#30 tag 24jam
Pyridam Farma (PYFA) Bidik Pendapatan Rp 3 Triliun pada 2025
PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menargetkan pendapatan Rp 3 triliun pada 2025 ditopang akuisisi dan ekspansi global. [389] url asal
#industri-farmasi #emiten-farmasi #pt-pyridam-farma-tbk #saham-pyfa #laba-emiten-farmasi #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #emiten
(Kontan-Investasi) 01/11/24 09:07
v/17303820/
Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menargetkan pendapatan sebesar Rp 3 triliun pada tahun 2025.
Target ambisius ini didorong oleh konsolidasi penuh dari Probiotec, perusahaan farmasi Australia yang diakuisisi pada Juni 2024, serta pertumbuhan organik yang diharapkan terjadi terutama di sektor rumah sakit.
Selain itu, Pyridam juga berencana meluncurkan layanan Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO) di Indonesia sebagai bagian dari inisiatif strategisnya untuk memperluas bisnis.
Direktur Keuangan Pyridam Farma, Yenfrino Gunadi, menyatakan bahwa akuisisi Probiotec telah memberikan dampak positif bagi perusahaan, baik dari segi keuangan maupun ukuran pasar.
Yenfrino mengklaim bahwa PYFA satu-satunya perusahaan farmasi Indonesia yang berhasil mengakuisisi dan memperluas bisnis farmasi ke luar negeri.
"Ini tidak hanya menguntungkan secara finansial tetapi juga membantu kemajuan industri kesehatan Indonesia melalui akses yang lebih luas ke teknologi dan inovasi global," ujar Yenfrino dalam siaran pers, Jumat (1/11).
Optimisme Pyridam Farma terhadap pertumbuhan di tahun mendatang juga didukung oleh proyek kolaborasi yang telah berjalan, seperti bisnis CDMO, serta rencana ekspansi di pasar luar negeri, termasuk Australia dan negara-negara di Asia Tenggara.
"Kami sangat optimis PYFA akan terus berkembang di tahun 2025 dengan inisiatif-inisiatif baru yang akan memberikan dampak positif tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kawasan internasional," tambahnya.
Dari sisi kinerja keuangan pada kuartal III 2024, Pyridam Farma melaporkan penjualan sebesar Rp 1,16 triliun, meningkat signifikan sebesar 123% dibandingkan Rp 520,47 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan ini terutama dipicu oleh peningkatan penjualan di bisnis farmasi dan kontribusi dari akuisisi Probiotec.
Pendapatan sebelum pajak, bunga, dan depresiasi (EBITDA) juga naik menjadi Rp 89,61 miliar, atau meningkat 60% dari Rp 56,12 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, Pyridam Farma mencatat kerugian bersih Rp 214,27 miliar pada periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2024. Kerugian ini sebagian besar disebabkan oleh biaya one-time terkait aksi korporasi dan akuisisi Probiotec, serta depresiasi aset.
Total aset perusahaan per 30 September 2024 tercatat sebesar Rp 5,89 triliun, naik 3,9 kali lipat dari Rp 1,52 triliun pada 31 Desember 2023.
Kinerja Kalbe Farma (KLBF) Positif, Cermati Rekomendasi Analis
Kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil melampaui estimasi pasar pada semester I-2024. [744] url asal
#kalbe-farma #klbf #rekomendasi-saham #pendapatan-kalbe-farma #laba-emiten-farmasi #sarkia-adelia #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Investasi) 29/09/24 21:16
v/15734719/
Reporter: Nova Betriani Sinambela | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil melampaui estimasi pasar pada semester I-2024.
Pendapatan Kalbe Farma mencapai Rp16,3 triliun, tumbuh 7,6% secara tahunan. Alhasil laba emiten farmasi ini tembus hingga Rp1,8 triliun atau tumbuh 18,1% dari periode yang sama tahun lalu.
Analis Panin Sekuritas, Sarkia Adelia menilai kinerja positif ini ditopang segmen distribution & logistic, segmen prescription pharmaceuticals.
Segmen distribusi & logistik mencatat pertumbuhan 17,1% secara tahunan menjadi Rp5,3 triliun, ditopang beberapa produsen baru.
