#30 tag 24jam
Kinerja Kalbe Farma (KLBF) Positif, Cermati Rekomendasi Analis
Kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil melampaui estimasi pasar pada semester I-2024. [744] url asal
#kalbe-farma #klbf #rekomendasi-saham #pendapatan-kalbe-farma #laba-emiten-farmasi #sarkia-adelia #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Investasi) 29/09/24 21:16
v/15734719/
Reporter: Nova Betriani Sinambela | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil melampaui estimasi pasar pada semester I-2024.
Pendapatan Kalbe Farma mencapai Rp16,3 triliun, tumbuh 7,6% secara tahunan. Alhasil laba emiten farmasi ini tembus hingga Rp1,8 triliun atau tumbuh 18,1% dari periode yang sama tahun lalu.
Analis Panin Sekuritas, Sarkia Adelia menilai kinerja positif ini ditopang segmen distribution & logistic, segmen prescription pharmaceuticals.
Segmen distribusi & logistik mencatat pertumbuhan 17,1% secara tahunan menjadi Rp5,3 triliun, ditopang beberapa produsen baru.
Sarkia memperkirakan segmen distribution & logistic berpotensi terus berlanjut dan menjadi penopang bagi Kalbe ke depan. Hal ini sejalan dengan ekspansi bisnis melalui Enseval dan penambahan principal baru yang bisa mendorong kenaikan pendapatan dari third party di tahun ini.
“Seiring dengan langkah ekspansi ke bidang usaha distribusi cold-chain, perluasan infrastruktur dan jaringan distribusi serta kolaborasi dengan mitra internasional guna mempercepat proses transfer teknologi yang meningkatkan kapabilitas produksi,” jelas Sarkia dalam risetnya, (20/8).
Untuk segmen pharmaceutical, pada semester I-2024, penjualan segmen ini mencapai Rp 2,3 triliun atau naik 11,3% secara tahunan.
Sarkia juga melihat adanya peluang pertumbuhan berkelanjutan. Sebab keunggulan Kalbe Farma di bidang oncology, biologics dan unbranded generic product, dimana eksistensi perusahaan yang merupakan market leader di bidang tersebut.
Selain itu peluncuran produk baru Zerpidio 100mg sebagai obat kanker dan Efesa 0,3 & 0,6 mg sebagai obat penyakit Anemia yang telah mendapat izin edar di Indonesia dan beberapa negara lainnya.
Kemudian ekspansi pasar melalui akuisisi 49% saham Alliance Pharma di Thailand juga menjadi katalis positif untuk kinerja Kalbe Farma.
Namun perlu dicermati juga, segmen consumer health mengalami normalisasi seiring dengan meningkatnya behavior masyarakat. Kemudian segmen nutrition juga stagnan karen terdampak oleh melemahnya daya beli masyarakat, pertumbuhan yang terbatas, dan valuasi yang tergolong premium.
Segmen consumer health dan nutrition mencatatkan rasio penjualannya relatif datar dengan masing-masing pertumbuhan hanya 1,3% yoy dan 0,5% yoy.
Mana dari itu, ke depan, Sarkia memperkirakan segmen ini hanya akan tumbuh single digit dengan ditopang produk promag sebagai kontributor terbesar serta minuman energi Extra Joss karena permintaan yang tinggi di pasar ekspor.
Di sisi lain, Analis CGS Internasional Sekuritas Jason Chandra dan Elizabeth Noviana menilai kinerja cemerlang ini merupakan hasil positif dari investasi dalam produk farmasi khusus pada 2018-2023.
Adapun produk khusus mencakup produk biologi, biosimilar, serta obat-obatan kimia yang sebagian besar digunakan untuk pengobatan kanker.
Dalam segmen tersebut, KLBF telah aktif berinvestasi dalam produk biologis baru dengan membangun fasilitas produksi biosimilar di Cikarang pada tahun 2018.
"Kontribusi produk khusus terhadap total pendapatan meningkat dari 1% pada 2018 menjadi 3% pada pertengahan tahun ini," jelas Jason dan Elisabeth dalam riset (10/9).
Bahkan CGS Internasional Sekuritas memperkirakan pertumbuhan produk khusus akan terus berlanjut mencapai 5% pada 2026.
Ditambah persaingan di segmen ini masih relatif rendah di Indonesia, karena kebutuhan kemampuan klinis yang kompleks, sehingga margin EBIT dari bisnis ini mencapai 21% pada semester I-2024, lebih tinggi dari margin keseluruhan KLBF sebesar 14%.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai penguatan rupiah bisa jadi katalis positif bagi kinerja Kalbe Farma. Ini karena bahan baku produksi farmasi diimpor dari luar negeri.
