#30 tag 24jam
Feedloop AI dan IBM watsonx Bantu Atur Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi AI
FL1 AI Large Language Model (LLM) Feedloop adalah salah satu LLM berbahasa Indonesia pertama. [431] url asal
#ibm #artificial-intelligence #feedloop-ai #ibm-watsonx #llm #fl1-ai-large-language-model
(MedCom) 15/08/24 22:13
v/14459373/
Jakarta: Penyedia teknologi Generative AI (Gen AI) di Indonesia, Feedloop AI, mengumumkan telah mengadopsi platform watsonx AI dan data dari IBM guna memberikan akses perangkat AI dengan tata kelola dan kepatuhan yang kuat kepada klien mereka di sektor publik dan swasta.Platform diklaim watsonx akan membantu pelanggan Feedloop dalam mengotomatisasi identifikasi kewajiban regulasi dalam kerangka tata kelola risiko mereka, serta memastikan kepatuhan terhadap standar bisnis dan persyaratan yang berlaku.
FL1 AI Large Language Model (LLM) Feedloop adalah salah satu LLM berbahasa Indonesia pertama yang dapat digunakan oleh organisasi pemerintah dan bisnis lokal. Dengan mengintegrasikan LLM Feedloop ke watsonx, pelanggan bisa mengarahkan, mengelola, memantau, dan mengatur AI mereka sesuai dengan regulasi yang ada dan yang akan datang.
“Teknologi AI Feedloop yang mutakhir dapat memberikan organisasi di Indonesia kemampuan untuk mengoptimalkan operasi mereka sehingga memperoleh keunggulan kompetitif. Selain itu, keandalan platform AI sendiri merupakan kunci untuk menjadikan Feedloop mitra yang terpercaya bagi para perusahaan,” kata Ahmad Rizqi Meydiarso, Co-Founder dan CEO Feedloop.
“Dengan pendekatan kepercayaan, kepatuhan, dan tata kelola watsonx, Feedloop saat ini dapat memberdayakan organisasi di Indonesia untuk menavigasi berbagai regulasi dengan mulus.”
Meskipun Indonesia memimpin kawasan Asia Tenggara dengan kontribusi AI yang diproyeksikan sebesar USD366 miliar terhadap PDB nasional, menurut studi terbaru Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA), salah satu tantangan utama yang menghambat kemajuan AI di Indonesia adalah kurangnya tata kelola data internal, yang mencakup 40% dari masalah yang ada. Hal ini menunjukkan pentingnya tata kelola sebagai kunci sukses untuk adopsi AI yang bertanggung jawab.
"Kami bangga dapat bekerja dan mempromosikan solusi teknologi Indonesia seperti Feedloop untuk naik ke tingkat berikutnya," kata Lie Heng, Direktur, PT Synnex Metrodata Indonesia, IBM Business Partner. "AI untuk enterprise relatif baru, tetapi perusahaan harus bergerak cepat untuk memaksimalkan manfaatnya bagi bisnis mereka. Kami siap membantu."
“Seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang perlu membangun AI yang terpercaya, mereka juga harus memastikan bahwa AI tersebut dapat dioptimalkan untuk memberikan dampak yang bermanfaat serta mengurangi risiko dan hasil yang merugikan bagi semua pemangku kepentingan,” kata Roy Kosasih, Presiden Direktur IBM Indonesia.
“AI yang bertanggung jawab harus menjadi prioritas dari awal. Kami senang dapat membawa watsonx membantu mengevaluasi dan memantau kesehatan, akurasi, bias, dan kualitas dari LLM Feedloop, sambil membantu platform tersebut memenuhi persyaratan regulasi dan tata kelola.”
“Pendekatan platform yang terbuka dari IBM, di mana pelanggan dapat membawa model mereka sendiri ke cloud, on premise, atau keduanya, juga akan memungkinkan Feedloop untuk mengembangkan dan memaksimalkan manfaat Gen AI bagi pelanggan mereka. Kami pun menantikan kesempatan untuk dapat membantu organisasi-organisasi di Indonesia mencapai tahap evolusi berikutnya dengan Gen AI yang terpercaya,” tutup Kosasih.
(MMI)
OpenAI Rilis GPT-4o Versi Baru, Bisa Kasih Respons Lebih Panjang
OpenAI meningkatkan jumlah output token yang bisa dihasilkan oleh GPT-4o Long Output, sehingga bisa memberikan jawaban yang lebih panjang. Halaman all [903] url asal
#openai #model-ai #llm #gpt-4o #gpt-4o-long-output
(Kompas.com) 01/08/24 10:33
v/12855942/
KOMPAS.com - Induk chatbot ChatGPT, OpenAI meluncurkan model bahasa besar (Large Language Model/LLM) versi baru, yaitu GPT-4o Long Output. LLM tersebut diumumkan lewat situs resmi OpenAI pada Senin (29/7/2024).
GPT-4o Long Output merupakan versi baru dari LLM GPT-4o yang dirilis pada Mei 2024 lalu. Sebagai versi baru, OpenAI meningkatkan jumlah output token yang bisa dihasilkan oleh GPT-4o Long Output, yaitu sebanyak 64.000 token.
