#30 tag 24jam
Sejarah Museum Mandiri Jakarta, Dulunya Bank Dagang Milik Belanda
Museum Mandiri dibangun pada 3 Oktober 1929 oleh arsitek asal Belanda. Halaman all [681] url asal
#museum-bank-mandiri-kota-tua-jakarta #sejarah-museum-mandiri #sejarah-museum-mandiri-jakarta #nederlandsche-handel-maatschappij-adalah #jam-buka-museum-mandiri
(Kompas.com - Travel) 18/10/24 07:31
v/16647118/
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum resmi dijadikan Museum Bank Mandiri atau Museum Mandiri, bangunan bergaya Eropa di kawasan Kota Tua Jakarta ini, memang difungsikan sebagai bank sejak awal berdiri.
"Kenapa namanya Museum Mandiri karena memang (bangunan) ini adalah aset dari Bank Mandiri," kata Rizky Nooreza Rahman, pemandu dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dalam tur pengenalan wisata Jakarta Barat, Sabtu (5/10/2024).
Museum Mandiri dibangun pada 3 Oktober 1929 oleh arsitek asal Belanda dan diresmikan pada awal 1933.
Dibangun hampir selama empat tahun, Museum Mandiri memiliki empat lantai di atas lahan seluas 10.039 meter persegi.
Bangunannya terdiri dari lantai bawah tanah, lantai dasar, lantai satu, dan lantai dua dengan total luas gedung 21.509 meter persegi.
Mulanya, Museum Mandiri merupakan gedung perusahaan dagang milik Belanda bernama Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM).
Rizky menuturkan, bank dagang belanda tersebut melayani berbagai transaksi bagi masyarakat Eropa dan Tionghoa di kasir terpisah.
Para nasabah bank dagang milik Belanda tersebut bisa menyimpan surat berharga, uang tunai, emas batangan, sampai komoditas hasil tanam paksa Tanah Air di gedung ini.
- Museum Bank Mandiri Jakarta: Lokasi, Jam Buka, Tiket Masuk 2024
- 3 Wisata di Jakarta Barat yang Murah, Cocok untuk Akhir Pekan
- Cara ke Museum Nasional di Jakarta Naik KRL dan Transjakarta
KOMPAS.com/Ni Nyoman Wira Ilustrasi peti kayu sebagai tempat meletakkan uang di Museum Mandiri, Jakarta Barat, Sabtu (16/3/2024).Barang-barangnya disimpan di ruang bawah tanah. Tak sembarang orang bisa masuk ke ruangan ini. Hanya nasabah dan petugas bank.
NHM memiliki sejumlah peneliti yang menentukan jenis komoditas untuk ditanam di lahan wilayah tertentu, berdasarkan kajian-kajiannya.
Hasil kajian tersebut menjadi cikal-bakal dari sentra komoditas Tanah Air, seperti di Pasuruan dan Madiun, Jawa Timur yang sampai saat ini memiliki banyak perkebunan tebu.
Berdasarkan data dari Kartum Setiawan, sejarawan dan Ketua Komunitas Jelajah Budaya, NHM mengumpulkan dividen sebesar 16,15 juta gulden (mata uang Belanda saat itu) selama 1835-1847.
NHM juga mendapat bunga 16,56 juta gulden selama Januari 1832-Desember 1847.
- 4 Museum Batik di Indonesia untuk Memperingati Hari Batik Nasional
- Jelajah Area Bawah Tanah Museum Mandiri, Ada Brankas Kuno dan Emas
Kompas.com/Krisda Tiofani Museum Mandiri atau Museum Bank Mandiri di kawasan Kota Tua Jakarta.Lebih lanjut, Rizky menjelaskan merger atau penggabungan bank-bank milik negara menjadi alasan museum ini merupakan aset Bank Mandiri.
"Waktu krisis moneter (1998) itu kan banyak bank yang tidak bisa bayar, apalagi nilai rupiah waktu itu turun drastis," kata dia.
"Mantan presiden RI B.J Habibie berkonsultasi dengan keponakannya di Jerman dan menyimpulkan, lebih baik bank-bank nusantara tersebut dimerger," pungkas Rizky.
Keempat bank tersebut adalah Bank Exim, BDN (Bank Dagang Negara), BBD (Bank Bumi Daya), dan Bapindo (Bank Pembangunan Indonesia) yang merger di bawah Bank Mandiri.
