#30 tag 24jam
Inggris Jatuhkan Paket Sanksi Terbesar kepada Rusia
Pada Kamis (7/11/2024), Pemerintah Inggris telah memberlakukan paket sanksi terbesar terhadap Rusia selama 18 bulan. [362] url asal
#inggris #vladimir-putin #sanksi-rusia #denis-sergeev #tentara-bayaran-afrika #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #peristiwa
(Kontan - Terbaru) 08/11/24 09:56
v/17753888/
Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID -LONDON. Pada Kamis (7/11/2024), Pemerintah Inggris telah memberlakukan paket sanksi terbesar terhadap Rusia selama 18 bulan.
Sanksi ini menargetkan orang-orang yang terlibat dalam perang Ukraina, kelompok tentara bayaran Afrika, dan serangan agen saraf di tanah Inggris.
Reuters melaporkan, kementerian luar negeri Inggris mengatakan telah memberikan sanksi kepada 56 badan dan individu, yang bertujuan untuk mengganggu upaya perang Presiden Rusia Vladimir Putin dan aktivitas jahat Rusia secara global.
Di antara mereka terdapat 10 entitas yang berbasis di Tiongkok yang dikatakan memasok mesin dan komponen untuk militer Rusia.
"Langkah-langkah hari ini akan terus menekan kebijakan luar negeri Kremlin yang korosif, merusak upaya Rusia untuk mendorong ketidakstabilan di seluruh Afrika dan mengganggu pasokan peralatan vital untuk mesin perang Putin," kata menteri luar negeri Inggris David Lammy.
Kedutaan Besar Rusia di London tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Sebagian besar tindakan tersebut ditujukan kepada perusahaan-perusahaan yang berkantor pusat di Rusia, Tiongkok, Turki, dan Kazakhstan yang dituduh membantu invasi Rusia ke Ukraina dengan memasok peralatan mesin, mikroelektronika, dan komponen untuk pesawat nirawak.
Berdasarkan laporan Reuters pada bulan September, mereka termasuk perusahaan-perusahaan yang menurut sumber intelijen Eropa merupakan bagian dari upaya Rusia untuk membangun program senjata di Tiongkok.
Inggris juga mengatakan sanksi terbaru akan membahas aktivitas Rusia di Libya, Mali, dan Republik Afrika Tengah dengan menargetkan tiga kelompok tentara bayaran swasta yang memiliki hubungan dengan Kremlin, termasuk Korps Afrika yang dikendalikan Kremlin, dan 11 orang lainnya.
Di antara orang-orang yang dijatuhi sanksi adalah Denis Sergeev, yang didakwa oleh polisi Inggris atas upaya pembunuhan terhadap mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia di kota Salisbury di Inggris selatan pada bulan Maret 2018.
Sergeev, yang menurut Inggris bertindak dengan nama samaran Sergey Fedotov, adalah satu dari tiga orang Rusia yang dikatakan Inggris sebagai perwira intelijen militer GRU yang diduga melakukan serangan tersebut.
Bulan lalu, penyelidikan publik atas kematian seorang wanita yang secara tidak sengaja diracuni oleh agen saraf mendengar bahwa Skripal yakin Putin sendiri yang memerintahkan serangan Novichok.
Moskow telah berulang kali menolak tuduhan Inggris bahwa mereka terlibat.
Tonton:Siapapun Pemenang Pemilu AS, Putin Tidak Terburu-buru untuk Akhiri Perang Ukraina
Miliaran Dolar dan Euro Terus Mengalir ke Rusia di Tengah Sanksi
Sejak AS dan Uni Eropa memberlakukan pelarangan ekspor uang kertas ke Rusia sejak Maret 2022 menyusul invasi Rusia ke Ukraina, sekitar USD2,3 miliar [1,037] url asal
#sanksi-rusia #uang-masuk-ke-rusia #peredaran-uang-rusia
(IDX-Channel - Economics) 13/08/24 11:44
v/14354170/
IDXChannel - Sejak AS dan Uni Eropa memberlakukan pelarangan ekspor uang kertas ke Rusia sejak Maret 2022 menyusul invasi Rusia ke Ukraina, sekitar USD2,3 miliar dalam bentuk dolar dan euro berhasil masuk ke negara beruang merah itu, berdasarkan data bea cukai yang dilihat oleh Reuters.
Angka-angka yang sebelumnya tidak terungkap tersebut menunjukkan bahwa Rusia berhasil menghindari sanksi pelarangan impor uang tunai, serta mengindikasikan bahwa dolar dan euro tetap menjadi alat penting untuk perdagangan dan perjalanan, meskipun Moskow berusaha mengurangi ketergantungannya pada mata uang asing.
Berdasarkan data bea cukai yang diperoleh dari penyedia data komersial, terungkap adanya aliran uang tunai dari negara-negara seperti UEA dan Turki menuju Rusia. Negara-negara tersebut diketahui belum memberlakukan sanksi perdagangan terhadap Rusia. Menariknya, asal usul lebih dari setengah jumlah total uang tunai tersebut tidak tercatat.
Pada Desember, pemerintah AS mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada lembaga keuangan yang membantu Rusia menghindari sanksi. Sepanjang 2023 dan 2024, AS menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan dari negara ketiga.
Yuan China kini berhasil melampaui dolar AS sebagai mata uang asing yang paling banyak diperdagangkan di Moskow, meskipun masih menghadapi tantangan pembayaran yang signifikan.
Dmitry Polevoy, kepala investasi di Astra Asset Management di Rusia, menyatakan bahwa banyak warga Rusia masih memilih memiliki mata uang asing dalam bentuk tunai untuk keperluan perjalanan internasional, kebutuhan impor skala kecil, serta tabungan domestik.