Sarkia memperkirakan segmen distribution & logistic berpotensi terus berlanjut dan menjadi penopang bagi Kalbe ke depan. Hal ini sejalan dengan ekspansi bisnis melalui Enseval dan penambahan principal baru yang bisa mendorong kenaikan pendapatan dari third party di tahun ini.
“Seiring dengan langkah ekspansi ke bidang usaha distribusi cold-chain, perluasan infrastruktur dan jaringan distribusi serta kolaborasi dengan mitra internasional guna mempercepat proses transfer teknologi yang meningkatkan kapabilitas produksi,” jelas Sarkia dalam risetnya, (20/8).
Untuk segmen pharmaceutical, pada semester I-2024, penjualan segmen ini mencapai Rp 2,3 triliun atau naik 11,3% secara tahunan.
Sarkia juga melihat adanya peluang pertumbuhan berkelanjutan. Sebab keunggulan Kalbe Farma di bidang oncology, biologics dan unbranded generic product, dimana eksistensi perusahaan yang merupakan market leader di bidang tersebut.
Selain itu peluncuran produk baru Zerpidio 100mg sebagai obat kanker dan Efesa 0,3 & 0,6 mg sebagai obat penyakit Anemia yang telah mendapat izin edar di Indonesia dan beberapa negara lainnya.
Kemudian ekspansi pasar melalui akuisisi 49% saham Alliance Pharma di Thailand juga menjadi katalis positif untuk kinerja Kalbe Farma.
Namun perlu dicermati juga, segmen consumer health mengalami normalisasi seiring dengan meningkatnya behavior masyarakat. Kemudian segmen nutrition juga stagnan karen terdampak oleh melemahnya daya beli masyarakat, pertumbuhan yang terbatas, dan valuasi yang tergolong premium.
Segmen consumer health dan nutrition mencatatkan rasio penjualannya relatif datar dengan masing-masing pertumbuhan hanya 1,3% yoy dan 0,5% yoy.
Mana dari itu, ke depan, Sarkia memperkirakan segmen ini hanya akan tumbuh single digit dengan ditopang produk promag sebagai kontributor terbesar serta minuman energi Extra Joss karena permintaan yang tinggi di pasar ekspor.
Di sisi lain, Analis CGS Internasional Sekuritas Jason Chandra dan Elizabeth Noviana menilai kinerja cemerlang ini merupakan hasil positif dari investasi dalam produk farmasi khusus pada 2018-2023.
Adapun produk khusus mencakup produk biologi, biosimilar, serta obat-obatan kimia yang sebagian besar digunakan untuk pengobatan kanker.
Dalam segmen tersebut, KLBF telah aktif berinvestasi dalam produk biologis baru dengan membangun fasilitas produksi biosimilar di Cikarang pada tahun 2018.
"Kontribusi produk khusus terhadap total pendapatan meningkat dari 1% pada 2018 menjadi 3% pada pertengahan tahun ini," jelas Jason dan Elisabeth dalam riset (10/9).
Bahkan CGS Internasional Sekuritas memperkirakan pertumbuhan produk khusus akan terus berlanjut mencapai 5% pada 2026.
Ditambah persaingan di segmen ini masih relatif rendah di Indonesia, karena kebutuhan kemampuan klinis yang kompleks, sehingga margin EBIT dari bisnis ini mencapai 21% pada semester I-2024, lebih tinggi dari margin keseluruhan KLBF sebesar 14%.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai penguatan rupiah bisa jadi katalis positif bagi kinerja Kalbe Farma. Ini karena bahan baku produksi farmasi diimpor dari luar negeri.
"Namun demikian rupiah masih berpotensi melemah dan hal ini bisa menjadi risiko dan tantangan bagi KLBF," kata Azis kepada KONTAN, (26/9).
Kendati begitu, Azis yakin KLBF memiliki strategi tersendiri untuk mengurangi bahan baku impor walaupun tidak semuanya. Jadi masih ada risiko disebabkan fluktuasi rupiah.
Kemudian secara kinerja, Azis memperoyeksi akan ada pertumbuhan top line 6%-7%, sedangkan dari sisi bottom line juga masih bisa tumbuh positif mengingat inflow asing membuat rupiah menguat. Dengan analisa tersebut, Azis merekomendasikan trading buy untuk saham KLBF dengan target 1,875 per saham.
