#30 tag 24jam
Lara Perempuan Lumpuh di Jaksel, Alami Pelecehan Seksual oleh Sopir Taksi "Online" tapi Tak Dapat Melawan
Pengalaman pahit belum lama ini dialami oleh seorang perempuan lumpuh berinisial CD karena menjadi korban pelecehan seksual sopir taksi online. Halaman all [1,400] url asal
#pelecehan-seksual #sopir-taksi-online-lecehkan-penumpang #perempuan-lumpuh-jadi-korban-pelecehan-sopir-taksi-online
(Kompas.com) 18/07/24 09:32
v/11162643/
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengalaman pahit belum lama ini dialami oleh seorang perempuan disabilitas berinisial CD (55).
Perempuan yang mengalami lumpuh akibat stroke itu menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang sopir taksi online berinisial IA (69).
Kronologi
Peristiwa bermula ketika CD memesan taksi online dari kantornya yang berlokasi di wilayah Jakarta Barat untuk pulang ke rumahnya di wilayah Jakarta Selatan pada Selasa (9/7/2024) sekitar pukul 14.30 WIB.
Selang beberapa menit, CD mendapatkan taksi online yang disopiri oleh IA.
"Waktu itu, posisi sopir taksi online hanya delapan menit dari kantor saya. Jadi saya tunggu sebentar dan sopirnya datang akhirnya," kata CD saat diwawancarai, Jumat (12/7/2024).
Setelah itu, CD masuk ke dalam mobil taksi online dibantu anak buahnya lantaran keterbatasan fisik yang dimilikinya.
Usai masuk dan menutup pintu mobil, CD merasa ada sesuatu yang janggal. Tak lama kemudian, IA tiba-tiba bertanya kepadanya.
"Dia (IA) tanya, 'ibu umurnya berapa?' Dia tanya itu sambil senyum ke arah saya. Habis itu, dia cerita, dia usianya 65 tahun. Dia punya anak 5 dan cucu 9. Lalu dia tanya lagi umur saya berapa. Saya bilang, umur saya 55 tahun," kata CD.
"Dia lalu melihat saya lewat spion tengah, dia bilang usia saya tak terlihat 55 tahun, 'Ah enggak, ibu masih cantik'," sambungnya.
Ucapan yang disampaikan IA membuat CD mulai merasa tak nyaman. CD semakin tak nyaman setelah IA terus-menerus melihatnya melalui kaca spion.
Pada akhirnya CD berpura-pura memainkan ponselnya agar terlihat sibuk.
Beberapa waktu berselang, CD sudah hampir tiba di rumahnya. Ia langsung membereskan barang yang dibawanya.
"Sambil beberes, saya melihat keadaan sekitar. Saya coba mencari apakah ada orang di sekitar rumah saya yang bisa dimintai tolong karena saya tidak bisa jalan sendiri sampai teras rumah," ujar CD.
Sayangnya, kondisi di lingkungan rumah CD saat itu sepi sehingga tak ada yang bisa diminta tolong.
Mau tak mau CD meminta tolong kepada IA untuk membantunya berjalan meski ia merasa tidak nyaman
"Saya bilang, 'Pak ini sudah sampai, saya boleh minta tolong enggak untuk meminjam lengan bapak? Saya butuh medium untuk membantu saya jalan sampai ke teras'," ucap CD.
"Pas saya bilang gitu, dia terlihat senang, wajahnya terlihat semringah. Dia lalu bilang, 'Jangankan pegang, saya gendong pun bersedia'. Dia bilang ini sambil senyum-senyum. Ini menjijikan sekali, jujur, sebal banget," lanjutnya.
Akhirnya CD keluar dari mobil dibantu IA yang menyodorkan lengan kanannya agar tangan kiri CD bisa bertumpu.
Tangan kiri CD memegang lengan kanan IA sebagai tumpuan untuk berjalan karena ia kesulitan berjalan sendiri.
CD bercerita, biasanya sopir taksi online yang ia minta tolong untuk membantunya berjalan merasa risi ketika lengannya dipegang, tetapi tidak dengan IA.
"Tapi sopir ini (IA) beda. Ketika saya taruh telapak tangan kiri saya di atas lengan dia, dia malah menimpa telapak atas tangan saya pakai telapak kirinya. Jadi dia kayak menggenggam telapak saya, seperti orang pacaran," jelas IA.
Saat itu CD mengaku tak berani untuk marah dan menepis telapak tangan kiri IA karena ia bisa terjatuh.