"Namun demikian rupiah masih berpotensi melemah dan hal ini bisa menjadi risiko dan tantangan bagi KLBF," kata Azis kepada KONTAN, (26/9).
Kendati begitu, Azis yakin KLBF memiliki strategi tersendiri untuk mengurangi bahan baku impor walaupun tidak semuanya. Jadi masih ada risiko disebabkan fluktuasi rupiah.
Kemudian secara kinerja, Azis memperoyeksi akan ada pertumbuhan top line 6%-7%, sedangkan dari sisi bottom line juga masih bisa tumbuh positif mengingat inflow asing membuat rupiah menguat. Dengan analisa tersebut, Azis merekomendasikan trading buy untuk saham KLBF dengan target 1,875 per saham.
Sementara proyeksi CGS Internasional Sekuritas pendapatan KLBF mencapai Rp 32,8 triliun dan laba bersih mencapai Rp 3,18 triliun pada akhir 2024. CGS Sekuritas merekomendasikan Add untuk saham Kalbe Farma dengan target harga Rp 1.900 per saham.
Panin Sekuritas memproyeksi laba KLBF akan mencapai Rp 3,05 triliun pada akhir tahun ini, dan Rp 3,4 pada tahun 2025.
Sementara pendapatan mencapai Rp 32,3 triliun pada Desember 2024 dan Rp 34,2 triliun pada tahun depan. Panin Sekuritas merekomendasikan hold untuk saham KLBF dengan target harga diturunkan ke Rp 1.700 per saham.
Kinerja Kalbe Farma (KLBF) di Atas Ekspektasi, Cek Rekomendasi Analis
Kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil melampaui estimasi pasar pada semester I-2024. [744] url asal
#kalbe-farma #klbf #rekomendasi-saham #pendapatan-kalbe-farma #laba-emiten-farmasi #sarkia-adelia #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Investasi) 27/09/24 08:02
v/15616034/
Reporter: Nova Betriani Sinambela | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil melampaui estimasi pasar pada semester I-2024.
Pendapatan Kalbe Farma mencapai Rp16,3 triliun, tumbuh 7,6% secara tahunan. Alhasil laba emiten farmasi ini tembus hingga Rp1,8 triliun atau tumbuh 18,1% dari periode yang sama tahun lalu.
Analis Panin Sekuritas, Sarkia Adelia menilai kinerja positif ini ditopang segmen distribution & logistic, segmen prescription pharmaceuticals.
Segmen distribusi & logistik mencatat pertumbuhan 17,1% secara tahunan menjadi Rp5,3 triliun, ditopang beberapa produsen baru.
Sarkia memperkirakan segmen distribution & logistic berpotensi terus berlanjut dan menjadi penopang bagi Kalbe ke depan. Hal ini sejalan dengan ekspansi bisnis melalui Enseval dan penambahan principal baru yang bisa mendorong kenaikan pendapatan dari third party di tahun ini.
“Seiring dengan langkah ekspansi ke bidang usaha distribusi cold-chain, perluasan infrastruktur dan jaringan distribusi serta kolaborasi dengan mitra internasional guna mempercepat proses transfer teknologi yang meningkatkan kapabilitas produksi,” jelas Sarkia dalam risetnya, (20/8).
Untuk segmen pharmaceutical, pada semester I-2024, penjualan segmen ini mencapai Rp 2,3 triliun atau naik 11,3% secara tahunan.
Sarkia juga melihat adanya peluang pertumbuhan berkelanjutan. Sebab keunggulan Kalbe Farma di bidang oncology, biologics dan unbranded generic product, dimana eksistensi perusahaan yang merupakan market leader di bidang tersebut.
Selain itu peluncuran produk baru Zerpidio 100mg sebagai obat kanker dan Efesa 0,3 & 0,6 mg sebagai obat penyakit Anemia yang telah mendapat izin edar di Indonesia dan beberapa negara lainnya.
Kemudian ekspansi pasar melalui akuisisi 49% saham Alliance Pharma di Thailand juga menjadi katalis positif untuk kinerja Kalbe Farma.
Namun perlu dicermati juga, segmen consumer health mengalami normalisasi seiring dengan meningkatnya behavior masyarakat. Kemudian segmen nutrition juga stagnan karen terdampak oleh melemahnya daya beli masyarakat, pertumbuhan yang terbatas, dan valuasi yang tergolong premium.
