JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, sebanyak 28 emiten yang hendak mencatatkan sahamnya (initial public offering/IPO) di pasar modal.
Berdasarkan pipeline BEI, tercatat empat perusahaan beraset skala besar atau memiliki aset di atas Rp 250 miliar yang akan menggelar aksi korporasi tersebut.
“Per 9 Agustus 2024, ada pula 20 perusahaan beraset menengah atau aset antara Rp 50 – 250 miliar, dan empat perusahaan beraset skala kecil dengan aset dibawah Rp 50 miliar,” ungkap Direktur Penilaian Emiten BEI I Gede Nyoman Yetna, Sabtu (10/8/2024).
Sedangkan berdasarkan sektor, Nyoman Yetna menjelaskan, perusahaan terbanyak berasal dari sektor barang konsumsi primer sebanyak lima perusahaan, empat perusahaan masing-masing dari sektor barang konsumsi non primer dan perindustrian. Ditambah lagi, tiga perusahaan masing-masing dari sektor barang baku, energi, dan teknologi.
“Ada pula dua perusahaan dari sektor infrastruktur dan keuangan. Serta, sektor transportasi dan Kesehatan yang masing-masing menyumbang satu perusahaan,” tambah Nyoman Yetna.
Sementara itu, lanjut Nyoman Yetna, sebanyak 34 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI. Dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 5,15 triliun.
Rights Issue
Dalam periode yang sama, BEI juga mencatat 24 perusahaan yang berada dalam pipeline rights issue BEI. Aksi korporasi tersebut paling banyak dilakukan oleh emiten dari sektor barang konsumsi non primer, yaitu sebanyak delapan perusahaan. Diikuti, lima emiten dari sektor keuangan, empat emiten masing-masing dari sektor barang konsumsi primer dan energi.
Tidak hanya itu, lanjut Nyoman Yetna, sektor barang baku, infrastruktur, dan transportasi masing-masing satu emiten akan menggelar rights issue yang tercatat dalam pipeline BEI. “Sedangkan hingga saat ini ada 15 emiten yang telah menggelar rights issue dengan total nilai Rp 34,42 triliun,” ucap Nyoman Yetna.
Nyoman Yetna menambahkan, sebanyak 13 emisi dari 9 perusahaan berencana menerbitkan Efek Beragun Aset (EBUS) yang ada pipeline BEI. Dengan penerbit terbanyak berasal dari sektor energi sebanyak 3 perusahaan. Kemudian, dua perusahaan masing-masing dari sektor barang baku dan industri, serta masing-masing satu perusahaan dari sektor keuangan dan transportasi.
“Sedangkan hingga saat ini, tercatat sebanyak 97 emisi dari 60 perusahaan telah menerbitkan EBUS. Dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 81,5 triliun,” tutup Nyoman Yetna.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News