
Jakarta: Yohanes Nugroho disebut-sebut mampu mengatasi permasalahan peretasan Pusat Data Nasional Sementara (
PDNS) 2. Namun, pemerintah meragukan bahkan meremehkan Yohanes.
Hal itu diungkap Teguh Aprianto saat menjadi bintang tamu dalam Podcast Deddy Corbuzier di
YouTube. Teguh yang merupakan pendiri dari Ethical Hacker mengaku dirinya seorang
hacker sekaligus konsultan keamanan siber.
Teguh mengungkap sosok Yohanes adalah praktisi bidang IT yang andal. Yohanes dinilai bisa membongkar perilaku
hacker dan
mengembalikan data yang hilang pada PDNS.
Teguh mengatakan sebenarnya Yohanes telah meminta
sampel digital ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sampel tersebut bisa menjadi modal awal Yohanes mengatasi peretasan PDNS 2 oleh ransomware.
Bahkan, Teguh menuturkan Yohanes mau membantu secara sukarela. Namun, Kominfo malah merendahkan dan menantang balik Yohanes.
"Kominfo balas, kalau orang sudah biasa
reverse engineer pasti tahu kok nyarinya di mana (sampel). Loh gimana? Sampelnya di dalam. Jadi enggak dikasih, sudah gitu malah
sotoy, bebal. Giliran ada orang yang mau bantu malah kayak gitu," ungkap Teguh dalam Podcast Deddy Corbuzier dikutip, Jumat, 12 Juli 2024.
Teguh mengatakan Yohanes sangat terkenal di Industri IT. Tak hanya di Indonesia bahkan mancanegara.
"Kita kayak, waw, orang sekelas beliau (Yohanes) saja diginiin," ujar dia.
Melansir dari berbagai sumber, Yohanes Nugroho merupakan seorang
senior programmer. Saat ini, ia tinggal di Thailand.
Ia bekerja di sebuah perusahaan teknologi terkait bidang kesehatan, GeneusDNA di Thailand sejak 2022. Sebelumnya, ia juga berkiprah sebagai
senior programmer di perusahaan teknologi software, Litic Co.
Yohanes bekerja di perusahaan Bulgaria itu selama 14 tahun sejak 2007 hingga 2021. Sebelumnya, ia merupakan seorang
programmer di perusahaan teknologi, Divusi pada 2003 hingga 2005.
Yohanes merupakan lulusan dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menyelesaikan studinya di ITB untuk jenjang S1 dan S2.
Untuk jenjang S1, ia lulus pada tahun 2002. Sementara itu, ia lulus S2 pada 2006. Pada kedua jenjang itu, Yohanes mengambil jurusan Informatika.
Yohanes memiliki sejumlah lisensi dan sertifikasi di dunia IT, seperti Bugs 101: Insect-Human Interactions, Animal Behaviour and Welfare hingga Mountains 101.
(REN)