Kondisi orang pasca stroke, kata CD, sudah berbeda dengan orang normal sehingga ia mencoba konsentrasi dan menahan diri agar tidak marah. CD pun berjalan secara perlahan ke teras rumah.
Usai diantar ke depan teras, CD kembali dibuat geram dengan tindakan IA.
"Biasanya, sopir taksi online kalau sudah mengantarkan saya, dia langsung pamit. Tapi sopir ini (IA) berbeda, pas saya sudah lepaskan topangan pada lengannya dan berpindah ke atas kursi besi, dia tak langsung pergi. Dia justru diam dan tak putar balik untuk pergi. Dia lalu memandangi saya dari dekat sambil tersenyum," ujar CD.
Hal tersebut membuat CD memilih tak mau langsung masuk ke dalam rumah. Ia khawatir IA akan ikut masuk ke dalam rumahnya.
Bukannya pergi, IA malah semakin lancang kepada CD. Sopir taksi online itu langsung menarik tubuh CD lalu merangkul dan menciumnya.
"Saya dicium, saya dicium di pipi kanan saya. Saya sebenarnya sudah berusaha mengelak. Saya menunduk ketika dia coba merangkul saya, tapi tetap saja, elakan saya tak terlalu berpengaruh karena keterbatasan saya untuk bergerak, apalagi sambil berdiri," kata CD.
Karena mengalami lumpuh setengah badan, CD pasrah saat IA merangkul dan menciumnya. Ia tak mau mengelak lebih ekstrem karena bisa membuatnya jatuh.
"Kalau jatuh, saya akan susah berdiri. Sementara, saya enggak bisa berdiri sendiri. Harus digendong dulu oleh seseorang sampai posisi saya bisa bertumpu. Makanya amit-amit saya terjatuh. Karena saya takut dia (IA) nanti menggendong saya," ucap CD.
Usai IA menciumnya, DC hanya bisa senyum, diam, dan menahan emosi. Kemudian, IA malah menyuruh DC untuk menatap matanya.
Saat itu, pikiran DC masih mencerna apa maksud dari perkataan IA.
"Pas otak saya masih memproses perkataannya, dia bilang gini, 'Bu boleh saya tutup enggak pintu pagarnya'. Dia ngomong gini dengan suara agak bergetar dan saya rasa dia sudah nafsu sekali. Jijik banget. Jujur," tutur DC.
Saat meminta izin menutup pintu pagar, DC merasa IA punya niat lain. Seketika DC langsung meminta IA untuk keluar dari rumahnya karena takut terjadi hal yang tak diinginkan lebih jauh.
"Dalam hitungan detik saya langsung tegaskan bahwa dia harus keluar, 'Saya harus masuk, tolong bapak keluar'. Aku benar-benar marah. Aku enggak takut, tapi aku gak bisa menunjukkan kemarahanku. Aku harus tenang, berusaha tegas supaya dia tidak marah, makanya saya enggak meminta dia pergi sambil teriak," ucapnya.
Usai diminta keluar dari rumah, IA malah kembali mencium DC. Setelah itu, IA keluar dari rumah DC.
"Dia minta ke saya untuk cium lagi, 'Boleh enggak saya cium lagi'. Pas dia ngomong gitu, belum sempat saya respons, dia langsung melakukan gerakan serupa. Menarik bahu saya, merangkul menggunakan tangan kanannya, dan mencium pipi kanan saya," terang DC.
"Kemudian, dia langsung berbalik arah dan berjalan ke arah pagar. Tapi jalannya pelan karena jalannya sudah agak bungkuk. Pas dia tutup pintu pagar, aku cepat-cepat buka pintu, masuk rumah dan aku teriak sekencang-kencangnya di dalam," imbuhnya.
Lapor polisi
Dua hari setelah kejadian, CD akhirnya melaporkan IA ke polisi atas perbuatannya.
“Atas masukan seorang teman, aku akhirnya melaporkan sopir taksi online ini (IA) ke polisi,” ujar CD.
CD mengatakan, dirinya membuat laporan terkait pelecehan tersebut di Polda Metro Jaya.
Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/3919/VII/2024/SPKT/Polda Metro Jaya.
“Laporan polisi ini saya buat dua hari setelah kejadian, tepatnya pada 11 Juli 2024,” tutur dia.
Untuk memperkuat laporannya, DC membawa alat bukti tangkapan layar riwayat pemesanan taksi online.
Dalam bukti itu, terlihat jelas wajah dan nama pelaku yang dua kali mencium pipi DC.
