#30 tag 24jam
Token Thravos Usung Konsep RWA Selain Gamifikasi
Selain gamifikasi, token Thravos yang tersedia di Coinstore ini juga mengusung konsep tokenisasi Real-World Asset (RWA). [803] url asal
#gamifikasi #nft #olahraga #p2e #real-world-asset #rwa #token
(BlockChain-Media) 03/10/24 14:51
v/15928456/
Selain gamifikasi, proyek kripto baru token Thravos pada dasarnya juga mengusung konsep tokenisasi Real-World Asset atau yang sekarang lazim dikenal dengan istilah RWA. Bahkan, dengan fokus di bidang olahraga ini, ada penerapan AI di baliknya.
Pada artikel sebelumnya telah dibahas bahwa Thravos mengusung pendekatan gamifikasi pada proyek mereka, bahwa pengguna yang menggunakan aplikasi kebugaran dan kesehatan mereka bisa mendapatkan imbalan berupa token TRVS. Namun pengguna diharuskan menggunakan NFT khusus di aplikasi itu. Dalam bahasa berbeda, cara itu juga dikenal dengan istilah Play-to-Earn (P2E). TRVS sendiri telah diperdagangkan di crypto exchange Coinstore.
Thravos Usung Pendekatan RWASecara umum token RWA didefinisikan sebagai representasi digital dari aset yang ada di dunia nyata, seperti properti, komoditas, atau bahkan karya seni, merek, tokoh atlet, yang disimpan dan dikelola menggunakan teknologi blockchain. Tujuan utama dari token RWA adalah untuk menghubungkan aset fisik dengan ekosistem digital, sehingga memudahkan akses, kepemilikan, dan transaksi aset tersebut.
Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, token RWA dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam proses transaksi. Setiap token RWA biasanya dilengkapi dengan informasi yang jelas mengenai aset yang diwakilinya, termasuk kepemilikan, nilai, dan rincian lainnya. Hal ini memungkinkan pemilik token untuk menjual atau memperdagangkan aset tersebut di pasar tanpa harus melalui proses yang rumit dan berbelit-belit.
Dalam konteks Thravos, token RWA memungkinkan pengguna untuk mendapatkan imbalan dari aktivitas olahraga dan kebugaran mereka, serta menyediakan peluang monetisasi bagi atlet dan merek. Dengan adanya token RWA, para pengguna tidak hanya dapat berinvestasi dalam aset fisik, tetapi juga berpartisipasi dalam ekosistem yang lebih luas yang menghubungkan dunia olahraga dengan teknologi blockchain.
Kehadiran token RWA juga berpotensi mengurangi risiko yang biasanya terkait dengan kepemilikan aset fisik, karena transaksi yang dilakukan melalui blockchain dapat dijamin keamanannya dan keabsahannya. Dengan demikian, token RWA menjadi alat yang inovatif dalam mengubah cara kita berinteraksi dengan aset dunia nyata dalam era digital ini.

Thravos diklaim menghadirkan solusi inovatif untuk meningkatkan keterlibatan dalam bidang olahraga melalui teknologi RWA, AI, dan blockchain, menawarkan pengalaman yang mendemokratisasi akses ke atlet profesional dan merek olahraga.
Dalam era yang serba cepat saat ini, integrasi teknologi dalam olahraga dan kebugaran menjadi sangat penting untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat akan aksesibilitas, personalisasi, dan keterlibatan.
Thravos disebut muncul sebagai platform inovatif yang menggabungkan RWA (Real World Assets), AI, dan blockchain untuk menciptakan ekosistem yang mendemokratisasi akses ke atlet profesional dan merek olahraga, serta mendefinisikan kembali cara penggemar dan penggemar kebugaran berinteraksi dalam kegiatan olahraga.
Raksasa BlackRock dan Gelombang RWA U$12,4 Miliar Menjadi US$16 Triliun
Apa Itu Thravos dan Masalah Apa yang Dihadapi?Meskipun banyak inovasi, banyak orang yang masih merasa tidak terlibat di gym, aplikasi kebugaran, bahkan proyek Web3 kebugaran. Banyak atlet dan influencer kebugaran yang berjuang untuk menjangkau penggemar mereka di platform media sosial yang didorong oleh iklan karena algoritma dan iklan yang mengganggu.
