#30 tag 24jam
Menanti Taji Perdana Menteri Baru Jepang Pengganti Fumio Kishida
Partai berkuasa di Jepang, Liberal Democratic Party, akan memilih pengganti Fumio Kishida sebagai pemimpin, sekaligus menjadi Perdana Menteri baru Jepang. [704] url asal
#jepang #pm-jepang #pm-jepang-fumio-kishida #pengganti-pm-fumio-kishida #liberal-democratic-party #ldp #pemilihan-ketua-ldp #pemilihan-pm-jepang
(Bisnis.Com - Ekonomi) 27/09/24 08:30
v/15615895/
Bisnis.com, JAKARTA - Partai berkuasa di Jepang, Liberal Democratic Party (LDP) menggelar pemilihan ketua umum hari ini, Jumat (27/9/2024), untuk menentukan pengganti Perdana Menteri Fumio Kishida yang mengundurkan diri pada awal September lalu.
Pemimpin LDP yang baru juga turut menggantikan posisi Kishida sebagai perdana menteri karena LDP menjadi partai berkuasa di Jepang.
Melansir Bloomberg, pelaku pasar juga menantikan hasil dari pemilihan ini siap untuk menghadapi potensi dampak terhadap ekonomi Jepang, utamanya dampak terhadap kebijakan moneter bank sentral Jepang, Bank of Japan (BOJ).
Hal ini karena mundurnya Perdana Menteri Fumio Kishida dipandang berpotensi membuka jalan bagi Bank of Japan untuk melanjutkan pengetatan moneternya. Meskipun BOJ bekerja independen dari pemerintah, bank sentral secara teratur telah menjadi sasaran tekanan politik.
Phillip Wool, kepala manajemen portofolio di Rayliant Global Advisors mengatakan, terlepas dari siapa yang menang, BOJ harus terbiasa dengan para politisi yang berbicara lebih sering untuk mencoba mempengaruhi bank sentral.
“Hal ini akan membuat frustrasi, namun ini adalah sebuah kenyataan bahwa inflasi dan kebijakan BOJ jauh lebih penting di benak para pemilih,” jelasnya seperti dikutip Bloomberg, Jumat (27/9/2024).
LDP akan memilih 9 kandidat pemimpin, namun calon mengerucut pada tiga kandidat utama. Politisi LDP yang telah lama menjabat, Shigeru Ishiba dan Shinjiro Koizumi, keduanya dipandang cukup hawkish dalam hal kebijakan moneter.
Di sisi lain, Sanae Takaichi, yang jika terpilih bisa menjadi perdana menteri wanita pertama Jepang, ingin mempertahankan suku bunga rendah.
Di sisi lain, Atase Pers Kedutaan besar Jepang di Indonesia Ryutaro Kubo mengungkapkan kandidat kuat pengganti Kishida mengerucut pada Takaichi dan Koizumi.
Kubo menuturkan, dari sisi politik, Takaichi merupakan calon yang lebih konservatif dibandingkan dengan Koizumi yang cenderung liberal. Dia menuturkan, Takaichi sangat dekat dengan eks Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. Kedua calon ini juga memiliki pandangan yang berbeda pada beragam hal.
”Koizumi menjanjikan pengembangan energi terbarukan atau clean energy jika terpilih sebagai Ketua umum dan Perdana Menteri,” kata Kubo dalam Media Visit Kedutaan Besar Jepang di Indonesia ke Bisnis Indonesia, Kamis (26/9/2024).
Sementara itu, Kubo mengatakan Takaichi berencana untuk menggalakkan lagi penggunaan pembangkit listrik tenaga nuklir sebagai sumber energi.
Dari sisi ekonomi, dia mengatakan Takaichi menyebut bank sentral Jepang dan Kementerian Keuangan setempat kerap lebih mementingkan kebijakan fiskal ketimbang kehidupan Perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, Takaichi telah berjanji akan lebih mengutamakan perekonomian rakyat ketimbang kebijakan fiskal.
