#30 tag 24jam
Denting Gamelan di Negeri Orang, Saat Pertamina Rambah Italia Lewat Budaya Halaman all
Mengalunnya musik gamelan di Italia itu tak lepas dari peran BUMN asal Indonesia yaitu PT Pertamina (Persero). Halaman all?page=all [310] url asal
#italia #gamelan #pertamina #alat-musik-tradisional #tjsl-pertamina
(Kompas.com - Money) 31/10/24 23:07
v/17308704/
JAKARTA, KOMPAS.com - Alunan gamelan nan lembut memenuhi salah satu ruang kelas di Universitas L’Orientale Napoli, Italia.
Instrumen gamelan yang terdiri dari kendang, bonang, demung, gong, kempul, gambang, hingga slenthem ditabuh beriringan menghasilkan irama musik tradisional Jawa.
Ada sinden pula yang menyanyikan tembang Jawa diiringi orkestra gamelan.
WIKIMEDIA COMMONS/MICHAEL GUNTHER Ilustrasi gamelan.
Mereka memilih mengikuti ekstrakurikuler di kampusnya yang mempelajari gamelan. Kelas ini dirintis oleh Antonia Soriente, profesor pengajar bahasa dan sastra Indonesia di Universitas L’Orientale Napoli.
Bersama Daniele Zappatore, peneliti dari Italia yang mempelajari budaya Indonesia, Antonia memperkenalkan musik gamelan kepada para mahasiswanya. Daniele menjadi pemimpin sekaligus pengajar kelompok ensambel gamelan ini.
Antonia berkisah, dirinya memang berlatar belakang sastra dan linguistik, jauh dari seni musik. Namun, keinginan yang kuat untuk memperkenalkan budaya Indonesia, membuat dirinya merintis seni musik tradisional Indonesia di tempatnya mengajar.
Wanita yang memulai pengajaran sastra Indonesia sejak 2009 di Universitas L’Orientale Napoli, yang juga merupakan almamaternya ini, meyakini musik menjadi salah satu media yang bisa dengan cepat memperkenalkan suatu budaya.
Denting Gamelan di Negeri Orang, Saat Pertamina Rambah Italia Lewat Budaya
Mengalunnya musik gamelan di Italia itu tak lepas dari peran BUMN asal Indonesia yaitu PT Pertamina (Persero). Halaman all [947] url asal
#italia #gamelan #pertamina #alat-musik-tradisional #tjsl-pertamina
(Kompas.com) 31/10/24 23:07
v/17279701/
JAKARTA, KOMPAS.com - Alunan gamelan nan lembut memenuhi salah satu ruang kelas di Universitas L’Orientale Napoli, Italia.
Instrumen gamelan yang terdiri dari kendang, bonang, demung, gong, kempul, gambang, hingga slenthem ditabuh beriringan menghasilkan irama musik tradisional Jawa.
Ada sinden pula yang menyanyikan tembang Jawa diiringi orkestra gamelan.
WIKIMEDIA COMMONS/MICHAEL GUNTHER Ilustrasi gamelan.
Mereka memilih mengikuti ekstrakurikuler di kampusnya yang mempelajari gamelan. Kelas ini dirintis oleh Antonia Soriente, profesor pengajar bahasa dan sastra Indonesia di Universitas L’Orientale Napoli.
Bersama Daniele Zappatore, peneliti dari Italia yang mempelajari budaya Indonesia, Antonia memperkenalkan musik gamelan kepada para mahasiswanya. Daniele menjadi pemimpin sekaligus pengajar kelompok ensambel gamelan ini.
Antonia berkisah, dirinya memang berlatar belakang sastra dan linguistik, jauh dari seni musik. Namun, keinginan yang kuat untuk memperkenalkan budaya Indonesia, membuat dirinya merintis seni musik tradisional Indonesia di tempatnya mengajar.
Wanita yang memulai pengajaran sastra Indonesia sejak 2009 di Universitas L’Orientale Napoli, yang juga merupakan almamaternya ini, meyakini musik menjadi salah satu media yang bisa dengan cepat memperkenalkan suatu budaya.
