#30 tag 24jam
Jangan Sepelekan Sakit Punggung di Usia Muda
Susunan tulang belakang yang tidak normal dapat menjadi salah satu penyebab masalah sakit punggung. [422] url asal
#tulang-punggung #usia-muda #penyebab-sakit-punggung #gejala-sakit-punggung
(Bisnis.Com) 28/10/24 18:17
v/17111343/
Bisnis.com, JAKARTA - Sakit punggung bisa terjadi tidak hanya pada lansia, tetapi juga pada kelompok anak-anak muda. Seiring bertambahnya usia, orang-orang semakin sering mengalami masalah punggung.
Dilansir dari Verywellhealth.com, Senin (28/10/2024), sekitar 1 di antara 3 anak muda mengalami masalah punggung setiap bulannya. Hal ini menunjukkan masalah punggung menjadi masalah yang seringkali dialami oleh kebanyakan anak muda saat ini.
Sakit punggung pada anak muda biasanya disebabkan oleh beberapa aktivitas yang membuat tulang atau otot menjadi tegang.
Simak penyebab terjadinya sakit punggung:
1. Nyeri otot
Nyeri otot pada punggung merupakan penyebab paling umum. Hal ini bisa disebabkan oleh ketegangan otot dan ligamen, serta penggunaan tulang dan otot yang berlebihan.
Misalnya, seperti melakukan olahraga yang terlalu intens dan menggendong tas yang terlalu berat. Selain itu, nyeri otot ini bisa disebabkan oleh postur tubuh yang tidak bagus, misalnya akibat duduk mengerjakan tugas terlalu lama.
2. Spondylosis
Spondylosis merupakan jenis fraktur stres atau cedera tulang yang terjadi di bagian tulang belakang. Cedera ini terjadi jika seseorang melakukan olahraga yang banyak melibatkan gerakan membungkuk ke belakang secara berulang (hiperekstensi), seperti senam dan menyelam.
Cedera ini menyebabkan kekakuan di punggung dan kaki yang dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berjalan.
3. Hernia diskus
Hernia diskus terjadi ketika bantalan lunak di antara dua ruas tulang belakang robek. Gejala hernia diskus ini meliputi sakit kaki, kesemutan pada kaki, kesulitan menekuk dan meluruskan tulang belakang.
4. Susunan tulang belakang tidak normal
Susunan tulang belakang yang tidak normal dapat menjadi salah satu penyebab masalah sakit punggung. Misalnya, karena skoliosis (lengkungan bentuk S pada tulang belakang) dan kifosis scheuermann (lengkungan tajam pada tulang belakang).
5. Tumor
Beberapa jenis tumor, baik dari yang jinak sampai ganas dapat muncul di tulang belakang dan memicu nyeri punggung. Meskipun ini jarang terjadi pada remaja, tetapi tumor harus tetap diwaspadai karena kemungkinan tetap dapat terjadi.
Meskipun nyeri punggung ini merupakan masalah yang cukup umum, tetapi nyeri punggung yang terjadi terus-menerus perlu menjadi perhatian karena bisa jadi punggung tidak hanya mengalami nyeri biasa, tetapi mengalami masalah yang cukup serius seperti yang disebutkan sebelumnya, baik itu karena cedera atau masalah spesifik punggung lainnya yang harus segera ditangani oleh dokter.
Untuk itu, menjaga kesehatan tulang perlu diperhatikan sejak usia dini.
Dilansir dari UC Davis Health, berikut adalah tips yang dapat membantu meredakan nyeri punggung:
- Melakukan peregangan setiap hari agar otot tidak tegang.
- Duduk dengan postur tubuh yang baik.
- Berjalan kaki untuk mengurangi tekanan pada punggung.
- Kurangi tekanan pada punggung saat tertidur dengan meletakkan bantal di bawah lutut.
- Menjaga berat badan.
- Berhenti merokok, karena merokok mengurangi penyerapan kalsium dan pertumbuhan tulang baru.
7 Alas Kaki yang Sebaiknya Dihindari Bila Punya Sakit Punggung
Ada sepatu tertentu yang sebaiknya kita hindari jika memiliki sakit punggung karena bisa memperparah atau memicu munculnya rasa sakit. [946] url asal
#penyebab-sakit-punggung #cara-mengobati-sakit-punggung #cara-mengatasi-sakit-punggung-bawah #sering-sakit-punggung-di-pagi-hari #jenis-sakit-punggung #sepatu-yang-harus-dihindari-jika-sakit-punggung
(Kompas.com) 30/07/24 09:39
v/12625252/
KOMPAS.com - Jika kamu termasuk salah satu orang yang menderita sakit punggung kronis atau back pain, kamu pasti tahu betapa kondisi ini tidak nyamann dan bisa melemahkan.
Punggung yang sakit, pegal, atau kaku dapat membuat kita tidak mampu melakukan tugas yang paling sederhana sekalipun, sehingga mengganggu kehidupan dan pekerjaan sehari-hari.
Mungkin kita menyalahkan kasur, posisi tidur, atau aktivitas berlebihan sebagai penyebab rasa sakit dan nyeri tersebut, namun alas kaki yang kita pakai ternyata juga berperan.
