JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum resmi dijadikan Museum Bank Mandiri atau Museum Mandiri, bangunan bergaya Eropa di kawasan Kota Tua Jakarta ini, memang difungsikan sebagai bank sejak awal berdiri.
"Kenapa namanya Museum Mandiri karena memang (bangunan) ini adalah aset dari Bank Mandiri," kata Rizky Nooreza Rahman, pemandu dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dalam tur pengenalan wisata Jakarta Barat, Sabtu (5/10/2024).
Museum Mandiri dibangun pada 3 Oktober 1929 oleh arsitek asal Belanda dan diresmikan pada awal 1933.
Dibangun hampir selama empat tahun, Museum Mandiri memiliki empat lantai di atas lahan seluas 10.039 meter persegi.
Bangunannya terdiri dari lantai bawah tanah, lantai dasar, lantai satu, dan lantai dua dengan total luas gedung 21.509 meter persegi.
Mulanya, Museum Mandiri merupakan gedung perusahaan dagang milik Belanda bernama Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM).
Rizky menuturkan, bank dagang belanda tersebut melayani berbagai transaksi bagi masyarakat Eropa dan Tionghoa di kasir terpisah.
Para nasabah bank dagang milik Belanda tersebut bisa menyimpan surat berharga, uang tunai, emas batangan, sampai komoditas hasil tanam paksa Tanah Air di gedung ini.
KOMPAS.com/Ni Nyoman Wira Ilustrasi peti kayu sebagai tempat meletakkan uang di Museum Mandiri, Jakarta Barat, Sabtu (16/3/2024).Barang-barangnya disimpan di ruang bawah tanah. Tak sembarang orang bisa masuk ke ruangan ini. Hanya nasabah dan petugas bank.
NHM memiliki sejumlah peneliti yang menentukan jenis komoditas untuk ditanam di lahan wilayah tertentu, berdasarkan kajian-kajiannya.
Hasil kajian tersebut menjadi cikal-bakal dari sentra komoditas Tanah Air, seperti di Pasuruan dan Madiun, Jawa Timur yang sampai saat ini memiliki banyak perkebunan tebu.
Berdasarkan data dari Kartum Setiawan, sejarawan dan Ketua Komunitas Jelajah Budaya, NHM mengumpulkan dividen sebesar 16,15 juta gulden (mata uang Belanda saat itu) selama 1835-1847.
NHM juga mendapat bunga 16,56 juta gulden selama Januari 1832-Desember 1847.
Kompas.com/Krisda Tiofani Museum Mandiri atau Museum Bank Mandiri di kawasan Kota Tua Jakarta.Lebih lanjut, Rizky menjelaskan merger atau penggabungan bank-bank milik negara menjadi alasan museum ini merupakan aset Bank Mandiri.
"Waktu krisis moneter (1998) itu kan banyak bank yang tidak bisa bayar, apalagi nilai rupiah waktu itu turun drastis," kata dia.
"Mantan presiden RI B.J Habibie berkonsultasi dengan keponakannya di Jerman dan menyimpulkan, lebih baik bank-bank nusantara tersebut dimerger," pungkas Rizky.
Keempat bank tersebut adalah Bank Exim, BDN (Bank Dagang Negara), BBD (Bank Bumi Daya), dan Bapindo (Bank Pembangunan Indonesia) yang merger di bawah Bank Mandiri.
Akhirnya, penggabungan keempat bank di bawah satu nama tersebut menjadi awal mula penamaan Bank Mandiri yang resmi dibentuk pertama kali pada 1998.
Kini, Museum Mandiri dibuka untuk umum setiap Selasa-Minggu pukul 09.00-15.00 WIB.
Khusus Jumat, jam operasionalnya berlangsung pukul 09.00-11.30 WIB dan berlanjut pukul 13.00-15.00 WIB.
Harga tiket masuk Museum Mandiri Rp 5.000 untuk orang dewasa (umum) dan Rp 3.000 untuk anak-anak dan pelajar. Khusus balita, gratis masuk Museum Mandiri.