#30 tag 24jam
Olah Limbah Kopi Jadi Cuan, Bank Mandiri Gelar Mandiri Lingkar Hijau
Bank Mandiri menjalankan program Mandiri Lingkar Hijau untuk mengolah limbah kopi menjadi produk yang bernilai ekonomis. - Halaman all [637] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #bank-mandiri #bmri #limbah-kopi #teuku-ali-usman #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 28/09/24 22:50
v/15705377/
JAKARTA, investor.id - Bank Mandiri menjalankan program Mandiri Lingkar Hijau untuk mengolah limbah kopi menjadi produk yang bernilai ekonomi. Selain mengentaskan masalah limbah, kegiatan ini diarahkan juga untuk memberdayakan masyarakat lokal. Kegiatan Mandiri Lingkar Hijau bekerja sama dengan Bell Living Lab Perusahaan pengolah limbah cangkang biji kopi asal Bandung, Jawa Barat ini merupakan best of the best di Wirausaha Muda Mandiri 2023.
Bank Mandiri dan Bell Living Lab akan melakukan pengumpulan limbah, riset, pengolahan, pelatihan, hingga pemasaran produk. Rangkaian kegiatan ini akan berjalan sampai September 2025, dengan target mampu mengoleksi hingga 2,5 ton ampas kopi setiap bulannya dan 2 ton per musim untuk pengolahan kulit kopi. Terlebih data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 di dunia, dengan produksi sebesar 774.960 ton di tahun 2022.
Adapun limbah kopi sendiri memiliki kandungan karbon sebesar 54,5% yang dapat berkontribusi pada peningkatan pelepasan CO2 dan Metana ke bu. Hal ini dapat dicegah dengan melakukan pengelolaan limbah dan pemanfaatan hasil sisa dari produksi kopi.
Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali Usman mengatakan, seluruh kegiatan Mandiri Lingkar Hijau akan merangkul kelompok tani, kedai-kedai kopi, hingga pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK). Dalam kegiatan ini, limbah kopi yang berasal dari Coffe Shop dan Kelompok Tani Kopi dikumpulkan. Kemudian akan diproses menjadi beberapa jenis material yaitu M-Tex Coffee Leather, Kalpa Panels dan Coffe Board. Limbah yang telah dikonversi menjadi produk akhir seperti fashion berupa sepatu, lanyard, dompet, dan furniture berupa kursi serta meja. Produk-produk tersebut lalu dipasarkan melalui display di Coffe Shop juga dipamerkan pada berbagai kegiatan expo Lainnya.
“Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Kelompok Tani Pasir Jirak Kahuripan II, lebih dari 35 kedai kopi yang tersebar di Bandung, serta murid-murid SMK 14 Bandung,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada Kamis (26/9).
Kebermanfaatan produk olahan limbah kopi ini, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta pengetahuan petani kopi tentang potensi yang bisa dikembangkan dari limbah kopi, di luar dari pemanfaatan bijinya, seperti bahan alternatif kulit di industri fesyen. Menurut Ali, pengolahan limbah kopi Indonesia harus dikembangkan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan. Terlebih, Indonesia produsen kopi terbesar kelima di dunia, memproduksi 756,1 ribu ton biji kopi pada 2023.
“Limbah kopi diketahui memiliki kandungan karbon sebesar 54,5 persen, sehingga berpotensi melepas lebih banyak karbon dioksida dan metana ke permukaan bumi. Pengelolaan dan pengolahan limbah dari produksi kopi mampu mengurangi potensi emisi,“ kata Ali.
Selain itu, pengembangan produk dari limbah kopi berpeluang memberikan dampak ekonomi positif yang berkelanjutan. Pertama, penyerapan limbah kopi yang dilakukan dapat memberikan pendapatan tambahan pada petani kopi. Terdapat potensi peningkatan pendapatan dari proses pengolahan ini hingga 5-10%, di mana pembelian limbah kulit kopi dibanderol seharga Rp 10.000 per kg. Sedangkan upah jasa pengupasan dengan menggunakan pulpingmachine dihargai sebesar Rp 1.000 per kg pengolahan.
“Selanjutnya, pelatihan pengolahan limbah memberikan keterampilan baru kepada siswa SMK, pemilik kedai kopi dan para petani kopi. Alhasil dapat membuka lapangan pekerjaan, terlebih lagi pekerjaan hijau atau greenjobs,” ucap Ali.