"Bagi individu, dolar masih merupakan mata uang yang dapat diandalkan," katanya kepada Reuters.
Bank sentral Rusia dan otoritas sanksi Amerika Serikat, Kantor Pengendalian Aset Asing (OFAC), tidak menanggapi permintaan komentar.
Pada 2022, Rusia menyebut mata uang dolar dan euro sebagai "racun" setelah AS dan Uni Eropa menghujani serangkaian sanksi dan memutuskan akses Moskow terhadap sistem keuangan global, yang menghambat transaksi dan perdagangan. Sekitar USD300 miliar dari cadangan devisa Bank Rusia di Eropa berhasil dibekukan.
Seorang juru bicara Komisi Eropa menyatakan bahwa mereka tidak dapat memberikan komentar mengenai kasus-kasus penerapan sanksi secara spesifik. Namun, ia mengatakan bahwa Uni Eropa berkolaborasi dengan negara-negara ketiga apabila mereka mencurigai adanya upaya untuk menghindari sanksi.
Catatan bea cukai mencakup periode Maret 2022 hingga Desember 2023, dan Reuters tidak memiliki akses ke data yang lebih terbaru.
Dokumen tersebut menunjukkan adanya lonjakan impor uang dalam bentuk tunai sebelum invasi. Antara November 2021 dan Februari 2022, uang kertas dolar dan euro senilai USD18,9 miliar masuk ke Rusia, dibandingkan dengan hanya USD17 juta dalam empat bulan sebelumnya.
Daniel Pickard, Pemimpin Kelompok Praktik Perdagangan Internasional dan Keamanan Nasional di firma hukum AS Buchanan Ingersoll & Rooney, menyatakan bahwa lonjakan pengiriman sebelum invasi menunjukkan bahwa beberapa orang Rusia berusaha melindungi diri dari kemungkinan penerapan sanksi.
Aliran Uang Terbatas
Setelah invasi Ukraina, bank sentral Rusia segera membatasi penarikan tunai mata uang asing oleh individu sebagai langkah untuk mendukung mata uang rubel yang anjlok.
Menurut data, hanya $98 juta dalam bentuk uang kertas dolar dan euro yang keluar dari Rusia antara Februari 2022 dan akhir 2023.
Sebaliknya, arus masuk mata uang asing jauh lebih besar. Penyedia informasi tunggal terbesar dalam hal mata uang asing adalah perusahaan yang kurang dikenal, Aero-Trade. Mereka memberikan layanan belanja bebas bea di bandara dan di dalam pesawat. Perusahaan tersebut melaporkan transaksi sekitar USD1,5 miliar dalam selama periode tersebut.
Aero-Trade mencatat adanya 73 pengiriman yang, masing-masing senilai 20 juta dolar atau euro, yang semuanya diselesaikan di Bandara Domodedovo Moskow, pusat internasional dekat kantor pusat perusahaan. Pengiriman tersebut disebutkan dalam deklarasi bea cukai sebagai pertukaran atau pendapatan dari perdagangan di dalam pesawat.
Dalam kebanyakan kasus, Aero-Trade hanya terdaftar sebagai pemberi pernyataan, yaitu entitas yang menyiapkan dan menyerahkan dokumentasi bea cukai. Reuters tidak dapat mengidentifikasi klien Aero-Trade dan tidak dapat menentukan sumber atau tujuan uang tunai tersebut.
Pemilik Aero-Trade, Artem Martynyuk, menyatakan kepada Reuters bahwa ia meragukan keaslian catatan bea cukai tersebut dan menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut. Perusahaan itu juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "Aero-Trade tidak terlibat dalam penyediaan mata uang keras ke Rusia."
Menurut catatan bea cukai, satu pengiriman senilai 20 juta euro yang ditangani oleh Aero-Trade diimpor pada bulan Februari tahun lalu oleh Yves Rocher Vostok, anak perusahaan dari grup kosmetik Prancis Yves Rocher, yang masih mengoperasikan puluhan toko di Rusia. Namun, data tersebut tidak mencantumkan negara asal atau nama pemasok.
Groupe Rocher, perusahaan induk di Prancis, menyatakan bahwa baik grup tersebut maupun Yves Rocher Vostok tidak pernah memiliki hubungan dengan Aero-Trade atau meminta transfer yang dimaksud.
Emas, Senjata, dan Perbankan
Lebih dari seperempat dari total uang kertas senilai USD2,27 miliar diimpor oleh bank, sebagian besar untuk pembayaran logam mulia, menurut catatan bea cukai dan seorang sumber yang mengetahui transaksi tersebut.
Beberapa bank Rusia menerima uang tunai senilai USD580 juta dari luar negeri antara Maret 2022 dan Desember 2023 dan mengekspor logam mulia dalam jumlah yang hampir sama. Dalam banyak kasus, pengiriman emas atau perak diberikan kepada perusahaan yang menyuplai uang kertas, menurut catatan tersebut.
Sebagai contoh, pemberi pinjaman Rusia Vitabank mengimpor uang kertas senilai USD64,8 juta dari perusahaan perdagangan emas Turki, Demas Kuyumculuk, pada 2022 dan 2023. Selama periode yang sama, Vitabank mengekspor emas dan perak senilai USD59,5 juta ke perusahaan Turki tersebut.
Seseorang yang mengetahui operasi Demas mengonfirmasi bahwa perusahaan tersebut terlibat dalam serangkaian transaksi tunai untuk emas yang melibatkan Vitabank dan dua pemberi pinjaman Rusia lainnya antara Maret 2022 dan September 2023.
