TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Sawarni (50) menjadi satu-satunya korban meninggal dalam kecelakaan bus rombongan dosen Universitas Pamulang (Unpam) Tangerang Selatan di Tol Cipali, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Rabu (24/7/2024),
Sawarni yang merupakan dosen S1 Ilmu Hukum Unpam itu mengembuskan napas terakhir di lokasi kecelakaan.
Di mata keluarga, Sawarni dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab. Demikian digambarkan oleh istri Sawarni, Ratna (47).
"Bapak itu orang baik. Orang-orang yang datang ke sini pada cerita, bapak itu baik, orang baik. Semua ngomong gitu," kata Ratna saat ditemui Kompas.com di rumah duka, Kompleks Batan Indah, Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Jumat (26/7/2024).
Salah satu kebaikan Sawarni yang baru-baru ini dirasakan oleh Ratna ialah ketika suaminya membelikan oleh-oleh lumpia di Semarang, usai kegiatan pengabdian masyarakat di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (23/7/2024).
Abah, demikian panggilan Ratna kepada sang suami, tak pernah lupa bahwa istrinya begitu menyukai lumpia.
"Pas Abah di Semarang, saya sempat dibeliin oleh-oleh lumpia. Pak Sawarni kan enggak doyan udang, jadi dia enggak mau lumpia," kata Ratna.
Sawarni sendiri tak suka lumpia. Namun, ia tak pernah lupa membawakan buah tangan kesukaan sang istri.
"Kamu kan suka lumpia. Nanti dimakan ya," kenang Ratna.
Tak hanya ke dirinya, kata Ratna, sang suami juga selalu perhatian ke kedua buah hati mereka yang baru berusia 14 tahun dan 11 tahun.
Ratna bilang, saat Sawarni melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Kudus, sang suami selalu menyempatkan melakukan panggilan video dengan anak-anaknya.
"Siang jam 2 itu anakku kan yang satu operasi di Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel. Si adeknya juga periksa di sana, periksa di RSU juga. Pada ngumpul di kamar si kakak. Nah di situ ada video call sama si Abahnya. Ngobrol," kata Ratna yang bekerja sebagai pegawai RSU Tangsel.
Intan Afrida Rafni Ratna, istri mendiang Sawarni, korban kecelakaan tunggal bus rombongan dosen Universitas Pamulang, menceritakan sosok suami semasa hidupnya.
Kebaikan Sawarni tak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga kerabat terdekat, bahkan mahasiswanya.
Ayu (24), mahasiswa S1 Ilmu Hukum Unpam mengakui kebaikan Sawarni.
Sawarni yang sudah 24 tahun menjadi dosen Unpam itu dikenal tidak pemarah dan gemar menolong mahasiswanya.
"Beliau suka memberikan kemudahan ke kita, ke mahasiswanya. Memberikan pertolongan kepada mahasiswa," kata Ayu.
"Enggak suka marah-marah. Kadang Pak Sawarni marah, saat itu juga selesai. Jadi kemarahannya itu buat kebaikan kita juga," imbuhnya.
Adapun Sawarni terlibat kecelakaan rombongan dosen Unpam di Tol Cipali KM 176.300 jalur B, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Rabu (24/7/2024) pukul 23.00 WIB.
Rektor Unpam, E Nurzaman menceritakan bahwa rombongan dosen Unpam melakukan perjalanan ke Universitas Muria Kudus di Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Senin (22/7/2024) malam.
"Berangkat Senin, jam 20.30 WIB dalam rangka tanda tangan MOU (memorandum of understanding) antara Unpam dengan Universitas Muria Kudus di Kudus," katanya.
Setelah kegiatan itu, bus rombongan yang berisi 33 orang itu melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat industri tenun di Kudus.
"Kemudian pulang dari sana, berziarah ke Sunan Kalijaga, setelah itu menuju pulang ke Jakarta dan kejadian di KM 170 an di Tol Cipali," imbuhnya.
Saat menuju jalan pulang, tepatnya pukul 22.00 WIB, kecelakaan terjadi. Satu orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan sisanya luka-luka.
"Pak Wakil Rektor II harus menjalani tindakan media berupa operasi di RS Plumbon Cirebon," katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Jules Abraham Abast, Kamis (25/7/2024) pagi menjelaskan, bus Blue Star yang membawa rombongan dosen Unpam itu berisikan 33 orang penumpang.
Bus melaju dari arah Palimanan menuju Cikopo. Setibanya di tempat kejadian, kendaraan diduga oleng ke kanan dan menabrak tiang rambu pendahulu penunjuk jurusan (RPPJ) yang berada di median.
"Atas kejadian tersebut kendaraan tertimpa tiang RPPJ," kata Jules dalam pesan singkatnya.
TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - PT Jasa Raharja memberikan santunan sebesar Rp 50 juta kepada ahli waris korban yang meninggal pada kecelakaan tunggal bus rombongan dosen Universitas Pamulang (Unpam) di Tol Cipali.
Kepala Jasa Raharja perwakilan Tangerang, Panji Artha mengatakan, santunan sudah diberikan kepada keluarga korban sesuai Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964.
"Sudah diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Tangsel, Pak Benyamin Davnie. Santunan Jasa Raharja sebesar 50 juta langsung ditransfer ke rekening ahli waris korban," ujar Panji Artha saat dihubungi, Jumat (26/7/2024).
Sedangkan untuk korban luka-luka, mendapatkan santunan masing-masing Rp 20 juta.
Tidak hanya itu, mereka juga mendapatkan bantuan lainnya berupa pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sebesar Rp 1 juta dan biaya ambulan Rp 500.000.
"Santunananya dalam bentuk biaya perawatan sebesar Rp 20 juta, masing-masing Rp 20 juta, dan juga biaya tambahan berupa P3K sebesar Rp 1 juta dan apabila menggunakan ambulan dari kejadian kecelakaan sampai di fasilitas pertama diberikan bantuan sebesar RP 500 ribu," jelasnya.
Jasa Raharja juga sudah menerbitkan jaminan di Rumah Sakit (RS) Plumbon Cirebon. Jaminan tersebut nantinya akan dibayar langsung oleh Jasa Raharja ke rumah sakit terkait.
"Jadi seluruh totalnya ada 16 (orang), 3 (orang) sedang melakukan perawatan, sudah diberikan jaminan dari awal. Kami langsung jaminan ke rumah sakit, jadi nanti langsung kita bayarkan atau transfer ke pihak rumah sakit setelah pihak rumah sakit penagihan," kata dia.
Oleh sebab itu, dia meminta kepada keluarga korban untuk tidak memikirkan soal pembiayaan di rumah sakit.
"Jadi korban tidak perlu memikirkan biaya pengobatan lagi," katanya.
Sebelumnya, sebuah bus yang mengangkut rombongan dosen Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, mengalami kecelakaan di ruas tol Cipali KM 176.300 jalur B, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Akibat kecelakaan ini, satu orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Jules Abraham Abast, Kamis (25/7/2024) pagi menjelaskan, kecelakaan terjadi pada Rabu, 24 Juli 2024 sekitar pukul 21.41 WIB.
Bus Blue Star yang membawa rombongan dosen Universitas Pamulang Tangerang Selatan itu berisikan 33 orang penumpang.
Bus melaju dari arah Palimanan menuju Cikopo, setibanya di tempat kejadian, kendaraan diduga oleng ke kanan dan menabrak tiang RPPJ yang berada di median.
"Atas kejadian tersebut kendaraan tertimpa tiang RPPJ," kata Jules dalam pesan singkatnya.
Polisi kini masih mendalami penyebab pasti kecelakaan bus yang membawa rombongan dosen tersebut.
Nurzaman menjelaskan, empat warga negara Malaysia tersebut sedang terlibat kegiatan pengabdian masyarakat di Kudus, Jawa Tengah. Halaman all [525] url asal
TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Empat korban kecelakaan bus rombongan dosen Universitas Pamulang (Unpam) Tangerang Selatan di Tol Cipali, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Rabu (24/7/2024), merupakan warga negara (WN) Malaysia.
"Itu mitra Unpam dari Politeknik Sultan Salahuddin Syah Alam di Selangor Malaysia," ujar Rektor Unpam, E Nurzaman, di Unpam, Jalan Surya Kencana, Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel, Kamis (25/7/2024).
Nurzaman menjelaskan, empat warga negara Malaysia tersebut sedang terlibat kegiatan pengabdian masyarakat di Kudus, Jawa Tengah.
"Beberapa bulan lalu kita yang ke Malaysia. Sekarang mereka bergantian berkunjung ke kami dengan mengabdi bersama-sama," kata dia.
Nurzaman memastikan, tiga warga negara Malaysia yang terlibat kecelakaan dalam kondisi selamat.
Sementara, satu lainnya mengalami luka di bagian lutut sehingga harus dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Ciputat.
"Yang tiga sehat, satu sekarang masih dirawat di RS Sari Asih. Sedang diperiksa di lututnya. Mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," jelasnya.
Lebih lanjut, Nurzaman menjelaskan, bus rombongan Unpam bertolak ke Universitas Muria Kudus di Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Senin (22/7/2024) malam.
Setelah kegiatan itu, bus yang berisi 33 orang itu melakukan kegiatan pengabdian ke masyarakat industri tenun di Kudus.
"Kemudian pulang dari sana, berziarah ke Sunan Kalijaga. Setelah itu menuju pulang ke Jakarta dan kejadian (kecelakaan) di KM 170-an di Tol Cipali," imbuhnya.