Program Mandiri Lingkar Hijau ini adalah bagian dari kampanye Mandiri Looping For Life, sebuah kampanye besar bank Mandiri dalam hal mengurangi sekaligus menambah manfaat dari limbah, baik itu limbah organik dan anorganik. Mandiri Looping For Life sudah dimulai sejak awal tahun ini, dimulai dari inisiatif pembuatan seragam bahan kain daur ulang untuk Bank Mandiri cabang Singapura, serta topi dari kain daur ulang untuk pemenang Mandiri Jogja Marathon 2024, dan program-program besar lain ke depannya.
Kegiatan Mandiri Mandiri Looping For Life adalah upaya mewujudkan visi Bank Mandiri sebagai “Indonesia’s Sustainability Champion.” Inisiatif daur ulang ini sejalan dengan kerangka ESG yang ditetapkan oleh Bank Mandiri, terutama pilar Sustainability Beyond Banking yang mencakupi pencapaian Sustainable Development Goals dan pembentukan ekosistem bisnis berkelanjutan.
Editor: Yurike Metriani (yurikemetriani@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Olah Limbah Kopi Jadi Cuan, Bank Mandiri Gelar Mandiri Lingkar Hijau
Bank Mandiri menjalankan program Mandiri Lingkar Hijau untuk mengolah limbah kopi menjadi produk yang bernilai ekonomis. - Halaman all [637] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #bank-mandiri #bmri #limbah-kopi #teuku-ali-usman #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 28/09/24 22:50
v/15697037/
JAKARTA, investor.id - Bank Mandiri menjalankan program Mandiri Lingkar Hijau untuk mengolah limbah kopi menjadi produk yang bernilai ekonomi. Selain mengentaskan masalah limbah, kegiatan ini diarahkan juga untuk memberdayakan masyarakat lokal. Kegiatan Mandiri Lingkar Hijau bekerja sama dengan Bell Living Lab Perusahaan pengolah limbah cangkang biji kopi asal Bandung, Jawa Barat ini merupakan best of the best di Wirausaha Muda Mandiri 2023.
Bank Mandiri dan Bell Living Lab akan melakukan pengumpulan limbah, riset, pengolahan, pelatihan, hingga pemasaran produk. Rangkaian kegiatan ini akan berjalan sampai September 2025, dengan target mampu mengoleksi hingga 2,5 ton ampas kopi setiap bulannya dan 2 ton per musim untuk pengolahan kulit kopi. Terlebih data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 di dunia, dengan produksi sebesar 774.960 ton di tahun 2022.
Adapun limbah kopi sendiri memiliki kandungan karbon sebesar 54,5% yang dapat berkontribusi pada peningkatan pelepasan CO2 dan Metana ke bu. Hal ini dapat dicegah dengan melakukan pengelolaan limbah dan pemanfaatan hasil sisa dari produksi kopi.
Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali Usman mengatakan, seluruh kegiatan Mandiri Lingkar Hijau akan merangkul kelompok tani, kedai-kedai kopi, hingga pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK). Dalam kegiatan ini, limbah kopi yang berasal dari Coffe Shop dan Kelompok Tani Kopi dikumpulkan. Kemudian akan diproses menjadi beberapa jenis material yaitu M-Tex Coffee Leather, Kalpa Panels dan Coffe Board. Limbah yang telah dikonversi menjadi produk akhir seperti fashion berupa sepatu, lanyard, dompet, dan furniture berupa kursi serta meja. Produk-produk tersebut lalu dipasarkan melalui display di Coffe Shop juga dipamerkan pada berbagai kegiatan expo Lainnya.
“Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Kelompok Tani Pasir Jirak Kahuripan II, lebih dari 35 kedai kopi yang tersebar di Bandung, serta murid-murid SMK 14 Bandung,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada Kamis (26/9).
Kebermanfaatan produk olahan limbah kopi ini, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta pengetahuan petani kopi tentang potensi yang bisa dikembangkan dari limbah kopi, di luar dari pemanfaatan bijinya, seperti bahan alternatif kulit di industri fesyen. Menurut Ali, pengolahan limbah kopi Indonesia harus dikembangkan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan. Terlebih, Indonesia produsen kopi terbesar kelima di dunia, memproduksi 756,1 ribu ton biji kopi pada 2023.
“Limbah kopi diketahui memiliki kandungan karbon sebesar 54,5 persen, sehingga berpotensi melepas lebih banyak karbon dioksida dan metana ke permukaan bumi. Pengelolaan dan pengolahan limbah dari produksi kopi mampu mengurangi potensi emisi,“ kata Ali.