Takaichi dipandang sebagai pendukung setia kebijakan moneter yang longgar. Awal pekan ini, dia mengatakan bahwa menaikkan suku bunga adalah hal yang salah. Dukungannya terhadap platform kebijakan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe menjadi faktor pembeda terbesar dibandingkan calon lainnya.
Penundaan kenaikan suku bunga BOJ dapat membuat mata uang Jepang tetap lemah. Hal ini dapat memberikan keuntungan bagi saham-saham perusahaan elektronik dan produsen mobil yang mengekspor. Hal ini juga dapat menarik peningkatan di sektor pariwisata.
Analis pendapatan tetap Mitsubishi UFJ MS Securities Co. Naomi Muguruma mengatakan pasar akan bereaksi dengan pelemahan yen dan kenaikan harga saham jika Takaichi memenangkan pemilihan LDP.
“Ada kesan bahwa kebijakan fiskal akan diperluas dan pelonggaran moneter akan diperpanjang,” jelasnya, seperti dikutip Bloomberg.
Sementara itu, mengutip Reuters pada Kamis (26/9/2024), Koizumi mengatakan pada dasarnya dia akan meneruskan kebijakan ekonomi pemerintahan Kishida saat ini jika terpilih sebagai Ketua Umum LDP dan kemudian Perdana Menteri Jepang.
“Saya bertujuan untuk memperkuat kekuatan ekonomi Jepang sehingga pertumbuhan dapat dicapai bahkan di era di mana inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi hidup berdampingan,” kata Koizumi dalam konferensi pers pencalonan dirinya sebagai Ketua umum LDP belum lama ini.
Jika menjadi perdana menteri, Koizumi berjanji akan segera menyusun paket ekonomi baru untuk membantu perusahaan-perusahaan kecil dan rumah tangga berpenghasilan rendah yang terkena dampak kenaikan biaya hidup.
Dampak terhadap Indonesia
Ryutaro Kubo menjelaskan proses pemilihan ketua umum partai LDP akan dimulai pada hari ini. Setelahnya, calon yang terpilih akan dilantik sebagai Perdana Menteri Jepang pada 1 Oktober 2024 mendatang, beberapa hari sebelum pelantikan presiden terpilih RI Prabowo Subianto pada 20 Oktober.
"Sehingga, baik Jepang maupun Indonesia akan sama-sama memiliki pemimpin baru pada Oktober 2024 mendatang seiring dengan dilantiknya Pak Prabowo sebagai Presiden Indonesia," kata Kubo.
Kubo menuturkan, terpilihnya pemimpin baru baik di Jepang maupun Indonesia akan berdampak pada perubahan kebijakan masing-masing negara pada beragam topik. Namun, Kubo menegaskan pihak Jepang berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dan kerja sama yang optimal dengan Indonesia ke depannya.
Jepang Pilih Pengganti PM Fumio Kishida Besok, Begini Dampaknya ke Indonesia
Liberal Democratic Party (LDP) akan melakukan pemilihan ketua umum pada Jumat (27/9) besok untuk menentukan pengganti PM Fumio Kishida. [532] url asal
#jepang #pm-jepang #pm-jepang-fumio-kishida #pengganti-pm-fumio-kishida #liberal-democratic-party #ldp
(Bisnis.Com - Ekonomi) 26/09/24 18:37
v/15592974/
Bisnis.com, JAKARTA - Partai berkuasa di Jepang, Liberal Demokrat atau Liberal Democratic Party (LDP) akan melakukan pemilihan ketua umum pada Jumat (27/9/2024) besok untuk menentukan pengganti Perdana Menteri Fumio Kishida yang mengundurkan diri pada awal September lalu.
Siapapun yang terpilih sebagai Ketua Umum LDP akan turut mengisi jabatan Perdana Menteri yang ditinggalkan Kishida. Hal tersebut karena posisi LDP saat ini sebagai partai penguasa pada pemerintahan Negeri Sakura itu.