WIKIMEDIA COMMONS/JOAN Ilustrasi gamelan."Saya memang seorang yang (memiliki) background (latar belakang) sastra dan linguistik, tetapi saya berpikir musik adalah salah satu cara yang paling bagus untuk memberikan pengetahuan tentang suatu budaya, dan juga yang mungkin bisa lebih bertahan daripada tulisan-tulisan ilmiah tentang bahasa dan sastra," ungkap Antonia saat ditemui Kompas.com di tempat kerjanya beberapa waktu lalu, ditulis pada Kamis (31/10/2024).
Menurutnya, musik menjadi bahasa universal yang tidak mengenal batas, sehingga akan lebih mudah diadopsi oleh orang dengan berbagai latar belakang. Maka dari itu, Antonia memilih memperkenalkan Indonesia lebih dalam ke mahasiswanya melalui seni musik.
Ia mengakui, Indonesia memang kaya akan seni budaya, namun dirinya menilai gamelan menjadi seni yang tepat untuk dikenalkan ke mahasiswa Italia. Sebab, gamelan merupakan ansambel musik yang memiliki makna kerharmonisan.
Ada banyak orang yang perlu dilibatkan untuk bisa menghasilkan alunan musik yang indah dari instrumen gamelan.
"Gamelan adalah sebuah ansambel yang mempunyai satu nilai penting yaitu harmoni. Dengan mengajar gamelan, saya merasa bisa melibatkan banyak orang yang mau belajar tentang musik dan bisa semakin dekat dengan budaya Indonesia," ucap perempuan yang memperoleh gelar S2 di Universitas Indonesia itu.
Mengalunnya musik gamelan di Italia itu tak lepas dari peran BUMN asal Indonesia yaitu PT Pertamina (Persero). Perusahaan yang bergerak di sektor energi ini menjadi penyumbang rangkaian alat musik gamelan di Universitas L’Orientale Napoli.
Antonia bersama Daniele sudah menggunakan gamelan pemberian Pertamina untuk dimainkan para mahasiswa Italia sejak April 2024 lalu.
Hibah gamelan itu merupakan bagian dari program corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) Pertamina.
DOK. Humas Pertamina VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menjelaskan Pertamina mendukung event Pertamina Mandalika Racing Series 2024 di Lombok, untuk mendorong atlet nasional go global."Hibah alat musik gamelan kepada salah satu universitas di Italia merupakan wujud promosi pendidikan dan budaya Indonesia ke negara tersebut," jelasnya kepada Kompas.com.
"Di mana gamelan tersebut dijadikan sebagai salah satu bahan ajar dan pendidikan mata kuliah seni di universitas tersebut," imbuh dia.
Pertamina, kata Fadjar, melihat keputusan memberikan hibah alat musik gamelan ke Universitas L’Orientale Napoli merupakan hal yang positif. Ini jadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkenalkan budaya Indonesia lebih luas lagi di mancanegara.
"Langkah ini juga sebagai upaya soft diplomacy untuk meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Italia," ungkapnya.
Antonia pun mengaku menyambut dengan senang keputusan Pertamina yang memfasilitasi kelasnya untuk bisa mempelajari budaya Indonesia melalui musik gamelan.
"Saya bangga sekali sebagai salah satu dosen dari Universitas L’Orientale, kami bisa mempunyai satu orkestra yang lengkap dan bagus berkat bantuan dan perhatian dari Pertamina," ucap Antonia.
Alat-alat musik gamelan dengan kilau keemasan yang terus terpampang dalam salah satu ruang kelas di universitas Italia itu diharapkan bisa memantik rasa penasaran lebih banyak mahasiswa dan terpikat untuk mempelajarinya.
Antonia dan Daniele pun menggandeng berbagai lembaga pendidikan dan institusi di Italia untuk terus mengembangkan kelas musik gamelan mereka.