Selain itu, pengembangan produk dari limbah kopi berpeluang memberikan dampak ekonomi positif yang berkelanjutan. Pertama, penyerapan limbah kopi yang dilakukan dapat memberikan pendapatan tambahan pada petani kopi. Terdapat potensi peningkatan pendapatan dari proses pengolahan ini hingga 5-10%, di mana pembelian limbah kulit kopi dibanderol seharga Rp 10.000 per kg. Sedangkan upah jasa pengupasan dengan menggunakan pulpingmachine dihargai sebesar Rp 1.000 per kg pengolahan.
“Selanjutnya, pelatihan pengolahan limbah memberikan keterampilan baru kepada siswa SMK, pemilik kedai kopi dan para petani kopi. Alhasil dapat membuka lapangan pekerjaan, terlebih lagi pekerjaan hijau atau greenjobs,” ucap Ali.
Program Mandiri Lingkar Hijau ini adalah bagian dari kampanye Mandiri Looping For Life, sebuah kampanye besar bank Mandiri dalam hal mengurangi sekaligus menambah manfaat dari limbah, baik itu limbah organik dan anorganik. Mandiri Looping For Life sudah dimulai sejak awal tahun ini, dimulai dari inisiatif pembuatan seragam bahan kain daur ulang untuk Bank Mandiri cabang Singapura, serta topi dari kain daur ulang untuk pemenang Mandiri Jogja Marathon 2024, dan program-program besar lain ke depannya.
Kegiatan Mandiri Mandiri Looping For Life adalah upaya mewujudkan visi Bank Mandiri sebagai “Indonesia’s Sustainability Champion.” Inisiatif daur ulang ini sejalan dengan kerangka ESG yang ditetapkan oleh Bank Mandiri, terutama pilar Sustainability Beyond Banking yang mencakupi pencapaian Sustainable Development Goals dan pembentukan ekosistem bisnis berkelanjutan.
Editor: Yurike Metriani (yurikemetriani@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Inisiatif Hijau, Bank Mandiri Olah Limbah Kopi Jadi Produk Bernilai
Bank Mandiri luncurkan program Mandiri Lingkar Hijau untuk olah limbah kopi jadi produk bernilai ekonomi dan memberdayakan masyarakat lokal. Halaman all [721] url asal
#smk #bank-mandiri #bps #sdgs #limbah-kopi #sdg08-pekerjaan-layak-dan-pertumbuhan-ekonomi #sdg12-konsumsi-dan-produksi-yang-bertanggung-jawab
(Kompas.com) 28/09/24 20:40
v/15718099/
KOMPAS.com - Bank Mandiri meluncurkan program Mandiri Lingkar Hijau untuk mengolah limbah kopi menjadi produk bernilai ekonomi. Selain mengatasi masalah limbah, kegiatan ini juga bertujuan memberdayakan masyarakat lokal.
Mandiri Lingkar Hijau bekerja sama dengan Bell Living Lab, perusahaan pengolah limbah cangkang biji kopi asal Bandung, Jawa Barat, yang terpilih sebagai best of the best dalam Wirausaha Muda Mandiri 2023.
Bank Mandiri dan Bell Living Lab akan melakukan pengumpulan limbah, riset, pengolahan, pelatihan, hingga pemasaran produk. Rangkaian kegiatan ini akan berlangsung hingga September 2025, dengan target mengoleksi hingga 2,5 ton ampas kopi setiap bulan dan 2 ton per musim untuk pengolahan kulit kopi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan bahwa Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia, dengan produksi mencapai 774.960 ton pada 2022.
Limbah kopi sendiri memiliki kandungan karbon sebesar 54,5 persen yang dapat meningkatkan pelepasan karbon dioksida (CO2) dan metana ke atmosfer. Pengelolaan limbah yang baik dapat mencegah dampak negatif ini.
Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali Usman menyatakan bahwa seluruh kegiatan Mandiri Lingkar Hijau akan melibatkan kelompok tani, kedai kopi, dan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Limbah kopi yang berasal dari kedai kopi dan kelompok tani kopi akan dikumpulkan untuk diproses.
Limbah kopi tersebut akan diolah menjadi beberapa jenis material, yaitu M-Tex Coffee Leather, Kalpa Panels, dan Coffee Board. Produk akhir dari proses ini meliputi produk fesyen, seperti sepatu, lanyard, dan dompet, serta furnitur berupa kursi dan meja. Produk-produk ini akan dipasarkan melalui di kedai-kedai kopi dan ditampilkan dalam berbagai pameran.
“Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Kelompok Tani Pasir Jirak Kahuripan II, lebih dari 35 kedai kopi yang tersebar di Bandung, serta siswa-siswa SMK 14 Bandung,” tutur Ali dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (28/9/2024).
