DHAKA, investor.id – Perdana Menteri (PM) Bangladesh Sheikh Hasina menyelamatkan diri pada Senin (5/8/2024). Ia meninggalkan negaranya ketika para pengunjuk rasa yang menuntut pengunduran dirinya menyerbu kediaman resmi perdana menteri di ibu kota Dhaka.
Menurut laporan harian lokal Parthom Alo, PM Hasina berangkat ke Benggala Barat di India ditemani saudara perempuannya Sheikh Rehana.
Putri pendiri Bangladesh yang berusia 76 tahun itu sudah memerintah negara berpenduduk 170 juta jiwa itu sejak 2009.
Sementara itu, Panglima Militer Bangladesh Waker-uz-Zaman bertemu dengan para pemimpin dari partai politik dan akan menyampaikan pidato di hadapan rakyat.
Negara di Asia Selatan itu tengah dilanda protes yang menyerukan pemerintah untuk mundur. Demonstrasi yang disertai kekerasan dimulai pada Juli 2024, menuntut penghapusan sistem kuota dalam pekerjaan pemerintah.
Mahasiswa pun telah menolak kemungkinan pengambilalihan kekuasaan oleh militer. Koordinator utama demonstrasi yang sedang berlangsung Asif Mahmud mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial, mahasiswa tidak akan menerima pengambilalihan oleh militer.
Setidaknya 93 orang tewas dalam protes baru tersebut, berdasarkan sumber-sumber rumah sakit yang dikutip kantor berita Turki Anadolu.
Protes yang sebagian besar dipimpin oleh mahasiswa berencana untuk mengadakan long march ke Dhaka. Namun, pemerintah telah memberlakukan jam malam tanpa batas waktu.
Sebelumnya pada Minggu (4/8/2024), Hasina mengancam akan menggunakan tindakan keras terhadap mereka yang melakukan terorisme atau menyebarkan anarki di negara tersebut.
Pada hari yang sama, pihak berwenang memulihkan sebagian internet saat ribuan pengunjuk rasa berkumpul di ibu kota. Namun, jaringan internet seluler masih ditangguhkan.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News