“Jadi aku melaporkan sopir taksi online berinisial IA ke Polda Metro. Untungnya aku sempat screenshot riwayat perjalanan dari kantor ke rumah sesaat setelah peristiwa pelecehan,” ungkap dia.
Kendati membawa kasus ini ke jalur hukum, korban mengaku tak bermaksud untuk memenjarakan pelaku.
Ia ingin pelaku sadar bahwa apa yang dilakukannya itu salah sehingga tak diulangi lagi.
“Saya enggak berniat memenjarakan dia. Apalagi dia cerita punya lima anak dan sembilan cucu. Pasti dia kerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Makanya setidaknya dia sadar dan orang-orang tahu bahwa dia pelaku pelecehan,” tegas CD.
Kecewa pelaku hanya diblokir akunnya
CD menyampaikan, ia telah melaporkan peristiwa pelecehan yang dialaminya ke pihak aplikator layanan taksi online.
Namun, ia merasa kecewa dengan respons pihak aplikator karena hanya memblokir akun milik IA.
“Saya sempat melaporkan kasus ini (pelecehan) melalui Instagram aplikator, tetapi pada akhirnya si sopir hanya diblokir akunnya,” ujar IA.
Menurut CD, hukuman yang diberikan pihak aplikator ke pelaku berinisial IA tidak setimpal. Mestinya, pelaku pelecehan seksual mendapat hukuman pemutusan mitra.
“Saya sudah mencari soal hukuman pelaku pelecehan yang diterapkan perusahaan ini. Pas saya baca, hukumannya itu langsung putus mitra, bukan blokir akun,” tutur dia.
CD khawatir IA kembali melakukan pelecehan ketika akunnya sudah dapat digunakan kembali.
“Jadi saya sangat menyayangkan keputusan bahwa sopir ini hanya diblokir saja, bukan putus mitra,” ucap dia.
(Penulis: Dzaky Nurcahyo | Editor: Irfan Maullana, Fitria Chusna Farisa)
Laporkan Sopir Taksi Online yang Lecehkannya ke Polisi, Korban: Tak Ada Niat Memenjarakan, Ingin Dia Sadar
Perempuan lumpuh korban pelecehan seksual sopir taksi online tak berniat memenjarakan pelaku usai melaporkannya ke polisi, melainkan mau pelaku sadar. Halaman all [680] url asal
#pelecehan-seksual #sopir-taksi-online #sopir-taksi-online-lecehkan-penumpang #perempuan-lumpuh-jadi-korban-pelecehan-sopir-taksi-online
(Kompas.com) 17/07/24 13:35
v/11067912/
JAKARTA, KOMPAS.com - CD (55), perempuan dengan disabilitas yang menjadi korban pelecehan seksual sopir taksi online berinisial IA (69) di wilayah Jakarta Selatan mengaku tak berniat untuk memenjarakan pelaku usai melaporkannya ke polisi.
“Saya enggak berniat memenjarakan dia. Apalagi dia cerita punya lima anak dan sembilan cucu. Pasti dia kerja (sopir taksi online) untuk memenuhi kebutuhan keluarganya," ujar CD saat ditemui, Jumat (12/7/2024).
CD mengatakan, ia ingin pelaku bisa sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang salah dan tak boleh diulangi pada kemudian hari.
Karena itu, CD lapor ke polisi agar pelaku mendapat pembelajaran atas perbuatannya yang salah.
"Makanya setidaknya dia sadar dan orang-orang tahu bahwa dia pelaku pelecehan,” tegas korban.
Adapun CD melaporkan IA yang telah melecehkan dirinya ke polisi atas saran salah seorang temannya.
CD mengatakan, dirinya membuat laporan terkait pelecehan tersebut di Polda Metro Jaya. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/3919/VII/2024/SPKT/Polda Metro Jaya.
“Laporan polisi ini saya buat dua hari setelah kejadian, tepatnya pada 11 Juli 2024,” tutur dia.
Untuk memperkuat laporannya, CD membawa alat bukti tangkapan layar riwayat pemesanan taksi online.
Dalam bukti itu, terlihat jelas wajah dan nama pelaku yang dua kali mencium pipinya.
“Jadi aku melaporkan sopir taksi online berinisial IA ke Polda Metro. Untungnya aku sempat screenshot riwayat perjalanan dari kantor ke rumah sesaat setelah peristiwa pelecehan,” ungkap dia.