Daniele bilang, saat ini peminat musik gamelan memang belum banyak, namun bukan berarti tak bisa berkembang. Menurutnya, musik gamelan memiliki potensi untuk semakin dikenal seiring dengan mahasiswa Italia yang mulai tertarik dengan alat musik tradisional Indonesia ini.
"Komunitasnya memang masih kecil, orang Indonesia di Italia sendiri enggak suka main gamelan. Jadi kelompok yang saya pimpin semuanya orang Italia yang memainkan gamelan," kata Daniele.
Saat ini berbekal pelatihan yang dilakukan setidaknya sekali dalam seminggu, Antonia dan Daniele berharap kelompok ensambel gamelan yang mereka didik bisa tampil dalam berbagai event kampus maupun kota Napoli.
"Setiap orang yang mau latihan gamelan bisa datang ke sini (kelas). Kami juga berencana bisa membawa alat-alat musik ini ke berbagai event di Napoli, bukan dalam artinya membuat konser, tetapi setidaknya tampil menjadi wakil dari salah satu budaya Indonesia," harap Antonia.
Kekayaan Musik Tradisional Indonesia di Album Aksilirasi
Kekayaan Musik Tradisional Indonesia di Album Aksilirasi [1,212] url asal
#musik-tradisional #musik-tradisional-indonesia
(MedCom) 15/10/24 20:34
v/16516169/
Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merilis program Aksilirasi yang diharapkan bisa memanfaatkan produk industri kreatif di sektor musik, film, penerbitan, seni pertunjukan, dan seni rupa.Program ini coba memetakan dan membantu masyarakat khususnya di lima Destinasi Super Prioritas yaitu, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.
"Program Aksilarasi dilaksanakan dengan pendekatan community development yang berfokus pada pendampingan untuk membantu masyarakat dalam proses penciptaan produk kreatif unggulan hingga tahap monetisasi untuk mengisi ruang dan kebutuhan destinasi super prioritas," kata Menparekraf Sandiaga Uno.
Dalam program ini, Kemenparekraf berkolaborasi dengan distributor untuk mendistribusi dan mengkomersialisasi produk hasil inkubasi Aksilarasi dan produk program Lensa Kreatif. Sebut saja seperti Goldilocks untuk distribusi produk subsektor film dan subsektor seni pertunjukan; Musik Bagus untuk distribusi produk subsektor musik dan subsektor seni rupa; Potostock Indonesia untuk distribusi produk subsektor fotografi; dan Elex Media Komputindo untuk distribusi produk subsektor penerbitan.
Dalam program Aksilarasi 2024 ini, Musik Bagus ditunjuk untuk menjadi distributor untuk mendistribusikan produk pada subsektor musik dan subsektor seni rupa. Terdapat dua Destinasi Super Prioritas yang memiliki fokus pada subsektor musik dan subsektor seni rupa, yaitu Mandalika dan Labuan Bajo.
| baca juga: Lokavasia 2024 Ajang Eksistensi Musik Tradisi untuk Pemajuan Kebudayaan |
Dalam program ini menghadirkan produk Cilokaq yang merupakan sebuah musik tradisional khas suku Sasak, Nusa Tenggara Barat. Musik ini berasal dari sebuah permainan gambus yang membawakan lagu-lagu untuk mengisi waktu senggang dan sebagai pelepas lelah.
Cilokaq merupakan seni musik bernafaskan padang pasir yang komposisi lagunya bersumber dari nada gambus tunggal. Seiring berjalannya waktu, musik Cilokaq dikembangkan lagi dengan menambahkan alat-alat musik lain, seperti jidur, suling, gitar, dan gendang (ketipung).