Akhirnya, penggabungan keempat bank di bawah satu nama tersebut menjadi awal mula penamaan Bank Mandiri yang resmi dibentuk pertama kali pada 1998.
Kini, Museum Mandiri dibuka untuk umum setiap Selasa-Minggu pukul 09.00-15.00 WIB.
Khusus Jumat, jam operasionalnya berlangsung pukul 09.00-11.30 WIB dan berlanjut pukul 13.00-15.00 WIB.
Harga tiket masuk Museum Mandiri Rp 5.000 untuk orang dewasa (umum) dan Rp 3.000 untuk anak-anak dan pelajar. Khusus balita, gratis masuk Museum Mandiri.
8 Koleksi Museum Mandiri Jakarta, Ada Pintu Brankas Seberat 5,5 Ton
Museum Mandiri Jakarta menyimpan banyak koleksi terkait sejarah perbankan. Halaman all [1,044] url asal
#sejarah-museum-mandiri #sejarah-perbankan-museum-mandiri #museum-mandiri-emas-batangan #koleksi-museum-mandiri #ada-apa-saja-di-museum-mandiri-jakarta
(Kompas.com - Travel) 16/10/24 08:18
v/16542357/
JAKARTA, KOMPAS.com - Tempat wisata yang satu ini, menarik dikunjungi oleh kamu yang gemar mengikuti sejarah perbankan, khususnya pada zaman kolonial Belanda.
Museum Mandiri atau Museum Bank Mandiri terletak berdekatan dengan Museum Bank Indonesia (BI) di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
Sesuai namanya, bangunan ini termasuk aset Bank Mandiri sejak adanya merger bank-bank negara pada 1998-1999.
Sebelum berdiri menjadi Museum Mandiri, bangunan ini merupakan Nederlandsch Handel-Maatschappij (NHM) alias perusahaan dagang Belanda.
"Jadi NHM ini merupakan kelanjutan dari Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang bubar pada 1799. Setelah bubar, pemerintah Nusantara diambil alih oleh pemerintahan Belanda," ujar kata Rizky Nooreza Rahman, pemandu dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dalam tur pengenalan wisata Jakarta Barat, Sabtu (5/10/2024).
Namun, adanya kebutuhan untuk mengelola komoditas di Tanah Air, mendesak pemerintah Belanda untuk membentuk perusahaan baru, yakni NHM pada 1824.
Sementara itu, gedung NHM atau Museum Mandiri baru dibangun pada 1929 dan beroperasi aktif pada 1933.
Kini, Museum Mandiri dibuka untuk umum sebagai tempat wisata sejarah. Harga tiketnya Rp 5.000 per orang. Apa saja yang ada di dalam Museum Mandiri?
Isi Museum Mandiri
1. Loket berbahasa Belanda
Kompas.com/Krisda Tiofani Loket berbahasa Belanda di Museum Mandiri atau Museum Bank Mandiri Jakarta.Bagian pertama dari Museum Mandiri yang menarik perhatian adalah loket berbahasa Belanda. Tepatnya, petunjuk untuk mengarahkan letak dan nama komoditas yang disimpan.
Bagian kiri papan bertuliskan jenis komoditas yang disimpan di museum saat digunakan aktif sebagai perusahaan dagang Belanda.
"Komoditas-komoditas dari hasil tanam paksa juga disimpan di sini. Ada gula, kopi, pala, cengkih, dan berbagai rempah-rempah," kata Rizky.
Sementara di bagian kanan papan petunjuk dari arah datangnya wisatawan, bertuliskan "Directie, Secretarie Controle, Eerste Afdeeling" yang berarti ruangan direktur dan kantor-kantor pengawasan cabang.
2. Kassier China
Kompas.com/Krisda Tiofani Kasir China di Museum Mandiri atau Museum Bank Mandiri di kawasan Kota Tua Jakarta.Kasir untuk orang Eropa dan orang China terpisah, meski lokasinya sejajar dari arah pintu masuk museum.
"Sesuai namanya, kasir ini diperuntukan untuk orang-orang Tionghoa. Memang di zaman Batavia, orang Tionghoa berperan penting dalam berniaga sehingga mendapatkan tempat khusus di bank dagang Belanda ini," ungkap Dewi Silfia Rangkuti, pemandu tur lainnya.
Setidaknya, ada tiga kasir yang berjaga di bagian Kassier China tersebut untuk bergantian melayani nasabah.
