#30 tag 24jam
Bitcoin Mendekati All Time High, Pakar Sebut Ini Faktor Penyebabnya
Bitcoin mendekati level tertinggi baru di US$73.750, didorong oleh optimisme pasar menjelang pemilu AS dan potensi penurunan suku bunga. Altcoin juga bersinar. [677] url asal
#amerika-serikat #fomc-7-november #potensi-koreksi-btc-d #penyebabnya #penurunan #solana #dominasi #resistance-trendline #elon-musk #dogecoin-gambas #dominasi-bitcoin #aset-kripto #momentum-positifetfbitcoin #timur
(detikFinance - Fintech) 30/10/24 15:27
v/17209054/
Jakarta - Menjelang penutupan bulan Oktober 2024, bitcoin (BTC) melanjutkan kenaikannya, mendekati level all-time high di sekitar US$73.750. Pada hari ini, harga BTC mencapai US$72.785 sebelum sedikit turun dan bertengger di angka US$72.290 pada pukul 08.00 WIB.
Bahkan dalam 24 jam terakhir, bitcoin mengalami penguatan sebesar 2,80% dan naik 7,5% dalam seminggu terakhir. Secara Year to Date (YTD) kenaikan bitcoin tercatat sekitar 66%.
Financial ExpertAjaib KriptoPanji Yudha mengatakan momentum penguatan ini muncul di tengah optimisme pasar menjelang pemilihan umum di Amerika Serikat pada 5 November mendatang. Diperkirakan Pemilu Amerika Serikat akan berdampak pada kebijakan ekonomi dan sektor keuangan AS, termasuk pasar kripto.
Kenaikan ini juga dapat dikaitkan dengan sentimen 'risk-on' di tengah ekspektasi bahwa suku bunga The Fed mungkin akan kembali memotong suku bunganya sebesar 25 bps pada FOMC 7 November, yang memberikan ruang bagi Bitcoin untuk terus bergerak naik.
"Dari perspektif teknikal, Bitcoin telah berhasil breakout dari resistance trendline descending broadening wedge pattern hingga sempat mencapai US$72.785. Saat ini, terdapat potensi pelemahan terlebih dahulu yang dapat membawa BTC untuk menguji ulang area resistance trendline sebelumnya, yang kini juga menjadi area support di level US$ 69.000. Jika berhasil rebound maka besar peluang BTC untuk mencetak new All Time High dalam beberapa hari kedepan," kata Panji dalam keterangan tertulis, Rabu (30/10/2024).
Dia mengatakan dalam beberapa bulan terakhir, produk ETF ini berhasil menarik miliaran dolar ke pasar kripto, terutama setelah penundaan persetujuan di awal tahun.
"ETF kripto memberikan cara baru bagi investor institusi untuk masuk ke pasar kripto yang sebelumnya dianggap terlalu berisiko," ujar Panji.
Hingga kini, momentum positifETFbitcoin spot masih berlanjut terbukti bahwa adanyainflow sebesar US$479 juta pada perdagangan Senin (28/10/2024). Hal itu melanjutkan tren positif minggu lalu dengan lonjakan arus masuk hingga US$997 juta dalam periode perdagangan 21-25 Oktober 2024, dikutip dariSoSo Value.
Bitcoin mencapai rekor tertinggi baru di angka US$73,737 pada bulan Maret tepat dua bulan setelah ETF ini diluncurkan. Namun, aset ini mengalami tekanan pasca ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian mengenai suku bunga yang masih tinggi. Namun, keputusan bank sentral untuk menurunkan suku bunga bulan lalu kembali meningkatkan minat investor pada aset berisiko seperti bitcoin.
Dia pun optimistis hal itu bisa membuat bitcoin dan altcoin akan naik signifikan dalam beberapa waktu ke depan.
"Lingkungan suku bunga rendah memungkinkan investasi berisiko seperti kripto lebih menarik karena biaya pinjaman yang lebih rendah," jelasnya.
Altseason 2024: Momentum bagi Altcoin?
Tidak hanya bitcoin yang mengalami kenaikan, altcoin diprediksi akan kembali bersinar layaknya altcoin season di tahun 2021 di mana ketika itu DeFi dan NFT menjadi sorotan. Saat ini, dominasi bitcoin (BTC.D) di pasar kripto telah mencapai angka 59,52%, mendekati 60%, angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Namun, kondisi ini juga membuka spekulasi mengenai datangnya 'altseason' atau periode di mana altcoin seperti Ethereum dan Solana cenderung mencatatkan performa yang lebih baik dibandingkan bitcoin.
