Emiten unggas mengalami nasib berbeda pada kuartal III/2024. Tapi, prospeknya sama cerahnya menyambut program makan siang bergizi dari Presiden Prabowo. [69] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Catatan kinerja keuangan emiten unggas terpantau beragam pada akhir kuartal III/2024. Ada yang membukukan lonjakan laba, ada pula yang mengalami penurunan bottom line. Namun, satu prospek yang sama adalah emiten unggas bakal diuntungkan lewat ragam program Presiden Prabowo Subianto.
Bisnis.com, JAKARTA – Program makan bergizi gratis yang diusung presiden terpilih Prabowo Subianto ditaksir menelan biaya jumbo per harinya. Di tengah rencana tersebut, bagaimana prospek emiten unggas ke depan?
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengungkapkan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan menelan anggaran Rp1,2 triliun per hari atau Rp400 triliun per tahun, dengan target penerima manfaat 82,9 juta jiwa.
“Kalau ini jalan, MBG spending [belanja] harian Rp1,2 triliun. Ini uang yang tidak sedikit," ujar Dadan dalam acara BNI Investor Daily Summit di Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Secara terperinci, dia menuturkan bahwa 75% dari Rp1,2 triliun atau sekitar Rp800 miliar akan digunakan untuk intervensi makan gratis anak-anak sekolah. Adapun 85% dari Rp800 miliar bakal digunakan untuk membeli bahan baku makanan.
Sementara itu, dalam kesempatan sebelumnya, Senior Equity Analyst Sinarmas Sekuritas Yosua Zisokhi memandang bahwa program tersebut mencakup dua hal utama, yakni makan bergizi gratis dan ketahanan pangan.
Terkait konteks ketahanan pangan, Yosua menyatakan bahwa industri unggas atau poultry perlu mendapatkan perhatian penuh karena merupakan salah satu sumber protein termurah di dunia, tak terkecuali Indonesia.
“Industri ini seharusnya menjadi fokus perhatian pemerintah, baik dari hulu hingga hilir, mulai dari bahan baku pakan seperti jagung dan kedelai, yang perlu diawasi ketat dan diberikan stimulus oleh pemerintah,” ujarnya dalam diskusi daring beberapa waktu lalu.
Menurutnya, dengan adanya stimulus dari pemerintah, industri unggas akan berkembang dan secara simultan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Di samping itu, kata Yosua, jika program makan bergizi gratis dijalankan sepenuhnya maka kemungkinan besar menu utama yang disajikan adalah ayam dan telur karena keduanya merupakan sumber protein dengan harga terjangkau.
“Karena keduanya merupakan sumber protein yang terjangkau dan sehat, ini tentunya akan mendukung perkembangan industri unggas di masa mendatang,” ucapnya.
Sebagai gambaran, baik CPIN maupun JPFA masing-masing membukukan pendapatan sebesar Rp61,61 triliun dan Rp51,17 triliun sepanjang tahun lalu.
Tidak hanya dari segi pendapatan, kapitalisasi pasar kedua emiten tersebut juga cukup mumpuni. Pada penutupan perdagangan Rabu (9/10/2024), kapitalisasi pasar CPIN tercatat sebesar Rp79,53 triliun dan JPFA mencapai Rp17,12 triliun.
Namun, sepanjang tahun berjalan (year to date/Ytd), kinerja saham keduanya memperlihatkan hasil berbeda. Saham JPFA tercatat meningkat 23,73% YtD, sedangkan saham CPIN membukukan koreksi sebesar 3,48% YtD.
___________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Prospek emiten perunggasan seperti JPFA, CPIN hingga MAIN diramal moncer hingga 12 bulan ke depan tersengat program makan siang gratis Prabowo-Gibran. [775] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perunggasan seperti PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), dan PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) dinilai akan mendapatkan katalis positif dari program makan siang gratis yang dicanangkan Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
Berdasarkan laporan keuangan, hingga semester I/2024, sejumlah emiten perunggasan memang telah mencatatkan kinerja laba yang moncer. JPFA misalnya mencatatkan pertumbuhan pesat laba 1.704,54% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1,47 triliun pada paruh pertama 2024.