Orang tersebut menyatakan bahwa pengiriman uang kertas dari UEA ke Rusia adalah satu-satunya solusi yang ditemukan Demas untuk menyelesaikan kontrak jangka panjang yang ditandatangani sebelum sanksi Barat diberlakukan dengan pemasok emas Rusia, sambil tetap mematuhi peraturan Turki dan internasional terkait pembayaran lintas batas.
Dengan sanksi yang secara efektif memutus Rusia dari sistem keuangan Barat, penyelesaian tagihan menggunakan transfer kawat tradisional tidak lagi memungkinkan, kata sumber itu.
Melanggar perjanjian yang ada akan membuat Demas menghadapi denda finansial dan turunnya reputasi, menurut orang tersebut. Pedagang emas Turki itu belum pernah bertransaksi dengan entitas yang terkena sanksi Barat dan selalu mematuhi semua aturan kepatuhan nasional dan internasional, tambahnya.
Pada kuartal ketiga tahun lalu, setelah menyelesaikan semua kontrak pra-perang dengan perusahaan Rusia, Demas menghentikan perdagangan dua arah tersebut, kata sumber tersebut.
Vitabank, UEA, dan direktorat komunikasi kepresidenan Turki tidak menanggapi permintaan komentar Reuters.
Dokumen tersebut menunjukkan bahwa di antara importir tunai utama lainnya terdapat entitas yang dikendalikan oleh Rostec, konglomerat industri militer milik negara.
(Dian Kusumo Hapsari)
Harga Minyak Berpotensi Mendidih Dipicu Pelonggaran Suku Bunga AS
Minyak mentah berjangka Brent naik menjadi US$85,21 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup pada US$83,16 per barel. [435] url asal
#harga-minyak #minyak-mentah #harga-minyak-mentah #minyak-wti #minyak-brent #harga-minyak-wti #harga-minyak-brent #kontrak-harga-minyak #uni-eropa #embargo-rusia #sanksi-rusia #minyak-wti #minyak-brent
(Bisnis.Com - Market) 18/07/24 11:26
v/11173298/
Bisnis.com, JAKARTA -- Minyak mentah berjangka Brent naik 13 sen menjadi US$85,21 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 31 sen, ditutup pada US$83,16 per barel. Kenaikan ini mengikuti lonjakan harga sebelumnya pada hari Rabu (17/7), ketika Brent naik 1,6% dan WTI naik 2,6%.
Analis Dupoin Indonesia Andrew Fischerpeningkatan harga minyak ini disebabkan oleh beberapa faktor utama. Pertama, penurunan signifikan dalam stok minyak mentah AS sebesar 4,9 juta barel selama seminggu terakhir menjadi pendorong utama. Penurunan ini jauh lebih besar daripada perkiraan awal yang hanya sebesar 30.000 barel berdasarkan jajak pendapat Reuters, serta lebih tinggi dari laporan American Petroleum Institute yang menunjukkan penurunan 4,4 juta barel.
Penurunan stok minyak yang lebih besar dari perkiraan ini menunjukkan adanya permintaan yang kuat, yang pada akhirnya mendorong harga naik. Andrew Fischer mencatat bahwa data ini mencerminkan keseimbangan pasokan dan permintaan yang lebih ketat, yang memberikan dukungan bagi harga minyak untuk tetap berada pada tren kenaikan.
Selain faktor pasokan, Fischer juga menyoroti sentimen pasar yang didorong oleh prospek penurunan suku bunga yang akan datang di Amerika Serikat dan Eropa. Suku bunga yang lebih rendah biasanya menstimulasi daya beli dan, akibatnya, meningkatkan permintaan minyak. Dengan adanya ekspektasi penurunan suku bunga, pelaku pasar cenderung lebih optimis terhadap prospek permintaan minyak di masa depan.
Andrew Fischer memprediksi bahwa harga minyak akan terus menunjukkan kenaikan meski tidak signifikan dalam jangka pendek. Tren kenaikan ini diperkirakan akan berlangsung cukup panjang, terutama jika kondisi pasokan dan permintaan tetap seimbang. Ia menekankan pentingnya memantau perkembangan lebih lanjut terkait kebijakan moneter di AS dan Eropa, serta data persediaan minyak mentah mingguan yang dirilis oleh EIA.
Namun, Fischer juga mengingatkan bahwa meskipun tren kenaikan ini berpotensi berlanjut, volatilitas pasar tetap harus diperhatikan. Faktor-faktor geopolitik, seperti ketegangan di Timur Tengah atau kebijakan produksi dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), dapat dengan cepat mempengaruhi harga minyak. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu terus memantau berita dan analisis terkini untuk mengambil keputusan yang tepat.
Dalam jangka panjang, Andrew Fischer melihat prospek harga minyak yang lebih stabil dengan kecenderungan naik, asalkan tidak ada gangguan signifikan pada pasokan global. Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi dan upaya untuk meningkatkan efisiensi energi juga akan memainkan peran penting dalam menentukan dinamika pasar minyak di masa depan.
Secara keseluruhan, analisis Andrew Fischer dari Dupoin menunjukkan bahwa meskipun saat ini harga minyak mengalami kenaikan yang tipis, prospek untuk tren kenaikan jangka panjang tetap ada. Faktor-faktor seperti penurunan stok minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan dan sentimen positif terkait kebijakan suku bunga memberikan dukungan bagi harga minyak untuk terus naik.
Dukungan untuk Rusia, Kecaman China untuk NATO, dan Ancaman Arab Saudi
China kecam tuduhan NATO terkait dukung persenjataan Rusia [472] url asal
#sanksi-rusia #eropa-sanksi-rusia #saudi-bela-rusia #arab-saudi-bela-rusia #arab-saudi #china-kecam-nato #surat-utang-eropa #saudi-jual-surat-utang
(Republika - News) 12/07/24 21:20
v/10562666/
REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL— Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengecam tuduhan "tanpa dasar" NATO yang mengatakan negara itu secara terang-terangan mendukung industri pertahanan Rusia hingga memungkinkan tindakan militer Moskow di Ukraina.