Segmen consumer health dan nutrition mencatatkan rasio penjualannya relatif datar dengan masing-masing pertumbuhan hanya 1,3% yoy dan 0,5% yoy.
Mana dari itu, ke depan, Sarkia memperkirakan segmen ini hanya akan tumbuh single digit dengan ditopang produk promag sebagai kontributor terbesar serta minuman energi Extra Joss karena permintaan yang tinggi di pasar ekspor.
Di sisi lain, Analis CGS Internasional Sekuritas Jason Chandra dan Elizabeth Noviana menilai kinerja cemerlang ini merupakan hasil positif dari investasi dalam produk farmasi khusus pada 2018-2023.
Adapun produk khusus mencakup produk biologi, biosimilar, serta obat-obatan kimia yang sebagian besar digunakan untuk pengobatan kanker.
Dalam segmen tersebut, KLBF telah aktif berinvestasi dalam produk biologis baru dengan membangun fasilitas produksi biosimilar di Cikarang pada tahun 2018.
"Kontribusi produk khusus terhadap total pendapatan meningkat dari 1% pada 2018 menjadi 3% pada pertengahan tahun ini," jelas Jason dan Elisabeth dalam riset (10/9).
Bahkan CGS Internasional Sekuritas memperkirakan pertumbuhan produk khusus akan terus berlanjut mencapai 5% pada 2026.
Ditambah persaingan di segmen ini masih relatif rendah di Indonesia, karena kebutuhan kemampuan klinis yang kompleks, sehingga margin EBIT dari bisnis ini mencapai 21% pada semester I-2024, lebih tinggi dari margin keseluruhan KLBF sebesar 14%.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai penguatan rupiah bisa jadi katalis positif bagi kinerja Kalbe Farma. Ini karena bahan baku produksi farmasi diimpor dari luar negeri.
"Namun demikian rupiah masih berpotensi melemah dan hal ini bisa menjadi risiko dan tantangan bagi KLBF," kata Azis kepada KONTAN, (26/9).
Kendati begitu, Azis yakin KLBF memiliki strategi tersendiri untuk mengurangi bahan baku impor walaupun tidak semuanya. Jadi masih ada risiko disebabkan fluktuasi rupiah.
Kemudian secara kinerja, Azis memperoyeksi akan ada pertumbuhan top line 6%-7%, sedangkan dari sisi bottom line juga masih bisa tumbuh positif mengingat inflow asing membuat rupiah menguat. Dengan analisa tersebut, Azis merekomendasikan trading buy untuk saham KLBF dengan target 1,875 per saham.
Sementara proyeksi CGS Internasional Sekuritas pendapatan KLBF mencapai Rp 32,8 triliun dan laba bersih mencapai Rp 3,18 triliun pada akhir 2024. CGS Sekuritas merekomendasikan Add untuk saham Kalbe Farma dengan target harga Rp 1.900 per saham.
Panin Sekuritas memproyeksi laba KLBF akan mencapai Rp 3,05 triliun pada akhir tahun ini, dan Rp 3,4 pada tahun 2025.
Sementara pendapatan mencapai Rp 32,3 triliun pada Desember 2024 dan Rp 34,2 triliun pada tahun depan. Panin Sekuritas merekomendasikan hold untuk saham KLBF dengan target harga diturunkan ke Rp 1.700 per saham.
Kinerja Masih Positif, Begini Rekomensi Saham Kalbe Farma (KLBF)
Kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil melampaui estimasi pasar pada semester I-2024. [744] url asal
#kalbe-farma #klbf #rekomendasi-saham #pendapatan-kalbe-farma #laba-emiten-farmasi #sarkia-adelia #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Investasi) 26/09/24 20:39
v/15595875/
Reporter: Nova Betriani Sinambela | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil melampaui estimasi pasar pada semester I-2024.
Pendapatan Kalbe Farma mencapai Rp16,3 triliun, tumbuh 7,6% secara tahunan. Alhasil laba emiten farmasi ini tembus hingga Rp1,8 triliun atau tumbuh 18,1% dari periode yang sama tahun lalu.
Analis Panin Sekuritas, Sarkia Adelia menilai kinerja positif ini ditopang segmen distribution & logistic, segmen prescription pharmaceuticals.
Segmen distribusi & logistik mencatat pertumbuhan 17,1% secara tahunan menjadi Rp5,3 triliun, ditopang beberapa produsen baru.
