#30 tag 24jam
Ini Alasan PEPU Usung Teknologi Blockchain Baru Ini
Ada sejumlah alasan Pepe Unchained (PEPU) mengusung teknologi blockchain baru yang diklaim lebih efisien daripada teknologi blockchain biasa. [725] url asal
#blockchain #ethereum #layer-2 #meme-coin #meme-token #pepe #pepe-coin #token-meme
(BlockChain-Media) 01/08/24 13:33
v/12875541/
Ada sejumlah alasan Pepe Unchained (PEPU) mengusung teknologi blockchain baru yang diklaim lebih efisien daripada teknologi blockchain biasa. Lantas, apa pula tantangannya?
Apa Itu Pepe Unchained (PEPU) yang Mengusung Teknologi Blockchain Baru?Dilansir dari situs resminya, PEPU adalah proyek kripto baru di sektor meme coin dan kelak menggunakan blockchain sendiri.
“Pepe Unchained adalah masa depan meme coin, menggunakan blockchain Layer-2 untuk kecepatan, keamanan, dan transaksi rendah biaya,” tertera di situsnya.
PEPU tampaknya terinspirasi dari token meme popular yakni Pepe Coin (PEPE) yang sangat popular di sektor meme coin global. PEPE yang masih tergolong baru, mampu bersaing ketat dengan meme coin popular lainnya, yakni Dogecoin (DOGE), Shiba Inu (SHIB). PEPE sendiri berada di peringkat ke-3 di bawah kedua meme coin itu, berdasarkan data dari Coinmarketcap untuk sektor meme coin.
Pengembang PEPU membangun narasi token, bahwa PEPE yang menggunakan blockchain Ethereum 2.0 sebagai teknologi blockchain Layer-1 masih berpotensi tidak efisien. Itu adalah salah satu alasan mengapa PEPU harus menggunakan teknologi blockchain baru, yakni Layer-2.
Blockhain Layer-2, Apakah Itu?Prinsip kerja teknologi blockchain baru, yakni Layer-2 sebenarnya sederhana, yakni memproses transaksi kripto di blockchain berbeda, tidak secara langsung di blockchain utama, misalnya blockchain Ethereum, sebagai blockchain berjenis Layer-1.
blockchain Layer-2 mengacu pada kerangka atau protokol sekunder yang dibangun di atas blockchain yang sudah ada (Layer 1), seperti Ethereum.
Tujuan dari teknologi blockchain baru sebagai lapisan sekunder ini meningkatkan skalabilitas, kecepatan, dan efisiensi dari blockchain utama, sehingga memungkinkan untuk menangani volume transaksi yang lebih tinggi dengan biaya yang lebih rendah.

Blockchain Layer-1, seperti Ethereum kendati sudah berteknologi PoS masih berpotensi mengalami kemacetan, yang mengarah pada kecepatan transaksi yang lebih lambat dan biaya yang lebih tinggi, ketika misalnya transaksi sangatlah banyak. Di atas kertas Ethereum bisa menangani 100 ribu transaksi per detik.
Di sinilah blockchain Layer-2 mengambil peran dan sebagai solusi dalam mengatasi masalah ini dengan memproses transaksi di luar rantai utama Ethereum, mengurangi beban dan memungkinkan transaksi yang lebih cepat dan lebih murah.
Jadi, dalam prosesnya, transaksi kripto diproses terlebih dahulu di Layer-2, kemudian transaksi final dikirimkan dan direkam ke Layer-1.
Manfaat Layer-2 dalam Konteks Pepe UnchainedDalam konteks Pepe Unchained yang saat ini masih dalam tahap presale, ada sejumlah manfaat. Dilansir dari whitepaper-nya, teknologi blockchain baru Layer-2, PEPU bisa menawarkan imbalan stakingtoken yang lebih tinggi.
“Biaya operasional yang lebih rendah dan peningkatan efisiensi berarti lebih banyak imbalan untuk Anda,” tertera di whitepaperitu.
Disebutkan pula, bahwa transaksi di Layer-2 diproses jauh lebih cepat dibandingkan di Layer-1. Ini berarti melakukan staking, trading, dan berinteraksi dengan PEPE Unchained bisa dilakukan dengan kecepatan kilat.