Pada masa itu, orang Tionghoa banyak memiliki usaha toko kelontong, pedagang keliling, dan usaha sektor perkebunan.
3. Kaca patri berbagai arti
Kaca patri di Museum Mandiri atau Museum Bank Mandiri di kawasan Kota Tua Jakarta.
Naik ke lantai dua, kaca patri termasuk bagian paling menarik dari keseluruhan museum. Bukan sekadar interior, ada arti di balik tiap kaca patri tersebut.
Kaca patri di Museum Mandiri terbagi menjadi dua, di bagian atas dan bawah.
"Di bagian bawah ini, (kaca patri) mencerminkan empat musim dan kondisi di Batavia itu sendiri," kata Rizky.
Sementara itu, bagian teratas kaca patri menggambarkan musim semi dengan gambar pasangan muda-mudi berpelukan.
Alasannya, banyak orang Belanda yang melangsungkan pernikahan selama musim semi.
Ada juga kaca patri yang menggambarkan musim panas. Selama musim ini, penduduk Belanda biasanya memanen gandum yang bisa diolah, seperti dikutip laman Indonesia Virtual Tour Museum Mandiri.
4. Buku kas sampai kalkulator analog
Kompas.com/Krisda Tiofani Koleksi di Museum Bank Mandiri di Kota Tua.Kembali ke lantai dasar, terdapat area Banking Hall yang menyimpan alat-alat perbankan zaman kolonial Belanda.
Buku kas besar misalnya, diletakkan di area tengah yang menunjukkan tanggal, uraian transaksi, dan saldo.
Transaksi keuangan yang terjadi selama 1892, termasuk perkebunan dan komoditas. Perubahan debet dan kredit nantinya dilaporkan pada akhir bulan.
Laporan keuangan dari agen-agen bank dagang Belanda di Cirebon, Semarang, sampai Cirebon juga dicatat dalam buku kas besar ini.
Adapun kalkulator analog seberat 9,8 kilogram dijadikan alat penghitungan, sekaligus mengeluarkan struk sebagai bukti transaksi.
5. Brankas seberat 5,5 ton
KOMPAS.com/Ni Nyoman Wira Salah satu pintu pembatas untuk memasuki ruang Safe Deposit Box di Museum Mandiri, Jakarta Barat, Sabtu (16/3/2024).Turun ke ruang bawah tanah, pintu brandkast (brankas) besar berwarna hijau menjadi obyek menarik di area ini.
"Ini namanya ruang kluis. Berat (pintu brankas) ini 5,5 ton dengan diameter 90 sentimeter," ujar Silfia.
Ruang penyimpanan uang dan barang berharga ini juga sudah ada sejak zaman NHM. Cara membukanya tidak mudah.
Ada kode putar dengan jumlah tertentu yang harus diikuti untuk membuka pintu brankas yang berat tersebut.
6. Safe deposit box
Kompas.com/Krisda Tiofani Safe deposit box di Museum Mandiri atau Museum Bank Mandiri Jakarta.Safe deposit box berupa loker-loker kecil dan sedang yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang nasabah.
"Nasabah akan didampingi petugas. Setelah boksnya dibuka oleh petugas, nasabah bisa mengecek barangnya langsung di sini atau di ruang yang tersedia," ujar Silfia.
Semakin besar ukuran deposit boks yang disewa oleh nasabah, semakin mahal biaya sewanya.
7. Koleksi uang dan mas batangan
KOMPAS.com/Ni Nyoman Wira Emas batangan tiruan di ruang Safe Deposit Box (Safeloketten) di Museum Mandiri, Jakarta Barat, Sabtu (16/3/2024).Berjalan lurus dari area safe deposit box, pengunjung bisa menemukan surat berharga, cek, sampai emas batangan.
Area lembaran uang tunai dari zaman ke zaman juga berada di lokasi ini. Kamu bisa melihatnya satu per satu.
8. Ruang IT Bank Mandiri
Kompas.com/Krisda Tiofani Koleksi ATM di Museum Mandiri atau Museum Bank Mandiri di kawasan Kota Tua Jakarta.Terakhir, kamu bisa melihat perkembangan Bank Mandiri dari tahun ke tahun di ruang IT yang terletak sebelum area brankas.
Ruangan ini menyimpan koleksi ATM Mandiri berukuran besar dari tahun ke tahun, lengkap dengan penjelasannya.
Begitu juga dengan perkembangan digital Bank Mandiri yang dilakukan sejak sebelum 2000 hingga 2024.