Sementara proyeksi CGS Internasional Sekuritas pendapatan KLBF mencapai Rp 32,8 triliun dan laba bersih mencapai Rp 3,18 triliun pada akhir 2024. CGS Sekuritas merekomendasikan Add untuk saham Kalbe Farma dengan target harga Rp 1.900 per saham.
Panin Sekuritas memproyeksi laba KLBF akan mencapai Rp 3,05 triliun pada akhir tahun ini, dan Rp 3,4 pada tahun 2025.
Sementara pendapatan mencapai Rp 32,3 triliun pada Desember 2024 dan Rp 34,2 triliun pada tahun depan. Panin Sekuritas merekomendasikan hold untuk saham KLBF dengan target harga diturunkan ke Rp 1.700 per saham.
Kinerja Kalbe Farma (KLBF) di Atas Ekspektasi, Cek Rekomendasi Analis
Kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil melampaui estimasi pasar pada semester I-2024. [744] url asal
#kalbe-farma #klbf #rekomendasi-saham #pendapatan-kalbe-farma #laba-emiten-farmasi #sarkia-adelia #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Investasi) 27/09/24 08:02
v/15616034/
Reporter: Nova Betriani Sinambela | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil melampaui estimasi pasar pada semester I-2024.
Pendapatan Kalbe Farma mencapai Rp16,3 triliun, tumbuh 7,6% secara tahunan. Alhasil laba emiten farmasi ini tembus hingga Rp1,8 triliun atau tumbuh 18,1% dari periode yang sama tahun lalu.
Analis Panin Sekuritas, Sarkia Adelia menilai kinerja positif ini ditopang segmen distribution & logistic, segmen prescription pharmaceuticals.
Segmen distribusi & logistik mencatat pertumbuhan 17,1% secara tahunan menjadi Rp5,3 triliun, ditopang beberapa produsen baru.
Sarkia memperkirakan segmen distribution & logistic berpotensi terus berlanjut dan menjadi penopang bagi Kalbe ke depan. Hal ini sejalan dengan ekspansi bisnis melalui Enseval dan penambahan principal baru yang bisa mendorong kenaikan pendapatan dari third party di tahun ini.
“Seiring dengan langkah ekspansi ke bidang usaha distribusi cold-chain, perluasan infrastruktur dan jaringan distribusi serta kolaborasi dengan mitra internasional guna mempercepat proses transfer teknologi yang meningkatkan kapabilitas produksi,” jelas Sarkia dalam risetnya, (20/8).
Untuk segmen pharmaceutical, pada semester I-2024, penjualan segmen ini mencapai Rp 2,3 triliun atau naik 11,3% secara tahunan.
Sarkia juga melihat adanya peluang pertumbuhan berkelanjutan. Sebab keunggulan Kalbe Farma di bidang oncology, biologics dan unbranded generic product, dimana eksistensi perusahaan yang merupakan market leader di bidang tersebut.
Selain itu peluncuran produk baru Zerpidio 100mg sebagai obat kanker dan Efesa 0,3 & 0,6 mg sebagai obat penyakit Anemia yang telah mendapat izin edar di Indonesia dan beberapa negara lainnya.
Kemudian ekspansi pasar melalui akuisisi 49% saham Alliance Pharma di Thailand juga menjadi katalis positif untuk kinerja Kalbe Farma.
Namun perlu dicermati juga, segmen consumer health mengalami normalisasi seiring dengan meningkatnya behavior masyarakat. Kemudian segmen nutrition juga stagnan karen terdampak oleh melemahnya daya beli masyarakat, pertumbuhan yang terbatas, dan valuasi yang tergolong premium.
Segmen consumer health dan nutrition mencatatkan rasio penjualannya relatif datar dengan masing-masing pertumbuhan hanya 1,3% yoy dan 0,5% yoy.
Mana dari itu, ke depan, Sarkia memperkirakan segmen ini hanya akan tumbuh single digit dengan ditopang produk promag sebagai kontributor terbesar serta minuman energi Extra Joss karena permintaan yang tinggi di pasar ekspor.
Di sisi lain, Analis CGS Internasional Sekuritas Jason Chandra dan Elizabeth Noviana menilai kinerja cemerlang ini merupakan hasil positif dari investasi dalam produk farmasi khusus pada 2018-2023.
Adapun produk khusus mencakup produk biologi, biosimilar, serta obat-obatan kimia yang sebagian besar digunakan untuk pengobatan kanker.