Kebermanfaatan produk olahan limbah kopi itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta pengetahuan petani kopi tentang potensi yang dapat dikembangkan dari limbah kopi, di luar pemanfaatan bijinya, seperti bahan alternatif kulit di industri fesyen.
Menurut Ali, pengolahan limbah kopi di Indonesia harus dikembangkan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan. Apalagi, Indonesia adalah produsen kopi terbesar kelima di dunia yang memproduksi 756.100 ton biji kopi pada 2023.
“Limbah kopi diketahui memiliki kandungan karbon sebesar 54,5 persen sehingga berpotensi melepaskan lebih banyak karbon dioksida dan metana ke atmosfer. Pengelolaan dan pengolahan limbah dari produksi kopi dapat mengurangi potensi emisi,” jelas Ali.
Selain itu, pengembangan produk dari limbah kopi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi positif yang berkelanjutan. Proses penyerapan limbah kopi dapat memberikan pendapatan tambahan bagi petani kopi.
Terdapat potensi peningkatan pendapatan dari proses pengolahan ini hingga 5-10 persen. Pembelian limbah kulit kopi sendiri dibanderol seharga Rp 10.000 per kg. Sementara itu, upah jasa pengupasan menggunakan pulping machine dihargai sebesar Rp 1.000 per kg.
“Pelatihan pengolahan limbah memberikan keterampilan baru kepada siswa SMK, pemilik kedai kopi, dan petani kopi. Hal ini dapat membuka lapangan pekerjaan, terutama pekerjaan hijau,” tambah Ali.
Program Mandiri Lingkar Hijau merupakan bagian dari kampanye Mandiri Looping For Life, sebuah inisiatif besar Bank Mandiri untuk mengurangi sekaligus memanfaatkan limbah, baik organik maupun anorganik.
Mandiri Looping For Life sudah dimulai sejak awal 2024. Program ini dimulai dari pembuatan seragam bahan kain daur ulang untuk Bank Mandiri cabang Singapura, serta topi dari kain daur ulang untuk pemenang Mandiri Jogja Marathon 2024.
Kegiatan Mandiri Looping For Life adalah upaya mewujudkan visi Bank Mandiri sebagai "Indonesia’s Sustainability Champion".
Inisiatif daur ulang ini sejalan dengan kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) yang ditetapkan oleh Bank Mandiri, terutama pilar Sustainability Beyond Banking, yang mencakup pencapaian Sustainable Development Goals dan pembentukan ekosistem bisnis berkelanjutan.
Inisiatif Hijau, Bank Mandiri Olah Limbah Kopi Jadi Produk Bernilai Halaman all
Bank Mandiri luncurkan program Mandiri Lingkar Hijau untuk olah limbah kopi jadi produk bernilai ekonomi dan memberdayakan masyarakat lokal. Halaman all [721] url asal
#smk #bank-mandiri #bps #sdgs #limbah-kopi #sdg08-pekerjaan-layak-dan-pertumbuhan-ekonomi #sdg12-konsumsi-dan-produksi-yang-bertanggung-jawab
(Kompas.com) 28/09/24 20:40
v/15694757/
KOMPAS.com - Bank Mandiri meluncurkan program Mandiri Lingkar Hijau untuk mengolah limbah kopi menjadi produk bernilai ekonomi. Selain mengatasi masalah limbah, kegiatan ini juga bertujuan memberdayakan masyarakat lokal.
Mandiri Lingkar Hijau bekerja sama dengan Bell Living Lab, perusahaan pengolah limbah cangkang biji kopi asal Bandung, Jawa Barat, yang terpilih sebagai best of the best dalam Wirausaha Muda Mandiri 2023.
Bank Mandiri dan Bell Living Lab akan melakukan pengumpulan limbah, riset, pengolahan, pelatihan, hingga pemasaran produk. Rangkaian kegiatan ini akan berlangsung hingga September 2025, dengan target mengoleksi hingga 2,5 ton ampas kopi setiap bulan dan 2 ton per musim untuk pengolahan kulit kopi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan bahwa Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia, dengan produksi mencapai 774.960 ton pada 2022.
Limbah kopi sendiri memiliki kandungan karbon sebesar 54,5 persen yang dapat meningkatkan pelepasan karbon dioksida (CO2) dan metana ke atmosfer. Pengelolaan limbah yang baik dapat mencegah dampak negatif ini.
Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali Usman menyatakan bahwa seluruh kegiatan Mandiri Lingkar Hijau akan melibatkan kelompok tani, kedai kopi, dan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Limbah kopi yang berasal dari kedai kopi dan kelompok tani kopi akan dikumpulkan untuk diproses.
