Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau ngegas di pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Sejak dibuka, IHSG langsung merangsek naik ke zona hijau di level Rp 7.500-an.
Dikutip dari RTI, Senin (4/11/2024), IHSG dibuka pada level 7.505,25. Kemudian saat perdagangan dibuka langsung menanjak 0,31% atau sekitar 22,8 poin ke level 7.528,15.
Volume transaksi di awal pembukaan perdagangan mencapai 355,5 miliar, turnover Rp 262,2 miliar dengan frekuensi transaksi 28.795 kali.
Ada 191 saham yang langsung menguat saat perdagangan dibuka, 131 saham melemah, dan 230 saham tak bergerak.
Pada Bursa Asia lainnya, Nikkei terpantau stabil, Hang Seng Index menguat 0,26%, Shanghai Composite Index menguat 0,33%, Straits Times menguat 0,45%, sementara LQ45 menguat 0,24%.
Laporan Mega Capital Sekuritas X InvestasiKu menyebut Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini berpotensi melemah menuju demand zone area diikuti stochastic yang cenderung melemah menuju oversold.
IHSG di perkirakan bergerak fluktuatif cenderung melemah terbatas dengan rentang 7450- 7550.
Bursa AS dan Eropa kompak mengakhiri akhir pekan dengan penguatan. Penguatan ini ditopang oleh sentimen positif rilis kinerja emiten teknologi AS periode 3Q24 seperti Amazon (AMZN) yang melaporkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan dengan ditopang oleh bisnis cloud dan iklan.
Selain AMZN, Intel mencatatkan rilis kinerja yang lebih baik dari perkiraan dan proyeksi masa depan yang lebih baik. Penguatan terjadi meski data ekonomi AS mengecewakan. Rilis data tenaga kerja NFP melaporkan hanya terjadi penambahan lapangan pekerjaan sebanyak 12 ribu pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi 100 ribu. Hal ini disebabkan oleh aksi mogok kerja dan bencana badai yang terjadi belakangan ini.
Produsen mobil asal Perancis Citroen menyadari ketatnya persaingan industri otomotif di Indonesia. Kendati demikian, Citroen sudah siap bersaing dengan semua produsen otomotif yang menginjakkan kaki di Indonesia.
"Citroen I's Back," pernyataan singkat Citroen Brand CEO, Thierry Kokas pada ajang Paris Motor Show 2024 kemarin.
Kokas menjelaskan comeback-nya Citroen tidak hanya berlaku pada persaingan pasar Eropa, karena produsen mobil dengan logo yang terinspirasi produk sistem roda gigi 'herringbone' ini juga berniat untuk menguasai pasar Asia, Amerika Latin dan India.
"Citroën It's Back, jelas difokuskan pada pasar Eropa, karena di Eropa Citroën terus-menerus kehilangan pangsa pasar, dan sekarang kami kembali dengan jajaran produk yang sepenuhnya baru, dan kami sangat senang dengan itu," ucap Kokas saat interview.
"Strategi Citroën tahap kedua adalah ekspansi di luar Eropa, karena saya tidak ingin hanya dilihat sebagai merek Eropa atau apa pun, dan ada peluang besar. Dua area utama tempat kami ingin tumbuh adalah India dan Asia, itu yang pertama, lalu Amerika Latin. Itulah dua area tempat saya pikir merek ini memiliki banyak potensi untuk tumbuh. Jelas, di Asia, kami memiliki India dan Indonesia. Ini adalah dua negara penting bagi kami, dan di Amerika Latin, terutama di Brasil dan Argentina. Saya tidak ingin melipat gandakan jumlah negara tempat kami seharusnya berada. Saya tidak ingin memasang bendera di banyak negara seperti, saya di sini, saya di sini, saya di sini, atau saya di sini. Saya tidak tertarik dengan itu," Kokas menegaskan.
Illustrasi Citroen Ami di Paris Motor Show 2024 Foto: M Luthfi Andika/detikOto
Namun Kokas menegaskan Citroen akan lebih serius menggarap pasar, yang sudah lebih dulu digarapnya.
"Yang saya inginkan adalah melakukan hal-hal yang sedang kita lakukan saat ini dengan baik, karena setiap kali Anda memasuki pasar baru, itu jelas rumit dan membutuhkan banyak usaha. Jadi, ketika Anda memasuki pasar, kita juga perlu mengatakan, kita memasuki pasar karena kita ingin bertahan di pasar ini dan kita ingin hadir dalam strategi jangka panjang dan seterusnya. Dan inilah mengapa saya juga mempertimbangkan, untuk keluar dari beberapa pasar jika saya tidak memiliki kegiatan apa pun di beberapa pasar," kata Kokas.
"Tetapi bagi saya, pilar utamanya adalah India dan Indonesia, tentu saja, di Asia, lalu Brasil dan Argentina di Amerika Latin. Jadi, ini adalah bagian dari ekspansi kami. Saya sudah mengungkapkan bahwa saya ingin 30% dari penjualan kami dilakukan di luar Eropa," tutup Kokas.