024 menegaskan bahwa batas usia minimum calon kepala daerah dihitung sejak penetapan pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Putusan itu menggugurkan tafsir putusan Mahkamah Agung sebelumnya yang menyebut bahwa batas usia itu dihitung sejak pasangan calon terpilih dilantik.
Namun, pada Rabu (21/8/2024), Badan Legislasi DPR RI dan pemerintah menyetujui untuk melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 atau RUU Pilkada pada rapat paripurna DPR terdekat guna disahkan menjadi undang-undang. Terdapat dua materi krusial RUU Pilkada yang disepakati dalam Rapat Panja RUU Pilkada itu.
Pertama, penyesuaian Pasal 7 UU Pilkada terkait syarat usia pencalonan sesuai dengan putusan Mahkamah Agung. Kedua, perubahan Pasal 40 dengan mengakomodasi sebagian putusan MK yang mengubah ketentuan ambang batas pencalonan pilkada dengan memberlakukan hanya bagi partai non parlemen atau tidak memiliki kursi di DPRD.
Selain komika, aktor Reza Rahadian juga mengikuti aksi. Reza mengatakan keputusannya untuk turun aksi dilandaskan pada kekhawatirannya melihat putusan MK terkait pencalonan Pilkada 2024 direvisi oleh DPR.
Reza mengatakan krisis konstitusi ini membuat dia dan banyak masyarakat merasa gelisah. "Saya hadir sebagai rakyat biasa, bersama teman-teman tidak mewakili siapapun selain suara orang-orang yang gelisah hari ini melihat demokrasi kita," ujarnya.