Pertumbuhan laba JPFA ditopang oleh penjualan neto yang naik 14,45% yoy menjadi Rp27,64 triliun pada semester I/2024.
Senada, CPIN juga mencatatkan pertumbuhan laba 28,22% yoy menjadi Rp1,76 triliun pada semester I/2024. Peningkatan laba CPIN terjadi seiring dengan penjualan neto yang naik 6,7% yoy menjadi Rp32,96 triliun.
Sementara itu, MAIN berhasil membukukan laba Rp292,3 miliar pada paruh pertama 2024, berbalik dari kondisi rugi Rp130,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini didorong oleh enjualan yang naik 14,87% yoy menjadi Rp6,49 triliun.
Emiten unggas lainnya yakni PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk. (SIPD) pun mencatatkan laba yang melesat 1.802,22% yoy menjadi Rp14,51 miliar pada semester I/2024.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan sejumlah emiten unggas memang mencatatkan kinerja moncer sesuai ekspektasi, seiring dengan kondisi perbaikan, seperti harga pakan yang telah normal.
"Ini meningkatkan optimalisasi kinerja fundamental kinerja emiten poultry," ujarnya kepada Bisnis pada Selasa (13/8/2024).
Ke depan menurutnya kinerja keuangan dan saham emiten unggas masih menjanjikan, didorong oleh katalis positif. "Ada kebijakan pemerintahan baru, kebijakan makan siang gratis yang menjadi katalis positif, karena permintaan terhadap makanan bergizi, termasuk ditopang emiten unggas semakin meningkat," ujar Nafan.
Nafan memberikan rekomendasi buy untuk CPIN dengan target harga Rp6.100. Kemudian, JPFA direkomendasikan hold dengan target harga Rp1.695. Lalu, MAIN direkomendasikan hold dengan target harga Rp835.
Sementara Analis Sucor Sekuritas Clara Nathania dalam risetnya menilai emiten unggas seperti CPIN memiliki prospek kinerja yang baik didorong oleh proksi terhadap segmen kelas menengah yang tumbuh pesat di Indonesia.
"Prospek pertumbuhan pendapatan CPIN juga kuat seiring dengan perolehan arus kas yang kuat, didorong oleh perbaikan lingkungan peraturan dan normalisasi biaya," ujarnya dalam riset pada Selasa (13/8/2024).
Sucor Sekuritas pun merekomendasikan beli untuk saham CPIN dengan target harga Rp6.000.
Dilansir dari Bloomberg, konsensus analis hingga Selasa (13/8/2024) menunjukan bahwa sebanyak 12 sekuritas dari berbagai perusahaan sekuritas yang mengulas saham CPIN menyematkan rekomendasi beli. Sisanya, lima analis memberikan peringkat hold. Adapun, target harga saham CPIN berada di level Rp5.833 dalam 12 bulan ke depan.
Lalu, konsensus menunjukan bahwa 13 analis menyematkan rekomendasi beli untuk JPFA. Ada satu analis menyematkan rekomendasi hold untuk JPFA. Target harga saham JPFA sendiri diproyeksi akan menyentuh level Rp1.799 dalam 12 bulan ke depan.
Sementara MAIN berdasarkan konsensusnya, ada satu analis menyematkan rekomendasi beli dan dua analis menyematkan rekomendasi hold. Harga saham MAIN ditargetkan mencapai level Rp685 dalam satu tahun ke depan.
Di lantai Bursa, saham CPIN terpantau stagnan di level harga Rp5.150 pada perdagangan Selasa (13/8/2024). Meski begitu, harga saham CPIN naik 2,49% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd).
Sementara itu, saham parkir di level harga Rp1.585, harga tersebut mencerminkan kenaikan 34,32% secara ytd. Saham MAIN juga tercatat melejit 35,4% sepanjang tahun berjalan usai parkir di level Rp790 pada penutupan perdagangan kemarin.
Prabowo-Gibran
Pemerintah Anggarkan Rp71 Trliun untuk Program Makan Siang Gratis
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah sedang menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 untuk pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Salah satunya program makan siang gratis atau makan bergizi gratis.
Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar penerimaan negara dapat dioptimalkan untuk menjaga kesehatan keuangan Negara pada 2025.