Terdapat 5 lagu khas Mandalika yang disajikan dalam Album AKSILARASI : Mandalika:
1. Resonansi Dunie
Lagu ini menjadi lagu pembuka dalam Album ‘AKSILARASI : Mandalika’, bercerita tentang pengaruh budaya luar yang masuk ke daerah Lombok, yang dimana Lombok memiliki nilai serta adat budayanya tersendiri. Lagu ini menjadi sebuah pengingat bagi generasi muda saat ini, untuk terus menjaga budaya yang telah ada, jangan sampai lengah dan tergoyahkan dengan adanya pengaruh budaya luar.2. Seribu Masjid
‘Seribu Masjid’ merupakan sebuah ungkapan syukur yang tak terhingga kepada Tuhan atas tanah tempat dilahirkan dengan keadaan yang subur, aman, damai, tentram dengan segala keindahan di dalamnya.Judul ‘Seribu Masjid’ sendiri diambil dari julukan yang sering diutarakan bagi pulau Lombok, yaitu seribu masjid.
3. Pancing Lindung
‘Pancing Lindung’ memiliki arti pancing belut yang dimana diketahui bahwa belut merupakan binatang yang licin dan susah sekali untuk ditangkap, sama seperti cerita dibalik lagu ini, dimana seorang lelaki yang jatuh cinta namun tak pernah berhasil menaklukan hati sang wanita.4. Kute Mandalike
Mandalika terkenal dengan keindahan alamnya, maka dari itu lagu ini menceritakan tentang indahnya pantai Kuta Mandalika yang telah mendunia. Lirik dalam lagu ini menggambarkan keindahan pantai berpasir putih, bukit-bukit yang hijau dan ombak yang bagus untuk berselancar.5. Balek Bembek
Lagu ini merupakan sebuah pantun remaja yang sedang merasakan jatuh cinta atau lebih dikenal dengan istilah cinta monyet. Dalam lagu ini juga terdapat wanita yang meluapkan isi hatinya melalui pantun-pantun yang menggunakan bahasa Sasak.Ada juga karya dari Flores Human Orchestra (FHO) yang merupakan komunitas musisi lokal Labuan Bajo yang memiliki fokus terhadap pelestarian budaya, terkhusus musik. Flores Human Orchestra (FHO) seringkali menampilkan lagu-lagu yang diciptakan oleh mereka sendiri dengan ciri khasnya yang unik dan menawan, dan pastinya menonjolkan musik-musik tradisional khas Manggarai.
Terdapat 15 lagu Flores Human Orchestra (FHO) yang disajikan dalam Album AKSILARASI : Labuan Bajo.
1. Bombong
Lagu rakyat Manggarai yang menggambarkan kebiasaan unik dari orang Manggarai yang selalu meriah ketika berkumpul. Bernyanyi dan menari dalam lingkaran dengan penuh semangat guna meluapkan kegembiraan tak terhingga yang mereka rasakan.‘Bombong’ juga menggambarkan betapa menawan dan memikatnya Labuan Bajo sehingga menjadi sebuah destinasi wisata dunia yang wajib untuk dikunjungi oleh siapapun.
Composed by Folksong
Vocal : Elias Wangkut, All Artist FHO
2. Ringkikok
Lagu ini bercerita tentang sebuah nyanyian merdu dari gadis-gadis desa yang terpesona ketika melihat seorang pemuda berpenampilan yang tidak biasa, memasuki desa dengan mengendarai kuda perkasa untuk menjajakan barang dagangannya.Composed by Folksong
Vocal : All Artist FHO
3. Riang
Merupakan lagu rakyat Manggarai yang merangkum kecintaan dan kebangaan terhadap potensi alam yang melimpah, serta sebuah ajakan untuk memelihara dan menghargai warisan sejarah dan budaya yang ada di Manggarai. ‘Riang’ juga menjadi sebuah inspirasi bagi para pendengar untuk merenung dan mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan yang menghormati alam demi keberlangsungan generasi mendatang.Composed by Folksong
Vocal : Rikardus Ngaca, All Artist FHO
4. Kakor Lalong
‘Kakor Lalong’ merupakan sebuah nyanyian dari seorang wanita yang merindukan lelakinya yang pulang membawa hasil buruan dan pagi tiba untuk menyambut kehadiran lelaki pujaannya tersebut.Composed by Folksong