Dalam segmen tersebut, KLBF telah aktif berinvestasi dalam produk biologis baru dengan membangun fasilitas produksi biosimilar di Cikarang pada tahun 2018.
"Kontribusi produk khusus terhadap total pendapatan meningkat dari 1% pada 2018 menjadi 3% pada pertengahan tahun ini," jelas Jason dan Elisabeth dalam riset (10/9).
Bahkan CGS Internasional Sekuritas memperkirakan pertumbuhan produk khusus akan terus berlanjut mencapai 5% pada 2026.
Ditambah persaingan di segmen ini masih relatif rendah di Indonesia, karena kebutuhan kemampuan klinis yang kompleks, sehingga margin EBIT dari bisnis ini mencapai 21% pada semester I-2024, lebih tinggi dari margin keseluruhan KLBF sebesar 14%.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai penguatan rupiah bisa jadi katalis positif bagi kinerja Kalbe Farma. Ini karena bahan baku produksi farmasi diimpor dari luar negeri.
"Namun demikian rupiah masih berpotensi melemah dan hal ini bisa menjadi risiko dan tantangan bagi KLBF," kata Azis kepada KONTAN, (26/9).
Kendati begitu, Azis yakin KLBF memiliki strategi tersendiri untuk mengurangi bahan baku impor walaupun tidak semuanya. Jadi masih ada risiko disebabkan fluktuasi rupiah.
Kemudian secara kinerja, Azis memperoyeksi akan ada pertumbuhan top line 6%-7%, sedangkan dari sisi bottom line juga masih bisa tumbuh positif mengingat inflow asing membuat rupiah menguat. Dengan analisa tersebut, Azis merekomendasikan trading buy untuk saham KLBF dengan target 1,875 per saham.
Sementara proyeksi CGS Internasional Sekuritas pendapatan KLBF mencapai Rp 32,8 triliun dan laba bersih mencapai Rp 3,18 triliun pada akhir 2024. CGS Sekuritas merekomendasikan Add untuk saham Kalbe Farma dengan target harga Rp 1.900 per saham.
Panin Sekuritas memproyeksi laba KLBF akan mencapai Rp 3,05 triliun pada akhir tahun ini, dan Rp 3,4 pada tahun 2025.
Sementara pendapatan mencapai Rp 32,3 triliun pada Desember 2024 dan Rp 34,2 triliun pada tahun depan. Panin Sekuritas merekomendasikan hold untuk saham KLBF dengan target harga diturunkan ke Rp 1.700 per saham.
Kinerja Masih Positif, Begini Rekomensi Saham Kalbe Farma (KLBF)
Kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil melampaui estimasi pasar pada semester I-2024. [744] url asal
#kalbe-farma #klbf #rekomendasi-saham #pendapatan-kalbe-farma #laba-emiten-farmasi #sarkia-adelia #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Investasi) 26/09/24 20:39
v/15595875/
Reporter: Nova Betriani Sinambela | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil melampaui estimasi pasar pada semester I-2024.
Pendapatan Kalbe Farma mencapai Rp16,3 triliun, tumbuh 7,6% secara tahunan. Alhasil laba emiten farmasi ini tembus hingga Rp1,8 triliun atau tumbuh 18,1% dari periode yang sama tahun lalu.
Analis Panin Sekuritas, Sarkia Adelia menilai kinerja positif ini ditopang segmen distribution & logistic, segmen prescription pharmaceuticals.
Segmen distribusi & logistik mencatat pertumbuhan 17,1% secara tahunan menjadi Rp5,3 triliun, ditopang beberapa produsen baru.
Sarkia memperkirakan segmen distribution & logistic berpotensi terus berlanjut dan menjadi penopang bagi Kalbe ke depan. Hal ini sejalan dengan ekspansi bisnis melalui Enseval dan penambahan principal baru yang bisa mendorong kenaikan pendapatan dari third party di tahun ini.
“Seiring dengan langkah ekspansi ke bidang usaha distribusi cold-chain, perluasan infrastruktur dan jaringan distribusi serta kolaborasi dengan mitra internasional guna mempercepat proses transfer teknologi yang meningkatkan kapabilitas produksi,” jelas Sarkia dalam risetnya, (20/8).
Untuk segmen pharmaceutical, pada semester I-2024, penjualan segmen ini mencapai Rp 2,3 triliun atau naik 11,3% secara tahunan.