Limbah kopi tersebut akan diolah menjadi beberapa jenis material, yaitu M-Tex Coffee Leather, Kalpa Panels, dan Coffee Board. Produk akhir dari proses ini meliputi produk fesyen, seperti sepatu, lanyard, dan dompet, serta furnitur berupa kursi dan meja. Produk-produk ini akan dipasarkan melalui di kedai-kedai kopi dan ditampilkan dalam berbagai pameran.
“Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Kelompok Tani Pasir Jirak Kahuripan II, lebih dari 35 kedai kopi yang tersebar di Bandung, serta siswa-siswa SMK 14 Bandung,” tutur Ali dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (28/9/2024).
Kebermanfaatan produk olahan limbah kopi itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta pengetahuan petani kopi tentang potensi yang dapat dikembangkan dari limbah kopi, di luar pemanfaatan bijinya, seperti bahan alternatif kulit di industri fesyen.
Menurut Ali, pengolahan limbah kopi di Indonesia harus dikembangkan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan. Apalagi, Indonesia adalah produsen kopi terbesar kelima di dunia yang memproduksi 756.100 ton biji kopi pada 2023.
“Limbah kopi diketahui memiliki kandungan karbon sebesar 54,5 persen sehingga berpotensi melepaskan lebih banyak karbon dioksida dan metana ke atmosfer. Pengelolaan dan pengolahan limbah dari produksi kopi dapat mengurangi potensi emisi,” jelas Ali.
Selain itu, pengembangan produk dari limbah kopi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi positif yang berkelanjutan. Proses penyerapan limbah kopi dapat memberikan pendapatan tambahan bagi petani kopi.
Terdapat potensi peningkatan pendapatan dari proses pengolahan ini hingga 5-10 persen. Pembelian limbah kulit kopi sendiri dibanderol seharga Rp 10.000 per kg. Sementara itu, upah jasa pengupasan menggunakan pulping machine dihargai sebesar Rp 1.000 per kg.
“Pelatihan pengolahan limbah memberikan keterampilan baru kepada siswa SMK, pemilik kedai kopi, dan petani kopi. Hal ini dapat membuka lapangan pekerjaan, terutama pekerjaan hijau,” tambah Ali.
Program Mandiri Lingkar Hijau merupakan bagian dari kampanye Mandiri Looping For Life, sebuah inisiatif besar Bank Mandiri untuk mengurangi sekaligus memanfaatkan limbah, baik organik maupun anorganik.
Mandiri Looping For Life sudah dimulai sejak awal 2024. Program ini dimulai dari pembuatan seragam bahan kain daur ulang untuk Bank Mandiri cabang Singapura, serta topi dari kain daur ulang untuk pemenang Mandiri Jogja Marathon 2024.
Kegiatan Mandiri Looping For Life adalah upaya mewujudkan visi Bank Mandiri sebagai "Indonesia’s Sustainability Champion".
Inisiatif daur ulang ini sejalan dengan kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) yang ditetapkan oleh Bank Mandiri, terutama pilar Sustainability Beyond Banking, yang mencakup pencapaian Sustainable Development Goals dan pembentukan ekosistem bisnis berkelanjutan.
Inisiatif Hijau, Bank Mandiri Olah Limbah Kopi Jadi Produk Bernilai
Bank Mandiri luncurkan program Mandiri Lingkar Hijau untuk olah limbah kopi jadi produk bernilai ekonomi dan memberdayakan masyarakat lokal. Halaman all [721] url asal
#smk #bank-mandiri #bps #sdgs #limbah-kopi #sdg08-pekerjaan-layak-dan-pertumbuhan-ekonomi #sdg12-konsumsi-dan-produksi-yang-bertanggung-jawab
(Kompas.com) 28/09/24 20:40
v/15685737/
KOMPAS.com - Bank Mandiri meluncurkan program Mandiri Lingkar Hijau untuk mengolah limbah kopi menjadi produk bernilai ekonomi. Selain mengatasi masalah limbah, kegiatan ini juga bertujuan memberdayakan masyarakat lokal.
Mandiri Lingkar Hijau bekerja sama dengan Bell Living Lab, perusahaan pengolah limbah cangkang biji kopi asal Bandung, Jawa Barat, yang terpilih sebagai best of the best dalam Wirausaha Muda Mandiri 2023.
Bank Mandiri dan Bell Living Lab akan melakukan pengumpulan limbah, riset, pengolahan, pelatihan, hingga pemasaran produk. Rangkaian kegiatan ini akan berlangsung hingga September 2025, dengan target mengoleksi hingga 2,5 ton ampas kopi setiap bulan dan 2 ton per musim untuk pengolahan kulit kopi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan bahwa Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia, dengan produksi mencapai 774.960 ton pada 2022.