Vocal : Any Sabu, All Artist FHO
5. Toto Ndeng
Lagu rakyat Manggarai yang dinyanyikan oleh gadis-gadis desa selagi bermain dan menari. Lagu ini berisi sindiran pada laki-laki yang suka berbohong atau menggombal pada gadis-gadis desa.Composed by Folksong
Vocal : All Artist FHO
6. Gong Dance
‘Gong Dance’ merupakan sebuah perpaduan harmonis antara ketukan khas daerah Manggarai, nyanyian yang begitu memukau, serta kolaborasi musik tradisional dan modern yang menakjubkan.Composed by Folksong
Vocal : All Artist FHO
7. Luju Diong
Labuan Bajo menjadi sebuah wilayah di timur Indonesia yang sangatlah indah dan kaya akan alam yang disuguhkan. ‘Lulu Diong’ menjadi sebuah lagu yang diciptakan oleh Silvianus Robyanto tentang bagaimana dirinya mengekspresikan rasa bangganya terhadap kekayaan alam yang ada di Labuan Bajo.Composed by Silvianus Robyanto
Vocal : Silvianus Robyanto
8. Nggale
Lagu ini menceritakan tentang seorang laki-laki dengan keadaan finansial yang terbilang kurang mampu sedang dilanda rasa sedih karena sang kekasih yang lebih memilih laki-laki dengan harta berlimpah dibandingkan dirinya yang hidup dalam keterbatasan.Composed by Rikardus Ngaca
Vocal : Rikardus Ngaca
9. Riang Kode
Sebuah lagu yang mengisahkan seseorang yang sedang bernyanyi sambil menjaga kebunnya dari serangan monyet hutan yang hendak memakan tanaman di kebunnya tersebut.Composed by Silvianus Robyanto
Vocal : Silvianus Robyanto
10. Conka Kelong
‘Conka Kelong’ merupakan sebuah lagu penuh keceriaan yang memuat ajakan untuk menari Caci yang adalah tarian khas rakyat Manggarai.Composed by Kondradus Jeladu
Vocal : Kondradus Jeladu
11. Ce Ce Ce
Lagu ini bercerita untuk memanggil dan berkumpul di halaman rumah, merayakan panen padi dengan bernyanyi, menari dalam balutan rasa penuh sukacita. Lagu ini juga mengingatkan betapa pentingnya damai dan persatuan, serta mengungkapkan rasa syukur atas keberlimpahan alam.Composed by Ivan Nestorman
12. Dende - Flores Medley
Sebuah medley dari lagu-lagu rakyat Flores yang dinyanyikan secara acapella, menghadirkan keindahan harmonisasi suara yang mampu memadukan ragam budaya dan tradisi dalam sebuah karya seni musik.Composed by Folksong
Arrange by Ivan Nestorman
13. Mbata Tuang
Lagu ini menceritakan syair yang mengisi malam, diiringi dengan syair syukur dan doa sebagai ungkapan kebahagiaan dan rasa terima kasih atas kedatangan para tamu dari jauh yang memenuhi daerah Manggarai.Composed by Agustinus Suharman
Vocal : Agustinus Suharman
14. Wengke Rasang
Sebuah nyanyian malam yang memukau dengan pesan untuk senantiasa bersatu, dan sebuah doa agar terhindar dari keburukan dalam kehidupan.Composed by Benediktus Boy
Vocal : Benediktus Boy
15. Senggo Sai Ndoo
Lagu yang mengajak para pendengar untuk merencanakan liburan dan mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di daerah Manggarai Barat, sehingga dapat menikmati keindahan alam dan budaya setempat.Melalui Album ini, diharapkan masyarakat Indonesia bahkan mancanegara dapat lebih mengenal kebudayaan yang ada di Indonesia, khususnya budaya yang ada di Mandalika dan Labuan Bajo.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(ELG)
Kenali Yuk Ini Bedanya Musik Tradisional dan Musik Modern
Musik tradisional dan musik modern memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. [413] url asal
#perbedaan-musik-tradisional-dan-musik-modern #musik-tradisional #musik-modern #mata-pelajaran-seni
(MedCom) 01/08/24 19:08
v/12904777/