Token merupakan satuan untuk menghitung jumlah karakter atau kata yang diproses atau dihasilkan model AI. Satu token bisa berarti satu karakter atau satu kata dalam sebuah kalimat, tergantung dengan hitungan sistem yang kompleks.
Jumlah dukungan token GPT-4o Long Output sendiri naik 16 kali lipat dibanding GPT-4o dengan dukungan output 4.000 token. Artinya, GPT-4o Long Output bisa memberikan jawaban yang lebih panjang dari GPT-4o.
Dukungan token yang lebih banyak juga memungkinkan pengguna maupun pengembang yang memanfaatkan LLM ini, mendapat respons yang lebih panjang dan komprehensif, misalnya untuk mengedit kode program dan lain sebagainya.
OpenAI tak merinci alasan di balik hadirnya GPT-4o Long Output di situs resminya. Namun menurut penjelasan juru bicara OpenAI, LLM versi baru itu hadir berkat masukan dari pelanggan.
OpenAI Ilustrasi GPT-4o Long Output"Mereka menginginkan konteks output yang lebih panjang. Kami selalu menguji cara baru agar kami dapat melayani kebutuhan pelanggan dengan baik," kata juru bicara OpenAI, dikutip KompasTekno dari Venturebeat, Kamis (1/8/2024).
Terlepas dari perbedaan jumlah token output-nya, jendela konteks (context window) yang bisa diproses GPT-4o Long Output sama seperti GPT-4o, yaitu maksimum 128.000 token. Context window adalah jumlah token yang bisa diproses model AI dalam satu interaksi, mencakup token input dan output-nya.
Jadi pengguna bisa memberikan perintah teks dan mendapat jawaban, sampai 128.000 token bila digabungkan. Akan tetapi respons yang didapat pengguna GPT-4o Long Output bisa lebih panjang dari pengguna GPT-4o, karena dukungan token output-nya sampai 64.000, tidak mentok di 4.000 token.
Adapun untuk saat ini, GPT-4o Long Output baru tersedia dalam versi Alpha, secara terbatas untuk sekelompok pengguna. Periode pengujian ini disebut berlangsung selama beberapa pekan agar OpenAI bisa mengevaluasi seberapa efektif output ekstra dari GPT-4o Long Output untuk pengguna.
Hasil evaluasi itu nantinya menjadi bahan pertimbangan, apakah OpenAI akan memperluas ketersediaan GPT-4o Long Output ke lebih banyak pengguna atau tidak.
Rilis GPT-4o gratis
Pada pertengahan Mei 2024 lalu, OpenAI resmi merilis model bahasa besar (large language model/LLM) alias model AI terbaru dan tercanggih (flagship) mereka, yaitu GPT-4o.
Sama seperti GPT-3.5 atau GPT-4 Turbo, GPT-4o bisa diakses secara gratis menggunakan chatbot populer ChatGPT. Hanya saja, GPT-4o diklaim dapat membuat interaksi pengguna dengan chatbot tersebut lebih "hidup".
Bisa dibilang demikian karena fitur respons suara di GPT-4o sebenarnya sudah ada di model-model AI bikinan OpenAI sebelumnya, namun kini diklaim akan lebih natural, ekspresif, dan lebih humanis, alias bisa memiliki intonasi dan emosi seperti manusia.
OpenAI mendemonstrasikan kemampuan GPT-4o dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube mereka.
Dalam video tersebut, Chief Technology Officer (CTO) OpenAI, Mira Murati dan dua rekannya menampilkan bahwa GPT-4o dapat memberikan feedback dan solusi kepada pengguna apabila mereka melakukan kesalahan.
Hal ini diproses model AI tersebut secara real time via interaksi suara, dan kegiatan ini bisa dibilang lebih mirip seperti sebuah percakapan dengan seseorang.
Sebab, respons yang disampaikan GPT-4o terbilang cukup gesit, dan terbilang lebih cepat dibanding asisten digital macam Google Assistant atau Siri.
Selain cepat, suara yang dikeluarkan GPT-4o juga akan terdengar lebih ekspresif, misalnya dengan ekspresi tertawa atau kesal, dan dengan intonasi berbeda-beda, seperti intonasi halus, keras, nada robot, dan intonasi suara lainnya sesuai dengan kemauan pengguna.
Di samping itu, GPT-4o juga bisa berhenti bicara jika pengguna menginterupsinya. Di model AI sebelumnya, chatbot akan terus berbicara sebelum kalimat yang ingin disampaikan selesai dibacakan.
YouTube/OpenAI Demonstrasi GPT-4o yang menerjemahkan bahasa Italia ke bahasa Inggris via suara.Lalu, GPT-4o juga memiliki kemampuan menerjemahkan bahasa secara langsung. Dalam video demonstrasi, model AI tersebut bisa menerjemahkan bahasa asing secara langsung ke bahasa lain yang diminta via suara, asalkan bahasa tersebut didukung oleh ChatGPT.
