Jambu citra menjadi salah satu varietas jambu air unggulan yang berhasil 'dipopulerkan' petani di Desa Menawan, Kecamatan Gebok, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. [848] url asal
Jambu citra menjadi salah satu varietas jambu air unggulan yang berhasil 'dipopulerkan' oleh petani di Desa Menawan, Kecamatan Gebok, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Bentuknya menyerupai lonceng, buahnya tebal, kadar airnya tinggi dan rasanya manis.
Di Desa Menawan, hampir setiap warganya memiliki pohon jambu citra yang kini jumlahnya mencapai ribuan. Warga bernama Siswadi salah satunya. Namun, Siswadi mengatakan bibit jambu citra yang ditanam di Desa Menawan bukan endemik daerah tersebut. Dia bercerita kalau sebenarnya desanya memiliki varietas jambu air cincalo.
"Awalnya memang jambu cincalo tumbuh di desa kami, namun pasarnya kurang mengena. Lalu ada petani di desa kami yang aktif berinovasi dan pergi ke daerah Salaman, Magelang beli bibit. Awalnya belum tahu jenisnya jambu apa, sampai akhirnya tumbuh dan ternyata itu adalah jambu citra yang laku banget di daerah Jakarta. Akhirnya warga yang tadinya petani padi, tebu, dan jambu cincalo beralih menanam jambu citra," ujar Siswadi dikutip dari siaran pers BRI, Selasa (15/10/2024).
Awalnya Siswadi hanya memiliki 50 pohon jambu citra yang ditanamnya sendiri. Namun melihat permintaan pasar yang tinggi sekaligus jadi peluang usaha menjanjikan, Siswadi kini memiliki sekitar 150 pohon jambu citra. Sekali panen dari ratusan pohon itu, Siswadi bisa menghasilan sekitar tiga ton jambu citra.
Berbekal ilmu yang didapatkannya, Siswadi mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI untuk perawatan pohon jambu citra yang digunakannya untuk membeli pupuk dan obat hama. Bagi pria berusia 43 tahun itu, perawatan pohon jambu citra harus maksimal.
"Perawatannya nggak bisa asal-asalan. Pohon yang lebat bunganya, kami atur jaraknya sekitar 20 cm biar hasilnya maksimal. Jambu kemudian dibungkus menggunakan plastik sebelum akhirnya dipanen," jelas Siswadi.
Bukan sekadar membeli pupuk dan obat hama saja, KUR dari BRI juga dimanfaatkannya untuk membeli jaring perangkap bagi si pemangsa jambu citra, kelelawar. Pelan tapi pasti. Selama hampir enam tahun menjadi petani jambu citra, selama itu pula Siswadi mendapat KUR dari BRI.
Hasil panen memang terlihat memuaskan, namun bukan berarti selama menjalankan prosesnya Siswadi tak pernah gagal. Bukan sekali bahkan berkali-kali. Bagi Siswadi gagal sekali bukan berarti gagal selamanya.
Gagal panen, kata Siswadi, biasanya karena ada kendala hama yang membuat buah jadi busuk, gembos, ada bintik hitam. Biasanya juga disebabkan karena musim kadang hujan kadang panas.
"Kalau nggak disemprot insektisida bisa kena penyakit hama yang membuat buah juga jadi gampang busuk. Kalau nggak langsung dipisahkan bisa menular ke jambu sehat lain. Pernah gagal sampai satu kwintal karena bintik hitam dan busuk, pengepul nggak mau karena cacat sedikit saja, satu malam dibawa ke Jakarta bisa busuk," aku Siswadi.
Ya, selama ini setiap panen raya (2-3 kali dalam setahun), Siswadi selalu 'menyerahkan' hasil panennya ke depo (pengepul) jambu citra yang ada di desanya, untuk didistribusikan ke Jakarta, seperti Kramat Jati, kawasan Ceger, Poris, dan ke pedagang kaki lima.
BRI sebagai penyalur KUR terbesar di Tanah Air selalu konsisten dalam memberikan dukungan permodalan bagi pelaku UMKM. Hal itu diakui oleh Siswadi, dimana hampir semua warga di Desa Menawan mendapat bantuan KUR dari BRI.
Melalui BRI, Siswadi berharap ke depannya jamu citra bisa lebih dikenal di kota lain dan KUR dapat dipermudah lagi terutama bagi UMKM lain yang belum mendapatkannya. Itu karena menurut dia, KUR bagi petani jambu citra dapat membantu meringankan untuk biaya perawatan.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro Supari mengungkapkan BRI selaku bank terbesar dalam penyaluran KUR di tanah air selalu konsisten dalam memberikan dukungan permodalan bagi pelaku UMKM dan memberikan pendampingan usaha dalam pengembangan produk hingga upaya digitalisasi pelaku UMKM.