Jakarta: Musik adalah bagian penting dalam kehidupan manusia yang berfungsi sebagai sarana ekspresi, hiburan, bahkan komunikasi. Ada berbagai jenis musik yang berkembang seiring waktu, termasuk musik tradisional dan musik modern.Masing-masing memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Yuk, kita kenali perbedaan musik tradisional dan musik modern dikutip dari laman Ditsmp Kemdikbud:
Musik Tradisional
Musik tradisional adalah jenis musik yang diwariskan dari generasi ke generasi dan biasanya mencerminkan budaya, nilai, dan tradisi suatu daerah atau kelompok masyarakat. Beberapa ciri khas musik tradisional, yakni:- Alat Musik Khas: Musik tradisional menggunakan alat musik khas yang sering kali dibuat dari bahan-bahan alami. Contohnya, gamelan dari Jawa, angklung dari Sunda, atau kendang dari Bali
- Fungsi Sosial dan Upacara: Musik tradisional sering kali dimainkan dalam acara-acara adat, upacara keagamaan, atau perayaan tertentu. Musik ini memiliki fungsi sosial yang kuat, seperti mengiringi tari-tarian atau upacara ritual
- Gaya Penyajian: Musik tradisional biasanya disajikan dalam bentuk yang lebih sederhana dan tidak banyak menggunakan teknologi. Penyajiannya sering kali bersifat langsung dan melibatkan interaksi antara pemain musik dan pendengar
- Pewarisan: Musik ini diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi. Pembelajaran musik tradisional biasanya dilakukan secara langsung melalui guru atau pelatih yang berpengalaman
Musik Modern
Musik modern adalah jenis musik yang berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Musik ini lebih dipengaruhi oleh tren global dan sering kali mencerminkan gaya hidup modern. Beberapa ciri khas musik modern antara lain:- Alat Musik Elektronik: Musik modern sering kali menggunakan alat musik elektronik seperti keyboard, gitar listrik, dan drum set. Teknologi digital juga banyak digunakan untuk menghasilkan suara dan efek musik yang berbeda
- Gaya Variatif: Musik modern memiliki banyak genre yang bervariasi, seperti pop, rock, hip-hop, EDM (Electronic Dance Music), dan banyak lagi. Setiap genre memiliki gaya dan ciri khas tersendiri yang mencerminkan selera dan tren musik masa kini
- Distribusi Digital: Musik modern sering kali didistribusikan melalui platform digital seperti Spotify, YouTube, dan Apple Music. Ini memungkinkan musik modern untuk diakses oleh lebih banyak orang di seluruh dunia dengan mudah
- Produksi Profesional: Musik modern biasanya diproduksi di studio rekaman profesional dengan menggunakan teknologi canggih. Proses produksi ini melibatkan berbagai tahap, mulai dari penulisan lagu, rekaman, mixing, hingga mastering
| Baca juga: Mengenal Musik Bia, Instrumen Khas Sulawesi Utara dari Kerang Laut |
(REN)
Bangga! Seni Tradisi Tarawangsa Pusaka Sunda Asal Sumedang Tampil di Festival Musik Eropa
Penampilan grup Pusaka Sunda Lugina ini menjadi pertunjukan seni Tarawangsa secara penuh dengan tata cara adat seni ritual pertama kali dipentaskan di luar nege [459] url asal
#seni-dan-budaya-indonesia #musik-tradisional #jawa-barat #pusaka-sunda-lugina #kabupaten-sumedang
(MedCom) 08/07/24 23:22
v/10127319/
Sumedang: Grup Seni Tarawangsa Pusaka Sunda Lugina dari Desa Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, sukses membawa kesenian Tarawangsa ke tiga panggung internasional di Eropa.Penampilan grup Pusaka Sunda Lugina ini menjadi pertunjukan seni Tarawangsa secara penuh dengan tata cara adat seni ritual pertama kali dipentaskan di luar negeri. Kang Pupung Supena dan Kang Tahya selaku maestro Tarawangsa mengatakan rasa bangganya karena berhasil mengangkat seni tradisi Rancakalong ke panggung bergengsi.