Limbah kopi sendiri memiliki kandungan karbon sebesar 54,5 persen yang dapat meningkatkan pelepasan karbon dioksida (CO2) dan metana ke atmosfer. Pengelolaan limbah yang baik dapat mencegah dampak negatif ini.
Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali Usman menyatakan bahwa seluruh kegiatan Mandiri Lingkar Hijau akan melibatkan kelompok tani, kedai kopi, dan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Limbah kopi yang berasal dari kedai kopi dan kelompok tani kopi akan dikumpulkan untuk diproses.
Limbah kopi tersebut akan diolah menjadi beberapa jenis material, yaitu M-Tex Coffee Leather, Kalpa Panels, dan Coffee Board. Produk akhir dari proses ini meliputi produk fesyen, seperti sepatu, lanyard, dan dompet, serta furnitur berupa kursi dan meja. Produk-produk ini akan dipasarkan melalui di kedai-kedai kopi dan ditampilkan dalam berbagai pameran.
“Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Kelompok Tani Pasir Jirak Kahuripan II, lebih dari 35 kedai kopi yang tersebar di Bandung, serta siswa-siswa SMK 14 Bandung,” tutur Ali dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (28/9/2024).
Kebermanfaatan produk olahan limbah kopi itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta pengetahuan petani kopi tentang potensi yang dapat dikembangkan dari limbah kopi, di luar pemanfaatan bijinya, seperti bahan alternatif kulit di industri fesyen.
Menurut Ali, pengolahan limbah kopi di Indonesia harus dikembangkan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan. Apalagi, Indonesia adalah produsen kopi terbesar kelima di dunia yang memproduksi 756.100 ton biji kopi pada 2023.
“Limbah kopi diketahui memiliki kandungan karbon sebesar 54,5 persen sehingga berpotensi melepaskan lebih banyak karbon dioksida dan metana ke atmosfer. Pengelolaan dan pengolahan limbah dari produksi kopi dapat mengurangi potensi emisi,” jelas Ali.
Selain itu, pengembangan produk dari limbah kopi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi positif yang berkelanjutan. Proses penyerapan limbah kopi dapat memberikan pendapatan tambahan bagi petani kopi.
Terdapat potensi peningkatan pendapatan dari proses pengolahan ini hingga 5-10 persen. Pembelian limbah kulit kopi sendiri dibanderol seharga Rp 10.000 per kg. Sementara itu, upah jasa pengupasan menggunakan pulping machine dihargai sebesar Rp 1.000 per kg.
“Pelatihan pengolahan limbah memberikan keterampilan baru kepada siswa SMK, pemilik kedai kopi, dan petani kopi. Hal ini dapat membuka lapangan pekerjaan, terutama pekerjaan hijau,” tambah Ali.
Program Mandiri Lingkar Hijau merupakan bagian dari kampanye Mandiri Looping For Life, sebuah inisiatif besar Bank Mandiri untuk mengurangi sekaligus memanfaatkan limbah, baik organik maupun anorganik.
Mandiri Looping For Life sudah dimulai sejak awal 2024. Program ini dimulai dari pembuatan seragam bahan kain daur ulang untuk Bank Mandiri cabang Singapura, serta topi dari kain daur ulang untuk pemenang Mandiri Jogja Marathon 2024.
Kegiatan Mandiri Looping For Life adalah upaya mewujudkan visi Bank Mandiri sebagai "Indonesia’s Sustainability Champion".
Inisiatif daur ulang ini sejalan dengan kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) yang ditetapkan oleh Bank Mandiri, terutama pilar Sustainability Beyond Banking, yang mencakup pencapaian Sustainable Development Goals dan pembentukan ekosistem bisnis berkelanjutan.
Program Mandiri Lingkar Hijau, Olah Limbah Kopi Jadi Cuan
Pada Mandiri Lingkar Hijau, Bank Mandiri bersama Bell Living Lab mengolah limbah kopi menjadi produk bernilai ekonomi dengan memberdayakan masyarakat lokal. [498] url asal
#brandnewsroom #bnr #bank-mandiri #limbah-kopi #daur-ulang
(CNN Indonesia - Ekonomi) 28/09/24 20:10
v/15688624/
Bank Mandiri menggulirkan program Mandiri Lingkar Hijau sebagai bagian kampanye Mandiri Looping for Life yang mendorong pengurangan limbah sekaligus menambah manfaat, baik limbah organik maupun anorganik.