Pernyataan NATO tersebut juga mendesak China, yang menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB, menghentikan segala bentuk bantuan terhadap upaya perang Rusia.
"China tidak terima tuduhan ini, kata Wang, mengacu pada pernyataan NATO bahwa Beijing merupakan “pendukung yang menentukan” atas perang Rusia terhadap Ukraina. China dan negara-negara NATO memiliki sistem dan nilai politik yang berbeda, tetapi seharusnya ini tidak menjadi alasan bagi NATO untuk memicu konfrontasi dengan China," tambahnya.
"Cara yang tepat adalah dengan memperkuat dialog, meningkatkan pemahaman, membangun dasar rasa saling percaya, dan menghindari kesalahan penilaian strategis,” papar Menlu China itu.
Wang meminta aliansi militer yang beranggotakan 32 negara itu untuk “mematuhi tugasnya, tidak ikut campur dalam urusan Asia-Pasifik, atau ikut campur dalam urusan dalam negeri China, dan tidak menentang hak dan kepentingan sah China.”
“China bersedia menjaga kontak dengan NATO atas dasar kesetaraan dan melakukan pertukaran atas dasar saling menghormati,” ucapnya.
Sementara itu, Arab Saudi memperingatkan negara-negara Eropa bahwa mereka akan menjual sejumlah surat utang negara di Benua Biru itu sebagai pembalasan atas tindakan G-7 yang menyita hampir 300 miliar dolar Amerika Serikat aset Rusia yang dibekukan. Demikian menurut laporan Bloomberg seperti dilansir MEE, Selasa (9/7/2024).
Ancaman itu disampaikan dari Kementerian Keuangan Arab Saudi pada awal tahun ini ke beberapa negara G-7, ketika kelompok tersebut mempertimbangkan penyitaan aset-aset Rusia yang dibuat khusus untuk mendukung Ukraina. "Arab Saudi mengisyaratkan utang euro yang diterbitkan oleh Prancis," tulis Bloomberg.
Riyadh telah mengkhawatirkan upaya Barat untuk menyita aset Kremlin selama berbulan-bulan. Pada bulan April, Politico melaporkan bahwa Arab Saudi, bersama dengan Tiongkok dan Indonesia, secara pribadi melobi UE agar tidak melakukan penyitaan.
Ancaman Arab Saudi untuk menjual surat utang negara-negara anggota Uni Eropa menunjukkan langkah Riyadh unjuk kekuatan dalam memanfaatkan daya ekonomi mereka buat mempengaruhi para pembuat kebijakan di negara-negara barat.
Tidak jelas berapa banyak surat utang Eropa yang dimiliki Arab Saudi. Namun cadangan mata uang asing bersih bank sentral mereka mencapai 445 miliar dolar AS.
Arab Saudi memiliki obligasi Amerika Serikat senilai 135,9 miliar dolar AS dan menempatkannya di peringkat ke-17 di antara investor surat utang Amerika Serikat.
Pada Juni lalu, G-7, yang mencakup Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang, setuju untuk memberikan pinjaman sebesar 50 miliar dolar AS kepada Ukraina yang akan didukung oleh keuntungan dihasilkan dari aset Rusia.
Langkah ini tidak menghentikan penyitaan penuh atas aset bank sentral Rusia yang dibekukan di negara-negara Barat senilai sekitar 322 miliar dolar AS.
Bloomberg mengatakan bahwa peringatan Arab Saudi kemungkinan akan memicu pertentangan di antara beberapa negara anggota UE terhadap pendekatan yang lebih tegas, meskipun Amerika Serikat dan Inggris melobi agar penyitaan segera dilakukan.
Setelah Saudi, Giliran Cina Gertak NATO: Jangan Bikin Kacau di Asia!
Cina mendukung anggapan Rusia bahwa ekspansi NATO merupakan ancaman bagi Rusia. [671] url asal
#sanksi-rusia #eropa-sanksi-rusia #nato-tuduh-cina #cina-peringatkan-nato #cina-dan-rusia #perang-rusia-ukraina #perang-ukraina-rusia
(Republika - News) 11/07/24 19:34
v/10452272/
REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING – Negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menuding Cina berperan membantu Rusia menyerang Ukraina. Beijing meradang dan mengatakan kepada aliansi tersebut untuk tidak membawa kekacaua ke Asia.
Pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri tersebut muncul sehari setelah NATO menyebut Cina sebagai “pendukung yang menentukan” perang Rusia melawan Ukraina. Pada Februari 2022, Rusia menyerang Ukraina dengan tudingan bahwa NATO hendak menguatkan kehadiran di negara tetangganya itu.
“NATO membesar-besarkan tanggung jawab Cina terhadap masalah Ukraina adalah hal yang tidak masuk akal dan memiliki motif jahat,” kata juru bicara Kemenlu Cina Lin Jian pada konferensi harian dilansir Associated Press, Kamis (11/7/2024). Dia menegaskan bahwa Cina memiliki sikap yang adil dan obyektif terhadap masalah Ukraina.
Cina telah memutuskan hubungan dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Eropa terkait perang di Ukraina, dan menolak mengutuk invasi Rusia atau bahkan menyebutnya sebagai tindakan agresi untuk menghormati Moskow. Perdagangannya dengan Rusia telah meningkat sejak invasi tersebut, setidaknya mengimbangi dampak sanksi Barat.