"Ini adalah momen bersejarah bagi kami untuk dapat membawa musik tradisi ke pentas dunia," ujar Kang Pupung Supena, Pemimpin Grup Seni Tarawangsa Pusaka Lugina.
Tampil di Festival Musik Roskilde 2024 di Denmark, grup seni ini diundang mewakili Indonesia dan tampil pada Sabtu, 6 Juli 2024, lengkap beserta tata cara adat ritual. Roskilde Festival merupakan salah satu festival terbesar di Eropa yang mampu menarik lebih dari 130.000 pengunjung dan menampilkan bintang tamu utama seperti Foo Fighters, 21 Savage, Skrillex, Doja Cat, Jane’s Addiction, dan SZA.
Setelah Roskilde, Sunda Lugina melanjutkan tur Eropa mereka dengan tampil di Rudolstadt Festival di Jerman pada, Minggu, 7 Juli 2024. Pada acara ini dihadiri oleh seniman dari 30 negara sebagai bagian dari rangkaian pesta musim panas.
Tur mereka ditutup dengan penampilan di Copenhagen Jazz Festival pada, Senin, 8 Juli 2024. Copenhagen Jazz Festival merupakan salah satu acara jazz terbesar dan paling bergengsi di Eropa. Di sana, Sunda Lugina berkolaborasi dengan musisi Denmark seperti Snöleoparden, Lotte Anker, Kresten Osgood, dan Aske Krammer.
Kabar kepergian grup Tarawangsa Sunda Lugina untuk tur Eropa juga mendapat respons positif dari masyarakat Sumedang. Hal ini dikarenakan kepergiannya bertepatan dengan acara adat tahunan "Ngalaksa". Sehingga kepergian grup musik tradisi yang membawa kesenian Tarawangsa ini mengunggah rasa bangga para seniman, budayawan, penikmat seni, dan pejabat setempat.
Keberhasilan grup Tarawangsa yang tampil di tiga panggung besar di Eropa ini, diharapkan mampu memberikan dampak positif kepada seluruh pelaku seni di Indonesia, khususnya pelaku seni Tarawangsa dan masyarakat Desa Rancakalong pada umumnya.
Tarawangsa adalah kesenian yang digunakan dalam upacara adat, ritual keagamaan dan aktivitas pertanian oleh masyarakat Desa Rancakalong Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Dengan menggunakan alat musik tradisional dan beberapa instrumen pendukung lainnya, Tarawangsa menyajikan melodi yang mendalam dan sakral.
Alat musik Tarawangsa sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu Tarawangsa, yang merupakan alat musik gesek dengan dua senar mirip dengan Rebab, dan Jentreng, yang merupakan kecapi dengan tujuh senar.
Untuk tur Eropa ini, Grup Sunda Lugina membawa seni Tarawangsa sebagai bagian sakral dari budaya Sunda yang erat kaitannya dengan sektor pertanian. Pertunjukan yang ditampilkan menggambarkan cara syukur yang dilakukan dengan membunyikan Tarawangsa dan memanjatkan doa keselamatan serta kesuburan kepada Sang Pencipta.
Selain melestarikan kesenian tradisi Tarawangsa, Grup Pusaka Sunda Lugina juga membawa misi ajakan kepada masyarakat untuk terus peduli terhadap adat istiadat dan budaya Rancakalong secara khusus, serta budaya masyarakat Sunda secara umum.
(WHS)
Recaka Lampung Perkuat Jati Diri Bangsa Lewat Musik Tradisi
Pelaksanaan FMTI diharapkan dapat mengangkat potensi musisi tradisi di setiap daerah [498] url asal
#musik-tradisional #seni-dan-budaya-indonesia #musik-tradisi #rencaka-musik-lampung
(MedCom) 08/07/24 22:07
v/10122351/
Bandar Lampung: Memajukan dan memperkuat ekosistem musik merupakan bagian penting dalam pemajuan kebudayaan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar program Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI).Dengan proses kurasi dan pelatihan yang ketat serta sistematis dari para ahli maupun profesional, pelaksanaan FMTI diharapkan dapat mengangkat potensi musisi tradisi di setiap daerah. Tercatat sejak 2021, telah terselenggara tiga kali perhelatan FMTI.