Pada Mandiri Lingkar Hijau, Bank Mandiri bersama perusahaan pengolah limbah cangkang biji kopi asal Bandung, Jawa Barat yang menjadi Best of the Best pada Wirausaha Muda Mandiri 2023, Bell Living Lab bergerak untuk mengolah limbah kopi menjadi produk yang bernilai ekonomi dengan memberdayakan masyarakat lokal.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Teuku Ali Usman mengatakan, seluruh kegiatan Mandiri Lingkar Hijau akan merangkul kelompok tani, kedai-kedai kopi, hingga pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK). Dalam kegiatan ini, limbah kopi yang berasal dari coffee shop dan Kelompok Tani Kopi dikumpulkan, lalu diproses menjadi beberapa jenis material, yaitu M-Tex Coffee Leather, Kalpa Panels dan Coffe Board.
Nantinya, limbah yang telah dikonversi akan menjadi produk akhir seperti sepatu, lanyard, dompet, hingga furniture berupa kursi dan meja. Beragam produk itu kemudian dipasarkan melalui display di kedai kopi, juga dipamerkan di berbagai kegiatan expo.
"Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Kelompok Tani Pasir Jirak Kahuripan II, lebih dari 35 kedai kopi yang tersebar di Bandung, serta murid-murid SMK 14 Bandung," kata Ali melalui keterangan tertulis, Kamis (26/9).
Tak hanya pengumpulan limbah, Mandiri Lingkar Hijau juga melakukan riset, pengolahan, pelatihan, hingga pemasaran produk. Rangkaian kegiatan ini dijadwalkan berjalan sampai September 2025, dengan target 2,5 ton ampas kopi per bulan dan 2 ton per musim untuk pengolahan kulit kopi.
Pengolahan limbah kopi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, serta pengetahuan petani kopi terkait potensi limbah kopi.
Ali menyatakan, pengolahan limbah kopi di Indonesia harus dikembangkan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan. Terlebih, Indonesia adalah produsen kopi terbesar kelima di dunia, memproduksi 756,1 ribu ton biji kopi pada 2023.
"Limbah kopi diketahui memiliki kandungan karbon sebesar 54,5 persen, sehingga berpotensi melepas lebih banyak karbon dioksida dan metana ke permukaan bumi. Pengelolaan dan pengolahan limbah dari produksi kopi mampu mengurangi potensi emisi," kata Ali.
Adapun pengembangan produk dari limbah kopi diyakini bisa memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Salah satunya, memberi pendapatan tambahan kepada petani kopi.
Ali menjelaskan, terdapat potensi peningkatan pendapatan dari proses pengolahan ini sebesar 5-10 persen, pembelian limbah kulit kopi seharga Rp10 ribu per kg. Sedangkan upah jasa pengupasan menggunakan pulping machine dihargai sebesar Rp1.000 per kg pengolahan.
"Selanjutnya, pelatihan pengolahan limbah memberikan keterampilan baru kepada siswa SMK, pemilik kedai kopi dan para petani kopi. Alhasil dapat membuka lapangan pekerjaan, terlebih lagi pekerjaan hijau atau green jobs," ujar Ali.
Kampanye Mandiri Looping For Life sendiri telah berjalan sejak awal 2024, dimulai dari inisiatif pembuatan seragam bahan kain daur ulang untuk Bank Mandiri cabang Singapura, diikuti pembuatan topi dari kain daur ulang untuk pemenang Mandiri Jogja Marathon 2024, dan program-program besar lain mendatang.
Kampanye Mandiri Looping For Life merupakan upaya mewujudkan visi Bank Mandiri sebagai "Indonesia's Sustainability Champion". Inisiatif daur ulang ini juga sejalan dengan kerangka ESG perusahaan, terutama pilar Sustainability Beyond Banking yang mencakup pencapaian Sustainable Development Goals dan pembentukan ekosistem bisnis berkelanjutan.
Olah Limbah Kopi Jadi Cuan, Bank Mandiri Gelar Mandiri Lingkar Hijau
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjalankan program Mandiri Lingkar Hijau untuk mengolah limbah kopi menjadi produk yang bernilai ekonomi. [624] url asal
#idxcesgenvironment #idxcesgzone #net-zero-emission #olah-limbah-kopi #mandiri-lingkar-hijau #bank-mandiri
(IDX-Channel - Banking) 28/09/24 18:50
v/15685136/
IDXChannel - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjalankan program Mandiri Lingkar Hijau untuk mengolah limbah kopi menjadi produk yang bernilai ekonomi. Selain mengentaskan masalah limbah, kegiatan ini diarahkan juga untuk memberdayakan masyarakat lokal.