Pengganti Kishida akan menjadi perdana menteri ketiga Jepang sejak Shinzo Abe, pemimpin terlama di negara itu, mengundurkan diri pada September 2020. Tercatat, sebanyak sembilan nama dikabarkan berupaya untuk mengisi kursi jabatan yang ditinggalkan oleh Kishida.
Beberapa nama yang beredar tersebut adalah Menteri Keamanan Ekonomi Jepang, Sanae Takaichi, anak eks Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi, Shinjiro Koizumi, politisi senior LDP Shigeru Ishiba, Sekretaris Jenderal LDP, Toshimitsu Motegi, Menteri Luar Negeri Jepang, Yoko Kamikawa, dan lainnya
Terkait hal tersebut, Atase Pers Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Ryutaro Kubo, menjelaskan, proses pemilihan ketua umum partai LDP akan dimulai pada Jumat besok. Setelahnya, calon yang terpilih akan dilantik sebagai Perdana Menteri Jepang pada 1 Oktober 2024 mendatang.
"Sehingga, baik Jepang maupun Indonesia akan sama-sama memiliki pemimpin baru pada Oktober 2024 mendatang seiring dengan dilantiknya Pak Prabowo sebagai Presiden Indonesia," kata Kubo dalam Media Visit Kedutaan Besar Jepang di Indonesia ke Bisnis Indonesia pada Kamis (26/9/2024).
Kubo menuturkan, terpilihnya pemimpin baru baik di Jepang maupun Indonesia akan berdampak pada perubahan kebijakan masing-masing negara pada beragam topik. Namun, Kubo menegaskan pihak Jepang berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dan kerja sama yang optimal dengan Indonesia ke depannya.
Terkait pemilihan ketua umum LDP, Kubo menjelaskan, dari nama-nama tersebut, dua orang yang digadang-gadang sebagai calon kuat pengganti Kishida adalah Takaichi dan Koizumi. Kubo menuturkan, jika terpilih, Takaichi akan menjadi Perdana Menteri Jepang perempuan pertama sepanjang sejarah.
Sementara itu, Koizumi akan menjadi Perdana Menteri termuda dalam sejarah Jepang, 43 tahun, jika terpilih sebagai Ketua Umum LDP nantinya.
Kubo menuturkan, dari sisi politik, Takaichi merupakan calon yang lebih konservatif dibandingkan dengan Koizumi yang cenderung liberal. Dia menuturkan, Takaichi sangat dekat dengan eks Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.
Kedua calon ini juga memiliki pandangan yang berbeda pada beragam hal. Kubo mencontohkan, Koizumi menjanjikan pengembangan energi terbarukan atau clean energy jika terpilih sebagai Ketua umum dan Perdana Menteri.
Sementara itu, Takaichi berencana untuk menggalakkan lagi penggunaan pembangkit listrik tenaga nuklir sebagai sumber energi.
Dari sisi ekonomi, dia mengatakan Takaichi menyebut bank sentral Jepang dan Kementerian Keuangan setempat kerap lebih mementingkan kebijakan fiskal ketimbang kehidupan Perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, Takaichi telah berjanji akan lebih mengutamakan perekonomian rakyat ketimbang kebijakan fiskal.
Sementara itu, mengutip Reuters pada Kamis (26/9/2024), Koizumi mengatakan pada dasarnya dia akan meneruskan kebijakan ekonomi pemerintahan Kishida saat ini jika terpilih sebagai Ketua Umum LDP dan kemudian Perdana Menteri Jepang.
“Saya bertujuan untuk memperkuat kekuatan ekonomi Jepang sehingga pertumbuhan dapat dicapai bahkan di era di mana inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi hidup berdampingan,” kata Koizumi dalam konferensi pers pencalonan dirinya sebagai Ketua umum LDP belum lama ini.