"Pola ini sering kali terjadi setelah Bitcoin mencapai puncaknya, di mana investor mulai beralih ke aset kripto lain atau altcoin," ungkapnya.
Pola teknikal rising wedge wedge yang terlihat dalam BTC.D menandakan potensi koreksi BTC.D yang bisa membuka jalan bagi altseason.
"Jika dominasi Bitcoin menurun, ini bisa menjadi sinyal awal altseason, di mana altcoin memiliki peluang untuk tumbuh dengan cepat," lanjut Panji.
Beberapa altcoin utama seperti Ethereum, Solana, hingga meme coin dapat menjadi pilihan menarik bagi trader.
BTC Siap Cetak Rekor Tertinggi Baru?
Dia mengatakan dengan dukungan ETF dan tren peningkatan minat investor institusi membuat bitcoin berada di jalur untuk mencapai rekor tertinggi baru. Potensi untuk menembus level rekor baru tentu ada, terutama jika bitcoin berhasil bertahan di atas level US$70,000.
"Namun, investor juga harus berhati-hati terhadap potensi koreksi yang bisa terjadi kapan saja, terutama di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Dengan demikian, kombinasi antara faktor teknikal dan sentimen pasar menjelang pemilu akan menjadi penentu apakah bitcoin mampu bertahan atau bahkan mencetak rekor baru dalam waktu dekat," tutupnya.
Lihat Video: Elon Musk Dinyatakan Tak Bersalah Atas Tudingan Manipulasi Dogecoin
Menanti Kampanye Transformasional - kumparan.com
MOMEN kampanye Pilkada 2024 sudah dimulai sejak 25/9/24 lalu, dan akan berakhir pada 23/11/24. Kita berharap tahapan ini membawa angin segar berupa pola kampanye yang bukan sekadar ajang adu janji. [794] url asal
#menanti #transformasional #politik #kampanye #perubahan #transformasi #komunikasi #solusi #momentum #kekuasaan
(Kumparan.com) 14/10/24 12:19
v/16444804/
MOMEN kampanye Pilkada 2024 sudah dimulai sejak 25/9/24 lalu, dan akan berakhir pada 23/11/24. Semua kita tentu berharap tahapan ini membawa angin segar berupa pola kampanye yang bukan sekadar ajang adu janji, melainkan sebuah kampanye transformasional.
Kampanye transformasional merupakan konsep dalam komunikasi politik yang bertujuan untuk tidak hanya menggalang dukungan elektoral, tetapi juga menciptakan perubahan sosial dan politik yang lebih mendalam. Wayne Steger, dalam bukunya A Transformational Political Campaign (2012) menekankan pendekatan kampanye berfokus pada visi jangka panjang yang mampu menginspirasi dan memobilisasi masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam perubahan.
Konsekuensinya, pemimpin yang mengimplementasikan kampanye transformasional membangun keterlibatan emosional dan intelektual dengan pemilih, sehingga mereka merasa menjadi bagian dari proses transformasi politik.
Lebih jauh, melalui pendekatan kampanye transformasional, kandidat tidak hanya menjanjikan solusi jangka pendek, tetapi juga menawarkan visi dan misi yang berdampak kepada kehidupan sehari-hari masyarakat. Kandidat yang sukses menerapkan kampanye transformasional bukan hanya dilihat sebagai penguasa, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu mentransformasi alam pikiran dan khasanah tingkah laku masyarakatnya.
Steger di buku yang sama menguraikan, pendekatan tranformasional tidak saja memfokuskan pada bagaimana seorang pemimpin mampu mengubah sikap dan perilaku masyarakat, namun juga menginspirasi publik untuk terlibat aktif dalam pembangunan. Kampanye semacam ini tidak terbatas sekadar perdebatan soal angka, kebijakan, atau program, tapi juga bertujuan mengubah persepsi masyarakat tentang apa yang mungkin dicapai di masa depan.
Dalam konteks Pilkada 2024, menarik mengamati apakah calon kepala daerah benar-benar mampu menghadirkan kampanye transformasional. Apakah mereka akan membawa isu-isu fundamental seperti pendidikan berkualitas, ekonomi inklusif, dan keadilan sosial yang berdaya transformatif, atau hanya berkutat pada retorika populis yang dangkal?