Sarkia memperkirakan segmen distribution & logistic berpotensi terus berlanjut dan menjadi penopang bagi Kalbe ke depan. Hal ini sejalan dengan ekspansi bisnis melalui Enseval dan penambahan principal baru yang bisa mendorong kenaikan pendapatan dari third party di tahun ini.
“Seiring dengan langkah ekspansi ke bidang usaha distribusi cold-chain, perluasan infrastruktur dan jaringan distribusi serta kolaborasi dengan mitra internasional guna mempercepat proses transfer teknologi yang meningkatkan kapabilitas produksi,” jelas Sarkia dalam risetnya, (20/8).
Untuk segmen pharmaceutical, pada semester I-2024, penjualan segmen ini mencapai Rp 2,3 triliun atau naik 11,3% secara tahunan.
Sarkia juga melihat adanya peluang pertumbuhan berkelanjutan. Sebab keunggulan Kalbe Farma di bidang oncology, biologics dan unbranded generic product, dimana eksistensi perusahaan yang merupakan market leader di bidang tersebut.
Selain itu peluncuran produk baru Zerpidio 100mg sebagai obat kanker dan Efesa 0,3 & 0,6 mg sebagai obat penyakit Anemia yang telah mendapat izin edar di Indonesia dan beberapa negara lainnya.
Kemudian ekspansi pasar melalui akuisisi 49% saham Alliance Pharma di Thailand juga menjadi katalis positif untuk kinerja Kalbe Farma.
Namun perlu dicermati juga, segmen consumer health mengalami normalisasi seiring dengan meningkatnya behavior masyarakat. Kemudian segmen nutrition juga stagnan karen terdampak oleh melemahnya daya beli masyarakat, pertumbuhan yang terbatas, dan valuasi yang tergolong premium.
Segmen consumer health dan nutrition mencatatkan rasio penjualannya relatif datar dengan masing-masing pertumbuhan hanya 1,3% yoy dan 0,5% yoy.
Mana dari itu, ke depan, Sarkia memperkirakan segmen ini hanya akan tumbuh single digit dengan ditopang produk promag sebagai kontributor terbesar serta minuman energi Extra Joss karena permintaan yang tinggi di pasar ekspor.
Di sisi lain, Analis CGS Internasional Sekuritas Jason Chandra dan Elizabeth Noviana menilai kinerja cemerlang ini merupakan hasil positif dari investasi dalam produk farmasi khusus pada 2018-2023.
Adapun produk khusus mencakup produk biologi, biosimilar, serta obat-obatan kimia yang sebagian besar digunakan untuk pengobatan kanker.
Dalam segmen tersebut, KLBF telah aktif berinvestasi dalam produk biologis baru dengan membangun fasilitas produksi biosimilar di Cikarang pada tahun 2018.
"Kontribusi produk khusus terhadap total pendapatan meningkat dari 1% pada 2018 menjadi 3% pada pertengahan tahun ini," jelas Jason dan Elisabeth dalam riset (10/9).
Bahkan CGS Internasional Sekuritas memperkirakan pertumbuhan produk khusus akan terus berlanjut mencapai 5% pada 2026.
Ditambah persaingan di segmen ini masih relatif rendah di Indonesia, karena kebutuhan kemampuan klinis yang kompleks, sehingga margin EBIT dari bisnis ini mencapai 21% pada semester I-2024, lebih tinggi dari margin keseluruhan KLBF sebesar 14%.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai penguatan rupiah bisa jadi katalis positif bagi kinerja Kalbe Farma. Ini karena bahan baku produksi farmasi diimpor dari luar negeri.
"Namun demikian rupiah masih berpotensi melemah dan hal ini bisa menjadi risiko dan tantangan bagi KLBF," kata Azis kepada KONTAN, (26/9).
Kendati begitu, Azis yakin KLBF memiliki strategi tersendiri untuk mengurangi bahan baku impor walaupun tidak semuanya. Jadi masih ada risiko disebabkan fluktuasi rupiah.
Kemudian secara kinerja, Azis memperoyeksi akan ada pertumbuhan top line 6%-7%, sedangkan dari sisi bottom line juga masih bisa tumbuh positif mengingat inflow asing membuat rupiah menguat. Dengan analisa tersebut, Azis merekomendasikan trading buy untuk saham KLBF dengan target 1,875 per saham.
Sementara proyeksi CGS Internasional Sekuritas pendapatan KLBF mencapai Rp 32,8 triliun dan laba bersih mencapai Rp 3,18 triliun pada akhir 2024. CGS Sekuritas merekomendasikan Add untuk saham Kalbe Farma dengan target harga Rp 1.900 per saham.