Pada 2021 diselenggarakan di Danau Toba dan Labuan Bajo, selanjutnya di 2022 dilaksanakan di Danau Toba dan Tidore, dan terakhir di 2023 dihelat di Danau Toba, Tidore, dan Kutai Kartanegara.
Pada tahun ini FMTI akan digelar di tiga lokasi, yaitu Lampung, Tidore, dan Samarinda. Gelaran FMTI di Lampung yang bertajuk Recaka Musik Lampung akan dilaksanakan di Way Halim, Bandar
Lampung, 13-14 Juli mendatang.
Acara ini bertujuan mendukung penyebarluasan dan pemajuan musik tradisi Lampung agar semakin diminati dan dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda, dan terus lestari sebagai warisan budaya Indonesia.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyampaikan komitmen pemerintah yang selalu berupaya agar musik tradisi terus berkembang dan dapat diterima masyarakat, karena musik tradisi merupakan bagian dari identitas bangsa.
“Kearifan lokal yang terkandung dalam musik tradisi menyimpan pengetahuan yang masih relevan sampai saat ini, sehingga penting bagi kita semua untuk melestarikan dan mengembangkan musik tradisi,” ujar Nadiem, Jumat, 5 Juli lalu.
Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid menyebut sejumlah FMTI yang telah dilaksanakan termasuk Recaka Musik Lampung, merupakan bentuk penguatan jati diri bangsa.
FMTI, menurut Hilmar, adalah implementasi dari pemajuan kebudayaan yang harus dijaga kesinambungannya ke depan untuk kepentingan generasi penerus dan pelaku budaya. Dengan festival seperti ini, maka ekosistem musik tradisi akan semakin kokoh dan lebih diterima oleh masyarakat.
“Saya berharap berbagai program pemajuan musik tradisi yang terbukti berkontribusi besar kepada karya serta ekonomi pelaku budaya maupun masyarakat tetap dapat dilaksanakan ke depannya dengan sebaikbaiknya,” ucap Hilmar.
Sementara itu, Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Ahmad Mahendra, menyoroti
bagaimana Recaka Musik Lampung menjadi festival yang memperkuat peran serta ekosistem musik tradisi pada masyarakat Lampung.
“Festival Recaka Musik Lampung adalah wujud pelestarian dan pengembangan musik tradisi di Indonesia. Tujuannya agar musik tradisi terus tumbuh dengan beragam inovasi, namun tidak menghilangkan unsur dari budaya sehingga makin diminati oleh generasi muda,” imbuh Mahendra.
Mahendra meminta para generasi muda Lampung dapat lebih dalam mengenal dan memahami musik tradisi daerahnya. Dengan begitu, Mahendra melanjutkan, akan muncul rasa memiliki dan mencintai untuk terus melestarikan musik tradisi daerah sebagai salah satu kekayaan Indonesia.
Ajang Recaka Musik Lampung akan melibatkan 13 komunitas grup musik tradisi dan lima pegiat kesenian di Lampung, serta satu grup musik asal Sumatra Selatan. Kemudian juga akan hadir sejumlah pengrajin alat musik tradisional Lampung.
Recaka sebagai bahasa memiliki makna pesta besar atau pertemuan masyarakat dalam acara adat. Begitu pula FMTI Recaka Musik Lampung yang dapat diartikan sebagai media edukasi dalam pembelajaran musik tradisional Lampung dengan menyediakan ruang dialog untuk meningkatkan hubungan silaturahmi.
Recaka Musik Lampung dikemas dalam bentuk hasil karya inovasi dari masing-masing grup dengan suguhan aransemen dan komposisi musik baru berlandaskan idiom budaya Lampung.
(WHS)