Nurzaman menerangkan, kecelakaan terjadi pada Rabu (24/7/2024) sekitar pukul 22.00 WIB.
Akibat kecelakaan tersebut, satu dosen Unpam meninggal dunia. Beberapa lainnya mengalami luka-luka.
"Pak Wakil Rektor II harus menjalani tindakan media berupa operasi di RS Plumbon Cirebon," katanya.
Sebelumnya diberitakan, bus yang mengangkut rombongan dosen Universitas Pamulang mengalami kecelakaan di ruas tol Cipali KM 176.300 jalur B, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Jules Abraham Abast, Kamis (25/7/2024) pagi menjelaskan, kecelakaan terjadi pada Rabu, 24 Juli 2024 sekitar pukul 21.41 WIB.
Disebutkan bahwa bus melaju dari arah Palimanan menuju Cikopo. Setibanya di tempat kejadian, kendaraan diduga oleng ke kanan dan menabrak tiang rambu pendahulu penunjuk jurusan (RPPJ) yang berada di median.
"Atas kejadian tersebut kendaraan tertimpa tiang RPPJ," kata Jules dalam pesan singkatnya.
Akibat peristiwa kecelakaan ini, tiga orang penumpang luka-luka dan satu orang meninggal dunia di tempat kejadian.
Petugas telah membawa para korban luka ke Rumah Sakit Umum Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon. Sedangkan yang meninggal dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.
Menurut Jules, kini polisi masih mendalami penyebab kecelakaan bus yang membawa rombongan dosen tersebut.
TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Turnya (46), salah satu korban selamat dalam kecelakaan bus rombongan dosen Universitas Pamulang (Unpam) Tangerang Selatan di Tol Cipali, Majalengka, Rabu (24/7/2024) malam mengaku belum mengetahui penyebab kecelakaan.
Turnya yang merupakan dosen Ilmu Hukum S1 Unpam itu mengaku sedang tertidur saat kecelakaan terjadi.
"Kejadian sekitar jam 22.00 WIB. Jadi kebetulan saya di depan. Duduk paling depan tapi memang pada saat itu saya lagi tidur," ujar Turnya.
"Ada beberapa versi (penyebab kecelakaan). Kalau versi polisi itu sopir menabrak tiang, tapi ada beberapa orang yang menyatakan bahwa ada seperti benda gitu jatuh di jalan," sambunganya.
Turnya pun tak tahu menahu soal benda yang disebut terjatuh saat kecelakaan.
Namun, menurut Turnya, versi lain menyebutkan bahwa kecelakaan diduga karena adanya penyempitan jalan.
"Ada juga versi lain yang menyebutkan ada penyempitan jalan. Bukan kontriksi tapi memang jalan menyempit, sedang ada tambal sulam, itu melintang di jalan raya," imbuhnya.
Dengan banyaknya versi cerita, Turnya belum bisa mengetahui penyebab kecelakaan. Apalagi saat ini sopir bus dalam keadaan kritis sehingga belum bisa dimintai keterangan oleh polisi.
"Masing-masing dari kita belum belum mengambil kesimpulan, karena sopirnya juga masih kritis," katanya.
Di sisi lain, Rektor Unpam, E Nurzaman menyebut, kondisi bus yang mengangkut 33 dosen ini sangat berantakan usai berbenturan dengan tiang.
"Menurut cerita kawan-kawan (di bus), kursi semua berantakan, terguling karena kerasnya benturan," kata Nurzaman.
Akibat kejadian ini, satu dosen meninggal dunia, dua dosen masih dalam penanganan medis, sedangkan sisanya luka-luka.
"Sebagian sehat walafiat, namun lecet-lecet karena benturan. Yang parah itu Pak Warek (wakil rektor), dua yang harus menjalani tindakan medis berupa operasi," jelasnya.
Sebelumnya, bus yang mengangkut rombongan dosen Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, mengalami kecelakaan di ruas tol Cipali KM 176.300 jalur B, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Jules Abraham Abast, Kamis (25/7/2024) pagi menjelaskan, kecelakaan terjadi pada Rabu, 24 Juli 2024 sekitar pukul 21.41 WIB.
Disebutkan bahwa bus melaju dari arah Palimanan menuju Cikopo. Setibanya di tempat kejadian, kendaraan diduga oleng ke kanan dan menabrak tiang rambu pendahulu penunjuk jurusan (RPPJ) yang berada di median.
"Atas kejadian tersebut kendaraan tertimpa tiang RPPJ," kata Jules dalam pesan singkatnya.
Akibat peristiwa kecelakaan ini, tiga orang penumpang luka-luka dan satu orang meninggal dunia di tempat kejadian.
Petugas telah membawa para korban luka ke Rumah Sakit Umum Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon. Sedangkan yang meninggal dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.
Menurut Jules, kini polisi masih mendalami penyebab kecelakaan bus yang membawa rombongan dosen tersebut.