Diberitakan sebelumnya, perempuan lumpuh berinisial CD menjadi korban pelecehan seksual sopir taksi online yang mengantarnya dari kantor ke rumahnya yang ada di wilayah Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2024).
Pelecehan itu terjadi di teras rumah korban sekitar pukul 15.00 WIB.
Pelaku berinisial IA memanfaatkan keterbatasan korban yang tak bisa berjalan sendiri karena lumpuh.
Mulanya, korban meminta tolong supaya pelaku bisa meminjamkan lengan kanannya untuk membantunya berjalan jalan dari mobil ke depan teras rumah.
Kemudian, IA mencuri kesempatan untuk menggenggam tangan korban saat CD menumpu tangan kirinya pada lengan kanan pelaku untuk berjalan.
“Jadi telapak kiri saya menggenggam lengan kanan si sopir. Sopir ini lalu ambil kesempatan memegang telapak kiri saya dari atas pakai tangan kirinya. Jadi seperti orang pacaran,” ungkap korban.
Sesampainya di depan teras, IA kemudian berhenti sejenak. Ia tak langsung pamit dan kembali ke mobilnya.
Ia justru menebar senyuman dan menyebut korban sebagai perempuan yang cantik.
Setelah itu, dalam waktu sekejap, pelaku melakukan gerakan rangkulan menggunakan tangan kanannya dan mencium pipi kanan korban.
“Pas dia senyum-senyum itu, dia langsung tarik tubuh saya, lalu melakukan gerakan rangkulan dan saya dicium. Saya dicium, saya dicium di pipi bagian kanan,” kata korban dengan nada kesal.
Penderitaan korban tak berhenti sampai di sana. IA disebut memiliki niat yang lebih buruk saat itu.
Pasalnya, pelaku sempat meminta izin untuk menutup pintu gerbang rumah.
“Dia minta izin ke saya buat tutup pintu gerbang. Dia berbicara seperti itu dengan nada bergetar, yang mana saya tahu dia sedang horny,” ucap dia.
Korban lalu bersikeras bahwa dirinya hendak masuk rumah. Ia meminta pelaku untuk segera keluar dari teras rumahnya.
Tapi, pelaku malah meminta supaya bisa menciumnya satu kali lagi.
“Saya bilang dengan tegas kepada dia untuk pergi. Saya berusaha tidak emosi karena takutnya dia semakin menjadi. Makanya saya bicara dengan nada tegas,” ujar korban.
“Pas saya ngomong gitu, dia malah berkata, ‘Boleh enggak saya cium lagi'. Belum sempat saya respons, dia langsung melakukan gerakan serupa. Menarik bahu saya, merangkul menggunakan tangan kanannya, dan mencium pipi kanan saya untuk kedua kalinya,” lanjut dia.
Perempuan Lumpuh Korban Pelecehan Seksual Sopir Taksi "Online" Tak Bisa Mengelak karena Takut Terjatuh
Perempuan lumpuh yang jadi korban pelecehan seksual sopir taksi online di Jaksel tak bisa mengelak karena takut terjatuh. Halaman all [631] url asal
#pelecehan-seksual #sopir-taksi-online #sopir-taksi-online-lecehkan-penumpang #perempuan-lumpuh-jadi-korban-pelecehan-sopir-taksi-online
(Kompas.com) 17/07/24 12:25
v/11063088/
JAKARTA, KOMPAS.com - CD (55), korban pelecehan seksual sopir taksi online berinisial IA (65) di Jakarta Selatan (Jaksel), mengaku tak bisa mengelak seutuhnya ketika pelaku merangkul dan menciumnya saat dimintai tolong untuk membantunya berjalan.
Pasalnya, tubuh CD mengalami lumpuh sebagian usai terkena stroke sehingga upaya ia untuk mengelak tak berhasil.
"Saya sebenarnya sudah berusaha mengelak. Saya menunduk ketika dia coba merangkul saya, tapi tetap saja elakan saya tak terlalu berpengaruh. Saya enggak bisa mengelak sambil bergerak, karena keterbatasan saya untuk bergerak, apalagi sambil berdiri," kata CD kepada wartawan, Jumat (12/7/2024).
CD mengatakan, dirinya tak mau untuk melakukan gerakan menghindar yang lebih ekstrem saat dilecehkan IA.
Sebab, hal itu bisa membuatnya terjatuh karena ia hanya bisa bertumpu menggunakan tangan kiri saat harus memegang lengan kanan pelaku untuk berjalan.
