Penghargaan ini mendorong Badak LNG untuk terus termotivasi menjaga dan meningkatkan loyalitas perusahaan dalam pengembangan sektor ESDM di Indonesia. [706] url asal
Jakarta - Badak LNG meraih Penghargaan Subroto 2024 kategori Optimalisasi Pengelolaan Gas Suar Pada Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi subsektor Keselamatan Migas dan Optimalisasi Gas Suar. Sebelumnya pada tahun lalu, Badak LN juga meraih Penghargaan Subroto pada kategori Manajemen Energi di Bangunan Gedung dan Industri, subsektor Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).
President Director & CEO PT Badak NGL Achmad Khoiruddin menyampaikan penghargaan ini mendorong Badak LNG untuk terus termotivasi menjaga dan meningkatkan loyalitas perusahaan dalam pengembangan sektor ESDM di Indonesia. Penghargaan ini diharap dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain dalam menjalankan operasional bisnis yang aman, efisien, serta ramah lingkungan.
"Penghargaan bergengsi ini merupakan pengakuan atas komitmen dan dedikasi dari seluruh insan PT Badak dalam komitmennya menjunjung tinggi aspek safety di seluruh kegiatan operasional bisnisnya sekaligus peran aktif perusahaan dalam mendukung transisi energi hijau. Ke depannya, kami akan terus berupaya dalam memberi terobosan berkelanjutan demi mewujudkan tercapainya net zero emission Indonesia 2060," ujar Achmad Khoiruddin dalam keterangan tertulis, Senin (4/11/2024).
Hal ini disampaikannya usai menerima penghargaan di Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta pada Kamis (10/10/2024)
Berdasarkan Permen ESDM No. 37 tahun 2015, gas suar merupakan gas yang dihasilkan dari proses eksplorasi dan produksi atau pengolahan migas yang tidak bisa ditangani oleh fasilitas produksi atau pengolahan yang tersedia sehingga dibakar secara terus menerus maupun tidak dan dalam kondisi rutin maupun tidak. Emisi yang dihasilkan dari pembakaran gas suar sebagian besar adalah karbon dioksida dan pada akhirnya gas tersebut belum bisa dimanfaatkan.
Dalam menjalankan kegiatan operasional pengelolaan gas suar bakar atau flare gas, Badak LNG mendukung pemenuhan standar dan regulasi sesuai Permen ESDM No. 17 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pengelolaan Gas Suar pada Kegiatan Usaha Migas.
Sebagai upaya mengoptimalisasi pengelolaan gas suar, tahun ini Badak LNG memiliki tiga fokus utama, yakni mengoptimalisasi gas suar yang timbul saat produksi LNG, penyimpanan, dan aktivitas loading-unloading. Dan terakhir, dari sisi keselamatan juga sudah memenuhi persyaratan Persetujuan Layak Operasi (PLO).
Adapun dalam kegiatan operasional Badak LNG, gas suar bakar paling banyak dihasilkan pada saat proses loading-unloading atau pengapalan LNG. Pada tahapan ini, terdapat proses purging dan cooldown yang mengakibatkan timbulnya flaring (pembakaran) yang dipicu oleh uap Boil-Off Gas (BOG) dari kapal dengan jumlah yang signifikan.
Untuk itu pada tahun ini, perusahaan mengusulkan inovasi yang bertajuk "Mengurangi gas suar bakar (flaring) pada sistem bahan bakar (fuel gas system) dengan mengimplementasikan suhu LNG yang lebih dingin saat pengapalan LNG di kilang Badak LNG." Dengan menurunkan suhu LNG, produksi fuel gas dari Train dapat dikurangi sehingga surplus BOG saat proses pengapalan yang menyebabkan flaring bisa terhindar.
Atas penerapan metode tersebut untuk mengatasi kelebihan gas suar, dalam setahun terakhir ini Badak LNG mampu mengoptimalisasi gas suar sebanyak 1.369 MMSCF. Teroptimalisasinya gas suar kemudian berpengaruh pada penurunan emisi. Dengan begitu, pada tahun ini perusahaan mencapai penurunan emisi sebesar 82.818 CO2 eq yang merupakan suatu peningkatan setelah tahun lalu hanya mengalami penurunan sebesar 32.514 CO2 eq.
Penghargaan Subroto merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tiap tahunnya sebagai apresiasi kepada para pemangku kepentingan atas dampak signifikan yang telah diberikan demi kemajuan perkembangan sektor ESDM. Adapun penilaian untuk penghargaan ini dilihat dari kinerja pemangku kepentingan dalam kurun waktu setahun terakhir. Selain sebuah bentuk apresiasi, penghargaan ini juga sebagai ajang untuk mendorong kinerja dan peran aktif stakeholders terkait untuk memajukan sektor ESDM.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pembentukan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) gas bumi untuk kebutuhan domestik sudah disetujui ... [347] url asal
Kami percaya bahwa carut-marut pengeluaran gas untuk kebutuhan industri dan kebutuhan kelistrikan itu tidak akan ada lagi karena regulasi yang mengaturnya itu regulasi yang secara hierarki sangat tinggi
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pembentukan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) gas bumi untuk kebutuhan domestik sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Senin (8/7).
"Ini berita baik untuk kita semua, Bapak Presiden dalam ratas menyetujui pembentukan RPP gas bumi untuk kebutuhan domestik," kata dia di Jakarta, Selasa.
Dirinya menjelaskan rencana aturan tersebut nantinya mengatur soal pengeluaran gas bumi untuk kepentingan industri, serta kepentingan energi kelistrikan domestik.
Menperin menilai RPP ini merupakan 'game changer' dalam pengelolaan gas nasional yang dalam aturan tersebut nantinya menerapkan kewajiban pemenuhan pasar domestik (Domestic Market Obligation/DMO) sebesar 60 persen. Sehingga kebutuhan gas bumi untuk industri dan ketenagalistrikan bisa terpenuhi.
"Kami percaya bahwa carut-marut pengeluaran gas untuk kebutuhan industri dan kebutuhan kelistrikan itu tidak akan ada lagi karena regulasi yang mengaturnya itu regulasi yang secara hierarki sangat tinggi," ujarnya
Dirinya menyampaikan, dalam regulasi ini juga nantinya turut menciptakan ekosistem industri yang inklusif dan berdaya saing, karena RPP tersebut memberikan kewenangan kepada kawasan industri atau konsorsium kawasan industri untuk mengimpor gas sebagai bahan baku sumber energi listrik di kawasan industrinya.
"Kawasan industri bisa mengelola untuk kawasan industrinya atau tenant-nya untuk melakukan penyediaan maupun penyaluran gas bumi dalam kawasan tersebut termasuk melalui importasi," kata dia.
Sebelumnya pemerintah memutuskan kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT) atau harga gas murah di bawah 6 dolar AS per MMBTU bagi tujuh kelompok industri dilanjutkan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat internal bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas keberlanjutan dari kebijakan HGBT di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin
"Keputusannya HGBT itu dilanjutkan pada sektor eksisting yang sekarang tujuh sektor," kata Airlangga.
Adapun, tujuh kelompok industri tersebut, yaitu industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, gelas kaca dan sarung tangan karet.
Sementara itu perihal usulan program HGBT juga diperluas ke semua sektor industri, ia mengatakan masih dalam proses pengkajian.