Masa Depan Ethereum: Visi Buterin untuk Desentralisasi dan Staking yang Lebih Baik
Perihal dampak ke biaya transaksi juga disinggung, kelak jika teknologi blockchain baru ini diluncurkan, bahwa dengan lebih sedikit transaksi yang menyumbat jaringan utama Ethereum, gas fee (biaya transaksi) jauh lebih rendah di Layer-2.
Di situs PEPU diterangkan, bahwa mainnet blockchain Layer-2 ini akan diluncurkan setelah program presale mereka berakhir.
Tantangan Besar Layer-2Kendati demkian, blockchain Layer-2 sebagai teknologi blockchain baru memiliki beberapa kelemahan dan tantangan yang perlu diperhatikan. Salah satu kelemahan utamanya adalah kompleksitas teknis yang lebih tinggi dibandingkan dengan Layer-1. Ini bisa membuat pengembang lebih sulit untuk membangun dan memelihara solusi di Layer-2. Hal ini ditegaskan pula oleh Metlabs di artikel mereka ini.
Selain itu, meskipun Layer-2 mewarisi keamanan dari Layer-1, ada risiko tambahan terkait dengan kerentanan yang mungkin muncul dalam protokol Layer-2 itu sendiri.
Ketergantungan pada jembatan (bridges) untuk transfer aset antara Layer-1 dan Layer-2 juga bisa menjadi titik lemah, karena jembatan ini sering kali menjadi sasaran serangan.
Selain itu, interoperabilitas antara berbagai solusi Layer-2 bisa menjadi tantangan, karena setiap solusi mungkin menggunakan pendekatan yang berbeda-beda untuk menangani transaksi dan penyelesaian.
Isu lain yang perlu diperhatikan adalah masalah likuiditas. Dalam beberapa kasus, pengguna mungkin menemukan likuiditas yang lebih rendah di Layer-2 dibandingkan dengan Layer-1, yang dapat mempengaruhi kecepatan dan biaya transaksi. Selain itu, meskipun biaya transaksi di Layer-2 biasanya lebih rendah, biaya untuk memindahkan dana antara Layer-1 dan Layer-2 masih bisa signifikan dan membatasi keuntungan biaya keseluruhan.
Terakhir, adopsi pengguna dan pengembang juga merupakan tantangan. Karena Layer-2 relatif baru dan lebih kompleks, butuh waktu untuk membangun kepercayaan dan mendapatkan dukungan luas dari komunitas pengguna dan pengembang teknologi blockchain baru. [ps]
Situs Blockchain Explorer Blockchair Dukung 42 Blockchain dan Usung AI untuk On-chain Data
Blockchair kini sebagai satu-satunya situs web penjelajah blockchain (blockchain explorer) yang mendukung 42 blockchain sekaligus. [672] url asal
#aptos #arbitrum-one #avalanche #base #beacon-chain #blockchain #blockchain-explorer #digibyte #fantom #handshake #layer-2-bitcoin #linea #moonbeam #optimism #peercoin #polkadot #polygon #polygon-zkevm #sei-evm #solana
(BlockChain-Media) 29/07/24 22:04
v/12569200/
Blockchair kini memegang status sebagai satu-satunya situs web penjelajah blockchain (blockchain explorer) yang mendukung 42 blockchain yang berbeda sekaligus. Pihak pengelola Blockchair juga mengumumkan pihaknya telah mengusung teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk kebutuhan on-chain data yang lebih baik bagi pengguna.
Hal itu disampaikan langsung oleh pihak pengembang dan pengelola situs web Blockchair yang sudah beroperasi sejak tahun 2016 ini.
Situs blockchain explorer Blockchair baru saja mengumumkan dukungan untuk 24 blockchain baru ke dalam platform-nya, yang secara signifikan meningkatkan penjelajah multi-blockchain dan penawaran alat profesionalnya. Dengan demikian Blockchair sebagai penyedia blockchain explorer terlengkap kini mendukung sebanyak total 42 blockchain.
Blockchain Explorer untuk 42 Blockchain BerbedaNikita Zhavoronkov CEO yang juga Lead Developer di Blockchair mengatakan, ekspansi ini mencakup nama-nama terkenal seperti Solana, Base, TRON, Arbitrum One, Polygon, Polygon zkEVM, Linea, Optimism, TON, Beacon Chain, Aptos, Avalanche, DigiByte, Fantom, Handshake, Moonbeam, Peercoin, Polkadot, Sei EVM, dan XRP Ledger, serta Layer-2 yang akan datang blockchain explorer untuk Bitcoin seperti BOB, Botanix, Rootstock, dan Liquid Network.