Hingga akhir Agustus 2024 BRI telah berhasil menyalurkan KUR kepada 2,6 juta debitur UMKM dengan total nilai mencapai Rp126,12 triliun. Penyaluran KUR BRI tersebut setara dengan 76,44% dari total target penyaluran di tahun 2024 sebesar Rp165 triliun. Apabila dirinci, mayoritas penyaluran KUR BRI didominasi oleh sektor produksi sebesar 59,41%. Sektor produksi ini diantaranya sektor pertanian, perikanan, industri dan jasa lainnya. Di sisi lain, BRI juga berhasil menjaga kualitas KUR yang disalurkan. Hal ini tercermin dari rasio NPL KUR yang berada di kisaran 2,31%.
Penyaluran KUR oleh BRI ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen BRI dalam mendukung sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Dengan bunga yang rendah dan persyaratan yang mudah, KUR BRI diharapkan mampu meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya.
Cagub Jateng nomor urut 1 Andika perkasa menanggapi santai viralnya video ajakan bersalaman yang tidak direspons Kapolda Jateng dan Pj Gubernur. - Bagian all [184] url asal
SEMARANG, iNews.id - Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 1, Andika perkasa menanggapi santai viralnya video ajakan bersalaman yang tidak direspons Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dan Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana.
Peristiwa itu terjadi saat Andika menghadiri acara deklarasi kampanye damai di KPU Jateng, Selasa (24/9/2024).
Saat dikonfirmasi terkait insiden itu, Andika Perkasa menanggapinya dengan santai. Menurut Andika, hal tersebut terjadi karena baik Kapolda Jateng maupun Pj Gubernur Jateng tidak melihat uluran tangannya.
Andika juga mengaku mengenal dan berhubungan baik dengan keduanya.
“Kalau hubungan kami baik-baik saja. Kami sering bincang-bincang bareng. Sebelum acara, kita ngobrol bareng di ruang transit, tapi hanya mungkin pas nggak lihat pas saya mengulurkan tangan. Itu masalahnya,” katanya, Rabu (25/9/2024).
Andika juga mengaku tidak menyangka insiden itu terekam video amatir hingga viral di media social. “Saya pikir nggak ada yang lihat,” ucapnya.
Dalam video yang viral di media sosial, tampak andika perkasa mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Kapolda Jateng, namun tidak mendapatkan respons. Setelahnya, Pj Gubernur Jateng juga tidak menanggapi uluran tangan mantan Panglima TNI tersebut.
Aksi bersalaman semut yang terlihat seperti mencium satu sama lain secara menyeluruh memiliki tujuan yang jauh lebih dalam ketimbang yang kita duga. [212] url asal
Jakarta: Ilmuwan mengungkap alasan semut selalu melakukan 'bersalaman' ketika bertemu sesamanya Ternyata, aksi bersalaman yang terlihat seperti mencium satu sama lain secara menyeluruh memiliki tujuan yang jauh lebih dalam ketimbang yang kita duga.
Dilansir dari Instagram @kemdikbud.ri, menurut penelitian terbaru, alasan utama di balik perilaku ini untuk memastikan identitas koloni semut. Sebagian besar semut tidak dapat melihat, sehingga kontak fisik menjadi cara utama bagi mereka mengidentifikasi sesama semut yang berasal dari koloni yang sama.
Selain itu, 'bersalaman' semut juga berperan penting dalam berbagi informasi tentang makanan. Ketika semut dari koloni yang sama bertemu, mereka tidak hanya saling memberitahu adanya makanan, tetapi juga berbagi informasi tentang jenis makanan yang tersedia.
Semut akan mencium dan merasakan makanan tersebut, lalu mengambil bagian kecil makanan di mulut mereka untuk memberitahu sesama semut jenis makanan yang tersedia. Mereka bahkan akan menggosok tubuh mereka dengan sesama koloni agar dapat mencicipi makanan tersebut secara kolektif.
Temuan ini memberikan wawasan menarik tentang kehidupan sosial semut dan betapa pentingnya komunikasi fisik dalam koloni semut. Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang perilaku semut ini, kita dapat semakin mengagumi kecerdasan dan kerja sama yang terjadi di dunia mikro semut. (Al Vici Putra Prasetya)