Kegiatan Mandiri Lingkar Hijau bekerja sama dengan Bell Living Lab. Perusahaan pengolah limbah cangkang biji kopi asal Bandung, Jawa Barat ini merupakan best of the best di Wirausaha Muda Mandiri 2023.
Bank Mandiri dan Bell Living Lab akan melakukan pengumpulan limbah, riset, pengolahan, pelatihan, hingga pemasaran produk. Rangkaian kegiatan ini akan berjalan sampai September 2025, dengan target mampu mengoleksi hingga 2,5 ton ampas kopi setiap bulannya dan 2 ton per musim untuk pengolahan kulit kopi.
Terlebih data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 di dunia, dengan produksi sebesar 774.960 ton pada 2022. Adapun limbah kopi sendiri memiliki kandungan karbon sebesar 54,5 persen yang dapat berkontribusi pada peningkatan pelepasan CO2 dan Metana ke bumi, hal ini dapat dicegah dengan melakukan pengelolaan limbah dan pemanfaatan hasil sisa dari produksi kopi.
Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali Usman mengatakan, seluruh kegiatan Mandiri Lingkar Hijau akan merangkul kelompok tani, kedai-kedai kopi, hingga pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK). Dalam kegiatan ini, limbah kopi yang berasal dari Coffe Shop dan Kelompok Tani Kopi dikumpulkan.
Kemudian akan diproses menjadi beberapa jenis material yaitu M-Tex Coffee Leather, Kalpa Panels dan Coffe Board. Limbah yang telah dikonversi menjadi produk akhir seperti fashion berupa sepatu, lanyard, dompet, dan furniture berupa kursi serta meja. Produk-produk tersebut lalu dipasarkan melalui display di Coffe Shop juga dipamerkan pada berbagai kegiatan expo Lainnya.
“Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Kelompok Tani Pasir Jirak Kahuripan II, lebih dari 35 kedai kopi yang tersebar di Bandung, serta murid-murid SMK 14 Bandung,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada Sabtu (28/9/2024).
Kebermanfaatan produk olahan limbah kopi ini, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta pengetahuan petani kopi tentang potensi yang bisa dikembangkan dari limbah kopi, di luar dari pemanfaatan bijinya, seperti bahan alternatif kulit di industri fesyen.
Menurut Ali, pengolahan limbah kopi Indonesia harus dikembangkan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan. Terlebih, Indonesia notabene produsen kopi terbesar kelima di dunia, memproduksi 756,1 ribu ton biji kopi pada 2023.
"Limbah kopi diketahui memiliki kandungan karbon sebesar 54,5 persen, sehingga berpotensi melepas lebih banyak karbon dioksida dan metana ke permukaan bumi. Pengelolaan dan pengolahan limbah dari produksi kopi mampu mengurangi potensi emisi," kata Ali.
Selain itu, pengembangan produk dari limbah kopi berpeluang memberikan dampak ekonomi positif yang berkelanjutan. Pertama, penyerapan limbah kopi yang dilakukan dapat memberikan pendapatan tambahan pada petani kopi.
Terdapat potensi peningkatan pendapatan dari proses pengolahan ini hingga 5-10 persen, di mana pembelian limbah kulit kopi dibanderol seharga Rp10 ribu per kg. Sedangkan upah jasa pengupasan dengan menggunakan pulping machine dihargai sebesar Rp1.000 per kg pengolahan.
“Selanjutnya, pelatihan pengolahan limbah memberikan keterampilan baru kepada siswa SMK, pemilik kedai kopi dan para petani kopi. Alhasil dapat membuka lapangan pekerjaan, terlebih lagi pekerjaan hijau atau green jobs,” kata Ali.
Program Mandiri Lingkar Hijau ini adalah bagian dari kampanye Mandiri Looping For Life, sebuah kampanye besar bank Mandiri dalam hal mengurangi sekaligus menambah manfaat dari limbah, baik itu limbah organik dan anorganik.
Mandiri Looping For Life sudah dimulai sejak awal tahun ini, dimulai dari inisiatif pembuatan seragam bahan kain daur ulang untuk Bank Mandiri cabang Singapura, serta topi dari kain daur ulang untuk pemenang Mandiri Jogja Marathon 2024, dan program-program besar lain ke depannya.
Kegiatan Mandiri Mandiri Looping For Life adalah upaya mewujudkan visi Bank Mandiri sebagai 'Indonesia’s Sustainability Champion'. Inisiatif daur ulang ini sejalan dengan kerangka ESG yang ditetapkan oleh Bank Mandiri, terutama pilar Sustainability Beyond Banking yang mencakupi pencapaian Sustainable Development Goals dan pembentukan ekosistem bisnis berkelanjutan.
(Dhera Arizona/ADV)