Menurut para ahli, ada sepatu tertentu yang sebaiknya kita hindari jika memiliki sakit punggung karena bisa memperparah atau memicu munculnya rasa sakit.
Mengapa pemilihan sepatu penting bagi penderita sakit punggung?
Menurut Brittany Steindl, PT, DPT, pendiri BLS Physical Therapy, alas kaki yang kita pakai sebenarnya memengaruhi "keselarasan tubuh dan biomekanik kita secara keseluruhan".
“Pentingnya pilihan sepatu bagi mereka yang menderita nyeri punggung tidak dilebih-lebihkan. Alas kaki yang tepat mendukung postur yang tepat, mendistribusikan berat badan secara merata, menyerap guncangan, dan meningkatkan fungsi otot, yang semuanya berkontribusi untuk mengurangi nyeri punggung,” jelas Steindl.
Lebih buruk lagi, jika kita tidak mengenakan sepatu yang mendukung, kita mungkin menjadi lebih rentan terhadap cedera sekunder.
“Tanpa dukungan yang memadai, gerakan dan postur menjadi tidak sesuai, sehingga menyebabkan rasa sakit dan gangguan pada bagian tubuh lain,” Steindl memperingatkan. “Dengan memastikan kaki kita tertopang dengan baik, kita dapat membantu mengurangi risiko sakit punggung dan masalah terkait lainnya.”
Berikut adalah alas kaki yang tidak disarankan untuk penderita sakit punggung
1. Sandal jepit
FREEPIK/RAWPIXEL.COM Sandal bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri."Sandal jepit tidak memiliki bantalan untuk meredam guncangan yang cukup. Sandal jepit mungkin tampak empuk, namun tidak cukup tebal untuk menyerap guncangan di setiap langkah," kata Michael Fishkin, C.Ped, ahli kaki bersertifikat untuk Northern Illinois Foot & Spesialis Pergelangan Kaki.
Dia menambahkan, "Sering kali, kaki juga harus mencengkeram atau menjepit bagian sandal agar tidak lepas saat berjalan, ini menciptakan kontraksi otot betis yang menimbulkan rasa sesak."
2. Selop datar
Ilustrasi selop karet“Selop datar memberikan sedikit atau bahkan tidak memberikan dukungan sama sekali,” kata Schulman dalam video TikTok tanggal 31 Mei. "Lihatlah dirimu di cermin setelah memakainya, kamu akan melihat bahwa kakim tidak menopang tubuh dengan baik. Dukungan yang seharusnya ada di kaki didistribusikan ke berbagai sendi di tubuh—dan menyebabkan nyeri."
3. Sepatu flat atau datar
Ilustrasi sepatu Ballet flat“Sepatu jenis ini tidak menawarkan kemampuan dalam penyerapan guncangan,” jelas Fishkin. "Saat kaki berjalan dan menjejak tanah, tidak ada gaya reaktif di alas kaki yang mencegah gaya tersebut berpindah dari kaki ke paha, sehingga memengaruhi punggung kita."
4. Sepatu hak tinggi
Dok. Shutterstock/New Africa Ilustrasi sepatu hitam dengan celana dan baju putih."Apa pun yang berukuran lebih dari 5 cm dapat menyebabkan kemiringan panggul yang dapat membuat punggung bagian bawah terjepit," Fishkin memperingatkan.
5. Sepatu dengan ujung yang sempit
Shutterstock/Eileen Meyer Ilustrasi sepatu perempuan model slingback“Sepatu dengan bagian kaki yang sempit akan menekan jari-jari kaki, tidak hanya menyebabkan neuroma, tetapi juga mengubah cara kaki menyentuh lantai, sehingga mendistribusikan beban secara tidak merata ke sendi-sendi lain yang perlu dikompensasi,” kata Schulman di TikTok.
6. Sepatu kets datar
SHUTTERSTOCK / MeemiePhoto Ilustrasi sepatu kanvas.Menurut Bianca Carter, CEO Feet First Clinic, sepatu ini memberikan dukungan minimal.
“Alasnya sangat datar dan tidak memberikan dukungan lengkungan kak dan tidak ada bantalan,” kata Carter dalam video TikTok tanggal 10 April. "Ini berarti tidak ada peredam untuk melindungi persendian saat kita berjalan, yang bisa berdampak buruk bagi punggung."
7. Sepatu yang terlalu keras
Shutterstock/Dmitry Tkachuk Ilustrasi sepatu boots kulit.Sepatu yang terlalu keras mungkin kurang memiliki bantalan, yang berarti sepatu tersebut tidak akan efektif menyerap goncangan. Oleh karena itu, pertimbangkan kelenturan jika kamu sangat aktif atau memiliki pekerjaan yang mengharuskan berdiri lama.
“Sepatu yang bagus akan menyerapan guncangan, mengurangi dampak pada tulang belakang dan persendian di setiap langkah,” jelas Steindl. “Hal ini sangat penting terutama bagi orang-orang yang menghabiskan banyak waktu untuk berdiri atau melakukan aktivitas berdampak tinggi. Sepatu dengan bantalan yang tepat dapat membantu mengurangi dampak berulang yang berkontribusi terhadap sakit punggung.”