Sarkia juga melihat adanya peluang pertumbuhan berkelanjutan. Sebab keunggulan Kalbe Farma di bidang oncology, biologics dan unbranded generic product, dimana eksistensi perusahaan yang merupakan market leader di bidang tersebut.
Selain itu peluncuran produk baru Zerpidio 100mg sebagai obat kanker dan Efesa 0,3 & 0,6 mg sebagai obat penyakit Anemia yang telah mendapat izin edar di Indonesia dan beberapa negara lainnya.
Kemudian ekspansi pasar melalui akuisisi 49% saham Alliance Pharma di Thailand juga menjadi katalis positif untuk kinerja Kalbe Farma.
Namun perlu dicermati juga, segmen consumer health mengalami normalisasi seiring dengan meningkatnya behavior masyarakat. Kemudian segmen nutrition juga stagnan karen terdampak oleh melemahnya daya beli masyarakat, pertumbuhan yang terbatas, dan valuasi yang tergolong premium.
Segmen consumer health dan nutrition mencatatkan rasio penjualannya relatif datar dengan masing-masing pertumbuhan hanya 1,3% yoy dan 0,5% yoy.
Mana dari itu, ke depan, Sarkia memperkirakan segmen ini hanya akan tumbuh single digit dengan ditopang produk promag sebagai kontributor terbesar serta minuman energi Extra Joss karena permintaan yang tinggi di pasar ekspor.
Di sisi lain, Analis CGS Internasional Sekuritas Jason Chandra dan Elizabeth Noviana menilai kinerja cemerlang ini merupakan hasil positif dari investasi dalam produk farmasi khusus pada 2018-2023.
Adapun produk khusus mencakup produk biologi, biosimilar, serta obat-obatan kimia yang sebagian besar digunakan untuk pengobatan kanker.
Dalam segmen tersebut, KLBF telah aktif berinvestasi dalam produk biologis baru dengan membangun fasilitas produksi biosimilar di Cikarang pada tahun 2018.
"Kontribusi produk khusus terhadap total pendapatan meningkat dari 1% pada 2018 menjadi 3% pada pertengahan tahun ini," jelas Jason dan Elisabeth dalam riset (10/9).
Bahkan CGS Internasional Sekuritas memperkirakan pertumbuhan produk khusus akan terus berlanjut mencapai 5% pada 2026.
Ditambah persaingan di segmen ini masih relatif rendah di Indonesia, karena kebutuhan kemampuan klinis yang kompleks, sehingga margin EBIT dari bisnis ini mencapai 21% pada semester I-2024, lebih tinggi dari margin keseluruhan KLBF sebesar 14%.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai penguatan rupiah bisa jadi katalis positif bagi kinerja Kalbe Farma. Ini karena bahan baku produksi farmasi diimpor dari luar negeri.
"Namun demikian rupiah masih berpotensi melemah dan hal ini bisa menjadi risiko dan tantangan bagi KLBF," kata Azis kepada KONTAN, (26/9).
Kendati begitu, Azis yakin KLBF memiliki strategi tersendiri untuk mengurangi bahan baku impor walaupun tidak semuanya. Jadi masih ada risiko disebabkan fluktuasi rupiah.
Kemudian secara kinerja, Azis memperoyeksi akan ada pertumbuhan top line 6%-7%, sedangkan dari sisi bottom line juga masih bisa tumbuh positif mengingat inflow asing membuat rupiah menguat. Dengan analisa tersebut, Azis merekomendasikan trading buy untuk saham KLBF dengan target 1,875 per saham.
Sementara proyeksi CGS Internasional Sekuritas pendapatan KLBF mencapai Rp 32,8 triliun dan laba bersih mencapai Rp 3,18 triliun pada akhir 2024. CGS Sekuritas merekomendasikan Add untuk saham Kalbe Farma dengan target harga Rp 1.900 per saham.
Panin Sekuritas memproyeksi laba KLBF akan mencapai Rp 3,05 triliun pada akhir tahun ini, dan Rp 3,4 pada tahun 2025.
Sementara pendapatan mencapai Rp 32,3 triliun pada Desember 2024 dan Rp 34,2 triliun pada tahun depan. Panin Sekuritas merekomendasikan hold untuk saham KLBF dengan target harga diturunkan ke Rp 1.700 per saham.