NATO, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada pertemuan puncak di Washington, mengatakan Cina telah menjadi penggerak perang melalui “kemitraan tanpa batas” dengan Rusia dan dukungan skala besarnya terhadap basis industri pertahanan Rusia.
Lin mengatakan perdagangan Cina dengan Rusia adalah sah dan masuk akal serta berdasarkan aturan Organisasi Perdagangan Dunia.
Dia mengatakan “apa yang disebut keamanan” oleh NATO mengorbankan keamanan negara lain. Cina mendukung anggapan Rusia bahwa ekspansi NATO merupakan ancaman bagi Rusia.
Cina telah menyatakan keprihatinannya mengenai hubungan NATO yang semakin berkembang dengan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik. Australia, Selandia Baru, Jepang dan Korea Selatan mengirim para pemimpin atau wakilnya ke KTT NATO pekan ini.
“Cina mendesak NATO untuk…berhenti mencampuri politik dalam negeri Cina dan mencoreng citra Cina serta tidak menciptakan kekacauan di Asia-Pasifik setelah menciptakan kekacauan di Eropa,” kata Lin.
Tentara Pembebasan Rakyat Cina berada di Belarus pekan ini untuk latihan bersama di dekat perbatasan dengan Polandia, salah satu anggota NATO. Latihan tersebut adalah yang pertama dengan Belarus, sekutu Rusia, yang menganut sistem satu partai di bawah Presiden Alexander Lukashenko, yang pro-Rusia. Lin menggambarkan pelatihan gabungan itu sebagai operasi militer normal yang tidak ditujukan pada negara tertentu.
Cina adalah pemain kunci dalam Organisasi Kerja Sama Shanghai, yang mencakup elemen militer kuat yang melibatkan Rusia dan beberapa negara Asia Tengah, India, dan, yang terbaru, Belarus.
Hal ini dipandang tidak hanya menciptakan benteng melawan pengaruh Barat di wilayah tersebut, tetapi juga ketegangan atas meningkatnya pengaruh Cina di wilayah yang dianggap Rusia sebagai halaman belakang politiknya yang terdiri dari negara-negara bekas Uni Soviet, termasuk Belarus.
Awal bulan ini, Putin dan Presiden Cina Xi Jinping menghadiri pertemuan para pemimpin atau pejabat tinggi dari 10 negara SCO di Kazakhstan. Di sana, Putin menegaskan kembali permintaannya agar Ukraina menarik pasukannya dari wilayah yang diduduki Rusia. Ukraina dengan tegas menolak hal itu, bersamaan dengan proposal perdamaian Cina yang tidak menyebutkan pengembalian wilayah Ukraina kepada pemerintah di Kiev.
Cina dan Rusia telah menyelaraskan kebijakan luar negeri mereka untuk menentang Barat, bahkan ketika Rusia semakin bergantung pada Cina sebagai pembeli minyak dan gas yang merupakan bagian terbesar dari perdagangan luar negerinya.
Sebelumnya, Arab Saudi meradang atas tindakan G-7 yang menyita hampir 300 miliar dolar AS aset Rusia yang dibekukan. Negara itu memperingatkan negara-negara Eropa bahwa mereka akan menjual sejumlah surat utang negara di Benua Biru itu sebagai pembalasan atas sanksi tersebut.
Demikian menurut laporan Bloomberg seperti dilansir Middle East Eye, Selasa (9/7/2024). Ancaman itu disampaikan dari Kementerian Keuangan Arab Saudi pada awal tahun ini ke beberapa negara G-7, ketika kelompok tersebut mempertimbangkan penyitaan aset-aset Rusia yang dibuat khusus untuk mendukung Ukraina.
"Arab Saudi mengisyaratkan utang euro yang diterbitkan oleh Prancis," tulis Bloomberg. Riyadh telah mengkhawatirkan upaya Barat untuk menyita aset Kremlin selama berbulan-bulan.
Pada April, Politico melaporkan bahwa Arab Saudi, bersama dengan Tiongkok dan Indonesia, secara pribadi melobi UE agar tidak melakukan penyitaan. Ancaman Arab Saudi untuk menjual surat utang negara-negara anggota Uni Eropa dinilai menunjukkan langkah Riyadh unjuk kekuatan dalam memanfaatkan daya ekonomi mereka buat mempengaruhi para pembuat kebijakan di negara-negara barat.
Seterah Saudi, Giliran Cina Gertak NATO: Jangan Bikin Kacau di Asia!
Cina mendukung anggapan Rusia bahwa ekspansi NATO merupakan ancaman bagi Rusia. [671] url asal
#sanksi-rusia #eropa-sanksi-rusia #nato-tuduh-cina #cina-peringatkan-nato #cina-dan-rusia #perang-rusia-ukraina #perang-ukraina-rusia
(Republika - News) 11/07/24 19:34
v/10447610/
REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING – Negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menuding Cina berperan membantu Rusia menyerang Ukraina. Beijing meradang dan mengatakan kepada aliansi tersebut untuk tidak membawa kekacaua ke Asia.
Pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri tersebut muncul sehari setelah NATO menyebut Cina sebagai “pendukung yang menentukan” perang Rusia melawan Ukraina. Pada Februari 2022, Rusia menyerang Ukraina dengan tudingan bahwa NATO hendak menguatkan kehadiran di negara tetangganya itu.
“NATO membesar-besarkan tanggung jawab Cina terhadap masalah Ukraina adalah hal yang tidak masuk akal dan memiliki motif jahat,” kata juru bicara Kemenlu Cina Lin Jian pada konferensi harian dilansir Associated Press, Kamis (11/7/2024). Dia menegaskan bahwa Cina memiliki sikap yang adil dan obyektif terhadap masalah Ukraina.