Jika menjadi perdana menteri, Koizumi berjanji akan segera menyusun paket ekonomi baru untuk membantu perusahaan-perusahaan kecil dan rumah tangga berpenghasilan rendah yang terkena dampak kenaikan biaya hidup.
PM Jepang Fumio Kishida Akan Mundur September 2024, Siapa Calon Penggantinya?
Berikut ini daftar nama yang masuk bursa pengganti Fumio Kishida untuk menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) Jepang. [804] url asal
#jepang #pm-jepang #perdana-menteri-jepang #pm-jepang-fumio-kishida #fumio-kishida
(Bisnis.Com) 14/08/24 12:14
v/14405283/
Bisnis.com, JAKARTA - Jepang akan memiliki pemimpin baru setelah Perdana Menteri (PM) JepangFumio Kishida memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai ketua partai penguasa, Demokrat Liberal atau Liberal Democratic Party (LDP) pada September mendatang.
Mengutip Bloomberg pada Rabu (14/8/2024), pemimpin dari partai LDP hampir pasti akan menjadi perdana menteri karena dominasi partai tersebut di parlemen.
“Saya akan mengabdikan diri untuk mendukung pemimpin baru yang dipilih melalui pemilihan presiden sebagai prajurit,” kata Kishida pada konferensi pers yang disiarkan secara nasional pada hari Rabu.
Mengingat dominasi LDP di parlemen, pemenang pemilihan pemimpin partai, yang diprediksi terjadi pada akhir September, hampir pasti akan menjadi perdana menteri berikutnya. Pengganti Kishida akan menjadi perdana menteri ketiga Jepang sejak Shinzo Abe, pemimpin terlama di negara itu, mengundurkan diri pada September 2020.
Berikut ini adalah beberapa kandidat potensial pengganti Kishida:
1. Shigeru Ishiba
Ishiba merupakan mantan menteri pertahanan yang beberapa kali gagal mencalonkan diri sebagai pemimpin. Dirinya kerap menduduki puncak daftar politisi yang ingin dipilih oleh para pemilih sebagai perdana menteri berikutnya.
Dalam beberapa minggu terakhir, Ishiba telah menyatakan dukungannya terhadap normalisasi kebijakan moneter Bank of Japan. Pada situs webnya, Ishiba menganjurkan kebijakan termasuk menghidupkan kembali permintaan dalam negeri untuk memacu pertumbuhan, dibandingkan mengandalkan perdagangan luar negeri.
2. Taro Kono
Kono merupakan sosok blak-blakan dan fasih berbahasa Inggris yang telah lama populer di kalangan masyarakat dan lingkungan partai LDP. Dia kalah dari Kishida dalam pemilihan presiden partai terakhir karena kurangnya dukungan dari rekan-rekannya di parlemen.
Namun kenyataan bahwa dia dipandang sebagai orang luar dapat mendorong LDP untuk mengarahkan dukungannya kepada Kono untuk memperbaiki citra partai yang ternoda oleh skandal penggalangan dana politik.
Kono saat ini menjabat sebagai Menteri Transformasi Digital setelah sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan. Kono juga telah melunakkan penolakannya terhadap tenaga nuklir dalam beberapa tahun terakhir. Dia menyatakan keprihatinannya atas kebangkitan Beijing dan mengatakan Jepang harus bergabung dengan kelompok intelijen Lima Mata (Five Eyes) yang terdiri dari Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV bulan lalu, Kono mendesak BOJ untuk menaikkan suku bunga guna mendukung yen.
selanjutnya...
3. Yoko Kamikawa
Kamikawa saat ini menjabat Menteri Luar Negeri Jepang. Dia merupakan lulusan Universitas Harvard yang menjalankan perusahaan konsultannya sendiri sebelum terjun ke dunia politik. Jika terpilih, Kamikawa akan menjadi perdana menteri perempuan pertama di Jepang.