Panin Sekuritas memproyeksi laba KLBF akan mencapai Rp 3,05 triliun pada akhir tahun ini, dan Rp 3,4 pada tahun 2025.
Sementara pendapatan mencapai Rp 32,3 triliun pada Desember 2024 dan Rp 34,2 triliun pada tahun depan. Panin Sekuritas merekomendasikan hold untuk saham KLBF dengan target harga diturunkan ke Rp 1.700 per saham.
Resep Sehat Kinerja Keuangan Kalbe Farma (KLBF) Semester I/2024
Kalbe Farma (KLBF) mencatatkan kinerja positif baik dari sisi laba bersih maupun penjualan sepanjang semester I/2024. [461] url asal
#kalbe-farma #klbf #kinerja-kalbe-farma #laporan-keuangan-klbf #emiten-farmasi #pendapatan-kalbe-farma #laba-bersih-kalbe-farma
(Bisnis.Com - Market) 01/08/24 20:45
v/12911783/
Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja keuangan emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) berada di jalur positif sepanjang semester I/2024. Tecermin dari pertumbuhan laba periode berjalan yang tumbuh hingga double digit.
Melansir laporan keuangan per akhir Juni, Kamis (1/8/2024), Kalbe Farma mencetak penjualan bersih sebesar Rp16,32 triliun atau tumbuh 7,57% secara year-on-year (YoY).
Kinerja penjualan itu ditopang oleh segmen distribusi dan logistik yang meraih Rp5,35 triliun, meningkat 17,10% YoY. Adapun segmen obat resep tumbuh 7,62% YoY menjadi Rp4,51 triliun, sementara segmen nutrisi menyumbang Rp4,13 triliun atau naik 0,46%.
Sejalan dengan kenaikan penjualan, beban pokok KLBF juga meningkat 9,53% YoY menjadi Rp9,86 triliun. Perolehan ini membuat laba kotor yang dibukukan perseroan mencapai Rp6,45 triliun atau tumbuh 4,72% dari periode yang sama tahun lalu.
Setelah diakumulasikan dengan beban dan pendapatan lain, KLBF mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp1,8 triliun, tumbuh 18,06%. Laba per saham ikut terkerek dari Rp32,87 menjadi Rp38,93 per saham.
Dari sisi neraca keuangan, KLBF membukukan total aset Rp28,56 triliun per akhir Juni 2024 atau meningkat 5,57% YoY. Liabilitas juga naik 27,63% secara tahunan menjadi Rp5,02 triliun, sementara ekuitas tembus Rp23,53 triliun atau tumbuh 1,82% YoY.
Adapun arus kas setara kas perseroan pada akhir periode Juni 2024 tercatat sebesar Rp3,69 triliun, melesat 34,64% secara tahunan dari posisi sebelumnya Rp2,74 triliun.
Dalam perkembangan lain, Kalbe bersama dengan Livzon Pharmaceutical Group Inc. China membentuk perusahaan patungan untuk memproduksi bahan baku obat. Rencana ini bakal menggelontorkan investasi awal senilai Rp650 miliar.
Perusahaan patungan bernama PT Livzon Pharma Indonesia ini dibentuk lewat entitas anak kedua perusahaan, yakni PT Global Chemindo Megatrading dan Lian SGP Holding Pte.Ltd.
Livzon Pharma Indonesia nantinya fokus memproduksi bahan aktif farmasi (API) dan bahan baku lainnya untuk pasar ekspor, termasuk potensi di pasar dalam negeri.
Presiden Direktur Global Chemindo Megatrading, Stanley Handiono, mengatakan bahwa kerja sama dengan Livzon Grup merupakan tonggak penting dalam meningkatkan kompetensi perusahaan dalam memproduksi bahan baku API.
Selain itu, langkah tersebut juga menjadi bagian dari respons perusahaan terhadap inisiatif pemerintah Indonesia untuk memperkuat bahan baku aktif farmasi dalam negeri.
“Dalam jangka panjang, pembangunan pabrik API di dalam negeri ini akan berkontribusi untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia,” ujar Stanley dalam keterangan tertulis, Selasa (30/7/2024).
Menurutnya, bahan baku API memiliki peran penting dalam industri farmasi. Beberapa di antaranya adalah meningkatkan kontribusi ekspor, memungkinkan terjadinya transfer teknologi, serta membangun kemampuan penelitian dan pengembangan di Indonesia.
__________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.