“Kan APBN [2025]-nya sedang disusun. Jadi nanti yang untuk beberapa final kebijakan-kebijakan yang substansial baik dari sisi penerimaan negara dan belanja, nanti kami akan tuangkan di dalam nota keuangan. Jadi tolong bersabar sedikit, ya,” kata Sri Mulyani Senin (5/8/2024).
Dia pun mencontohkan terkait dengan program makan bergizi gratis yang merupakan kebijakan prioritas presiden terpilih Prabowo Subianto bakal masuk dalam anggaran pemerintah tahun depan. Sri Mulyani Memastikan dana Rp71 triliun APBN akan dialokasikan khusus untuk program tersebut.
Menurutnya, Jokowi meminta agar APBN 2025 dapat menampung program-program prioritas yang sudah disampaikan oleh pemerintahan presiden terpilih. Termasuk makan siang gratis salah satunya yang utama.
“Sampai saat ini yang kita sudah mendapatkan arahan dari Presiden saat ini dan Presiden terpilih adalah total anggaranya Rp71 triliun. Mengenai detailnya nanti adalah Bapak Presiden terpilih terus melakukan persiapan dengan timnya untuk pelaksanaannya,” pungkas Sri Mulyani.
JAKARTA, investor.id – Kuartal II-2024 merupakan momentum bagi emiten di sektor unggas (poultry) untuk membukukan laba bersih yang kuat. Hal itu seiring peningkatan margin secara berturut-turut, yang ditopang oleh kenaikan harga ayam hidup (live bird/LB) dan penurunan biaya pakan.
Sepanjang kuartal II-2024, harga jagung dan bungkil kedelai (soybean meal/SBM) sebagai komponen utama bahan baku pakan turun 11% dan 7% qoq. Di sisi lain, kenaikan harga ayam hidup (LB) sebesar 3% qoq dan anak ayam usia sehari (day old chicks/DOC) sebesar 37% qoq bakal menyokong bisnis peternakan unggas.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan laba bersih PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) pada kuartal II-2024 mencapai Rp 1,4-1,67 triliun. Sedangkan laba bersih PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) ditaksir sebesar Rp 871 miliar hingga Rp 1,11 triliun dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) Rp 108-156 miliar.
“Itu menunjukkan pertumbuhan laba bersih yang kuat sebesar 63-101% qoq atau 57-94% yoy,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Wilastita Muthia Sofi dalam risetnya.
BRI Danareksa Sekuritas yakin prospek pertumbuhan laba bersih yang kuat pada 2024-2025 belum diperhitungkan (priced in), meskipun membaik dibandingkan posisi underweight dalam dua tahun terakhir. Dengan begitu, laba yang kuat pada kuartal II-2024 dapat menjadi katalis untuk pemeringkatan ulang (re-rating).
“Dalam dua bulan terakhir, asing telah menjual saham CPIN Rp 57 miliar dan menambahkan saham JPFA sebesar Rp 219 miliar, yang kami yakini karena kinerja JPFA lebih baik dibandingkan CPIN pada kuartal I-2024,” ungkap Victor.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan peringkat overweight untuk sektor unggas, seiring peningkatan margin pakan dan harga ayam hidup yang tinggi. Pilihan utama jatuh pada saham CPIN. Sebab kinerja harga saham CPIN secara year to date (ytd) tertinggal. Kepemilikan investor asing pada saham CPIN juga lebih rendah.
Sementara itu, dari segi kinerja keuangan, Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) berpotensi mencetak pertumbuhan laba yang lebih tinggi secara berturut-turut dibandingkan kompetitornya, yaitu Japfa (JPFA) dan Malindo Feedmill (MAIN). Risiko utamanya jika harga ayam hidup lebih rendah dari perkiraan dan lonjakan biaya pakan.
Rekomendasi untuk saham CPIN adalah buy, dengan target harga Rp 5.900. Meski CPIN menjadi pilihan utama, BRI Danareksa Sekuritas tetap menyematkan rekomendasi buy untuk saham JPFA dan MAIN. Target harga saham JPFA dipatok sebesar Rp 1.800 dan MAIN Rp 850.