BOGOR, KOMPAS.com - Seorang pengendara sepeda motor, Usep (44), mengungkapkan alasannya mengapa dia melawan arus di Jalan Raya Batu Tulis, Kota Bogor.
Menurut Usep, dia nekat melawan arus karena titik untuk memutar balik kendaraannya terlalu jauh. Dia melawan arus untuk mempercepat perjalanan menuju kediamannya di Jalan Raya Cipaku.
“Kalau harus muter ke Jalan Lawanggintung itu kejauhan, saya juga terpaksa melawan arus buat ke Cipaku,” ujar Usep saat diwawancarai Kompas.com, Jumat (26/7/2024).
Pengendara sepeda motor lainnya, Dudin Juarsa (28), juga punya alasan senada soal mengapa ia lebih memilih melawan arus di Jalan Raya Batu Tulis Bogor.
Dudin mengaku melawan arus untuk memangkas jarak dan menghindari kemacetan di beberapa titik, antara lain di dekat Pasar Sukasari.
Menurut Dudin, jika harus memutar melalui Jalan Lawanggintung menuju Jalan Raya Cipaku, ia perlu menghabiskan waktu sekitar 20 menit.
“Kalau muter jauh, belum sama macetnya. Itu di dekat Pasar Sukasari macet, belum lagi pas belokan arah Lawanggintung banyak angkot yang ngetem,” ungkap Dudin.
Dudin mengaku hampir setiap hari melawan arus saat hendak berangkat kerja.
“Saya juga terpaksa setiap hari begini (melawan arus). Kalau berangkat dan pulang kerja saja, pas lagi buru-buru,” tuturnya.
Seorang pengemudi ojek online yang enggan disebutkan namanya juga mengungkapkan alasan serupa untuk melawan arus.
Menurutnya, melawan arus menjadi solusi praktis untuk menghemat waktu saat terburu-buru menjemput penumpang.
“Kalau dapat penumpang dari arah Jalan Raya Cipaku dan saya lagi di Jalan Batu Tulis, jauh kalau muter lagi. Mending lawan arus, ini bawa motornya juga pelan-pelan,” tuturnya.
Pria berusia 34 tahun itu, merasa khawatir penumpang menunggu lama dan cancel orderannya.
“Saya takut, (penumpng) menunggu lama. Nanti tiba-tiba di-cancel orderannya,” tuturnya.
Pengendara sepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Batu Tulis memang cukup banyak.
Berdasarkan hitung manual Kompas.com sejak pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB tercatat 148 pengendara sepeda motor melawan arus di jalan yang seharusnya diberlakukan satu arah.
Dari 148 pelanggar, 30 di antaranya tidak menggunakan helm.
Sementara ada lima pengendara sepeda motor terlihat membonceng lebih dari satu orang.
Bahkan, ada 10 kendaraan sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan pelat nomor.
Para pengendara sepeda motor melajukan kendaraan dengan kecepatan cukup tinggi.
Pengguna mobil yang berada di jalur yang benar sesekali memberikan klakson panjang sebagai tanda peringatan kepada pengendara yang melawan arah.
Ruas Jalan Raya Batu Tulis yang sempit dan berkelok, sangat membahayakan para pengguna jalan jika dilalui dua arah.