Kamikawa dikenal karena upayanya untuk mempromosikan kandidat perempuan, sebuah perjuangan berat mengingat hanya sekitar 12% anggota parlemen LDP adalah perempuan. Kamikawa juga mendapat kecaman dari para aktivis karena menandatangani sebanyak enam belas eksekusi, termasuk enam anggota sekte Aum Shinrikyo, saat menjabat sebagai Menteri Kehakiman. Kamikawa juga merupakan seorang penutur bahasa Inggris.
4. Toshimitsu Motegi
Motegi saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal LDP dan merupakan mantan Menteri Luar Negeri. Belum lama ini, dia mengatakan Bank of Japan harus lebih jelas menunjukkan niatnya untuk menormalisasi kebijakan moneter.
Motegi juga merupakan lulusan Universitas Harvard dan memiliki citra sebagai pria tangguh di LDP. Analis politik mengatakan Motegi mungkin bisa meniru hubungan pribadi yang dibentuk oleh mendiang mantan Perdana Menteri Shinzo Abe dengan Donald Trump jika Trump memenangkan pemilihan presiden AS pada bulan November.
5. Shinjiro Koizumi
Shinjiro Koizumi adalah putra mantan perdana menteri Junichiro Koizumi yang menjabat pada 2001-2006 lalu. Dia menarik perhatian pada September tahun lalu karena berselancar di lepas pantai Fukushima dalam upaya untuk menenangkan kekhawatiran menyusul pelepasan air limbah yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir yang rusak di dekatnya.
Sebagai mantan menteri lingkungan hidup dan pendukung energi terbarukan, Koizumi menyerang dukungan pemerintah terhadap pembangkit listrik tenaga batu bara. Dia juga menjadi berita utama karena menikah dengan seorang penyiar TV terkenal dan menjadi menteri kabinet pertama yang mengambil cuti ayah.
Koizumi juga tidak terlalu menonjolkan diri sejak konferensi pers tahun 2019. Kala itu, dia ingin menjadikan perjuangan melawan perubahan iklim “seksi”, pernyataan yang dianggap oleh banyak orang di Jepang sebagai sebuah kesalahan.
Sebagai tanda bahwa dirinya bersedia untuk melayani kepentingan negaranya, Koizumi membentuk kelompok lintas partai pada bulan November untuk mengadvokasi pengenalan aplikasi berbagi tumpangan untuk membantu mengatasi kekurangan pengemudi taksi.
6. Sanae Takaichi
Takaichi adalah seorang mantan drummer di band heavy metal yang berubah menjadi konservatif garis keras. Dia menyebut eks Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher, sebagai inspirasinya.
Meski saat ini menjabat sebagai Menteri Keamanan Ekonomi, keputusannya mendirikan kelompok belajar (study group) pada November lalu menimbulkan keheranan karena dipandang sebagai sarana untuk mengumpulkan dukungan dalam pemilihan pemimpin partai.
Terpilihnya Takaichi sebagai pemimpin partai dan PM Jepang berpotensi membahayakan pemulihan hubungan Negeri Matahari Terbit itu dengan Korea Selatan serta akan memperburuk hubungan dengan China. Pasalnya, Takaichi merupakan pengunjung rutin Kuil Yasukuni, yang dianggap sebagai simbol militerisme Jepang di masa lalu.
Adapun, Takaichi juga menganjurkan lebih banyak ketergantungan pada tenaga nuklir dan menyatakan keprihatinannya terhadap kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh panel surya. Takaichi adalah pengagum mendiang mantan Perdana Menteri Shinzo Abe dan dalam pencalonannya pada tahun 2021, dia menyatakan dukungan terhadap sikap kebijakan moneter ultra-longgarnya.