"Kalau sudah jatuh, saya akan susah untuk berdiri. Sementara, saya enggak bisa berdiri sendiri, harus digendong dulu oleh seseorang sampai posisi saya bisa bertumpu. Makanya amit-amit saya terjatuh karena takut dia (IA) nanti menggendong saya," ujar CD.
Usai pelaku menciumnya, CD hanya bisa senyum, diam, dan menahan emosi.
Diberitakan sebelumnya, perempuan lumpuh berinisial CD menjadi korban pelecehan seksual sopir taksi online yang mengantarnya dari kantor ke rumahnya yang ada di wilayah Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2024).
Pelecehan itu terjadi di teras rumah korban sekitar pukul 15.00 WIB.
Pelaku berinisial IA memanfaatkan keterbatasan korban yang tak bisa berjalan sendiri karena lumpuh.
Mulanya, korban meminta tolong supaya pelaku bisa meminjamkan lengan kanannya untuk membantunya berjalan jalan dari mobil ke depan teras rumah.
Kemudian, IA mencuri kesempatan untuk menggenggam tangan korban saat CD menumpu tangan kirinya pada lengan kanan pelaku untuk berjalan.
“Jadi telapak kiri saya menggenggam lengan kanan si sopir (IA). Sopir ini lalu ambil kesempatan memegang telapak kiri saya dari atas pakai tangan kirinya. Jadi seperti orang pacaran,” ungkap korban.
Sesampainya di depan teras, IA kemudian berhenti sejenak. Ia tak langsung pamit dan kembali ke mobilnya.
Ia justru menebar senyuman dan menyebut korban sebagai perempuan yang cantik.
Setelah itu, dalam waktu sekejap, pelaku melakukan gerakan rangkulan menggunakan tangan kanannya dan mencium pipi kanan korban.
“Pas dia senyum-senyum itu, dia langsung tarik tubuh saya, lalu melakukan gerakan rangkulan dan saya dicium. Saya dicium, saya dicium di pipi bagian kanan,” kata korban dengan nada kesal.
Penderitaan korban tak berhenti sampai di sana. IA disebut memiliki niat yang lebih buruk saat itu.
Pasalnya, pelaku sempat meminta izin untuk menutup pintu gerbang rumah.
“Dia minta izin ke saya buat tutup pintu gerbang. Dia berbicara seperti itu dengan nada bergetar, yang mana saya tahu dia sedang horny,” ucap dia.
Korban lalu bersikeras bahwa dirinya hendak masuk rumah. Ia meminta pelaku untuk segera keluar dari teras rumahnya.
Tapi, pelaku malah meminta supaya bisa menciumnya satu kali lagi.
“Saya bilang dengan tegas kepada dia untuk pergi. Saya berusaha tidak emosi karena takutnya dia semakin menjadi. Makanya saya bicara dengan nada tegas,” ujar korban.
“Pas saya ngomong gitu, dia malah berkata, ‘Boleh enggak saya cium lagi'. Belum sempat saya respons, dia langsung melakukan gerakan serupa. Menarik bahu saya, merangkul menggunakan tangan kanannya, dan mencium pipi kanan saya untuk kedua kalinya,” lanjut dia.
Kronologi Perempuan Lumpuh Dilecehkan Sopir Taksi Online di Jaksel, Pelaku Beraksi Saat Diminta Tolong
Seorang perempuan yang mengalami lumpuh jadi korban pelecehan seksual sopir taksi online usai minta tolong dibantu jalan ke dalam rumah. Halaman all [1,077] url asal
#pelecehan-seksual #sopir-taksi-online-lecehkan-penumpang #perempuan-lumpuh-jadi-korban-pelecehan-sopir-taksi-online
(Kompas.com) 17/07/24 11:12
v/11058235/
JAKARTA, KOMPAS.com - CD (55), perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual sopir taksi online berinisial IA (65) di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa (9/7/2024), menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya.
CD mengatakan, mulanya ia memesan taksi online dari kantornya di wilayah Jakarta Barat untuk pulang ke rumahnya di wilayah Jaksel sekitar pukul 14.30 WIB. Selang beberapa menit, CD mendapatkan taksi online yang dikemudikan oleh IA.
"Waktu itu, posisi sopir taksi online hanya delapan menit dari kantor saya. Jadi saya tunggu sebentar dan sopirnya datang akhirnya," kata CD kepada wartawan, Jumat (12/7/2024).
Setelah itu, CD masuk ke mobil taksi online dibantu anak buahnya lantaran ia tidak bisa berdiri sendiri karena bagian tubuhnya sebelah kanan lumpuh akibat stroke.