Selain suara yang lebih natural, GPT-4o, apabila dibandingkan dengan LLM OpenAI lainnya, kini juga lebih pintar untuk mendeskripsikan gambar yang "dilihat", sekaligus bisa merangkum segala informasi yang ada di dalam gambar tersebut.
Hal ini terbilang wajar karena huruf "o" di GPT-4o merupakan singkatan untuk kata "omni" yang berasal dari bahasa Inggris.
Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, omni kira-kira memiliki arti "serba bisa". Artinya, GPT-4o merupakan model AI serba bisa di berbagai tipe pemrosesan konten, mulai dari teks, gambar, hingga suara.
Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TechCrunch, Selasa (14/5/2024), model AI GPT-4o tersedia dan bisa dijajal via ChatGPT versi gratis maupun berbayar (Plus dan Team).
Microsoft Pamer SpreadsheetLLM, AI untuk Mudahkan Akuntan dan Analis Data
Microsoft memamerkan purwarupa SpreadsheetLLM, model AI yang dirancang untuk membantu tugas olah data di spreadsheet. Halaman all [539] url asal
#microsoft #excel #spreadsheet #ai #llm #spreadsheetllm
(Kompas.com) 18/07/24 07:58
v/11157902/
KOMPAS.com - Peneliti Microsoft memamerkan purwarupa SpreadsheetLLM, sebuah model kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk spreadsheet alias lembar kerja yang biasa digunakan untuk membuat, mengolah, dan menganalisis data, seperti Microsoft Excel.
Oleh sebab itu, model AI ini kemungkinan akan cocok bagi para akuntan dan analis data. SpreadsheetLLM ini menjadi terobosan baru pengaplikasian AI untuk enterprise atau korporat.
Model AI ini pertama kali dipublikasikan di situs arXiv dalam format PDF dengan judul “SpreadsheetLLM: Encoding Spreadsheets for Large Language Models" (SpreadsheetLLM: Encoding Spreadsheet untuk Model Bahasa Besar), yang bisa diakses di tautan berikut.
SpreadsheetLLM mengombinasikan kemampuan model bahasa besar/Large Language Models (LLMs) dengan struktur data yang kompleks, yang ada di spreadsheet.
"SpreadsheetLLM adalah pendekatan untuk melakukan encoding konten spreadsheet ke dalam sebuah format yang bisa dilakukan dengan LLM, dan memungkinkan model ini menelaah konten spreadsheet," tulis para peneliti Microsoft dalam dokumen.
Menurut peneliti Microsoft, tool AI untuk bidang ini sejatinya memang perlu ditingkatkan. Sebab, dalam dunia bisnis, spreadsheet digunakan dalam berbagai tugas, mulai dari data entry, analis data sederhana, hingga pemodelan keuangan dan pengambilan keputusan yang kompleks.
Mereka menilai bahwa model bahasa yang ada saat ini masih kesulitan untuk memahami dan menelaah konten spreadsheet karena sifat data yang terstruktur, serta adanya rangkaian rumus untuk mengolah data.
Oleh karena itu, SpreadsheetLLM hadir untuk menjembatani kesenjangan itu. SpreadsheetLLM menggunakan skema encoding baru yang bisa mempertahankan struktur data dan hubungan antar lembar kerja.
Kemampuan SpreadsheetLLM
Potensi pengaplikasian SpreadsheetLLM ini sangat luas. Mulai dari mengalisis data rutin secara otomatis hingga memberikan rekomendasi dan pemahaman berdasarkan data di spreadsheet.
Model AI ini juga bisa dimanfaatkan untuk menjawab pertanyaan tentang data, bahkan menghasilkan lembar kerja spreadsheet baru.
Namun, tujuan utama model AI ini diciptakan adalah agar data spreadsheet lebih mudah dibuat dan dipahami oleh banyak pengguna.
Selama ini, mengolah data di Excel dan cara membaca datanya, memerlukan skill khusus. Salah satu masalah umum yang dihadapi pengguna adalah diperlukannya formula Excel yang banyak untuk mengolah data.
Nah, dengan kemampuan pemrosesan bahasa alami, pengguna bisa membuat kueri dengan teks atau bahasa biasa yang lebih mudah dilakukan, alih-alih menggunakan rumus Excel yang kompleks.
Hal ini bisa mendemokratisasi akses terhadap pemahaman data dan memberdayakan lebih banyak sumber daya manusia (SDM) dalam suatu organisasi untuk membuat keputusan berdasarkan data.
Selain itu, SpreadsheetLLM juga bisa mengotomatisasi pekerjaan-pekerjaan minor khas Excel, seperti menghapus data yang tidak diperlukan, memformat data atau angka, melakukan agregasi, dan sebagainya.
Dengan begitu, pekerjaan olah data akan semakin efisien, baik secara waktu dan tenaga, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Venture Beat, Kamis (18/2024).
Lantaran masih purwarupa, hingga saat ini, Microsoft belum mengumumkan kapan SpreadsheetLLM ini akan diintegrasikan dengan software pengolah data miliknya, Micorost Excel atau spreadsheet sejenis lainnya.