JAKARTA, investor.id - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani meminta Presiden baru Prabowo Subianto agar memperjuangkan kemerdekaan dan hak-hak masyarakat Palestina. Menurut Muzani, perjuangan Palestina bukanlah masalah regional tetapi sudah menjadi masalah kemanusiaan.
Hal tersebut disampaikan Muzani saat memimpin acara pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjadi presiden dan wakil presiden periode 2024-2029 di gedung Nusantara, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Minggu (20/10/2024).
"Oleh karena itu, kepada Presiden Prabowo Subianto melalui mimbar yang terhormat ini, kami berharap agar dapat melanjutkan komitmen perjuangan ini, menjadikan dukungan terhadap kemerdekaan palestina sebagai bagian dari kebijakan politik luar negeri kita," ujar Muzani.
Muzani mengatakan, dalam hubungan internasional, situasi global makin kompleks, termasuk perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan dan hak asasi mereka. Menurut dia, masalah Palestina adalah persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian dan dukungan semua elemen bangsa.
"Kita semua tahu, bahwa Palestina bukan hanya masalah regional, tapi juga merupakan permasalahan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian dan dukungan kita semua. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kemanusiaan, Indonesia memiliki tanggung jawab moral yang terus mendukung perjuangan rakyat Palestina," jelas Muzani.
Menurut dia, Prabowo bisa mengoptimalkan diplomasi aktif Indonesia di dunia global untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
"Melalui diplomasi yang aktif, kita dapat memberikan suara kepada mereka yang terpinggirkan, segera mendorong komunitas internasional untuk bersatu dalam upaya mendukung hak-hak rakyat Palestina," pungkas Muzani.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Ruang Sidang Paripurna MPR RI bergema menyuarakan kemerdekaan untuk Rakyat Palestina.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani mengatakan bahwa pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam hubungan Internasional, Indonesia telah memberikan dukungannya secara cepat untuk memperjuangkan rakyat Palestina agar mendapatkan kemerdekaan dan hak-hak asasi mereka.
Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah oleh para anggota MPR serta Jokowi dan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
"Kita semua tau bahwa Palestina bukan hanya masalah regional, namun juga merupakan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian dan dukungan kita semua," ujar Ahmad.
Ia menambahkan, sebagai bangsa yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kemanusiaan, Indonesia memiliki tanggung jawab moral yang terus mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Melalui diplomasi yang aktif, Indonesia dapat memberikan suara kepada yang terpinggirkan serta mendorong komunitas internasional untuk bersatu dalam mendukung hak-hak Palestina.
Oleh karena itu, dirinya menitipkan kepada Presiden Prabowo untuk melanjutkan perjuangan memberikan dukungan terhadap rakyat Palestina.
"Melalui presiden Prabowo melalui mimbar yang terhormat ini, kami berharap dapat melanjutkan komitmen ini menjadikan dukungan kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari kebijakan politik luar negeri kita," katanya..
REPUBLIKA.CO.ID,GAZA – Kelompok Hamas disebut telah menarik diri dari pembicaraan mengenai gencatan senjata dengan Israel. Hal itu dipicu karena masih berlanjutnya pembantaian yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
Menurut seorang pejabat senior Hamas, Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh telah menyampaikan kepada Mesir dan Qatar selaku mediator bahwa pembicaraan dengan Israel tentang kerangka gencatan senjata hasil rumusan Amerika Serikat (AS) dihentikan.
“Hamas telah menunjukkan fleksibilitas yang besar untuk mencapai kesepakatan dan mengakhiri agresi serta siap melanjutkan negosiasi ketika pemerintah pendudukan (Israel) menunjukkan keseriusan dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan,” kata pejabat Hamas tersebut, Ahad (14/7/2024), dikutip laman Al Arabiya.
Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (13/7/2024) malam, Ismail Haniyeh mengatakan, dia telah menelepon para mediator dan negara-negara lain untuk meminta mereka mendesak Israel menghentikan serangan-serangannya ke Gaza. Pernyataan itu dirilis setelah Israel meluncurkan serangan udara ke area Al Mawasi di Khan Younis yang menyebabkan setidaknya 90 orang terbunuh dan 300 lainnya luka-luka.
Agresi Israel ke Gaza yang dimulai sejak 7 Oktober 2023 telah menelan lebih dari 38.400 korban jiwa. Sementara korban luka melampaui 80 ribu orang. Jurnal terkemuka dunia, Lancet, bahkan memprediksi jumlah korban di Gaza bisa melampaui angka 186 ribu jiwa.
Pada 10 Juni 2024 lalu, Dewan Keamanan PBB telah berhasil mengadopsi resolusi gencatan senjata untuk Gaza yang disusun AS. Rancangan resolusi disahkan setelah memperoleh dukungan 14 negara anggota. Sementara satu negara anggota lainnya, yakni Rusia, memilih abstain.
Tiga fase gencatan senjata..
Terdapat tiga fase dalam proposal gencatan senjata yang disusun AS. Fase pertama mencakup gencatan senjata segera, penuh, dan menyeluruh. Hal itu diikuti dengan pembebasan sandera, termasuk perempuan, lansia, dan yang terluka oleh kelompok perlawanan Palestina di Gaza.
Pasukan Israel juga diserukan untuk menarik diri dari daerah berpenduduk di Gaza. Dengan demikian warga Palestina dapat pulang ke rumah dan lingkungan mereka, termasuk di wilayah utara. Proses pengiriman bantuan kemanusiaan juga dilakukan dalam fase pertama.
Sementara itu fase kedua akan mengakhiri permusuhan secara permanen. Imbalannya, kelompok perlawanan Palestina di Gaza harus membebaskan seluruh warga Israel yang masih disandera. Pada fase ini, pasukan Israel juga harus angkat kaki sepenuhnya dari Gaza.
Kemudian fase terakhir adalah dilakukannya rekonstruksi besar-besaran di Gaza. Konflik yang dimulai sejak Oktober tahun lalu diketahui telah menyebabkan berbagai infrastruktur di Gaza porak poranda. Meski resolusi gencatan senjata sudah diadopsi, saat ini Israel masih terus menggempur Gaza.