JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kelanjutan rencana pemerintah membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Menurut dia, nasib kebijakan ini akan ditentukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang baru, yakni Bahlil Lahadalia.
"Ya ini kan kita lihat baru ada transisi ke Menteri ESDM, kita tunggu saja (kapan penerapannya)," ujar Airlangga saat ditemui di The St Regis Jakarta, Rabu (21/8/2024).
Airlangga menyebutkan, Kementerian ESDM perlu mempersiapkan dengan matang terlebih dahulu untuk penerapan kebijakan pembatasan BBM subsidi. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi menjadi lebih tepat sasaran.
“Itu sekarang kita lihat Kementerian ESDM perlu menyiapkan untuk itu (pelaksanaan pembatasan),” katanya.
Sebelumnya, Kementerian ESDM memastikan pemerintah akan mulai melakukan sosialisasi kriteria pengguna BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan Solar, pada 1 September 2024.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyatakan, pembahasan terkait kriteria pengguna BBM subsidi hampir rampung setelah dibahas dalam rapat koordinasi tingkat Menteri Koordinator.
"Lagi dibahas (kriteria pengguna BBM subsidi), sudah hampir selesai sih. Pembahasannya kan sudah di rakor menko, waktu itu Pak Menko sudah memberikan penjelasan," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (9/8/2024).
Meskipun pembahasan hampir selesai, Dadan tidak mengungkapkan kapan ketentuan baru akan diterapkan. Sembari menyusun aturan, pemerintah akan melakukan sosialisasi terkait ketentuan pengguna BBM subsidi.
Dia juga memberi sinyal bahwa pengguna mobil bermesin diesel seperti Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner nantinya tidak akan bisa menikmati solar subsidi dengan adanya aturan terbaru.
"Kira-kira layak enggak ya dia? Sepertinya, mobilnya juga bagus kan," kata Dadan.