“Blockchair secara historis pada awalnya adalah Situs blockchain explorer untuk blockchain Bitcoin dan UTXO-chain. Ekspansi kami ke ekosistem Bitcoin Layer-2 terasa sangat alami dan kami akan terus menambahkan lebih banyak Layer-2 Bitcoin yang akan datang,” ujar Zhavoronkov dalam keterangan resminya kepada Redaksi Blockchainmedia.id, Senin (29/7/2024).
Zhavoronkov juga menyebutkan, bahwa penambahan dukungan terhadap 24 blockchain ini membawa kemampuan dan fitur unik Blockchair yang sudah kuat. Katanya, integrasi ini membedakan Blockchair dengan situs blockchain explorer lainnya dengan menyediakan antarmuka terpadu untuk menjelajahi data di 42 blockchain popular.
“Pengguna kini juga dapat mengakses dan menganalisis data dari berbagai blockchain dengan mudah dan cepat di satu laman, mendapatkan manfaat dari pengalaman pengguna yang ditingkatkan dan fungsionalitas yang lebih baik,” imbuhnya.
Selain ekspansi ini, Blockchair juga meluncurkan desain ulang platform yang komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan aksesibilitas.

Desain Baru dengan Asisten AI
Blockchair juga mengatakan desain antarmuka yang baru, ditambah adanya asisten berbasis AI menawarkan kinerja yang sangat cepat dan antarmuka modern yang bersih yang menyederhanakan navigasi dan meningkatkan aksesibilitas.
Peningkatan utama meliputi navigasi yang intuitif dan bagian-bagian yang terpisah yang didedikasikan untuk Bitcoin, Ethereum, dan ekosistem lainnya. Selain itu, Blockchair memperkenalkan Asisten AI yang membantu pengguna menginterpretasikan dan memahami on-chaindata secara efektif serta mendapatkan dukungan profesional.
“Sejak 2016 kami telah menerima banyak pertanyaan serupa dari pengguna kripto terkait transaksi on-chain mereka, dan pada dasarnya tidak ada dukungan teknis realtime untuk kripto terdesentralisasi. Memberikan pengguna kripto sistem dukungan yang komprehensif dan yang lebih penting, aman bukanlah tugas yang mudah. Dan kini kami telah menyelesaikannya dan kami percaya interaksi AI yang mirip dengan manusia adalah masa depan antarmuka,” ujar Kepala Penelitian di Blockchair Yedige Davletgaliyev.
Asisten AI di di blockchain explorer Blockchair memandu pengguna dalam berbagai bahasa untuk memahami on-chain data dengan pertanyaan misalnya: berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk transaksi saya diproses? Apa yang bisa dilakukan untuk mempercepat atau membatalkan transaksi? dan Bagaimana membedakan antara nasihat penipuan dan yang sah?
Asisten AI ini telah memandu ribuan pengguna agar tidak mengirim uang atau frasa sandi kepada penipu, dan akan segera tersedia untuk pengembang dalam format API.
Blockchair juga meningkatkan UX-nya dengan memperluas penawaran mata uang fiat di mana data dapat dinominasikan dan menambahkan skor KYA/KYT untuk memeriksa evaluasi risiko transaksi. Menurut tim Blockchair, platform ini akan terus menambahkan dukungan untuk blockchain baru dan bekerja pada alat pengembang profesionalnya.
Blockchair menawarkan mesin blockchain explorer dan analisis teraman serta berbagai alat profesional untuk ilmuwan dan pengembang crypto wallet dan bursa, untuk 42 blockchain yang berbeda. Ini termasuk API, PDF Receipts and Wallet Statements Generator, Awesome Catalog of Blockchain and Crypto services, News Aggregator, Data Dumps, dan Anonymous Portfolio Tracker, serta Grafik lengkap lintas blockchain.
Dengan ekspansi ini, Blockchair berharap bisa memperkuat posisinya sebagai pemimpin di sektor penyedia data blockchain, memberikan alat dan fitur canggih kepada penggunanya untuk meningkatkan pemahaman dan analisis mereka terhadap on-chain data. Platform ini tidak hanya memberikan akses yang lebih luas tetapi juga memastikan keamanan dan kemudahan penggunaan yang lebih baik bagi semua penggunanya. [ps]