Cina telah memutuskan hubungan dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Eropa terkait perang di Ukraina, dan menolak mengutuk invasi Rusia atau bahkan menyebutnya sebagai tindakan agresi untuk menghormati Moskow. Perdagangannya dengan Rusia telah meningkat sejak invasi tersebut, setidaknya mengimbangi dampak sanksi Barat.
NATO, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada pertemuan puncak di Washington, mengatakan Cina telah menjadi penggerak perang melalui “kemitraan tanpa batas” dengan Rusia dan dukungan skala besarnya terhadap basis industri pertahanan Rusia.
Lin mengatakan perdagangan Cina dengan Rusia adalah sah dan masuk akal serta berdasarkan aturan Organisasi Perdagangan Dunia.
Dia mengatakan “apa yang disebut keamanan” oleh NATO mengorbankan keamanan negara lain. Cina mendukung anggapan Rusia bahwa ekspansi NATO merupakan ancaman bagi Rusia.
Cina telah menyatakan keprihatinannya mengenai hubungan NATO yang semakin berkembang dengan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik. Australia, Selandia Baru, Jepang dan Korea Selatan mengirim para pemimpin atau wakilnya ke KTT NATO pekan ini.
“Cina mendesak NATO untuk…berhenti mencampuri politik dalam negeri Cina dan mencoreng citra Cina serta tidak menciptakan kekacauan di Asia-Pasifik setelah menciptakan kekacauan di Eropa,” kata Lin.
Tentara Pembebasan Rakyat Cina berada di Belarus pekan ini untuk latihan bersama di dekat perbatasan dengan Polandia, salah satu anggota NATO. Latihan tersebut adalah yang pertama dengan Belarus, sekutu Rusia, yang menganut sistem satu partai di bawah Presiden Alexander Lukashenko, yang pro-Rusia. Lin menggambarkan pelatihan gabungan itu sebagai operasi militer normal yang tidak ditujukan pada negara tertentu.
Cina adalah pemain kunci dalam Organisasi Kerja Sama Shanghai, yang mencakup elemen militer kuat yang melibatkan Rusia dan beberapa negara Asia Tengah, India, dan, yang terbaru, Belarus.
Hal ini dipandang tidak hanya menciptakan benteng melawan pengaruh Barat di wilayah tersebut, tetapi juga ketegangan atas meningkatnya pengaruh Cina di wilayah yang dianggap Rusia sebagai halaman belakang politiknya yang terdiri dari negara-negara bekas Uni Soviet, termasuk Belarus.
Awal bulan ini, Putin dan Presiden Cina Xi Jinping menghadiri pertemuan para pemimpin atau pejabat tinggi dari 10 negara SCO di Kazakhstan. Di sana, Putin menegaskan kembali permintaannya agar Ukraina menarik pasukannya dari wilayah yang diduduki Rusia. Ukraina dengan tegas menolak hal itu, bersamaan dengan proposal perdamaian Cina yang tidak menyebutkan pengembalian wilayah Ukraina kepada pemerintah di Kiev.
Cina dan Rusia telah menyelaraskan kebijakan luar negeri mereka untuk menentang Barat, bahkan ketika Rusia semakin bergantung pada Cina sebagai pembeli minyak dan gas yang merupakan bagian terbesar dari perdagangan luar negerinya.
Sebelumnya, Arab Saudi meradang atas tindakan G-7 yang menyita hampir 300 miliar dolar AS aset Rusia yang dibekukan. Negara itu memperingatkan negara-negara Eropa bahwa mereka akan menjual sejumlah surat utang negara di Benua Biru itu sebagai pembalasan atas sanksi tersebut.
Demikian menurut laporan Bloomberg seperti dilansir Middle East Eye, Selasa (9/7/2024). Ancaman itu disampaikan dari Kementerian Keuangan Arab Saudi pada awal tahun ini ke beberapa negara G-7, ketika kelompok tersebut mempertimbangkan penyitaan aset-aset Rusia yang dibuat khusus untuk mendukung Ukraina.
"Arab Saudi mengisyaratkan utang euro yang diterbitkan oleh Prancis," tulis Bloomberg. Riyadh telah mengkhawatirkan upaya Barat untuk menyita aset Kremlin selama berbulan-bulan.
Pada April, Politico melaporkan bahwa Arab Saudi, bersama dengan Tiongkok dan Indonesia, secara pribadi melobi UE agar tidak melakukan penyitaan. Ancaman Arab Saudi untuk menjual surat utang negara-negara anggota Uni Eropa dinilai menunjukkan langkah Riyadh unjuk kekuatan dalam memanfaatkan daya ekonomi mereka buat mempengaruhi para pembuat kebijakan di negara-negara barat.
Dibela Saudi, Bagaimana Rusia Terdampak Sanksi Barat
Uni Eropa, AS, dan sekutunya telah menjatuhkan 16.500 sanksi terhadap Rusia. [670] url asal
#sanksi-rusia #eropa-sanksi-rusia #uni-eropa-rusia #ukraina-lawan-rusia #nato-lawan-rusia
(Republika - News) 11/07/24 06:51
v/10386024/
REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW – Negara-negara yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) serta sekutu mereka telah menimpakan sanksi ke Rusia sejak negara itu menyerang Ukraina pada Februari 2022. Sanksi-sanksi tersebut adalah yang paling ekstensif yang pernah ditimpakan pada negara tertentu.
Hanya berselang dua hari sejak serangan itu, Uni Eropa mulai menerapkan sanksi. EUObserver melansir, Pada pagi hari 24 Februari, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen langsung mengumumkan sanksi UE besar-besaran yang akan diterapkan oleh kelompok negara itu. Sanksi tersebut menargetkan transfer teknologi, bank-bank Rusia, dan aset-aset Rusia.