Terjerat Banyak Skandal, PM Jepang Fumio Kishida Bakal Mundur Bulan Depan
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida memutuskan untuk mundur dari pemimpin partai LDP pada September dan membuka persaingan untuk penggantinya sebagai PM. [440] url asal
#perdana-menteri-jepang #fumio-kishida #pm-jepang-mundur #pm-jepang-fumio-kishida #partai-ldp
(Bisnis.Com - Ekonomi) 14/08/24 11:42
v/14403760/
Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida memutuskan untuk mundur dari pemimpin Partai Demokrat Liberal atau Liberal Democratic Party (LDP) yang sudah lama berkuasa pada bulan September mendatang. Hal ini membuka jalan bagi persaingan untuk penggantinya sebagai Perdana Menteri.
“Saya akan mengabdikan diri untuk mendukung pemimpin baru yang dipilih melalui pemilihan presiden sebagai prajurit,” kata Kishida pada konferensi pers yang disiarkan secara nasional pada hari Rabu, seperti dikutip Bloomberg.
Mengingat dominasi LDP di parlemen, pemenang pemilihan ketua partai pada pada akhir September hampir pasti akan menjadi perdana menteri berikutnya. Pengganti Kishida akan menjadi PM ketiga Jepang sejak Shinzo Abe, pemimpin terlama di negara itu, mengundurkan diri pada September 2020.
Yen menguat sekitar 0,3% terhadap dolar AS pada pukul 12:08 siang di Tokyo menyusul berita tersebut. Sementara itu, indeks saham Jepang bergerak variatif, dengan Nikkei turun 0,2% dan Topix menguat 0,5%. Kontrak berjangka obligasi pemerintah Jepang sedikit berubah.
Dukungan untuk Kishida telah menurun selama berbulan-bulan di tengah frustrasi para pemilih atas cara dia menangani skandal dana gelap partai, inflasi yang sedang berlangsung, dan kemerosotan yen. Kishida, yang menjabat hampir tiga tahun lalu, mengatakan serangkaian skandal keuangan politik telah mengikis kepercayaan dan membebani keputusannya.
Pemerintahan Kishida dan bank sentral Jepang telah berusaha untuk menunjukkan persatuan dan memulihkan ketenangan pasar keuangan, setelah anjloknya saham-saham terbesar dalam lebih dari tiga dekade pada bulan ini memicu kritik terhadap pengetatan kebijakan moneter dan membayangi upaya untuk membuat rumah tangga berinvestasi.
Pendahulu Kishida, Yoshihide Suga, mengkritik Kishida dalam wawancara media pada 23 Juni dan mengatakan bahwa penting bagi LDP untuk membawa rasa perubahan pada pemilihan kepemimpinan berikutnya.
“Langkah pertama dan paling jelas untuk menunjukkan bahwa LDP akan berubah adalah saya mundur,” kata Kishida, Rabu.
Meskipun tidak ada pemilihan umum yang perlu diadakan hingga tahun 2025, beberapa survei menunjukkan bahwa partai oposisi utama, Partai Demokrat Konstitusional, lebih unggul dari LDP yang dipimpin Kishida dalam hal niat memilih saat ini.
Perdana Menteri berikutnya mungkin masih akan mengadakan pemilihan umum untuk memperkuat mandat pemerintahan baru. Namun LDP dan mitra koalisi juniornya, Komeito, diperkirakan akan dengan mudah mempertahankan kendali mengingat posisi mereka yang kuat dalam politik nasional.
Tidak jelas siapa yang akan menggantikan Kishida sebagai perdana menteri, meskipun mantan Menteri Pertahanan Shigeru Ishiba adalah pilihan paling populer dalam survei media lokal. Nama-nama lain yang kerap muncul dalam jajak pendapat antara lain Menteri Transformasi Digital Kono Taro, Menteri Luar Negeri Yoko Kamikawa, dan Shinjiro Koizumi, putra mantan perdana menteri.
“Implikasi pasarnya adalah politik Jepang akan berkabut. Pelaku pasar tidak akan menyukai situasi yang tidak menentu ini, terutama mereka yang berinvestasi pada aset berisiko, seperti ekuita,” kata Chief Desk Strategist di Mizuho Securities, Shoki Omori.