Pertanyaan tersebut semakin kontekstual, mengingat kampanye Pilkada 2024 akan berlangsung di tengah era digital yang semakin berkembang. Transformasi dalam pola komunikasi politik (terutama di masa kampanye) menjadi tantangan tersendiri bagi para kandidat. Salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana menggunakan teknologi informasi dan komunikasi termutakhir untuk menciptakan dialog yang lebih bermakna dengan pemilih. Di sinilah peran penting komunikasi transformasional dalam mengadaptasi cara berkomunikasi dengan konstituen yang semakin cerdas dan kritis.
Ringkasnya, era digital tidak hanya membuka peluang emas bagi kandidat untuk menjangkau pemilih, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam hal strategi menstimulus konstituen untuk bersama-sama menghadapi tantangan jika terpilih. Kampanye tradisional yang mengandalkan media luar ruang dan rapat umum sudah tidak lagi efektif untuk menarik perhatian (terutama) generasi muda.
Komunikasi digital, terutama melalui media sosial, (mestinya) menjadi arena baru yang menawarkan kesempatan bagi kandidat untuk menyampaikan pesan secara langsung dan interaktif. Kita sudah muak dengan “pameran” baliho dan spanduk di setiap sudut ruang publik yang nyaris tanpa pesan efektif-konstruktif.
Dalam konteks ini, penting bagi kandidat untuk tidak hanya menggunakan media sosial sebagai platform kampanye, tetapi juga sebagai ruang diskusi interaktif. Transformasi sosial bisa dimulai dari kecakapan kandidat merangkul masyarakat dalam percakapan yang jujur, berbasis data faktual, dan dialogis. Dalam teori komunikasi partisipatif, keterlibatan masyarakat secara aktif dalam proses komunikasi politik adalah kunci untuk menciptakan perubahan nyata (Tufte & Mefalopulos, 2009).
Tantangan lain yang butuh solusi adalah kecenderungan politik pragmatis yang semakin ekstrem. Politik pragmatis sering kali (masih) memakai cara-cara instan untuk meraih kekuasaan, seperti umbar janji populis, bantuan langsung tunai, atau pendekatan transaksional. Ini berarti masih mengesampingkan kepentingan jangka panjang demi kemenangan elektoral semata. Kandidat kadang lebih sibuk melancarkan kampanye melalui gimmick murahan, tanpa memaparkan program yang jelas dan bagaimana menggapai masa depan secara gemilang.
Ini tentu menjadi dilema besar bagi seluruh elemen Pilkada 2024. Apakah kita akan terus terjebak dalam siklus politik pragmatis yang hanya menawarkan solusi temporal, atau apakah kita mampu menuntut lebih dari para calon pemimpin? Harapan untuk kampanye transformasional harus datang dari dua arah: dari kandidat yang memiliki program mumpuni dan dari masyarakat yang menuntut perubahan yang mendasar.
Lebih jelasnya, kampanye transformasional membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan komunikasi yang autentik. Kandidat harus mampu menyampaikan visi yang jelas dan terstruktur, serta menunjukkan komitmen untuk melakukan perubahan yang nyata. Masyarakat juga perlu diberdayakan untuk menjadi bagian dari perubahan, salah satu caranya adalah berperan aktif menyampaikan ekspektasi.