Dilansir dari situs resminya, pendekatan pasar Thravos memberdayakan atlet dan influencer untuk tumbuh dan memonetisasi penggemar, konten yang direkam, dan sponsor merek. Alat RWA, AI, dan permainan Web3 meningkatkan kustomisasi pengguna secara berkelanjutan, meningkatkan keterlibatan hingga tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Indonesia di Peringkat ke-2 di Dunia untuk Minat Kripto RWA
Solusi ThravosThravos menonjol berkat pendekatannya yang multifaset terhadap olahraga dan kebugaran, yang didorong oleh teknologi mutakhir dan desain yang berfokus pada pengguna.
Thravos menerapkan pendekatan ekosistem pasar yang menciptakan peluang keterlibatan yang mendalam antara merek, atlet, dan penggemar. Dengan menyediakan produk dan penawaran olahraga yang dikustomisasi melalui RWA dengan digital twins dalam permainan, Thravos memungkinkan peluang monetisasi bagi atlet dan merek olahraga. Token utilitas TRVS digunakan untuk imbalan dan penukaran RWA, menciptakan nilai nyata bagi token tersebut baik di dalam maupun di luar Thravos.
Selain itu, Thravos juga menawarkan jaringan sosial yang aktif, serta kemungkinan memenangkan hadiah prediktif bagi penonton, membawa lapisan baru yang signifikan dalam menjangkau audiens target di dalam ekosistem.
Selain RWA, teknologi AI digunakan dalam pelacakan gerakan dan kompetisi dengan probabilitas kemenangan tinggi, yang mendorong keterlibatan pengguna ke tingkat yang lebih tinggi. Perangkat kebugaran untuk pelacakan gerakan yang akurat menambah variasi dalam jenis aktivitas yang akan diambil oleh Thravos seiring pertumbuhannya.
Inovasi dan KeterlibatanThravos tidak hanya berfokus pada olahraga dan kebugaran tradisional. Platform ini menghadirkan sentuhan inovatif dalam industri dengan memanfaatkan kekuatan RWA, AI, dan blockchain untuk menciptakan ekosistem di mana pengguna dapat berinteraksi dengan atlet dan merek terkemuka secara personal.
Mekanisme permainan di dalam platform memperkenalkan lingkungan kompetitif yang didorong oleh komunitas, memungkinkan para penggemar dan penggemar kebugaran untuk berpartisipasi dalam kompetisi yang disusun oleh atlet profesional dan merek olahraga.
Pengguna dapat memperoleh imbalan untuk mencapai tujuan kebugaran mereka dan bahkan memonetisasi latihan mereka, menjadikan kebugaran sebagai investasi pribadi dan finansial.
Apakah Anda seorang atlet yang bercita-cita tinggi, atlet profesional, penggemar, penggemar kebugaran, atau seseorang yang hanya menikmati bersaing dan memenangkan hadiah, ada tempat bagi Anda dalam ekosistem Thravos. Versi beta akan segera diluncurkan, denga program airdrop yang akan diumumkan. [ps]
Blockchain di Flappy Bird? Inovasi atau Hanya Trik Pemasaran?
Game klasik Flappy Bird akan dihidupkan kembali dengan teknologi blockchain dan model play-to-earn, menggabungkan nostalgia dengan inovasi. [552] url asal
#blockchain-game #flappy-bird #p2e #permainan #play-to-earn
(BlockChain-Media) 17/09/24 14:24
v/15131083/
Teknologi blockchain, yang sering dipandang sebagai terobosan baru dalam industri gaming, kini mulai merambah game klasik.
Salah satu contoh yang mencolok adalah rencana kebangkitan Flappy Bird, permainan fenomenal yang sempat mendominasi pasar mobile pada 2013.
“Aku kembali! Satu dekade lalu, aku terkenal dan meroket bersama 100 juta teman. Kini, aku kembali dan siap terbang lagi. Berkat penggemar Flappy Bird dan upaya besar lain, aku siap meluncurkan kembali game Flappy Bird yang resmi!” ungkap akun Flappy Bird Foundation di X beberapa waktu lalu.