Josep Borrell, perwakilan tinggi Persatuan Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan UE juga kala itu menyatakan bahwa Rusia akan menghadapi "isolasi yang belum pernah terjadi sebelumnya" karena UE akan memberlakukan "paket sanksi terberat yang pernah diterapkan [yang pernah] diterapkan oleh UE". Pada Mei 2022, Komisi Eropa mengusulkan dan menyetujui larangan sebagian impor minyak dari Rusia, sebagai bagian dari respons ekonomi terhadap invasi Rusia ke Ukraina.
Josep Borrell jug mengatakan dia ingin negara-negara UE menyita cadangan devisa bank sentral Rusia yang dibekukan, yang berjumlah lebih dari 350 miliar dolar AS, untuk menutupi biaya pembangunan kembali Ukraina setelah perang.
Merujuk BBC, sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa (UE), serta negara-negara lain termasuk Australia, Kanada, dan Jepang, telah menjatuhkan lebih dari 16.500 sanksi terhadap Rusia.
Target utama mereka adalah uang Rusia. Cadangan mata uang asing senilai 350 miliar dolar AS, sekitar setengah total cadangannya devisa Rusia telah dibekukan sejauh ini.
Sekitar 70 persen aset bank-bank Rusia juga dibekukan, kata UE, dan beberapa diantaranya dikeluarkan dari Swift, layanan pesan berkecepatan tinggi untuk lembaga keuangan.
Negara-negara Barat juga telah melarang ekspor teknologi yang mungkin digunakan Rusia untuk membuat senjata. Selain itu, melarang impor emas dan berlian dari Rusia dan melarang penerbangan dari Rusia. Barat juga memberi sanksi kepada oligarki, pebisnis kaya yang memiliki hubungan dengan Kremlin, serta dan menyita kapal pesiar mereka.
Industri minyak Rusia juga menjadi target utama lainnya. AS dan Inggris melarang minyak dan gas alam Rusia. UE telah melarang impor minyak mentah melalui laut.
G7 – sebuah organisasi yang terdiri dari tujuh negara dengan perekonomian “maju” terbesar di dunia – telah memberlakukan harga maksimum sebesar 60 dolar AS per barel minyak mentah Rusia, dalam upaya mengurangi pendapatannya.
Ratusan perusahaan besar, termasuk McDonald's, Coca-Cola, Starbucks dan Heineken, telah berhenti menjual dan memproduksi barang di Rusia. Namun, beberapa masih berbisnis di Rusia. PepsiCo, misalnya, dituduh terus menjual produk makanan di Rusia. Dan BBC menemukan bahwa perusahaan kosmetik Amerika, Avon, membuat barang di sebuah pabrik dekat Moskow.
Presiden Vladimir Putin mengklaim sanksi Eropa tidak merugikan Rusia, dengan mengatakan, "Kami mengalami pertumbuhan, namun ada penurunan."
Rusia telah berhasil menjual minyak ke luar negeri dengan harga lebih dari batas harga G7, menurut Atlantic Council, sebuah lembaga pemikir AS. Dikatakan bahwa “armada bayangan” yang terdiri dari sekitar 1.000 kapal tanker digunakan untuk mengirimkannya.
Badan Energi Internasional mengatakan Rusia masih mengekspor 8,3 juta barel minyak per hari setelah meningkatkan pasokan ke India dan Cina.
Rusia juga dapat mengimpor banyak barang-barang Barat yang terkena sanksi dengan membelinya melalui negara-negara seperti Georgia, Belarus dan Kazakhstan, menurut para peneliti di King's College London.
Cina telah menjadi pemasok penting produk-produk berteknologi tinggi alternatif produk-produk yang diproduksi di Barat, kata Dr Maria Snegovaya dari lembaga pemikir AS, Pusat Studi Strategis dan Internasional. “Cina menjual chip dan komponen lain yang diperlukan untuk menjaga produksi militer Rusia tetap berjalan,” katanya. “Rusia tidak akan mampu melakukan hal itu tanpa bantuan Cina.”
Pada 2022, tahun pertama perang, ekonomi Rusia menyusut sebesar 2,1 persen, menurut Dana Moneter Internasional. Namun, diperkirakan ekonomi Rusia tumbuh sebesar 2,2 persen pada 2023 dan memperkirakan pertumbuhan sebesar 1,1 persen 2024.
Namun demikian, Departemen Keuangan AS mengklaim sanksi tersebut merugikan Rusia, karena telah memangkas 5 persen pertumbuhan ekonomi yang mungkin dicapai selama dua tahun terakhir. "Sanksi tidak membuat perang ini cukup merugikan Rusia, dan itu berarti Rusia dapat melanjutkan perang ini untuk beberapa waktu ke depan," kata Dr Snegovaya.
NATO Makin Berani Lawan Rusia, Kirim Pesawat F-16 untuk Ukraina
Sejumlah negara menjanjikan pesawat Tempur F-16 untuk Ukraina. [712] url asal
#rusia-lawan-ukraina #sanksi-rusia #ukraina-lawan-rusia #nato-lawan-rusia #perang-rusia-ukraina #nato-bantu-ukraina
(Republika - News) 11/07/24 05:43
v/10381639/
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Bantuan jet tempur F-16 gelombang pertama sedang dalam perjalanan ke Ukraina dan akan mulai melakukan serangan musim panas ini. Tindakan ini akan meningkatkan eskalasi pada perang Rusia-Ukraina.
