JAKARTA, KOMPAS.com - Miss Universe Indonesia 2024 Clara Shafira Krebs akan mewakili nama Indonesia dalam perhelatan Miss Universe 2024 yang akan digelar di Arena CDMX, Meksiko tanggal 16 November 2024.
Clara mengaku membawa visi dan misi yang kuat mengenai pemberdayaan perempuan, serta mental health yang menjadi fokus utamanya.
Isu tersebut bukan serta merta ia pilih begitu saja, akan tetapi ada cerita yang begitu personal di baliknya.
Pernah jadi korban perundungan
Perempuan 22 tahun itu menceritakan pengalaman pahitnya saat menjadi korban perundungan di masa remajanya.
Ia menjelaskan bahwa semasa remaja, ia mengalami perundungan di sekolah yang membuatnya sempat sulit membaur dengan teman sebayanya. Hal ini karena dirinya harus mengikuti orangtuanya untuk berpindah-pindah negara.
“Karena dulu saya sering berpindah-pindah negara, mengikuti orangtua saya. Saya punya pengalaman di-bully oleh teman-teman seusia saya,” kata Clara dalam kunjungan media di Menara Kompas, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2024).
Bahkan Clara menyebut, kalau dirinya bukan hanya mendapatkan perundungan secara verbal, melainkan juga fisik dari teman-temannya.
“Aku mengalami bullying itu ketika SD sampai SMA. Itu bukan cuma dalam bentuk verbal saja, tetapi sampai fisik,” tuturnya.
Menurutnya, bullying itu terjadi karena dirinya kerap kali dianggap berbeda, lantaran memiliki paras campuran Indonesia dengan Jerman. Peristiwa tersebut membuatnya sempat terpuruk dan mengalami masalah mental.
“Saya ini lahir dengan darah campuran Jerman dan Indonesia. Namun pada waktu itu saya dianggap berbeda, karena ketika sekolah di luar negeri tampilan saya tidak seperti mereka,” ungkap Clara.
Namun, Clara tak ingin terus terpuruk dengan kondisinya. Ia pun perlahan-lahan bangkit dan mendalami isu kesehatan mental.
Bahkan pengalaman tersebut menjadi bekalnya untuk membantu memberdayakan perempuan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, melalui ajang Miss Universe 2024 nanti.
“Jadi dari situ saya ingin membantu para perempuan yang punya pengalaman yang sama dengan saya. Memang fokus saya pada pemberdayaan perempuan dan mental health awareness,” jelas dia.
Tak cuma itu, Clara pun membuat sebuah akun media sosial yang menjadi wadah untuk berkonsultasi seputar mental health yang bernama My Safe Space.
Platform tersebut diharapkan mampu menjadi media bagi setiap perempuan Indonesia, untuk membantu mengatasi permasalahan mental health yang dimilikinya.
“Saya juga buat platform My Safe Space sebagai wadah bagi siapa pun yang merasa butuh berkonsultasi soal mental health. Nantinya, akan direspons juga dengan saya ataupun para psikolog profesional,” ucap Clara.
“Ini jadi tahapan utama untuk mengatasi mental health. Ketika mereka sudah tergerak untuk mengomunikasikan permasalahannya dan akan mendapatkan solusi,” tambahnya.