Namun, berbeda dengan permainan klasik pada umumnya, perilisan permainan popular ini menambahkan elemen blockchain dan model play-to-earn pada gameplay.
Oleh karena itu, muncul suatu pertanyaan: apakah ini benar-benar inovasi, atau hanya trik pemasaran yang memanfaatkan nostalgia dan hype seputar teknologi kripto?
Rencana ini memicu reaksi skeptis, terutama setelah Dong Nguyen, pencipta asli Flappy Bird, secara tegas menolak keterlibatannya dan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap penggunaan kripto dalam game tersebut.
“Tidak, saya tidak ada hubungan dengan game mereka. Saya tidak menjual apapun. Saya juga tidak mendukung kripto,” ujarnya.
Penolakan ini semakin memperjelas kontroversi: apakah permainan klasik seperti Flappy Bird memerlukan blockchain, atau ini hanya usaha untuk memanfaatkan popularitas teknologi baru tanpa memberi nilai tambah nyata?

Model play-to-earn memungkinkan pemain untuk menghasilkan pendapatan melalui token kripto atau aset digital lainnya selama bermain.
Dalam konsep ini, pemain bisa mendapatkan token yang dapat diperdagangkan di platform blockchain, menawarkan kesempatan untuk “menghasilkan uang” dari game yang mereka mainkan.
Model ini menarik bagi pemain yang ingin mendapatkan imbalan dari waktu bermain mereka. Namun, model ini sering kali mendapat kritik karena memprioritaskan aspek finansial daripada gameplay.
Faktor lain yang memperkuatnya adalah keterlibatan perusahaan pengembangan game, “1208 Productions”.
Perusahaan tersebut tampaknya terfokus pada proyek Web3 dan cryptocurrency, menambah spekulasi bahwa kebangkitan Flappy Bird ni lebih terfokus pada keuntungan finansial daripada pada pengalaman bermainnya.
Eve Online dan Eve FrontierHal serupa terjadi pada game klasik lainnya, yaitu Eve Online dan Eve Frontier.
Eve adalah salah satu permainan legendaris di dunia MMORPG (Massively Multiplayer Online Role-Playing Game), yang telah memiliki basis penggemar kuat selama bertahun-tahun.
Baru-baru ini, pengembang Eve Online, CCP juga mengumumkan Eve Frontier, sebuah versi spin-off dari game klasik tersebut yang akan mengintegrasikan teknologi blockchain.
Pengembangnya mengklaim bahwa blockchain akan memberikan pemain kontrol lebih besar atas aset digital mereka dalam permainan, memungkinkan mereka untuk memperdagangkan aset tersebut di pasar kripto.
Namun, banyak penggemar yang skeptis terhadap langkah ini.
“Sayang sekali mereka merusak sebuah game indah yang berpotensi,” ujar salah satu pemain.
Mereka merasa bahwa penambahan elemen blockchain tidak memberikan nilai nyata dan justru menambah kompleksitas yang tidak perlu.
Bahkan, beberapa pemain menyebut ini sebagai upaya pengembang untuk mengeksploitasi teknologi kripto demi keuntungan finansial, bukan untuk memperkaya pengalaman bermain.
Perlukah Teknologi Blockchain Pada Game Klasik Seperti Flappy Bird dan Eve Online?Meskipun teknologi blockchain menawarkan beberapa fitur menarik, seperti kepemilikan digital dan transaksi yang lebih transparan, penerapannya pada game klasik seperti Flappy Bird dan Eve Online menimbulkan banyak pertanyaan.
Apakah pemain benar-benar menginginkan elemen blockchain dalam permainan yang mereka cintai? Apakah ini membawa manfaat nyata bagi mereka? Apakah teknologi blockchain benar-benar diperlukan dalam game klasik seperti Flappy Bird dan Eve Online?Pertanyaan-pertanyaan ini hanya dapat dijawab oleh para pemain itu sendiri.
Sementara teknologi terus berkembang, keinginan dan kebutuhan gamer akan menentukan arah kemana masa depan game klasik akan berlabuh. [dp]