JAKARTA, investor.id – Pengamat Hukum dari Universitas Trisakti , Abdul Fickar Hadjar mengatakan, pemberantasan korupsi harus menjadi fokus bagi Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk pembuktian kepada masyarakat bahwa pemerintahannya jauh lebih baik dalam upaya pemberantasan korupsi. Hal ini dimulai dengan keberanian membersihkan birokrasi dari aparatur korup yang merugikan rakyat.
“Tantangan kabinet Prabowo-Gibran itu sudah jelas yaitu keberanian membersihkam birokrasi dari aparatur korup yang merugikan rakyat. Karena itu, pesan Presiden Terpilih Prabowo Subianto kepada para menteri sudah benar jangan mengkorupsi APBN,” kata Abdul Fickar kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.
Presiden, kata dia, diharapkan terus menggaungkan semangat antikorupsi di dalam kabinet. Para menteri harus menyadari bahwa kabinet bukan menjadi lahan empuk untuk melakukan korupsi.
Jika di tengah perjalanan para menteri yang telah terpilih justru tersandung kasus korupsi, maka Presiden harus menunjukkan ketegasannya dengan memecat dan mengajukan proses pidananya.
Dengan sikap yang independen dan tegak lurus akan pemberantasan korupsi itu, Abdul Fickar yakin Prabowo dan para menterinya akan membangun pemerintahan yang kuat dan transparan. Disisi lain, KPK, polisi, Kejaksaan Agung hingga pengadilan terus mengoptimalkan penindakan korupsi
.“Pemerintah bisa bekerja sama dengan KPK untuk mengawasi menteri-menterinya secara khusus dalam kegiatan apapun. Karena itu, jika ada indikasi menteri korupsi maka langsung ambil tindakan tegas pemecatan dan ajukan prosess pidananya,” katanya.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News