Hal itu menurut pernyataan dari pemerintah Belanda dan Denmark yang dirilis oleh Gedung Putih pada pertemuan puncak NATO. Dick Schoof, perdana menteri Belanda, dan Mette Frederiksen, mitranya dari Denmark, mengatakan proses transfer F-16 ke Kiev sedang berlangsung setelah berbulan-bulan pelatihan pilot dan negosiasi politik.
The Guardian melansir, Kedua pemimpin tersebut mengatakan bahwa “Ukraina akan menerbangkan F-16 operasional musim panas ini”. Paket ini yang pertama dari sekitar 85 pesawat tempur yang telah ditugaskan ke Kiev untuk membalikkan keadaan di medan perang, dan Ukraina memberi isyarat bahwa mungkin akan ada lebih banyak pesawat tempur yang akan datang.
Pasokan F-16 yang telah lama ditunggu-tunggu adalah bagian dari apa yang dikatakan Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, sebagai “paket substansial” dukungan untuk Ukraina, yang mencakup sumbangan empat sistem pertahanan udara Patriot. Bantuan dan pelatihan yang dipimpin NATO untuk Ukraina menunjukkan komitmen bahwa jalan Kiev pada akhirnya menuju keanggotaan NATO tidak dapat diubah.
Sekutu juga mengkritik Cina, dengan bahasa yang lebih keras dari yang digunakan sebelumnya, karena membantu invasi Rusia ke Ukraina, menyebutnya sebagai “pendukung yang menentukan” perang dengan mendukung Moskow dalam kemitraan “tanpa batas”. Ini termasuk memasok komponen untuk peralatan militer dan bahan kimia untuk bahan peledak. . “Hal ini meningkatkan ancaman yang ditimbulkan Rusia terhadap negara-negara tetangganya dan keamanan Euro-Atlantik,” kata mereka dalam komunike KTT.
Pengumuman mengenai F-16 diperkirakan akan dilakukan bersamaan dengan pertemuan puncak tersebut. Harapannya adalah bahwa pesawat tempur tersebut akan mampu meredam serangan bom luncur Rusia yang diluncurkan dari pesawat tempur yang beroperasi hingga jarak 70 kilometer yang telah menghancurkan garis depan.
Namun masih belum jelas seberapa jauh Ukraina akan dapat menggunakan F-16 untuk menyerang sasaran di wilayah atau wilayah udara Rusia. AS sebelumnya mengkhawatirkan potensi eskalasi, namun sebagian melonggarkan posisinya dengan mengizinkan pemboman sasaran di wilayah Rusia dengan artileri jarak jauh.
Keir Starmer, perdana menteri Inggris yang baru, mengatakan dia senang melihat Ukraina menggunakan rudal Storm Shadow untuk menyerang sasaran di Rusia selama rudal tersebut digunakan untuk mempertahankan diri. Ia menegaskan kembali kebijakan Inggris yang ada. “Ini untuk tujuan defensif, namun Ukraina harus memutuskan bagaimana mengerahkannya untuk tujuan defensif tersebut,” katanya.
Hal ini mengakhiri penantian panjang bagi Ukraina, yang presidennya, Volodymyr Zelenskiy, telah melobi setidaknya selama 18 bulan agar jet barat dapat melengkapi angkatan udara standar Soviet yang kecil dan sudah tua, yang tidak dapat menandingi Rusia.
Zelenskiy mengatakan dia berterima kasih kepada Denmark, Belanda dan Amerika Serikat karena telah mengambil apa yang dia gambarkan sebagai langkah bantuan praktis. Ia mengindikasikan bahwa dia berharap akan ada lebih banyak sumbangan untuk meningkatkan jumlah bantuan ke target 130.
“F-16 juga akan digunakan untuk meningkatkan pertahanan udara Ukraina. Saya yakin bahwa mereka akan membantu kita dalam melindungi warga Ukraina dengan lebih baik dari serangan brutal Rusia, seperti serangan minggu ini terhadap rumah sakit anak-anak Okhmatdyt di Kiev,” kata presiden.
Norwegia dan Belgia juga telah berkomitmen untuk memasok F-16 di masa depan. “Saya mengantisipasi bahwa koalisi kemampuan angkatan udara kita akan semakin diperkuat melalui bergabungnya peserta baru.”
Masih belum jelas seberapa efektif F-16, jet tempur yang dirancang pada 1970-an, dalam perang melawan Rusia. Yang paling penting adalah bagaimana mereka disembunyikan dan dilindungi ketika berada di darat, pada saat pertahanan udara Ukraina sedang dibombardir Rusia.
Bulan ini, Rusia mengatakan telah menghancurkan lima jet Su-27 Ukraina dalam serangan rudal Iskander terhadap pangkalan udara di Myrhorod. Ukraina mengakui beberapa kerugian di tengah kritik bahwa pesawat-pesawat itu berbaris di landasan pada siang hari dalam jangkauan rudal Rusia.
Pada Selasa malam, Presiden AS Joe Biden mengumumkan bahwa anggota NATO akan memasok empat baterai antirudal Patriot, sementara Italia akan memasok Samp-t serupa, yang dapat digunakan untuk melindungi pangkalan udara dari serangan Rusia.
“Saat ini, transfer jet F-16 sedang dilakukan, datang dari Denmark, dari Belanda,” kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. IA mengatakan, pemerintah harus mengkonsentrasikan pikiran Vladimir Putin pada fakta bahwa ia tidak akan hidup lebih lama dari Ukraina.
Ukraina diperkirakan tidak akan menjadi anggota NATO sampai perangnya dengan Rusia berakhir, karena beberapa negara, yang dipimpin oleh AS, percaya bahwa keanggotaan langsung akan menyebabkan perang antara Moskow dan aliansi militer tersebut.