Konstelasi sedemikian hanya bisa terjadi jika kandidat dan masyarakat sama-sama mau berubah. Pemilih harus lebih kritis, terlibat, dan punya standar ekspektasi. Dus, kampanye transformasional bukanlah tanggung jawab kandidat semata, ini adalah proses kolaboratif yang melibatkan pemilih sebagai bagian dari perubahan itu sendiri. Kesuksesan kampanye transformasional tidak hanya bergantung pada kepiawaian kandidat dalam menyampaikan visi dan misi, tetapi juga pada kualitas artikulasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Last but not least, Pilkada 2024 adalah momentum berharga bagi para calon pemimpin daerah dalam menstimulus dialog terbuka dan interaktif dengan konstituennya melalui kampanye transformasional. Di tengah mengerasnya dinamika politik pragmatis, tantangan krusial adalah membangun narasi politik yang tidak hanya berorientasi pada kemenangan elektoral, tetapi lebih kepada perubahan multi-aspek. Implikasinya, kandidat dan konstituen wajib berkolaborasi, saling mengirim dan menerima pesan menuju perubahan signifikan. Pada akhirnya, politik bukan hanya soal kekuasaan, melainkan juga transformasi berkelanjutan. [*]
Makan Bergizi Gratis Dinilai Jadi Momentum Perbaikan Gizi Anak Indonesia
Harus ada intervensi yang tepat dari pemerintah untuk memperbaiki gizi anak-anak dan remaja. [462] url asal
#pakar #hermawan-saputra #makan-siang-gratis #makan-bergizi-gratis #momentum #perbaikan #gizi #anak-indonesia
(MedCom) 10/07/24 18:33
v/10336940/
Jakarta: Pakar kesehatan masyarakat Indonesia Hermawan Saputra sepakat dengan ekonom yang sekaligus advokat SDGs di bawah Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Jeffrey Sachs soal Makan Siang Gratis. Program presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) itu dinilai sebagai bentuk investasi sekaligus cara efektif bagi negara untuk memperbaiki nutrisi masyarakatnya.“Efektif apabila dikawal oleh pakar kesehatan masyarakat apabila dikawal oleh praktisi gizi kesehatan, artinya makanya ini kan harus bergeser daripada kampanye makan siang gratis menjadi makan bergizi gratis nah ide makan bergizi ini yang harus betul-betul memperbaiki nutrisi,” ujar Hermawan, melalui keterangan tertulis, Rabu, 10 Juli 2024.
Ketua Umum PP Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) itu mengatakan harus ada intervensi pemerintah yang tepat untuk memperbaiki gizi anak-anak dan remaja. Sehingga, para penerus bangsa tersebut memiliki kognisi, inteligensi, dan daya tahan tubuh yang prima.
“Jadi kalau kita berusaha betul-betul melakukan intervensi spesifik dengan tepat di saat usia anak dan remaja, maka 21 tahun ke depan itu akan berpengaruh terutama berdampak kepada aspek kognisi, daya nalar, daya pikir inteligensia, aspek daya tahan tubuh dan kondisi fisik dan aspek tumbuh kembang itu sendiri menjadikan bentuk-bentuk intervensi,” ungkap dia.
| Baca juga: Implementasi Program Makan Bergizi Gratis Mesti Bertahap |
Hermawan juga berharap program Makan Bergizi Gratis dapat jadi pintu masuk pengendalian konsumsi berlebih terhadap gula, garam, dan juga lemak yang meningkatkan risiko penyakit. Pasalnya, Indonesia menjadi negara dengan tingkat diabetes tertinggi di ASEAN.
“Nah ini harus kita kendalikan risiko penyakit tidak menular sekarang kan masalah BPJS, pelayanan rumah sakit tinggi itu semua karena penyakit tidak menular dan itu sumbernya dari makanan,” imbuhnya.
Hermawan meminta supaya program makan bergizi ini tidak hanya sekedar proyek saja. Pemerintahan Prabowo-Gibran harus memperhatikan detail menu makanan dan tumbuh kembang para penerima makan bergizi.
“Program ini yang paling pokok libatkan para ahli kesehatan masyarakat dan para ahli gizi kesehatan, jangan sampai hanya sekedar kasih makan semacam proyek-proyekan, terus tidak dievaluasi tidak dipantau tumbuh kembang. Perkembangan kognisi dan imunity jangan sampai ini menjadi sia-sia,” tegasnya.
Jika perlu, pemerintah perlu membentuk suatu badan atau lembaga khusus yang menangani program makan bergizi tersebut. Agar, program prioritas dari Prabowo-Gibran itu memiliki dampak yang signifikan.
“Makanya kalau ada pembentukan badan gizi atau institusi yang menangani itu bagus, asal ada pelibatan teknokrasi seperti ahli kesehatan masyarakat dan gizi kesehatan supaya betul-betul tidak mubazir,” ujar dia.
Selain itu, Hermawan meminta pemerintah memberikan penyuluhan kepada keluarga siswa agar dapat menyajikan makanan yang bergizi di rumah. Usulan ini perlu didorong dengan menjaga kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Jadi kondisi ekonomi yang baik, daya beli baik kemudian pola menu yang baik, kemudian pengetahuan orang tua untuk menyajikan makanan dan juga gizi yang baik buat anak yang mengandung gizi seimbang nah itu yang paling pokok,” kata dia.
(ABK)