JAKARTA, investor.id – Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto menyebut dampak yang ditimbulkan oleh perlambatan ekonomi global ke Indonesia cukup minim. Meski ekonomi sejumlah negara besar di Eropa sedang tak baik-baik saja, aktivitas ekonomi di dalam negeri masih cukup stabil.
“Kita juga bersyukur karena aktivitas ekonomi kita banyak berbasis dari sisi domestik, jadi kalau untuk dampak dari globalnya, kita lihat masih relatif minim,” tutur Myrdal Gunarto dalam Investor Market Today IDTV, pada Senin (4/11/2024).
Menurut Myrdal, aktivitas terkait dengan belanja konsumsi dalam negeri pun masih relatif kuat. Hal ini ditopang oleh upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat, berikut langkah menjaga stabilitas harga komoditas strategis seperti bahan bakar minyak (BBM), tarif dasar listrik maupun LPG.
Daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah pun dinilai relatif terjaga dengan baik lewat berbagai program bantuan sosial (bansos) dan pembagian beras 10 kg tiap satu-dua bulan sekali.
“Kalau kita lihat juga aktivitas terkait dengan pemilu relatif baik, yaitu Pilpres yang pada bulan Februari lalu, dan sekarang berlanjut pada bulan November, ini kelihatannya juga cukup baik untuk menjaga daya beli kita, sehingga aktivitas ekonomi kita cukup baik,” jelas dia.
Myrdal menuturkan performa dari sisi investasi baik dari sisi domestik maupun asing masih bertumbuh positif. Pasalnya, Indonesia memang menjanjikan investasi yang menarik melalui Foreign Direct Investment (FDI), yang mendorong investor masuk dan membuka pabrik, terutama membuka pabrik hilirisasi, manufaktur pangan dan pharmaceutical.
Sedangkan dari sisi aktivitas investasi pemerintah maupun investasi lokal juga masih terjaga dengan baik alias tetap bertumbuh positif.
“Berikutnya performa neraca dagang juga, kita selalu surplus ya, sehingga kalau kita lihat, ini cukup membantu aktivitas ekonomi kita untuk tetap tumbuh setidaknya level 5%. Kalau saya lihat sih, 5% ini sudah menjadi level minimum untuk Indonesia sehingga secara umum kalau kita lihat sih performa ekonomi kita cukup solid,” pungkas Myrdal.
Data terkini di kuartal III-2024 menunjukkan ekonomi negara-negara di Eropa hanya tumbuh 0,4% atau nyaris stagnan. Hal ini utamanya dikarenakan side effect atau dampak dari perang yang terjadi pada tahun 2022 lalu antara Rusia dengan Ukraina yang masih terasa baik dari aspek daya beli seiring dengan perkembangan sisi inflasi di sana yang relatif mengalami kenaikan terutama inflasi pangan dan energi.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News