Usai masuk dan menutup pintu mobil, CD merasa ada sesuatu yang janggal. Tak lama setelah ia menutup pintu mobil, IA tiba-tiba bertanya kepadanya.
"Dia (IA) tanya, 'Ibu umurnya berapa?'. Dia tanya itu sambil senyum ke arah saya. Habis itu, dia cerita, dia usianya 65 tahun. Dia punya anak lima dan cucu sembilan. Lalu, dia tanya lagi umur saya berapa. Saya bilang, 'Umur saya 55 tahun'," kata CD.
"Dia lalu melihat saya lewat spion tengah, dia bilang usia saya tak terlihat 55 tahun, 'Ah enggak, ibu masih cantik'," sambungnya.
Ucapan yang disampaikan IA membuat CD mulai merasa tak nyaman. CD semakin tak nyaman karena IA terus-menerus melihat CD melalui spion.
Pada akhirnya CD berpura-pura memainkan ponselnya agar kelihatan sibuk.
Beberapa waktu berselang, CD sudah hampir tiba di rumahnya. Ia langsung membereskan barang yang dibawanya.
"Sambil beberes, saya melihat keadaan sekitar. Saya coba mencari apakah ada orang di sekitar rumah saya yang bisa dimintai tolong karena saya tidak bisa jalan sendiri sampai teras rumah," ujar CD.
Sayangnya, kondisi di lingkungan rumah CD saat itu sepi sehingga tak ada yang bisa dimintai tolong.
Mau tak mau CD meminta tolong kepada IA untuk membantunya meski ia merasa tidak nyaman.
"Saya bilang, 'Pak, ini sudah sampai, saya boleh minta tolong enggak untuk meminjam lengan bapak? Saya butuh medium untuk membantu saya jalan sampai ke teras'," ucap CD.
"Pas saya bilang gitu, dia terlihat senang, wajahnya terlihat semringah. Dia lalu bilang, 'Jangankan pegang, saya gendong pun bersedia'. Dia bilang ini sambil senyum-senyum. Ini menjijikkan sekali, jujur, sebal banget," lanjutnya.
Akhirnya CD keluar dari mobil dibantu IA yang menyodorkan lengan kanannya agar tangan kiri CD bisa bertumpu.
Tangan kiri CD memegang lengan kanan IA sebagai tumpuan untuk berjalan karena ia kesulitan berjalan sendiri.
CD bercerita, biasanya sopir taksi online yang ia minta tolong untuk membantunya berjalan merasa risi ketika lengannya dipegang, tetapi tidak dengan IA.
"Tapi sopir ini (IA) beda. Ketika saya taruh telapak tangan kiri saya di atas lengan dia, dia malah menimpa telapak atas tangan saya pakai telapak kirinya. Jadi dia kayak menggenggam telapak saya, sepeti orang pacaran," jelas IA.
Saat itu CD mengaku tak berani untuk marah dan menepis telapak tangan kiri IA karena ia bisa terjatuh.
Kondisi orang pascastroke, kata CD, sudah berbeda dari orang normal sehingga ia mencoba konsentrasi dan menahan diri supaya tidak marah. CD pun berjalan secara perlahan ke teras rumah.
Usai diantar sampai ke depan teras rumah, CD kembali dibuat geram dengan tindakan IA.
"Biasanya, sopir taksi online kalau sudah mengantarkan saya, dia langsung pamit. Tapi sopir ini (IA) berbeda, pas saya sudah lepaskan topangan pada lengannya dan berpindah ke atas kursi besi, dia tak langsung pergi. Dia justru diam dan tak putar balik untuk pergi. Dia lalu memandangi saya dari dekat sambil tersenyum," ujar CD.
Pada akhirnya CD memilih tak mau langsung masuk ke rumah. Ia khawatir IA ikut masuk ke rumahnya.
Namun, IA malah bertindak lancang kepada CD. Sopir taksi online itu langsung menarik tubuh CD lalu merangkul dan menciumnya.
"Saya dicium, saya dicium di pipi kanan saya. Saya sebenarnya sudah berusaha mengelak, saya menunduk ketika dia coba merangkul saya, tapi tetap saja, elakan saya tak terlalu berpengaruh karena keterbatasan saya untuk bergerak, apalagi sambil berdiri," kata CD.
Karena mengalami lumpuh setengah badan, CD merasa pasrah saat IA merangkul dan menciumnya. Ia tak mau mengelak lebih ekstrem karena bisa membuatnya jatuh dan nantinya jadi susah untuk berdiri.
