JAKARTA, investor.id – Kementerian Kesehatan di bawah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menurunkan angka kematian akibat penyakit kanker, terutama pada perempuan. Tahun 2025, setiap perempuan yang berulang tahun akan mendapat hadiah berupa layanan skrining gratis kanker di puskesmas.
“Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sudah mencanangkan10 ribu unit USG di seluruh Indonesia untuk mendeteksi kanker. Lalu 500 alat mamografi di seluruh Indonesia untuk mendeteksi kanker payudara. Sayangnya pemanfaatan USG dan mamografi ini masih sangat sedikit,” kata Penasihat Organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Kesehatan RI Ida Rachmawati Gunadi Sadikin.
Ida berbicara dalam paparan mengenai Peran LSM dan Komunitas Peduli Kanker Payudara dalam Penyusunan Rencana Aksi Rencana Nasional Kanker Payudara di Indonesia di Jakarta, Kamis (31/10/2024). Acara ini digelar oleh A2KPI (Asosiasi Advokasi Kanker Perempuan Indonesia).
Karena itu, lanjut Ida Kemenkes akan meluncurkan program hadiah ulang tahun bagi setiap perempuan berupa layanan skrining gratis. “Ini ada bocoran program terbaru Kemenkes, tahun depan, setiap perempuan yang ulang tahun mulai anak sekolah remaja, dewasa, dan lansia, akan dapat hadiah skrining gratis kanker payudara, kanker serviks, dan kanker hati, supaya bila ada kanker dapat terdeteksi lebih awal,” ungkap Ida Gunadi Sadikin.
Ida mengungkapkan, “Kalau melihat data, 70% kanker payudara itu berujung menjadi penyebab kematian. Ini angka yang miris. Apalagi ibu saya juga mninggal karena kanke rpayudara,” ujar Ida.
1 dari 8 Perempuan Menderita Kanker Payudara
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, menjelaskan, “Hingga saat ini, kanker payudara masih menjadi jenis kanker terbanyak no 2 di kalangan perempuan di Indonesia, dan salah satu penyebab utama kematian terkait kanker. Hampir 70% diketahui sudah pada stadium lanjut. Oleh sebab itu, penanganan kanker menjadi salah satu prioritas Pemerintah dan rencana strategisnya tertuang dalam Rencana Kanker Nasional 2024 - 2034 yang diluncurkan awal Oktober lalu,” kata Nadia.
Koordinator Pelayanan Kanker Terpadu RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (PKaT RSCM) Prof Dr dr Soehartati Argadikoesoema Gondhowiardjo, SpRad (K),Onk.Rad menjelaskan,"Kanker payudara dapat dikontrol bila ditemukan dan diobati dengan benar dalam keadaan dini, juga dengan hasil kosmetik yang lebih baik.
“Deteksi dini dan terapi yang tepat sangat penting - jangan percaya pada terapi yang tidak berbasis bukti. Tapi sayangnya, masih banyak perempuan yang takut melakukan skrining,” ujar Prof Soehartati.
Soal ini, Ida menyebut, harus ada daya tarik agar para perempuan mau melakukan skrining. “Mungkin nanti hadiah srining gratis ini sekalian dikasih sembako, bisa gula atau beras, supaya ibu-ibu mau datang untuk skrining kanker,” ujar Ida Gunadi Sadikin.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News