PM Jepang Fumio Kishida Akan Mundur September 2024, Siapa Calon Penggantinya?

PM Jepang Fumio Kishida Akan Mundur September 2024, Siapa Calon Penggantinya?

Berikut ini daftar nama yang masuk bursa pengganti Fumio Kishida untuk menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) Jepang.

(Bisnis.Com) 14/08/24 12:14 14405283

Bisnis.com, JAKARTA - Jepang akan memiliki pemimpin baru setelah Perdana Menteri (PM) JepangFumio Kishida memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai ketua partai penguasa, Demokrat Liberal atau Liberal Democratic Party (LDP) pada September mendatang.

Mengutip Bloomberg pada Rabu (14/8/2024), pemimpin dari partai LDP hampir pasti akan menjadi perdana menteri karena dominasi partai tersebut di parlemen.

“Saya akan mengabdikan diri untuk mendukung pemimpin baru yang dipilih melalui pemilihan presiden sebagai prajurit,” kata Kishida pada konferensi pers yang disiarkan secara nasional pada hari Rabu.

Mengingat dominasi LDP di parlemen, pemenang pemilihan pemimpin partai, yang diprediksi terjadi pada akhir September, hampir pasti akan menjadi perdana menteri berikutnya. Pengganti Kishida akan menjadi perdana menteri ketiga Jepang sejak Shinzo Abe, pemimpin terlama di negara itu, mengundurkan diri pada September 2020.

Berikut ini adalah beberapa kandidat potensial pengganti Kishida:

1. Shigeru Ishiba

Ishiba merupakan mantan menteri pertahanan yang beberapa kali gagal mencalonkan diri sebagai pemimpin. Dirinya kerap menduduki puncak daftar politisi yang ingin dipilih oleh para pemilih sebagai perdana menteri berikutnya.

Dalam beberapa minggu terakhir, Ishiba telah menyatakan dukungannya terhadap normalisasi kebijakan moneter Bank of Japan. Pada situs webnya, Ishiba menganjurkan kebijakan termasuk menghidupkan kembali permintaan dalam negeri untuk memacu pertumbuhan, dibandingkan mengandalkan perdagangan luar negeri.

2. Taro Kono

Kono merupakan sosok blak-blakan dan fasih berbahasa Inggris yang telah lama populer di kalangan masyarakat dan lingkungan partai LDP. Dia kalah dari Kishida dalam pemilihan presiden partai terakhir karena kurangnya dukungan dari rekan-rekannya di parlemen.

Namun kenyataan bahwa dia dipandang sebagai orang luar dapat mendorong LDP untuk mengarahkan dukungannya kepada Kono untuk memperbaiki citra partai yang ternoda oleh skandal penggalangan dana politik.

Kono saat ini menjabat sebagai Menteri Transformasi Digital setelah sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan. Kono juga telah melunakkan penolakannya terhadap tenaga nuklir dalam beberapa tahun terakhir. Dia menyatakan keprihatinannya atas kebangkitan Beijing dan mengatakan Jepang harus bergabung dengan kelompok intelijen Lima Mata (Five Eyes) yang terdiri dari Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV bulan lalu, Kono mendesak BOJ untuk menaikkan suku bunga guna mendukung yen.

selanjutnya...

3. Yoko Kamikawa

Kamikawa saat ini menjabat Menteri Luar Negeri Jepang. Dia merupakan lulusan Universitas Harvard yang menjalankan perusahaan konsultannya sendiri sebelum terjun ke dunia politik. Jika terpilih, Kamikawa akan menjadi perdana menteri perempuan pertama di Jepang.

Kamikawa dikenal karena upayanya untuk mempromosikan kandidat perempuan, sebuah perjuangan berat mengingat hanya sekitar 12% anggota parlemen LDP adalah perempuan. Kamikawa juga mendapat kecaman dari para aktivis karena menandatangani sebanyak enam belas eksekusi, termasuk enam anggota sekte Aum Shinrikyo, saat menjabat sebagai Menteri Kehakiman. Kamikawa juga merupakan seorang penutur bahasa Inggris.

4. Toshimitsu Motegi

Motegi saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal LDP dan merupakan mantan Menteri Luar Negeri. Belum lama ini, dia mengatakan Bank of Japan harus lebih jelas menunjukkan niatnya untuk menormalisasi kebijakan moneter.

Motegi juga merupakan lulusan Universitas Harvard dan memiliki citra sebagai pria tangguh di LDP. Analis politik mengatakan Motegi mungkin bisa meniru hubungan pribadi yang dibentuk oleh mendiang mantan Perdana Menteri Shinzo Abe dengan Donald Trump jika Trump memenangkan pemilihan presiden AS pada bulan November.

5. Shinjiro Koizumi

Shinjiro Koizumi adalah putra mantan perdana menteri Junichiro Koizumi yang menjabat pada 2001-2006 lalu. Dia menarik perhatian pada September tahun lalu karena berselancar di lepas pantai Fukushima dalam upaya untuk menenangkan kekhawatiran menyusul pelepasan air limbah yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir yang rusak di dekatnya.

Sebagai mantan menteri lingkungan hidup dan pendukung energi terbarukan, Koizumi menyerang dukungan pemerintah terhadap pembangkit listrik tenaga batu bara. Dia juga menjadi berita utama karena menikah dengan seorang penyiar TV terkenal dan menjadi menteri kabinet pertama yang mengambil cuti ayah.

Koizumi juga tidak terlalu menonjolkan diri sejak konferensi pers tahun 2019. Kala itu, dia ingin menjadikan perjuangan melawan perubahan iklim “seksi”, pernyataan yang dianggap oleh banyak orang di Jepang sebagai sebuah kesalahan.

Sebagai tanda bahwa dirinya bersedia untuk melayani kepentingan negaranya, Koizumi membentuk kelompok lintas partai pada bulan November untuk mengadvokasi pengenalan aplikasi berbagi tumpangan untuk membantu mengatasi kekurangan pengemudi taksi.

6. Sanae Takaichi

Takaichi adalah seorang mantan drummer di band heavy metal yang berubah menjadi konservatif garis keras. Dia menyebut eks Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher, sebagai inspirasinya.

Meski saat ini menjabat sebagai Menteri Keamanan Ekonomi, keputusannya mendirikan kelompok belajar (study group) pada November lalu menimbulkan keheranan karena dipandang sebagai sarana untuk mengumpulkan dukungan dalam pemilihan pemimpin partai.

Terpilihnya Takaichi sebagai pemimpin partai dan PM Jepang berpotensi membahayakan pemulihan hubungan Negeri Matahari Terbit itu dengan Korea Selatan serta akan memperburuk hubungan dengan China. Pasalnya, Takaichi merupakan pengunjung rutin Kuil Yasukuni, yang dianggap sebagai simbol militerisme Jepang di masa lalu.

Adapun, Takaichi juga menganjurkan lebih banyak ketergantungan pada tenaga nuklir dan menyatakan keprihatinannya terhadap kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh panel surya. Takaichi adalah pengagum mendiang mantan Perdana Menteri Shinzo Abe dan dalam pencalonannya pada tahun 2021, dia menyatakan dukungan terhadap sikap kebijakan moneter ultra-longgarnya.

#jepang #pm-jepang #perdana-menteri-jepang #pm-jepang-fumio-kishida #fumio-kishida

https://kabar24.bisnis.com/read/20240814/19/1790784/pm-jepang-fumio-kishida-akan-mundur-september-2024-siapa-calon-penggantinya