"Kalau jatuh, saya akan susah berdiri. Sementara, saya enggak bisa berdiri sendiri. Harus digendong dulu oleh seseorang sampai posisi saya bisa bertumpu. Makanya, amit-amit saya terjatuh karena saya takut dia (IA) nanti menggendong saya," ucap CD.
Usai IA menciumnya, DC hanya bisa senyum, diam, dan menahan emosi. Bukannya pergi, IA malah menyuruh DC untuk menatap matanya.
Saat itu, pikiran DC masih mencerna apa maksud dari perkataan IA.
"Pas otak saya masih memproses perkataannya, dia bilang gini, 'Bu, boleh saya tutup enggak pintu pagarnya'. Dia ngomong gini dengan suara agak bergetar dan saya rasa dia sudah nafsu sekali. Jijik banget. Jujur," tutur DC.
Saat meminta izin menutup pintu pagar, DC merasa IA mempunyai niat lain. Seketika DC langsung meminta IA untuk keluar dari rumahnya karena takut terjadi hal yang tak diinginkan lebih jauh.
"Dalam hitungan detik saya langsung tegaskan bahwa dia harus keluar, 'Saya harus masuk, tolong bapak keluar'. Aku benar-benar marah. Aku enggak takut, tapi aku enggak bisa menunjukkan kemarahanku. Aku harus tenang, berusaha tegas supaya dia tidak marah, makanya saya enggak meminta dia pergi sambil teriak," ucapnya.
Usai diminta keluar dari rumah, IA malah kembali mencium DC. Setelah itu, IA keluar dari rumah DC.
"Dia minta ke saya untuk cium lagi, 'Boleh enggak saya cium lagi'. Pas dia ngomong gitu, belum sempat saya respons, dia langsung melakukan gerakan serupa. Menarik bahu saya, merangkul menggunakan tangan kanannya, dan mencium pipi kanan saya," terang DC.
"Kemudian, dia langsung berbalik arah dan berjalan ke arah pagar. Tapi jalannya pelan, karena jalannya sudah agak bungkuk. Pas dia tutup pintu pagar, aku cepat-cepat buka pintu, masuk rumah dan aku teriak sekencang-kencangnya di dalam," imbuhnya.
Sopir Taksi "Online" yang Ugal-ugalan dan Sebut Penumpang Pelacur Kena Tulah, Kini Dipecat meski Sudah Berdamai
Seorang sopir taksi online kena batunya usai berkendara ugal-ugalan dan hina penumpangnya di daerah Pademangan, Jakut. Pelaku kini sudah dipecat. Halaman all [867] url asal
#sopir-taksi-online-lecehkan-penumpang #sopir-taksi-online-hina-penumpang
(Kompas.com) 05/07/24 10:05
v/9731666/
JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang sopir taksi online berinisial HW bertindak tak menyenangkan saat mengantarkan penumpang wanita inisial P dan seorang rekannya ke Komplek Duta Kemayoran, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (28/6/2024).
Pasalnya, HW berkendara secara ugal-ugalan hingga melakukan pelecahan secara verbal terhadap P usai mengantarkannya.
Kronologi
P menjelaskan, peristiwa bermula ketika dia dan rekannya memesan taksi online dari Dunkin Donuts Mangga Besar, Jakarta Pusat, menuju ke rumah tantenya yang berada di Komplek Duta Kemayoran.
Saat itu, HW lah yang menerima pesanan taksi online P. Kemudian, mobil yang dikendarai HW datang dari arah Lokasari menuju Husada Mangga Besar atau di seberang lokasi P dan rekannya menunggu.
"Driver menawarkan untuk tunggu di Yoshinoya Mangga Besar, supaya driver tidak muter terlalu jauh. Akhirnya, saya menawarkan untuk menyeberang ke captain barber di seberang persis Dunkin Donuts Mangga Besar," jelas P saat dikonfirmasi oleh Kompas.com, Rabu (3/6/2024).
Setelah menunggu selama beberapa menit, HW akhirnya datang menjemput. P dan rekannya kemudian naik ke dalam mobil yang dikendarai HW.
Setelah masuk ke dalam mobil, kata P, kaca jendela mobil HW terbuka dan air conditioner (AC) tidak dinyalakan.
Setelah melewati wilayah Husada Mangga Besar, barulah HW menyalakan AC mobilnya.
