JAKARTA, investor.id – PT PP Tbk (PTPP) melaporkan kinerja keuangan konsolidasian hingga kuartal III-2024. Hasilnya, emiten BUMN Karya ini mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 267, 28 miliar, melejit sebanyak 11,49% dibanding laba bersih periode sama tahun lalu sebesar Rp 239,72 miliar.
Penopang utama kenaikan laba bersih PTPP sampai sembilan bulan tahun ini masih berasal dari segmen jasa konstruksi sebagai bisnis inti perseroan yang berhasil mencetak pendapatan sebesar Rp 11,69 triliun, tumbuh 18% daripada sebelumnya sebesar Rp 9,87 triliun.
Disusul segmen EPC sebesar Rp 1,33 triliun, serta properti dan realti dengan sumbangsih sebesar Rp 503 miliar. Sementara bisnis-bisnis lainnya seperti persewaan peralatan, kemudian pendapatan keuangan atas konstruksi aset keuangan konsesi masing-masing memberikan pendapatan usaha sebesar Rp 139 miliar dan Rp 116 miliar.
Bisnis lainnya lagi seperti pracetak, energi, jalan tol, dan bisnis pertambangan berkontribusi di kisaran puluhan miliar, sehingga total pendapatan usaha PTPP pada Januari-September 2024 mencapai Rp 14 triliun, meningkat 14,54% dibanding pendapatan usaha PTPP pada periode sebelumnya Rp 12,22 triliun.
Dilihat dari komposisi pengguna jasa, pendapatan usaha PTPP sampai September 2024 mayoritas dihasilkan dari pihak ketiga dengan kontribusi sebesar Rp 8,83 triliun. Sedangkan, perusahaan-perusahaan BUMN sebagai pihak berelasi berkontribusi terhadap total pendapatan usaha PTPP sebesar Rp 5 triliun.
Laba Tahun Berjalan
Dari sisi beban pokok pendapatan, emiten konstruksi pelat merah ini mencatatkan kenaikan menjadi Rp 12,34 triliun, paralel dengan meningkatnya pendapatan PTPP. Alhasil, laba kotor perseroan terkikis dari semula Rp 1,71 triliun menjadi Rp 1,65 triliun akibat kenaikan beban pokok tersebut.
Setelah dipotong sejumlah beban seperti beban usaha, beban keuangan dan beban-beban lainnya, maka emiten bersandi saham PTPP tersebut mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 100,52 miliar, turun 55% daripada laba sebelum pajak tahun lalu sebesar Rp 224 miliar.
Begitu juga dengan laba tahun berjalan PTPP melorot 57% menjadi Rp 77,45 miliar ketimbang periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 180 miliar. Uniknya, laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk justru melompat tajam menjadi Rp 267 miliar.
Angka ini lebih besar dibanding sebelumnya sebesar Rp 239 miliar. Bahkan, jauh lebih besar daripada laba tahun berjalan PTPP yang sebesar Rp 77,45 miliar.
Peningkatan laba bersih tersebut otomatis turut mendongkrak laba per saham dasar PTPP menjadi Rp 43 per saham dibandingkan laba per saham dasar pada kuartal III-2023 yang sebesar Rp 39 per saham.
Salah dua penopang laba PTPP hingga periode September 2024 adalah laba ventura bersama yang menyumbang sebesar Rp 799 miliar, lebih tinggi dari sebelumnya Rp 317 miliar.
Laba ini dihasilkan PTPP dari beberapa proyek di antaranya Bandara VVIP IKN Sisi Utara sebesar Rp 155 miliar, Jalan Seksi 6C-1 ITCI Sumbu Timur sebesar Rp 72 miliar, dan proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi sebesar Rp 60 miliar.
Dari sisi aset, perusahaan konstruksi BUMN ini membukukan jumlah aset sebesar Rp 57,91 triliun, naik dari sebelumnya Rp 56,52 triliun. Jumlah liabilitas sebesar Rp 42 triliun, turun dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 41 triliun, dan jumlah ekuitas menguat tipis menjadi Rp 15,20 triliun daripada sebelumnya Rp 15,14 triliun.
Selanjutnya, dilihat dari saldo kas dan setara pada akhir tahun, PTPP mengoleksi sebanyak Rp 3 triliun, sudah terpakai sebesar Rp 1,11 triliun dibanding posisi kas dan setara kas pada awal tahun yang mencapai Rp 4,17 triliun. Kas tersebut PTPP gunakan untuk mendukung aktivitas operasi dan investasi.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News