"Di sini posisi driver sudah bawa mobil dengan ugal-ugalan dan sangat membahayakan penumpang, serta mimik muka yang sudah membuat tidak nyaman" ungkap P.
Di tengah perjalanan, begitu melintas di rel kereta api industri, rekan P mengingatkan HW untuk belok ke kiri melewati Grand Orchard arah Jalan Rajawali Pademangan.
Namun, HW merasa tak terima dan menyebut dirinya sudah tahu jalan. Hal tersebut membuat P dan rekannya memilih diam.
Setibanya di perempatan Gang 32 Pademangan, HW justru terlewat untuk belok kiri. Sampai akhirnya, rekan P kembali mengingatkan lagi, tetapi HW tak terima dan malah semakin ugal-ugalan.
"Sampai di belokan Komplek Duta Kemayoran, driver terus ugal-ugalan, serabat serobot masuk ke komplek, dan gerutu bahwa jalanan sempit, serta mengklaim bahwa jalanan tidak bisa akses putar balik untuk mobil, yang notabene lokasi tujuan ini adalah komplek yang sangat bisa diakses dua mobil dan bisa putar balik dengan aman dan mudah," ucap P.
Saat akan sampai di titik tujuan, ada mobil lain yang ingin parkir. Namun, hal itu malah membuat HW kembali marah dan memaju mundurkan mobilnya secara ugal-ugalan.
Ketika sampai di titik tujuan, P turun sambil menutup pintu mobil HW dengan kencang lantaran ia sudah begitu emosi sepanjang perjalanan.
HW pun tak terima dan langsung turun dari mobilnya untuk memaki P, sampai akhirnya melontarkan kata-kata yang merupakan bentuk pelecehan seksual secara verbal.
"Driver tidak terima dan kemudian turun mobil menegur sampai menghina saya tidak mampu. (sebut) pelacur menghina alat kelamin, dan lain sebagainya," kata P.
"Menurut saya, itu sudah lain hal, karena sudah melakukan pelecehan secara verbal dan sangat tidak etis," imbuhnya.
HW minta maaf
Beberapa hari setelah kejadian, HW mendatangi P dan menyampaikan permintaan maaf dan ingin damai.
"Setelah kasusnya viral, pada Minggu (30/6/2024) driver Gocar berinisial HW datang ke lokasi Kompleks Duta Kemayoran (lokasi kejadian serta rumah tante Putri), beliau datang untuk meminta maaf," ujar P saat dikonfirmasi oleh Kompas.com, Kamis (4/7/2024).
Namun, kata P, saat itu ia sedang tidak berada di rumah tantenya. Akhirnya, sepupu P meminta HW untuk datang lagi keesokan harinya.
Pada esok harinya, P datang ke rumah sang tante dan bertemu HW untuk melakukan proses mediasi.
Saat proses mediasi, P didampingi oleh pihak Gojek. Selain itu, polisi dari Polsek Pademangan dan sekuriti kompleks juga ikut menyaksikan dan mendampingi proses mediasi HW dan P.
Proses mediasi itu dilakukan di kantor pos Komplek Duta Kemayoran. Di sanalah, P dan HW sama-sama menjelaskan kronologi kejadian menurut versi masing-masing.
P juga menyampaikan, sebelum bertemu dirinya, HW sudah pergi ke Kantor Gojek terlebih dahulu untuk membuat surat dan video permohonan maaf.
"Lalu, pihak Gojek Indonesia menginformasikan keterangan yang diberikan driver (HW), namun tidak sesuai seperti kronologi dari awal hingga akhir," kata P.
P pun tidak setuju dengan pernyataan yang disampaikan HW dalam video tersebut.
Sampai akhirnya, dalam proses mediasi, HW sepakat untuk membuat video permintaan maaf ulang dan menceritakan sesuai dengan kronologi kejadian yang sebenarnya.
"Setelah mediasi selesai barulah kami foto bersama sebagai bukti dari mediasi dan klarifikasi kasus tersebut. Semua dilakukan dengan sadar dan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan oleh kami kedua belah pihak antara mantan driver Gocar (HW) dan saya customer Gocar," ucap P.
HW dipecat
P mengungkapkan, HW dipecat oleh Gojek akibat perbuatannya.
"Sesuai dengan tindak tegas dan sanksi yang telah diberikan oleh driver Gocar tersebut berupa pemutusan mitra atau suspend permanen," ungkap P.
(Penulis: Shinta Dwi Ayu | Editor: Akhdi Martin Pratama, Jessi Carina)